The Blues kini siap menyambut datangnya sang bomber baru. Setelah minggatnya bomber mahal mereka, Lukaku, kini Chelsea mendaratkan bomber superstar lagi ke Stamford Bridge. Ia adalah Pierre-Emerick Aubameyang.
Auba ditebus murah oleh Chelsea dari Barca. Ia bersiap menjadi keran gol baru bagi Tuchel. Namun pertanyaannya, apakah dia adalah jawaban yang cocok bagi lini depan Tuchel?
Welcome to Chelsea, Auba! 👊#AubameyangIsChelsea
— Chelsea FC (@ChelseaFC) September 1, 2022
Daftar Isi
Reuni Tuchel
Berkaca dari kedekatan Tuchel dan Auba, tidak usah diragukan lagi. Keduanya kini akhirnya bereuni di Stamford Bridge. Pasalnya selama kurang lebih dua musim, keduanya pernah menorehkan cerita indah ketika bekerjasama.
Ya, Tuchel dan Auba pernah bekerja sama ketika di Dortmund pada musim 2015/16 dan 2016/17. Striker asal Gabon itu sangat nyetel dengan taktik Tuchel. Menjadi striker “Nomor 9”, Auba mampu menuntaskan tugasnya dengan paripurna selama dua musim Bersama Tuchel dengan dua musim menjadi Top Skor di Dortmund.
Di musim 2015/16, Auba di bawah Tuchel mampu menorehkan total 36 gol di semua kompetisi. Sedangkan di musim berikutnya torehannya meningkat menjadi total 40 gol di semua kompetisi. Di musim kedua pula Auba bersama Tuchel mampu mempersembahkan trophy DFB Pokal bagi Dortmund.
🔥 Pierre-Emerick Aubameyang’s record under Thomas Tuchel at Dortmund was frightening.
Could we see more of the same or are Chelsea panic buying? @CFCDaily | #CFC
— The Sportsman (@TheSportsman) August 25, 2022
Memori Singkat Di Barcelona
Selain reuni Auba dengan Tuchel, kita tahu ia setelah hijrah dari Dortmund, kemudian ia sempat melalang buana ke Arsenal sebelum kemudian menuju Barca. Di Barca ia cenderung mempunyai cerita yang cukup singkat, tapi berkesan.
Ia baru datang ke Camp Nou pada Januari 2022. Aubameyang diplot menjadi bomber baru bagi kebutuhan keran gol Barca yang macet. Dan terbukti, selama masa singkatnya, Auba mampu menunjukan kepiawaiannya untuk menyelamatkan Barca dari keterpurukan. Gol demi gol mampu ia persembahkan bagi kemenangan Barca. Alhasil, Barca mampu diantarkannya finish di ranking dua klasemen La Liga musim lalu.
Sumbangsih golnya bagi Barca sungguh luar biasa, baru bergabung Januari, ia mampu menjadi top skor bagi Barca di akhir musim lalu bersama Depay dengan torehan 13 golnya di semua kompetisi.
📌 Pierre-Emerick Aubameyang stats for FC Barcelona 📊
👕 23 games
⚽ 13 goals
🎯 1 assist
🤝🏽 14 goal contributions in 23 games
🧠 5 Big chances created
👟 76% accurate passesThanks for everything @Auba! 🙏 🇬🇦
[📸tribubarca] pic.twitter.com/bVko1EJOrG— Barça Capricorn ♑ (@capricorn_barca) September 1, 2022
Di sisi lain, memori singkat nan indah Auba di Camp Nou ini tak dipungkiri berawal dari cerita tercampakkannya Auba di Arsenal. Ia bahkan dilepas secara gratis oleh klub lamanya itu. Kalau tak ada cerita itu besar kemungkinan ia masih berada di Arsenal.
Memori Mantan Arsenal Di Chelsea
Namun Auba sebenarnya tak perlu khawatir, keputusannya hengkang dari Arsenal mungkin adalah langkah yang tepat. Buktinya di Barca ia langsung jadi idola dan mampu mendatangkan efek positif. Artinya, Auba ini secara performa belum habis.
Kembali bicara soal Arsenal, mantan klub Auba ini secara catatan sejarah pernah melepas beberapa pemainnya ke Chelsea. Dan bahkan malah nasib si pemain yang hengkang itu justru lebih sukses ketika di Chelsea. Apakah Auba akan bernasib seperti itu?
Pierre-Emerick Aubameyang will sign for Chelsea, per @FabrizioRomano 🔵 pic.twitter.com/4ebRYqyPbb
— B/R Football (@brfootball) September 1, 2022
Kita lihat pernah ada Nicolas Anelka yang mampu meraih gelar Premier League bersama Chelsea di 2009/10. Lalu ada Ashley Cole yang dibajak pada 2006. Cole juga terbukti lebih sukses di Chelsea dengan raihan 9 trofinya sejak berseragam The Blues, termasuk Liga Champions.
Cesc Fabregas juga, meskipun ia tak langsung ke Chelsea, tapi ketika di Chelsea, Fabregas juga masih bisa berkontribusi dan berprestasi. Gelar Premier League yang susah didapatkannya ketika membela Arsenal pun akhirnya ia dapat ketika di Chelsea.
Lalu ada Olivier Giroud. Ia ketika bersama Chelsea justru mampu meraih banyak gelar termasuk Liga Champions maupun Europa League. Hal yang juga susah terjadi bila ia masih tetap berada di Arsenal.
Tato Arsenal Auba, Menyulut Konflik?
Masih bicara terkait Arsenal. Kepindahan Auba ke sesama tim London, bukan tidak mungkin akan menyulut emosi para fans Arsenal maupun Chelsea. Mengapa bisa demikian? Ya, Auba mempunyai tato di lengannya yang masih erat kaitannya dengan Arsenal.
Tato itu bergambar ia yang berseragam nomor 14. Nomor yang mengidentikan kecintaannya pada Arsenal. Ia pernah lama memakai nomor itu di Arsenal.
Tato itu sepertinya belum dihapus di lengan Auba. Bahkan semasa bermain di Barcelona, ia masih mengenakan tato itu dan tak segan memamerkannya. Lalu, apa jadinya ketika itu diperlihatkan di publik Stamford Bridge yang notabene rival sekota?
Stop it Auba 🥺💔 pic.twitter.com/YtRSPpkQUC
— Gooner Chris (@ArsenalN7) February 7, 2022
Bumbu-bumbu konflik kembalinya Auba ke Kota London memang patut untuk disimak. Terlebih murtadnya Auba bagi fans Arsenal ketika ia berani membelot ke rival tetangga.
Potensi Kutukan Nomor 9
Selain itu kedatangan Auba ke Chelsea juga menyimpan cerita misteri berupa kutukan.
Masih ingat kutukan pemakai nomor punggung 9 di Chelsea? Ya, Auba kini datang ke Chelsea dan langsung mendapatkan nomor punggung 9. Percaya atau tidak, striker Chelsea yang mengenakan nomor punggung tersebut bernasib tak begitu mujur.
#️⃣9️⃣ #AubameyangIsChelsea pic.twitter.com/heVCX5mxQc
— Chelsea FC (@ChelseaFC) September 1, 2022
Alih-alih menjadi keran gol, justru daya magis nomor 9 itu menjadi sebuah beban berat. Banyak yang sudah menjadi korban, termasuk Lukaku musim lalu. Dulu juga pernah ada korban lain macam Kezman, Di Santo, Torres, Falcao, Morata, sampai Higuaín. Kini apakah Auba bisa memutus kutukan para pendahulunya itu?
What’s so unlucky about number 9? Chelsea’s failed ghosts of the past are now after the team’s current 9. Beware, Higuain! pic.twitter.com/96NPd6yVQB
— Bet9ja (@Bet9jaOfficial) January 30, 2019
Sistem Striker Tuchel
Potensi Auba untuk memutus kutukan itu pun bukan tanpa alasan. Pasalnya bersama Tuchel, ia pernah bekerjasama dengan sukses. Namun memang, lain dulu lain sekarang. Keadaannya berbeda ketika Tuchel ngebet datangkan mantan anak asuhnya itu. Bisa dikatakan berarti si pemain ini adalah sebagai kebutuhan utamanya.
Apalagi Chelsea kini dilanda krisis penyerang, setelah Lukaku dan Werner cabut. Praktis hanya Sterling, Havertz, maupun Broja yang bisa ditempatkan sebagai striker. Ketiganya belum mampu menjalankan sebagai jaminan gol bagi Chelsea. Terbukti dari 5 laga awal di Liga Inggris, Chelsea hanya mencetak 6 gol saja. Artinya, betapa butuhnya Tuchel kepada bomber yang haus gol.
Sebagai ingatan saja, Tuchel ini pernah sukses bersama Chelsea sampai mendapatkan gelar Liga Champions dengan tanpa striker murni. Ia menggunakan Havertz dan Werner sebagai “false nine”. Namun apa yang terjadi musim berikutnya? Ia memilih untuk mendatangkan “the real number 9” yakni Lukaku yang ditebus dengan harga selangit.
Romelu Lukaku to Chelsea, confirmed and here we go! The agreement is set to be completed after further talks. €115m to Inter and no players included. Paperworks to be signed once details are fixed. 🔵🤝 #CFC
Lukaku will sign a long-term contract for €12m + add ons. 🇧🇪 #Chelsea pic.twitter.com/N47ksuRGpM
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) August 7, 2021
Artinya Tuchel menyadari betapa butuhnya seorang striker murni untuk menyempurnakan skuadnya. Tapi apa hasilnya? Sistem “the real striker” Tuchel tak berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Hal itulah yang tampaknya dievaluasi oleh Tuchel musim ini. Ia akan kembali berniat menggunakan striker “false nine” dengan Havertz maupun Sterling. Namun setelah dicoba, tuntutan publik Stamford Bridge semakin mengancam, ketika dengan sistem itu Chelsea amburadul di awal musim.
Chelsea in the Premier League this season:
🏟 5 games
✅ 2 wins
🤝 one draw
❌ 2 losses
⚽️ 6 goals scored
🥅 8 goals conceded pic.twitter.com/LaMZKkBMwN— BRGoals (@BRGoals) August 30, 2022
Nah, sekarang Tuchel menjawabnya lagi dengan mendatangkan seorang striker “nomor 9”. Bedanya, ia lebih tahu sifat sang pemain yang dibawanya, karena merupakan bekas anak asuhnya. Tinggal nanti bagaimana Tuchel bisa memanfaatkannya dengan baik atau tidak.
Tuchel tampaknya juga harus belajar dari apa yang dilakukannya dengan Lukaku. Tuchel harus jeli beradaptasi dengan kapasitas strikernya. Pasalnya, Lukaku gagal mengikuti sistem penyerangan Tuchel dengan format 3-4-3. Kemampuan Lukaku seketika tak optimal dalam sistem itu.
Kini, semua fans Chelsea tentu berharap pada Tuchel untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sehingga nantinya Auba benar-benar mampu cepat beradaptasi dan menjadi keran gol yang diharapkan. Namun, jika Tuchel tetap kepala batu tak bisa memanfaatkan kapasitas terbaik Auba, ya mungkin hastag Tuchel Out benar-benar akan menjadi kenyataan.
Sumber Referensi : givemesport, theathletic, express, mirror


