Masih ingat dengan Gai Assulin? Bagi penggemar berat Barcelona, nama tersebut tentu tidak asing lagi. Maklum saja, Gai Assulin pernah menjadi bagian dari skuad Barcelona di era kepemimpinan Pep Guardiola. Namun, karir sepakbola Assulin berjalan tidak seperti yang diinginkannya.
Pada masanya, Gai Assulin pernah dijuluki sebagai The Next Lionel Messi atau Messi Israel karena kualitas olah bola yang dimilikinya. Sama halnya seperti Messi, Assulin juga tipe pemain yang suka menggiring bola dan melewati pemain lawan.
Kualitas Assulin itu akhirnya menarik perhatian para pelatih La Masia. Bahkan, dia juga terkenal di mata para manajer sepakbola karena potensinya. Namun sayang, ternyata karirnya sangat jauh dari dugaan.
Assulin seperti kebanyakan pemain yang dijuluki The Next Messi, yang karirnya justru tenggelam. Seperti kita tahu, banyak pemain muda brilian yang dijuluki Messi baru, akan tetapi karirnya setelah itu tidak menemui kesuksesan. Marko Marin, Alen Halilovic, Bojan Krkic, dan tentu saja Gai Assulin adalah beberapa pemain yang masuk dalam golongan tersebut.
Gai Assulin dilahirkan pada 9 April 1991 di Nahariya, Israel. Ia sempat mengawali karir junior bersama Hapoel Haifa dan Beitar Nes Tubruk sebelum kemudian menimba ilmu di akademi La Masia Barcelona pada 2003 hingga 2007.
Lalu, pada tahun 2007, Assulin bergabung ke Barcelona B. Karir Assulin selama membela tim ini cukup mengesankan. Bahkan, di bawah asuhan Pep Guardiola, Assulin menjadi salah satu pemain yang menonjol di Barcelona B. Meski selama tiga tahun ia masuk dalam tim cadangan Barcelona, pemain yang berposisi gelandang serang dan winger ini cukup sukses. Dalam 67 penampilannya, ia berhasil menorehkan 13 gol.
Tak ayal, kemampuan dan teknik bermain bola yang dimiliki Assulin membuat publik menjulukinya sebagai The Next Messi.
Berkat penampilannya yang menawan saat bersama Barcelona B, ia pun dipromosikan ke tim utama pada 2009. Namun, ternyata masuknya Assulin ke tim utama adalah awal mula segalanya.
Assulin tak pernah merasakan debut di Liga Spanyol bersama tim utama Blaugrana. Ia hanya dimainkan satu kali di ajang Copa Del Rey, yakni ketika dipercaya bermain melawan Cultural Leonesa pada 2009. Selain itu, nyaris sepanjang musim 2009/10, Assulin tak pernah bermain untuk Barcelona. Meski saat itu, cedera menjadi salah satu penyebab dirinya absen dari lapangan hijau.
Pada musim berikutnya, Assulin memilih pindah ke Manchester City, dengan harapan agar mendapat menit bermain yang diinginkan. Akan tetapi, keinginan Assulin untuk mendapatkan jam terbang bermain yang tinggi tidak kesampaian. Ia justru gagal dan tak pernah dimainkan.
Setelah dari City, perjalanan karir Assulin makin merosot jauh. Karena setelah itu ia justru dipinjamkan oleh Sky Blues ke klub antah berantah, Brighton & Hove Albion. Di sana, ia mengukir 7 penampilan sebelum kemudian kembali ke Spanyol dengan memperkuat Racing de Santander.
Karena performanya di Santander dianggap tidak memuaskan, Assulin lalu dilepas ke sesama klub segunda division, Hercules, dengan status pinjaman musim 2013/14.
Setelah itu, Assulin berturut-turut pindah ke klub Real Mallorca (Spanyol), Hapoel Tel Aviv (Israel), Sabadell (Spanyol) dan Kairat di liga Kazakhstan. Selanjutnya, musim 2019/20, Assulin sempat merasakan petualangan di Liga Rumania bersama Politehnica Lasi. Klub tersebut menjadi klub ke-11 yang dibela Assulin dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Dan puncaknya kini Assulin terdampar di Serie D (Kasta keempat sepakbola Italia). Belum lama ini, ia direkrut oleh klub bernama AC Crema 1908. Dalam konferensi pers pertamanya di klub barunya tersebut, Assulin mengaku bersyukur bisa bermain di Italia.
“Saya di sini karena saya selalu ingin bermain di Italia. Kesempatan ini akhirnya terwujud. Saya berada pada tahap dalam hidup dan karier saya di mana saya merasa perlu untuk terlibat dalam lingkungan seperti keluarga, lingkungan dengan nilai-nilai yang seimbang dan hubungan antarmanusia”. Ucap Assulin (via MARCA)
Terkait kegagalan dalam karirnya, dalam wawancara dengan ITV, Assulin mengaku mendapat tekanan karena kerap dibanding-bandingkan dengan Messi.
“Ketika mereka membandingkan anda dengan pemain terhebat sepanjang sejarah (Messi), maka mereka memiliki harapan terlalu besar,”
“Dan ketika anda masuk ke lapangan, maka itu (perbandingan) akan sangat berat buat anda. Saya pikir, secara pribadi, itu (julukan Messi Israel) sedikit menyiksa saya.” Ujar Assulin.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=D2mLW3Ez8gI[/embedyt]


