Rahasia Kazuyoshi Miura, Pemain Profesional Tertua Di Dunia

spot_img

Masa edar pemain sepak bola termasuk salah satu yang tersingkat di antara olahraga lain. Setelah mengawali karier di akhir belasan, umumnya para pemain akan pensiun satu per satu di akhir usia 30-an.

Memang ada pengecualian seperti di posisi penjaga gawang, misalnya. Para kiper bisa berumur lebih panjang karena hanya berkutat di area yang sempit. Hanya saja, paling banter mereka akan kuat bermain hingga awal 40-an.

Jadi, bila seorang striker bernama Kazuyoshi Miura sanggup bermain hingga usia 52 tahun, kita harus bertanya terbuat dari apa tubuhnya. Ya, King Kazu, begitu julukannya di Jepang, baru saja mengkonfirmasi akan menjalani musim 2019 bersama Yokohama FC, klub yang ia perkuat sejak 2005.

Menurut situs resmi King Kazu, ia total telah melahap 36.932 menit bermain, setara dengan 26 hari berturut-turut bermain sepak bola. Selama itu, ia membukukan 162 gol dan 52 assist.

Ia lahir di tahun yang sama dengan legenda Italia Roberto Baggio, yang telah pensiun pada 2004. Pada 2017, setelah memecahkan rekor Sir Stanley Mattews sebagai pemain profesional tertua, ia memecahkan rekor legenda Inggris tersbut sebagai pencetak gol profesional tertua.

Petualangan panjangnya tersebut dimulai pada 1982 saat usianya baru 15 tahun. Ia terbang ke Brasil untuk menggapai impiannya sebagai pemain sepak bola. Pada 1986, impiannya akhirnya terpenuh seturut kontrak profesional yang disodorkan Santos.

Kisahnya berguru ke negeri sepak bola dalam usia belasan tersebut menjadi inspirasi bagi Yoichi Takahashi untuk menciptakan karakter pesepak bola cilik yang kelak begitu terkenal, Captain Tsubasa.

Pada awal mendarat di Brasil, Miura hanya punya uang saku 700 dolar amerika. Ia hanya mampu menyewa asrama yang dipenuhi kutu di Sao Paulo, serta menjadi korban rasis. Dengan segera ia merasa home sick. Namun, alih-alih pulang ke Jepang, ia memilih pindah ke klub yang lebih kecil, XV De Jau.

Setidaknya hingga 1990, Miura mengawali kariernya di negeri sepak bola. Kepulangannya ke Jepang bertepatan dengan usaha negeri tersebut untuk memajukan sepak bola, termasuk dengan menggulirkan liga yang kompetitif. J-League edisi perdana pada 1993 lantas menjadi ajang pembuktiannya sebagai top scorer sekaligus pemain terbaik.

25 tahun kemudian, Miura tercatat sebagai satu-satunya pemain yang masih merumput dari musim perdana J-League tersebut. Dalam usia 51 tahun, tubuhnya masih sangat prima, tak kalah dengan rekan setim yang berusia lebih muda.

Tentu saja, butuh kerja khusus untuk membuat tubuh rentanya mampu berduel dengan tubuh pemain lawan. Di setiap pramusim, Miura selalu berlatih sendiri di Hawaii. Timnya, Yokohama FC pun terkadang mengikutinya dengan berlatih di sana.

Selain itu, ia juga mempekerjakan seorang pelatih pribadi untuk mempersiapkan tubuhnya. Menurut rekan setimnya, dia datang satu jam sebelum latihan dimulai agar bisa berlatih dengan pelatih pribadi. Berkat pengaturan yang baik dari sang pelatih, ia tak pernah melewatkan satu sesi latihan pun.

Hingga saat ini, ia belum berencana untuk pensiun meski kontraknya cuma tahun per tahun. Berbeda dengan raja Jepang yang berulang kali berganti, tampaknya King Kazu tak akan pernah tergantikan. Ia bagaikan raja yang tak pernah bisa dilengserkan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru