Pada akhir November lalu, pertandingan antara Tottenham dan Burnley dibatalkan akibat salju tebal yang menyelimuti stadion Turf Moor. Walaupun sebelumnya, pihak penyelenggara sempat melakukan upaya untuk membersihkan lapangan.
Namun penundaan pertandingan semacam itu masih terbilang normal. Beberapa pertandingan sepak bola memang acap kali ditunda karena cuaca ekstrem. Akan tetapi bagaimana jadinya jika sebuah pertandingan harus ditunda karena tiang gawang hilang?
Nah, pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan menyajikan deretan pertandingan yang ditunda karena alasan aneh.
Daftar Isi
Tiang gawang hilang (Teignmouth vs Crediton United, Agustus 2018)
Pada tahun 2018 lalu, Teignmouth harus berhadapan dengan Crediton United dalam kompetisi South West Peninsula Division One East. Namun, pertandingan tersebut terpaksa ditunda karena alasan yang aneh, yaitu tiang gawang tim tuan rumah Teignmouth hilang!
Ya, kamu tidak salah dengar. Sekali, pertandingan tersebut ditunda karena tiang gawang tim tuan rumah lenyap.
Sebetulnya, panitia penyelenggara sempat menyarankan pertandingan untuk dilangsungkan di kandang Crediton United. Namun, hal itu tidak bisa terealisasi karena di sana masih berlangsung pertandingan lain.
Akibatnya, pertandingan tersebut terpaksa ditunda selama tiga hari sampai tiang gawang yang baru telah datang dan siap digunakan.
@swpleague @NonLgeProgs @NonLeagueCrowd 2018-19 Crediton United vs Teignmouth & 2019-20 vs Dobwalls FC pic.twitter.com/mGjVA9SA2p
— The Devon & Exeter Past Football Teams (Facebook) (@exwickclive) January 13, 2021
Paket Mencurigakan di Old Trafford (Manchester United vs Bournemouth, Mei 2016)
Ketika Manchester United akan menjamu Bournemouth pada tahun 2016 lalu, kabar mengejutkan tiba-tiba muncul hingga membuat laga tersebut ditunda. Sebuah paket mencurigakan ditemukan di Old Trafford. Karena itu pihak kepolisian menunda pertandingan.
Menurut laporan BBC, Wakil Direktur Manchester United, Ed Woodward telah berbicara dengan direktur Liga Primer, Richard Scudamore, mengenai pembatalan laga terakhir United di Liga Primer pada musim 2015/16 tersebut. Alasannya, keselamatan semua pihak, terutama penonton, adalah nomor satu.
“Militer membantu penyelidikan ini … kami mengambil keputusan ini (membatalkan pertandingan di Old Trafford) untuk menjamin keselamatan semua orang yang ingin menonton pertandingan,” kata John O’Hare, pejabat kepolisian di Manchester.
Beberapa hari kemudian, kepolisian Manchester mengatakan bahwa paket yang mencurigakan tersebut adalah “alat tiruan”, yang secara tak sengaja tertinggal di stadion saat latihan teror yang digelar beberapa waktu sebelumnya.
On this days in 2016
The most embarrassing postponement of all time? A 75,000 crowd was assembling at Old Trafford for what should have been Manchester United’s last Premier League match of the 2015/16 season, against Bournemouth.
[Thread 1/3] pic.twitter.com/onAR9pWjtG
— Buaksib (@buaksib) May 15, 2021
Marseille (Mei, 2009)
Klub asal Prancis, Marseille pernah harus mengalah kepada seorang penyanyi ternama. Kandang mereka, Stade Velodrome tahun 2009 tidak bisa dipakai menyusul persiapan konser penyanyi kondang Madonna. Maka pertandingan yang berlangsung di sana terpaksa ditunda.
Ironis, pada 16 Juli 2009 panggung yang dipersiapkan untuk konser Madonna di Velodrome ambruk. Akibat insiden tersebut, dua pekerja tewas setelah tertimpa atap dari panggung. Menyusul kejadian itu, pemerintah kota Marseille langsung melakukan penyelidikan. Dan karenanya, Marseille tidak bisa memakai stadion berkapasitas 60 ribu kursi itu selama dua bulan.
Padahal saat Marseille harus menggelar laga kandang melawan Lille dan Bordeaux di kompetisi Prancis yang akan segera dimulai. Masalahnya lagi, 55 ribu penggemar telah membayar tiket musiman untuk bisa menonton langsung pertandingan Marseille di Velodrome.
“15 sec pour s’effondrer. 11 ans, pour être jugé”. Début du réquisitoire sur la chute mortelle de la scène de #Madonna au #Vélodrome : “Tout le monde se défausse. Ce n’est même pas “responsable, pas coupable”. C’est ni ni.” pic.twitter.com/6QhXuJNQ5H
— David Coquille (@DavidLaMars) October 15, 2020
Pameran Keju (Frome Town vs Chippenham Town, September 2015)
Ditundanya pertandingan karena tiang gawang hilang saja sudah aneh. Namun ini ada pertandingan yang harus ditunda karena pameran keju.
Pada September 2015 silam, pertandingan antara Frome Town melawan Chippenham Town harus diundur. Penyebabnya, di wilayah kedua tim itu bertanding tengah diadakan sebuah pameran keju. Pameran Keju Frome sendiri merupakan acara yang terbilang besar karena pengunjungnya bisa 10 kali lipat jumlah penonton sepak bola.
Mengingat jumlah penikmat pemeran keju sangatlah besar, pertandingan antara Frome Town dan Chippenham Town yang merupakan laga lokal tidak memiliki peluang untuk dimainkan di hari yang sama.
Frome Cheese Platter is up.
Thank you to everyone who has stayed till the end. I’m forever grateful. #CheeseEnds pic.twitter.com/RZoI0NpobZ
— chu ⁷ (@piecesofchi) August 27, 2016
Lampu Stadion Kurang Bagus (Estonia vs Skotlandia, Oktober 1996)
Pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 1998, Estonia selaku tuan rumah memutuskan untuk memboikot pertandingan melawan Skotlandia. Ini terjadi setelah FIFA memajukan jadwal pertandingan dari malam menjadi sore hari karena lampu di stadion dianggap kurang terang.
Usut punya usut, permintaan FIFA tersebut bersumber dari timnas Skotlandia, yang sempat memprotes bahwa lampu stadion di kandang Estonio sangat tidak memadai. Kondisi ini dirasakan Skotlandia saat melakukan latihan plus uji coba lapangan pada malam sebelum pertandingan. Saat itu, permainan timnas Skotlandia terganggu karena segenap pemain merasakan gelap di salah satu sisi lapangan.
Namun, saat Skotlandia sudah menghadiri lapangan pada sore hari, Timnas Estonia yang ternyata merasa kesal memilih untuk tidak hadir. Walhasil, FIFA memutuskan bahwa Skotlandia menang WO.
Akan tetapi perkara tidak sampai pada titik itu saja. Beberapa saat kemudian, Estonia mendapat dukungan dari UEFA hingga membuat laga antara Skotlandia melawan Estonia diulang. Hasilnya, kedua tim bermain sama kuat sampai bubaran dengan skor kacamata.
It’s the shortest day of the year! #WinterSolstice
The perfect time to remember one of the shortest matches of all time… When Estonia vs Scotland was abandoned after three seconds because Estonia didn’t turn up! 😂 pic.twitter.com/WlcaQ4tIU1
— GOAL (@goal) December 21, 2018
Pemilik klub masuk lapangan dengan pistol (PAOK vs AEK, Maret 2018)
Memprotes keputusan wasit dengan berteriak atau mengungkapkan kata-kata kotor adalah hal yang sangat lumrah. Namun kejadian di luar batas kewajaran muncul di Yunani.
Pada tahun 2018 lalu ketika PAOK berhadapan dengan AEK, pemilik klub PAOK, Ivan Savvidis, yang merasa timnya dirugikan wasit tiba-tiba menerobos masuk ke lapangan dengan kawalan bodyguard sambil menenteng senjata api seperti dalam film-film koboi.
Sang pemilik klub yang sebelumnya meminta para pemain keluar lapangan langsung berteriak sambil memegang pistol dengan mengatakan, “mati kau!” kepada sang pengadil lapangan. Beruntung, sebelum kejadian tak diinginkan tercipta, Savvidis sudah keburu diamankan petugas.
Meski pertandingan sempat akan dilanjut setelah ditunda dua jam, pelatih AEK Manolo Jimenez enggan meneruskan pertandingan.
Akibat tindakan mengerikan itu, Savvidis harus menerima denda 100.000 euro, dan larangan masuk stadion selama tiga tahun. Ada-ada saja ya~
Meanwhile in Greece… PAOK president Ivan Savvidis takes to the pitch, armed with a gun, to remonstrate with the ref after his team had a late goal disallowed. pic.twitter.com/Vg8SjtWqY1
— Richard Conway (@richard_conway) March 12, 2018


