Perjalanan Panjang Manchester City Capai Final Liga Champions Eropa

  • Whatsapp
Perjalanan Panjang Manchester City Capai Final Liga Champions Eropa
Perjalanan Panjang Manchester City Capai Final Liga Champions Eropa

Setelah melakoni pertandingan sebanyak dua leg melawan wakil asal Prancis, Manchester City resmi memesan satu tempat di partai puncak Liga Champions Eropa. Dalam dua laga, Manchester City berhasil menang dengan skor masing-masing 2-1 dan 2-0. Ini tentu menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi Manchester City, mengingat mereka belum pernah mencapai fase ini sepanjang sejarah berdirinya klub.

Ya, dalam perjalanannya sejak klub diakuisisi oleh Sheikh Mansour, prestasi terbaik mereka hanyalah sampai pada fase semifinal saja.

Bacaan Lainnya

Namun kini, sekali lagi, di tangan Pep Guardiola, City berhasil merebut asa untuk bisa naik ke panggung juara di kancah Eropa. Sesuatu yang sangat membahagiakan dan tak terbayangkan oleh para penggemar klub berjuluk The Citizens.

Tidak mudah bagi Manchester City untuk bisa mencapai final Liga Champions Eropa. Pep Guardiola yang didatangkan klub sejak 2016 lalu memang berhasil sumbangkan sebanyak dua trofi Liga Primer Inggris dan piala domestik lainnya. Akan tetapi, di kompetisi Eropa, dia belum bisa bicara banyak.

Pada kompetisi Liga Champions Eropa musim ini, Manchester City duduk di grup C bersama dengan klub seperti FC Porto, Marseille, dan juga Olympiakos. Di atas kertas, Manchester City sangat diunggulkan untuk jadi jawara grup. Kekuatan mereka disebut melebihi seluruh lawannya di fase grup. Benar saja, skuad asuhan Guardiola berhasil memuncaki klasemen dari enam pertandingan, tanpa pernah tersentuh satu pun kekalahan.

Mereka berhasil meraih sebanyak lima kemenangan dan satu hasil imbang. Praktis, sebanyak 16 poin pun dikumpulkan.

Dari grup C, City ditemani oleh FC Porto yang berhasil duduk di tangga kedua dengan koleksi 13 poin.

Setelah mampu lewati hadangan di fase grup, sampailah mereka pada fase gugur, dimana di babak 16 besar, City dihadapkan dengan Borussia Mönchengladbach. Sejatinya, bukan perkara mudah bagi City untuk menghadapi Borussia Mönchengladbach. Pasalnya, klub asal Jerman tersebut berhasil menyulitkan Real Madrid di babak grup. Bahkan, mereka berhasil menyingkirkan Inter Milan yang notabene menjadi klub yang difavoritkan untuk temani Real Madrid di babak gugur.

Namun, dalam hal ini, City memang punya kekuatan tak main-main. Dalam dua laga yang dijalani, tak ada satu pun gol yang bersarang di gawang Ederson. City sukses melibas perlawanan Borussia Mönchengladbach dalam dua laga, yang masing-masing mereka tuntaskan dengan skor 2-0.

Pada babak perempat final, tantangan yang jauh lebih besar menunggu. Masih dari klub asal Jerman namun bukan sang pemuncak klasemen Bundesliga, melainkan rival mereka yaitu Borussia Dortmund. Kita semua tahu bila Borussia Dortmund punya kekuatan luar biasa. Mereka memiliki deretan pemain muda berbakat, termasuk Erling Haaland dan juga pemain jebolan akademi The Sky Blue, Jadon Sancho.

Masih dalam dua pertandingan yang digelar, Manchester City cukup kesulitan ketika harus meredam serangan Dortmund. Terlebih mereka punya sistem serangan yang amat mengagumkan. Namun itu bukan perkara yang terlalu mengganggu bagi barisan pertahanan Manchester City. Pada laga pertama, mereka sukses akhiri pertandingan dengan skor 2-1.

Pada leg kedua yang digelar di Signal Iduna Park, Dortmund cukup diunggulkan mengingat mereka telah kantongi satu gol tandang. Bahkan, di babak pertama, tim tuan rumah berhasil membuka keunggulan satu nol lewat pemain muda berbakat mereka, Jude Bellingham.

Namun bukan Pep Guardiola namanya bila sampai anak asuhnya kehabisan akal.

Di babak kedua, City mampu menyamakan kedudukan dari sepakan penalti Riyad Mahrez pada menit ke-55. Tidak berselang lama, giliran aksi pemain muda mereka yang guncangkan The Yellow Wall. Adalah Phil Foden yang kemudian mampu membawa Manchester City berbalik memimpin melalui golnya di menit ke-75.

Dengan keunggulan 2-1, City terus bertahan dan berhasil menutup laga dengan skor agregat 4-2.

Kemudian sampailah mereka pada pertandingan yang amat menentukan di babak semifinal. Seperti yang sudah sedikit disinggung di awal, the Citizens harus berhadapan dengan Paris Saint Germain, yang kita semua tahu punya kekuatan luar biasa. Mereka merupakan finalis musim sebelumnya dan punya ambisi besar untuk kembali meraih partai puncak.

Laga ini tergolong berat bagi skuad asuhan Pep Guardiola. Betapa tidak, mereka harus menghadapi kekuatan terbesar sepakbola Prancis, yang di babak sebelumnya, berhasil kandaskan perlawanan sang juara bertahan, FC Bayern. Di laga melawan Die Roten, PSG berhasil lolos dengan mengandalkan agresivitas gol. Meski agregat menunjukkan angka 3-3, armada Mauricio Pochettino layak melaju ke babak semifinal karena mampu mencuri gol di kandang lawan.

Pada pertandingan melawan PSG, di leg pertama, City mendapat cukup tekanan setelah pada menit ke 15 tim tuan rumah berhasil membuka keunggulan lewat aksi Marcos Aoas. Keunggulan Les Parisiens bertahan sampai babak pertama usai. Beruntung, kekuatan City menjadi tak terbendung di babak kedua, setelah pada menit ke 64, Kevin de Bruyne berhasil menyamakan kedudukan.

Tujuh menit berselang, Riyad Mahrez berhasil membuat City unggul setelah mampu ciptakan gol. Hasil ini jelas menjadi bekal sempurna bagi City untuk menyongsong leg kedua yang digelar di Inggris.

Belum lama ini, pertandingan kedua resmi menjadi milik Manchester City setelah PSG yang tampil tanpa Kylian Mbappe sama sekali gagal ciptakan tembakan ke gawang Ederson. Eks pemain Leicester, Riyad Mahrez, kembali menjadi bintang bagi The Citizens. Dia sukses ciptakan dua gol sekaligus yang mana membuat agregat menjadi 4-1 untuk keunggulan City.

Di leg kedua, para pemain tampak frustasi setelah gagal mengimbangi permainan cepat City. Pemain mereka, Angel Di Maria, yang tidak bisa mengontrol emosi bahkan harus diusir wasit karena menginjak kaki Fernandinho.

Selain Mahrez yang berhasil cetak gol, City juga harus berterima kasih kepada sosok Ruben Dias yang tampil bak tembok China di laga tersebut. Sepanjang pertandingan, dirinya yang dipasangkan dengan John Stones benar-benar tampil sesuai harapan. Walhasil, Dias terpilih sebagai pemain terbaik di laga itu.

Menurutnya, kunci sukses City dalam meredam perlawanan PSG adalah karena anak asuh Pep Guardiola punya permainan yang sangat terorganisir. Mulai dari lini bertahan sampai lini serang dianggapnya seimbang.

Usai berhasil kalahkan PSG, dalam menuju partai puncak, Manchester City sukses menorehkan 11 kemenangan dan satu hasil imbang, dimana satu-satunya hasil imbang adalah ketika mereka bermain tanpa gol lawan FC Porto di babak penyisihan grup. Lebih hebatnya lagi, klub yang bermarkas di Etihad Stadium selalu mampu mencetak dua gol sejak tampil di fase knock out. Tim Biru Langit juga selalu menang dalam dua leg yang mereka mainkan.

Kini, setelah semua pertandingan terlewati, Manchester City harus berhadapan dengan tim sesama Inggris, Chelsea yang sukses kalahkan Real Madrid di babak semifinal. Mereka tentu tidak cukup puas dengan hanya tampil di partai puncak Liga Champions Eropa, meski sejatinya itu sudah sangat luar biasa.

Bila Manchester City berhasil meraih gelar juara Liga Champions Eropa, maka mereka akan menyamai rekor Manchester United di tahun 1999 sebagai tim yang berhasil torehkan tiga trofi bergengsi dalam satu musim. Pasalnya, kita tahu bila City sudah memenangi trofi Piala Liga, dan di kompetisi Liga Primer Inggris pun, langkah mereka hampir pasti menapaki panggung juara.

Lebih lanjut, bagi juru taktik mereka, Pep Guardiola, berpeluang jadi pelatih keenam yang menjadi juara Liga Champions dengan dua tim berbeda, setelah Ernst Happel, Ottmar Hitzfeld, Jose Mourinho. Jupp Heynckes, dan Carlo Ancelotti. Kemudian, pelatih asal Spanyol tersebut juga punya peluang menyamai rekor Zinedine Zidane, Carlo Ancelotti, dan Bob Paisley sebagai pelatih dengan gelar Liga Champions terbanyak.

 

Sumber referensi: bbc, wikipedia, cnn, mirror

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *