PSG vs Bayern Munchen: Pertarungan Wakil Liga Petani

spot_img

Kerinduan telinga kita akan kumandang anthem khas Liga Champions kini akan segera terbayar. Irama musik klasik ala Eropa itu akan kembali menggema pada 16 besar Liga Champions leg Pertama yang akan dihelat 14 Februari 2023.

Salah satu partai yang ditunggu-tunggu di fase ini adalah Big Match dua raksasa liga petani, PSG vs Bayern Munchen. Momen Valentine Days tahun ini, nampaknya akan lebih romantis di Kota Paris. Kala kota itu akan bersolek menjamu tamu agung dari Jerman. Namun romantisme pertemuan itu tidaklah selalu mengenakan bagi sang tuan rumah.

Luka Final Liga Champions dan Rekor Pertemuan

Pasalnya memori luka di final Da Luz 2020 silam tak akan terlupa bagi sejarah Les Parisiens. Luka kekalahan menyakitkan 1-0 dari Die Roten itu belumlah sembuh total. Luka itu masih membekas di hati publik Paris.

Meskipun secara dendam pasca final, PSG sudah pernah membalaskannya di babak perempat final Liga Champions musim 2020/21. Ketika itu PSG menang di Allianz Arena dengan skor 2-3.

Namanya juga luka yang dalam, pasti tak akan hilang total dengan seketika. Meraih kemenangan demi kemenangan adalah solusi penyembuhan luka yang mujarab. Dan di babak 16 besar ini, kebetulan kesempatan menyembuhkan luka itu datang lagi bagi PSG.

PSG tak perlu takut karena secara rekor pertemuan mereka unggul. Menurut situs resmi UEFA, keduanya pernah 11 kali bertemu di Liga Champions sejak musim 1994/95. 6 kali PSG menang, dan 5 kali Munchen menang. Uniknya, sepanjang sejarah pertandingan ini tak pernah berakhir seri.

PSG Inkonsisten

Meskipun unggul secara rekor, celakanya kini PSG sedang dalam kondisi inkonsisten. Pasca Piala Dunia, PSG di kompetisi domestik mengalami tiga kali kekalahan. 3-1 lawan Lens, 1-0 lawan Rennes, dan 2-1 lawan Marseille. Bahkan melawan klub macam Reims saja mereka harus seri 1-1.

Kekalahan melawan Marseille di Piala Prancis juga mengharuskan mereka angkat koper lebih cepat dari turnamen itu. Hal itu juga sekaligus pukulan mental bagi skuad semewah PSG.

Keadaan itu merupakan tamparan besar bagi Galtier. Dengan skuad lengkap nan mewah, namun masih saja susah meraih kemenangan di kompetisi level petani. Kini dengan kondisi seperti itu mereka sudah harus berhadapan dengan Munchen yang selalu tampil superior di Liga Champions.

PSG Tanpa Mbappe dan Messi

Sudah dengan kondisi inkonsisten seperti itu, mereka malah dikabarkan akan minus dua mega bintangnya yakni Messi dan Mbappe. Messi dikabarkan L’equipe mengalami cedera hamstring saat kalah melawan Marseille. Cederanya memang tak terlalu parah, namun menurut outlet berita Prancis tersebut, Messi diragukan fit 100 persen melawan Munchen.

Jikalau pun kondisi memungkinkan, Messi bisa saja akan dimasukan dalam daftar skuad melawan Munchen. Namun hanya akan menjadi pemain pengganti. Sebab andai dipaksakan bermain sebagai starter, itu akan sangat beresiko.

Sudah diprediksi akan tanpa Messi, Mbappe juga diragukan tampil. Ia sudah divonis mengalami cedera paha. Mbappe diganti di menit 21 kala melawan Montpellier di Ligue 1. Ia juga diperkirakan absen selama tiga minggu dan diragukan tersedia untuk laga melawan Munchen di leg pertama.

Namun menurut kabar terkini dari Le Parisien, sebenarnya ada peluang kecil Mbappe akan masuk daftar skuad melawan Bayern. Akan tetapi, ia mungkin hanya akan berada di bangku cadangan. Dengan keadaan yang meragukan dari duo bintang PSG tersebut, otomatis kekuatan PSG berkurang.

Ancaman Mbappe

Sudah dirundung masalah cedera, PSG juga kembali dirundung masalah internal yang datang dari salah satu bintangnya Kylian Mbappe. Bagaimana sih Mbappe ini, sudah cedera malah membuat keruh suasana juga.

Dilaporkan Marca, bahwa Mbappe mengancam akan cabut dari PSG jika PSG tersingkir di Liga Champions musim ini. Mbappe dikatakan sudah muak dengan prestasi PSG yang begitu-begitu saja. Ancaman itu sedikit mengganggu konsentrasi tim di saat harus berjuang mati-matian melawan Munchen nanti.

Seenaknya saja Mbappe dalam bersikap. Ia seakan tak mempedulikan skuad yang masih tertatih seperti ini. Alih-alih kondisinya yang masih cedera, bukannya menyemangati timnya malah bersikap mengancam seperti itu.

Munchen Bisa Memanfaatkannya

Nah, beberapa hal itulah yang akan dimanfaatkan oleh Munchen. Nagelsmann akan mudah untuk lebih fokus dalam melakukan penyerangan, alih-alih hanya fokus menjaga Messi dan Mbappe. Apalagi kondisi Munchen kali ini sudah mulai menyeramkan. Mereka juga ditambah suntikan amunisi baru macam Daley Blind, Yann Sommer, maupun Joao Cancelo.

Dua kemenangan besar di Bundesliga atas Mainz dan Wolfsburg, perlahan sudah menaikan mental percaya diri pasukan Bavarian jelang bertamu ke Paris. Maklum, Bayern pasca Piala Dunia sempat hanya bermain imbang 4 kali beruntun kala melawan Salzburg, Leipzig, Köln, dan Frankfurt.

Nagelsmann vs Galtier, Akankah Jadi Perang 3 bek?

Dari segi perang taktik kedua pelatih, Galtier kini tengah dipusingkan dengan menghadapi krisis penyerangnya. Format tiga beknya kemungkinan akan kembali dipakai untuk menyeimbangkan tim yang masih dalam kondisi tidak stabil. Maklum sejak kalah lawan Rennes Januari lalu, PSG berubah memakai format 4 bek.

Galtier mau tidak mau akan mengandalkan Neymar sebagai central permainan di depan. Siasat Galtier mengatasi hal itu, bisa saja dengan menumpuk pemain produktif di lini kedua.

Kita tahu lini kedua PSG banyak yang bisa diandalkan. Macam Carlos Soler, Fabian Ruiz, Marco Verratti, maupun Vitinha. Sisi wingback mereka baik Achraf Hakimi maupun Nuno Mendes juga bisa jadi alternatif serangan.

Namun, Munchen tentu tak akan diam saja. Mereka tetap akan mengantisipasi jika Galtier pindah ke format 3 bek. Bukan tidak mungkin Munchen yang selama ini selalu memakai format 4 bek, akan merubahnya menjadi 3 bek dengan tujuan “mirroring formation”. Keunggulan dua Wingback PSG akan dilawan juga dengan keunggulan Wingback Munchen yang tak kalah kuat, yakni Cancelo dan Davies.

Kelebihan Dan Kelemahan Kedua Tim

Di kubu Munchen, diragukannya Mane untuk tampil karena masih cedera tak begitu masalah bagi Nagelsmann dari segi serangan. Leroy Sane, Jamal Musiala, Thomas Muller, Serge Gnabry, maupun “Lord” Choupo Moting masih cukup untuk membombardir pertahanan PSG yang dikomandoi Sergio Ramos.

Tapi Munchen bukannya mereka tanpa cela. Masih ingat di perempat final Liga Champions musim lalu? Mereka terjebak deadlock dan kandas oleh Villarreal berkat racikan Nagelsmann yang terlalu bereksperimen. Maklum ia pelatih muda yang ambisius. Ketika itu Munchen bereksperimen dengan menerapkan strategi “All Out Attack” di leg kedua, dan hasilnya mereka kecolongan gol.

Di partai ini, PSG bisa saja mengulanginya. PSG bisa memanfaatkan kelemahan Munchen itu dengan bermain menunggu dan melakukan serangan balik cepat. Ditambah faktor kiper baru Munchen, Yann Sommer yang belum sepenuhnya nyetel dengan para bek Munchen. Buktinya 5 gol dalam 5 pertandingan sudah bersarang ke gawang Yann Sommer sejauh ini.

Namun terlepas dari itu, dengan kecil kemungkinannya Messi dan Mbappe tampil, serta kondisi tim yang sedang inkonsisten, apakah sudah seharusnya PSG kibarkan bendera putih saja pada Munchen? Hati-hati Munchen kalo mengamuk skor 8-2 kala melawan Barcelona bisa saja terjadi kembali.

https://youtu.be/SpT9GGScWpg

Sumber Referensi : uefa, sportsmole, sportingnews, marca, eurosport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru