Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, pesepakbola muda dengan prospek cerah bermunculan. Dari mulai Erling Haaland, Sandro Tonali, Dayot Upamecano hingga Eduardo Camavinga. Mereka dinilai bakal menjadi bintang besar di masa depan. Dan kini, muncul satu lagi sosok bocah ajaib yang siap meramaikan dan menghibur penikmat sepakbola.
Dia adalah Jamal Musiala, wonderkid milik Bayern Munchen yang belum lama ini mengukir rekor gemilang bersama klub berjuluk Die Roten tersebut. Rekor tersebut dibuat Musiala saat membela Bayern Munchen di kompetisi Liga Champions. Seperti diketahui, Musiala diturunkan oleh pelatih Hansi Flick dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions kontra Lazio pekan lalu.
Pemain muda berbakat itu pun langsung mengambil kesempatan untuk unjuk gigi. Musiala mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda klub dalam sejarah Liga Champions di usianya yang ke-17 tahun, 363 hari. Pada laga itu sendiri, ia menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-1 Bayern atas Lazio.
Tidak hanya itu, Musiala juga menjadi pemain kedua di usia 17 tahun yang mampu mencetak gol di fase gugur Liga Champions. Adapun yang termuda pertama adalah Bojan Krkic dengan usia 17 tahun 217 hari, yang melakukannya untuk Barcelona saat melawan Schalke 04 di perempat final 2008.
Pelatih Die Roten, Hansi Flick mengaku terkesan dengan bakat yang dimiliki Musiala. Ia juga tak segan untuk melontarkan pujian kepada anak asuhnya tersebut. “Dia memiliki pemahaman yang baik tentang ruang dan melakukan pekerjaan yang baik hari ini bersama dengan anggota tim lainnya,” Ucap Musiala.
Hanya berselang satu hari usai laga melawan Lazio, Musiala membuat keputusan penting bagi masa depannya. Ia telah memutuskan tim nasional mana yang akan ia bela. Sebelumnya, ia sempat dilanda kebimbangan antara memilih timnas Jerman atau Inggris. Di samping itu, kedua negara juga sangat ingin menggunakan service Musiala.
Dan akhirnya, sang wonderkid Bayern Munchen menjatuhkan pilihan pada timnas Jerman alih-alih Inggris. Meski mengaku berat mengabaikan Inggris, namun Musiala menegaskan keputusannya untuk membela Jerman di level senior adalah pilihan tepat.
“Pada akhirnya, saya hanya mendengarkan perasaan yang selama ini selalu mengatakan kepada saya keputusan yang tepat adalah bermain untuk Jerman, tanah kelahiran saya. Tetapi, ini bukan keputusan yang mudah bagi saya.” Ucap Musiala (Dikutip Goal)
Tapi, siapa sebenarnya Jamal Musiala? Mengapa ia sampai diperebutkan dua negara?
Jamal Musiala lahir pada 26 februari 2003 di Stuttgart, Jerman. Ia berdarah campuran Jerman, Inggris, dan Nigeria. Ibunya merupakan orang Jerman, sementara ayahnya memiliki darah Inggris dan Nigeria. Meski lahir di Jerman, Musiala menghabiskan masa kecilnya di Inggris, tempat dia dan keluarganya pindah ketika dia berusia tujuh tahun.
Tepat satu tahun setelah tiba di negara tersebut, sang gelandang menghabiskan empat bulan bersama Southampton. Dari Southampton, ia mendapat beasiswa untuk bergabung dengan akademi Chelsea.
Performa apiknya bersama tim junior Chelsea membuat namanya makin dikenal. Musiala bahkan dipercaya masuk ke tim nasional Inggris U 15, saat ia masih berusia 13 tahun, dan ia terus bermain untuk timnas Inggris sampai kelompok umur u-16.
Skill-nya yang berkembang pesat, membuat ia yang saat itu masih berumur 15 tahun, 2 bulan 13 hari, sudah melakukan debutnya untuk Chelsea U-18 di Liga Primer.
Kemudian pada oktober 2018, Musiala mendapat panggilan dari timnas U16 Jerman, ia diberi kesempatan tampil dalam dua pertandingan. Setelah sempat bermain untuk Jerman U16, Musiala dipanggil kembali untuk memperkuat Inggris U17. Tercatat ia tampil dalam delapan pertandingan bersama timnas Inggris u17 dan mencetak dua gol.
Di timnas Inggris U17 dia bahkan pernah menjadi kapten tim dan pada saat membela Inggris itulah pemandu bakat Bayern Munchen mengendus bakat Musiala. Bayern tertarik untuk memboyong anak muda itu ke Allianz Arena. Bayern kemudian beruntung bisa merekrutnya dari akademi Chelsea yang memang langganan dalam menelurkan bakat-bakat hebat. Meski Chelsea berupaya untuk mempertahankannya, tapi tepat pada Juli 2019 Musiala menandatangani kontrak selama lima tahun dengan Bayern.
Minimnya menit bermain dan prospek jangka panjang pemain didikan akademi Chelsea yang jarang mendapat kesuksesan ketika bertahan di klub asal London tersebutlah yang membuat Musiala memutuskan untuk cabut dan bergabung dengan Bayern. Akan tetapi, Musiala terlebih dulu harus bermain di tim cadangan Bayern Munchen. Hal itu demi meningkatkan performa serta pengalamannya.
Tepat pada tanggal 3 Juni 2020, Musiala melakukan debut profesionalnya bersama Bayern München II melawan Preußen Münster di Bundesliga 3. Ia masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-2 tersebut. Seminggu kemudian, dia mencetak gol profesional pertamanya.
Dengan Bayern berjuang untuk mendobrak FSV Zwickau, Musiala dimasukkan untuk menggantikan Malik Tillman di menit ke-57. Dan pemain berpostur 181 cm itu sukses membuat perbedaan, dengan dua serangannya yang terjadi pada menit ke-75 dan ke-85 itu, ia mendapatkan kemenangan bagi timnya.
Setelah menimba pengalaman di tim cadangan Bayern Munchen, Musiala kini mulai mendapat tempat di skuad utama tim asuhan Hansi Flick. Rekor demi rekor pun terus dipecahkan oleh Musiala.
Sebelum ia mengukir sejarah sebagai pencetak gol termuda Bayern Munchen di Liga Champions, Musiala telah terlebih dulu membuat berbagai rekor pada waktu sebelumnya. Pada awal musim 2020/21, ia mencatat rekor sebagai pencetak gol termuda buat Bayern di kompetisi Bundesliga Jerman.
Seperti diketahui, Bayern Munchen membuka Bundesliga musim 2020/21 dengan kemenangan fantastis. Mereka sukses mempecundangi Schalke dengan skor telak 8-0 di stadion Allianz Arena. Salah satu pencetak golnya adalah Jamal Musiala.
Musiala sukses mencuri perhatian pada laga tersebut. Saat mencetak gol melawan Schalke di menit 81, usia Musiala adalah 17 tahun 205 hari. Ia melewati catatan emas milik Roque Santa Cruz yang memegang rekor sebelumnya. Kala itu, pemain asal Paraguay tersebut mencetak gol pertamanya di usia 18 tahun 12 hari pada 1999 lalu.
Tak cuma berstatus pencetak gol termuda, Musiala juga merupakan pemain termuda yang tampil untuk Bayern di Bundesliga pada usia 17 tahun 115 hari. Ia melakukannya saat dipercaya melakoni debut pada pertandingan melawan Freiburg bulan juni tahun lalu.
Kini, di usianya yang masih 18 tahun, Musiala masih bisa terus kembangkan permainan dan tingkatkan kualitas dalam mengolah si kulit bundar. Bukan tak mungkin, bila ia bisa menjaga konsistensi dalam bermain, dalam empat sampai lima tahun ke depan ia bakal menjadi pemain bintang yang diperhitungkan.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=BayvmRhvPlY[/embedyt]


