Philippe Coutinho: Karir “Cokro Manggilingan” dan Perannya dalam Taktik Steven Gerrard  

spot_img

Pameo Jawa berbunyi “Urip Koyo Cokro Manggilingan” yang berarti hidup kadang di atas, kadang di bawah lekat dengan kesuksesan, ketenaran, dan kekayaan. Sebaliknya, di bawah lebih dekat pada kenestapaan, meredup, hingga ketidakberuntungan.

“Cokro Manggilingan” berbentuk bulat sehingga memiliki kemampuan berputar secepat kilat. Ibaratnya, lagi kaya-kayanya lalu satu kedipan mata berubah menjadi miskin. Suka berubah jadi duka yang tak dinyana-nyana, datang pun karena tak diundang.

Sebaliknya, saat anda sedang tidak punya uang sepeser pun, muncul notifikasi mobile banking memberitahu uang masuk sejumlah UMR Jakarta. Tergugah dari posisi rebahan, sambil komat-kamit mengucap syukur kepada Sang Pencipta  yang telah memberikan rezeki di hari itu.

Begitulah nasib seorang Philippe Coutinho. Playmaker Barcelona itu dikonfirmasi bermain di Inggris untuk membela Aston Villa. Dan akan dilatih seniornya dulu di Liverpool, Steven Gerrard

Sebelum pindah ke Anfield Stadium, The Little Magician menandatangani kontrak pertama di Eropa bersama klub Serie A, Inter Milan sejak usia 16 tahun. Akan tetapi, The Nerazzurri menunggu usianya 18 tahun, sehingga Coutinho muda bermain dahulu di Vasco da Gama. 

Musim 2010, allenatore Inter Milan, Rafael Benitez percaya bahwa Coutinho akan menjadi masa depan Inter. Sayangnya itu hanya kembang lambe. Nyatanya, karier Benitez sendiri justru tak bertahan lama di Giuseppe Meazza, dan digantikan Leonardo. Di bawah pelatih asal Brasil, peluang Coutinho bermain di Inter justru menurun drastis, pun di bawah asuhan Gian Piero Gasperini.

Ia lantas sempat dipinjamkan ke klub La Liga, Espanyol. Setelah satu musim, ia kembali ke La Beneamata hingga akhirnya dilepaskan ke Liverpool sejak Januari 2013 dibanderol 13 juta euro.

Bersama The Kopp, gelandang serang bernama lengkap Philippe Coutinho Correia menampilkan sisi terbaiknya. Pelatih kala itu, Brendan Rodger mengapresiasi kemampuan individu baik dan mampu beradaptasi secara cepat dengan permainan Liverpool.

Selama berumah di Anfield sejak musim 2012/2013 hingga 2017-2018, ia membubuhkan 201 penampilan dengan mencatatkan 53 gol dan 46 assist.

Penampilan ciamik bersama The Reds menarik Barcelona untuk mendapatkan tanda tangan kontraknya. Gelandang kreatif asal Brasil itu akhirnya dilepas Liverpool ke FC Barcelona, Sabtu (6/1/2018) dengan kontrak berdurasi 5,5 tahun dengan mencantumkan klausul pelepasan sebesar 400 juta euro (sekitar Rp 6,45 triliun).

Harapan menjadi pengganti kompatriotnya di Timnas Brasil, Neymar yang pindah ke PSG seperti hanya angan-angan. Performa Coutinho bersama Blaugrana justru menurun. Selama empat musim, ia hanya mencetak 17 gol dan 15 assist dari 76 penampilan. Sempat dipinjamkan ke Bayern Munich, sekembalinya dari Jerman ia justru sering didera cedera.

The Little Magician sedang limpung. Daya magisnya tak kunjung muncul saat usia hampir kepala tiga. Saat itulah, uluran tangan mantan kaptennya di Liverpool untuk mempertajam kemampuannya di Aston Villa. Bagaimana posisi Coutinho dalam taktik bos The Villa?

Pengganti Jack Grealish

Coutinho dalam skema menyerang 4-3-3 Steven Gerrard dapat dijadikan pengganti Jack Grealish sebagai sayap kiri. Coutinho memiliki kemampuan menembak sehingga mampu melakukan lebih banyak tendangan sementara Grealish lebih kreatif untuk melakukan inverted lebih intens.

Keunggulan shoot tergambar dalam statistik Squawka membandingkan statistik Coutinho  (2018-2019) dengan Grealish (2020-2021) bahwa shoot yang dilakukan Coutinho lebih baik, yaitu 3.2 dan Grealish 2.0 Per 90. Artinya, pemain asal Brazil mampu melakukan tembakan lebih banyak daripada Grealish per pertandingan. Di lain sisi, Grealish memiliki kemampuan masuk ke area penalti dengan angka 9.7 sedangkan Coutinho hanya 5.3 per 90.

Pada skema ini, atribut Coutinho dalam menciptakan peluang dengan pendekatan umpan dibarengi kemampuan memaksimalkan ruang untuk melakukan tembakan ke arah gawang dengan gaya khasnya.

No. 10 Ganda

Nomor 10 Ganda dalam formasi Steven Gerrard sering menggunakan 4-3-3 ala Liverpool, 4-2-3-1, dan 4-3-2-1 selama menangani Glasgow Rangers

Di mana pemain sayap bergerak begitu jauh ke area penyerangan lawan yang pada dasarnya membentuk sistem dengan pemain nomor 10 ganda. Coutinho dapat menjadi opsi “nomor 10” di Aston Villa karena memiliki atribut berupa skil tinggi, kreatif, atau lebih dikenal playmaker (gelandang serang).

Dalam sistem nomor 10 ganda Steven Gerrard juga menjadi bagian penting  untuk melakukan pressing kala menukangi Rangers. Berdasarkan FBref, prosentase pressures Coutinho dalam lima musim terakhir  di angka 28.2% dengan kemampuan area tengah sebanyak 614 kali.

Peran Coutinho untuk menggagalkan progresi operan lawan melalui tengah lapangan sebagai awal terciptanya satu sentuhan cepat antara tiga di pemain di depan dan tengah yang berdekatan untuk melakukan switch passing ke pemain terluar hingga ruang tercipta untuk flying full-back alias bek sayap gantung.

No. 10 Murni

Pada skema 4-2-3-1 yang juga menjadi formasi Steven Gerrard, menempatkan Coutinho sebagai “No 10 Murni”. berada di belakang penyerang, dan punya kemampuan yang bagus dalam mendistribusikan bola dan lihai pula mengolah bola dengan kakinya.

Merujuk pada data Squawka, menempatkan Coutinho sebagai gelandang serang dibarengi dengan angka sentuhan per 90 sebanyak 80 kali, passing ke area seperti lawan pada angka 25.7 serta kemampuan menendang sebanyak 3.2.  Statistik ini memberikan gambaran, jika posisi tersebut dipercayakan kepada Coutinho, alur serangan Aston Villa akan semakin variatif.  

Perumpamaannya, Danny Ings akan memimpin lini depan sementara Ollie Watkins memainkan peran melebar untuk menciptakan ruang di sisi sayap. John McGinn dan Douglas Luiz menghuni di lini tengah dengan  kuartet McGinn untuk melakukan progresi. Kemampuan Buendia dalam dribbling dan kreativitas di sebelah kanan untuk menyerang sekaligus melakukan block press.

Ketiga posisi yang mungkin dimainkan dalam masa pinjaman Coutinho di Aston Villa. Sentuhan The Little Magician di pentas Liga Inggris kedua kalinya diharapkan mampu mendongkrak kerang gol dan asis yang perolehannya menurun pasca hengkang dari Liverpool.

Gerrard bagi Coutinho bukan orang asing. Kepemimpinan Gerrard di lapangan hijau dirasakan saat pria asal Brazil masih berseragam Liverpool. Kisah peminjaman  dengan opsi pembelian ke Liga Inggris barangkali jadi lantaran “Cokro Manggilingan” yang bergandeng bersama Coutinho terus bergerak. Kepindahannya ke Aston Villa salah satu usaha, agar “manggilingan” berputar ke performa terbaik.

Referensi: Fbref, Squawka, Coach Voice, The Coach Voice, Premier League Now, Breaking The Lines,

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru