David Raya menatap lekat Galeno. Bukan karena jatuh cinta, tapi ia sedang membaca ke mana arah tendangan penalti pemain Porto tersebut. Ia menarik nafas. Galeno melepas tembakan. Raya bergerak ke arah tembakan itu. Dengan dua tangannya, ia mencoba menepis tendangan Galeno. Berhasil.
Galeno gagal mencetak gol dan Porto tersingkir dari Liga Champions. Arsenal akhirnya merasakan kembali melaju ke perempat final Liga Champions. Dua penyelamatan Raya di babak adu penalti mewujudkan mimpi itu. Mikel Arteta tersenyum bahagia melihat anak asuhnya selesai menunaikan tugasnya.
Daftar Isi
David Raya yang Tampil Apik
Itu hanyalah satu dari sekian episode terbaik David Raya bersama Arsenal. Sejak didatangkan dari Brentford, Raya hampir selalu memberikan yang terbaik untuk The Gunners. Di laga tersebut saja, Raya serius mendalami perannya sebagai palang pintu di babak adu penalti.
Dua penyelamatan epiknya di laga tersebut bukan sebuah kejutan. Sebelum memulai adu penalti, ia berbicara dengan tim pelatih. Mempelajari catatan para pengambil penalti Porto. Raya memang selalu begitu. Ia menyiapkan antisipasi dan perhitungan yang betul-betul matang.
Y'all are not appreciating our goalkeeping coach, Inaki Cana Pavon. This is him with David Raya before the penalty shoot out. 👏🏼 pic.twitter.com/HItjWbwgxr
— Arsenal Chapter Africa (@arsenalchaptera) March 13, 2024
Dulu ketika menjalani trial di Blackburn Rovers, Raya sudah melakukan antisipasi apabila gagal, ia akan menjadi pegawai kantoran saja. Melamar sebagai HRD. Nyatanya Raya tidak gagal. Malahan, kini ia sudah berseragam Arsenal. Salah satu tim raksasa di Liga Inggris.
Entah mana yang sesungguhnya beruntung. Di satu sisi, Raya hoki bisa mendapat kesempatan bermain untuk Arsenal. Tapi di sisi yang lain, justru bisa jadi Arsenal yang merasa beruntung bisa mendapat servis dari pemain kelahiran Barcelona itu. Pasalnya, setiap kali diturunkan, Raya selalu menumpahkan seluruh kemampuannya ke dalam tim.
Tangguh
Arsenal sejauh ini masih menjadi tim dengan jumlah kebobolan tersedikit di Liga Inggris. The Gunners baru kemasukan 24 gol. Salah satu yang membuat pertahanan Arsenal sulit ditembus tiada lain adalah David Raya. Keberadaannya di bawah mistar menimbulkan rasa aman bagi Mikel Arteta atau para gooners.
Oleh karena itu Raya hampir selalu diturunkan. Musim ini ia sudah bermain 29 laga di semua kompetisi dengan 22 pertandingan di antaranya bermain di Premier League. Performanya di atas lapangan memukau semua orang. Kecekatan dan instingnya membaca arah permainan begitu mengagumkan.
He’s probably been the best GK of the season overall now.
— Monty (@AFC_Monty_) March 13, 2024
– Most Clean sheets in the Premier League
– Most Clean sheets in the Champions League
– Fewest Goals Conceded in the Premier League
– Fewest Goals Concedes in the Champions League
£3m aswell. Arsenals David Raya 🇪🇸 pic.twitter.com/haFRMtpEYP
Mengutip FotMob, Raya bahkan sudah mengemas 33 penyelamatan di Liga Inggris. Kamu tahu? Di Premier League musim ini, Raya masih bercokol di puncak klasemen kiper dengan jumlah clean sheets terbanyak, yakni sembilan. Betul bahwa Arsenal punya bek-bek tangguh. Namun, supaya tak kebobolan, bek tangguh tidak akan berguna jika kipernya oon.
Soal Distribusi Bola
Namun, Arteta melihat Raya bukan hanya soal bagaimana ia menepis, menghantam, dan menerima bola. Sudah bukan rahasia lagi kalau Arteta sejak dulu mengincar Raya karena keahliannya dalam distribusi bola. Ya, kiper dengan kemampuan distribusi bola yang sangat baik memang sedang digandrungi oleh banyak pelatih belakangan ini.
Josep Guardiola, Jurgen Klopp, Erik Ten Hag, bahkan Shin Tae-yong menyukai kiper yang bukan hanya pandai mencegah bola masuk, tapi juga bagus dalam pendistribusian bola ke depan. Maka tidak aneh kalau Arteta yang menjadikan Guardiola role model, juga menginginkan penjaga gawang seperti itu.
Betapa sumringahnya Arteta mendapatkan Raya. Raya ini kiper yang sangat nyaman memainkan bola di kakinya. Jadi, Arteta bisa meminta Raya untuk ikut terlibat dalam build-up. Kepercayaan diri dalam menguasai bola itulah yang membuat Raya selalu ambil bagian ketika Arsenal menyerang.
Kehadiran Raya mendukung strategi membangun serangan dari bawah. Ia tenaga tambahan untuk mengurai benang kusut, juga agar Arsenal dapat keluar dari tekanan lawan.
Pemain asal Spanyol itu terkenal cepat dan dahsyat dalam mengirim bola. Di laga kontra Crystal Palace misalnya. Berawal dari lemparan Raya, Arsenal bisa mencetak gol hanya dalam waktu beberapa detik saja dari setelah Raya melemparkan bola.
Tak ayal jika ia bisa mempertahankan akurasi umpan di angka 71,8% menurut FotMob. Kemampuan distribusinya menjadi kunci serangan Arsenal. Berkali-kali dengan kecepatan Raya melepaskan umpan, The Gunners bisa dengan cepat pula menghantam pertahanan lawan.
Menyingkirkan Aaron Ramsdale
David Raya memenuhi seluruh kriteria Mikel Arteta. Tidak sulit baginya untuk menggeser Aaron Ramsdale di posisi kiper utama. Ya, sebelum Raya datang, Arsenal mengandalkan Ramsdale di bawah mistar. Penampilan pemain asal Inggris itu juga tak kalah ciamik. Musim lalu, tanpa keberadaan Ramsdale, mungkin Arsenal akan lebih banyak kebobolan.
Namun, Ramsdale hanya hampir memenuhi seluruh kriteria Arteta. Oleh karena itu, Arteta mendatangkan Raya. Bilangnya sih, supaya Ramsdale mendapat pesaing berarti sebagai kiper. Sebab selama ini posisi kiper utama Arsenal tak pernah beralih dari tangan Ramsdale.
David Raya in, Aaron Ramsdale out 🔁
— Fantasy Premier League (@OfficialFPL) September 17, 2023
How we feeling about this, managers?#FPL | #EVEARS pic.twitter.com/WlejF7V5fa
Awalnya David Raya hanya akan jadi opsi buat rotasi. Tapi lama-kelamaan, justru Arteta makin jatuh hati pada Raya. Ia seakan nggak mau membiarkan gawang Arsenal dijaga orang lain, selain David Raya. Posisi penjaga gawang utama pun bergeser dari Ramsdale ke Raya.
Tidak ada lagi istilah untuk kebutuhan rotasi. Karena Arteta hanya akan mencari kiper yang menurutnya bisa memenangkan liga. Kata Thierry Henry sih, begitu. Henry yakin sekali kalau Arteta tidak akan merotasi kipernya. Tinggal menunggu waktu, apa yang terjadi pada Bernd Leno juga akan menimpa Aaron Ramsdale.
Aaron Ramsdale Kebanyakan Drama
Namun begitu, Arteta kelihatan masih memakai Ramsdale. Hanya saja Ramsdale malah menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan Arteta. Misalnya di laga kontra Brentford, Ramsdale dimainkan sebagai starter. Bertanding melawan Brentford, Ramsdale cuma perlu main bersih dan aman saja.
Namun, sang kiper malah melakukan blunder fatal yang mengakibatkan penyerang Brentford, Yoane Wissa mencetak gol di penghujung babak pertama. Kendati begitu, Arteta masih pasang badan buat Ramsdale. Ia sama sekali tak memberi komentar buruk atas blunder tersebut.
A goal by #DRCongo’s Yoane Wissa could not prevent struggling Brentford losing 2-1 away to leaders Arsenal in the Premier League at the weekend.
— Oluwashina Okeleji (@oluwashina) March 11, 2024
The winger, who starred at #AFCON2023, equalised by punishing a blunder from Gunners goalkeeper Aaron Ramsdale.pic.twitter.com/Vkja0mjkOf
Sebaliknya, pelatih kelahiran San Sebastian itu malah memuji performa Ramsdale. Menurut Arteta, Ramsdale tampil berani dan memiliki determinasi di laga tersebut. Ya ampun, Arteta ini pelatih yang baik banget, ya!
Ia masih menaruh kepercayaan pada Ramsdale walaupun tidak sekali-dua kali melakukan kesalahan. Tapi untuk menjadi kiper utama, David Raya lebih pantas daripada Ramsdale. Raya bisa memberi rasa aman ke penggemar. Sementara Ramsdale kerap tidak fokus pada jalannya pertandingan. Ditambah ia juga sibuk dengan drama pembelaannya yang sampai melibatkan sang ayah.
🐦 A bird on the pitch right next to Aaron Ramsdale on Southampton’s goal. #afc pic.twitter.com/cGOwkP3G38
— DailyAFC (@DailyAFC) November 4, 2022
Isu soal Ramsdale akan hengkang walau kontraknya baru akan habis 2026 mendatang pun menguat. Arsenal bahkan sudah mulai melirik kiper baru untuk menggantikan Ramsdale. Ia adalah Patrick Schulte yang masih bermain di MLS bersama Columbus Crew. Jika itu yang terjadi, David Raya akan mengisi kiper utama Arsenal.
Mungkinkah David Raya Permanen?
Namun, mungkinkah? David Raya datang ke Arsenal statusnya adalah pemain pinjaman. Tapi ada klausul yang menyebutkan bahwa The Gunners bisa saja mempermanenkan Raya dari Brentford dengan biaya 27 juta poundsterling (Rp539 miliar). Nah, Raya sendiri yakin untuk menetap di Arsenal.
Mengutip Team Talk, Fabrizio Romano mengabarkan kalau Arsenal siap untuk mempermanenkan David Raya. Kesepakatan itu diprediksi akan diumumkan di akhir musim. Hmmm…. Gimana fans The Gunners, setuju nggak Raya jadi kiper utama Arsenal?
Sumber: BBC, PainInTheArsenal, SkySports, Mirror, Goal, TeamTalk, Fotmob


