Sebelum menjuarai Liga Europa musim lalu, Villarreal mungkin tak bisa dianggap sebagai tim besar. Klub berjuluk “El Submarino Amarillo” itu belum pernah mencicipi juara di kompetisi kasta tertinggi Liga Spanyol. Jangankan La Liga atau Copa del Rey, menjuarai divisi 2 Liga Spanyol saja mereka belum pernah.
Trofi domestik tertinggi yang pernah diraih Kapal Selam Kuning hanyalah trofi Tercera Divison atau divisi 3 Liga Spanyol di musim 1970. Sementara di kancah Eropa, sebelum menjuarai Liga Europa, hasil terbaik mereka hanyalah juara Piala Intertoto di tahun 2003 dan 2004.
🧵 𝗧𝗛𝗥𝗘𝗔𝗗: Villarreal’s journey to winning 2021 #UEL 🏆💛 pic.twitter.com/0ObvRUnQ5O
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) August 10, 2021
Untuk itulah, meski jadi salah satu wakil La Liga Spanyol di Liga Champions musim ini, Villarreal bisa dibilang sebagai tim kecil. Tidak bermaksud merendahkan, tetapi jika ditilik dari mana mereka berasal, anggapan tersebut memang benar adanya.
Villarreal Club de Fútbol berbasis di Kota Villarreal, Provinsi Castellon di Wilayah Komunitas Otonom Valencia. Luas wilayah Kota Villarreal tergolong kecil, hanya 55,12 km2.
Jumlah penduduknya apalagi. Bahkan kapasitas Estadio de la Cerámica bisa menampung setengah dari populasi penduduk Kota Villarreal. Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2018, total populasi di Kota Villarreal hanya sekitar 50.577 penduduk.
Mulutmu, Harimaumu!
Mungkin karena rentetan fakta itulah, Villarreal yang berstatus sebagai juara bertahan Liga Europa tetap dipandang sebagai tim underdog di Liga Champions musim ini. Pemandangan itu jelas terlihat kala hasil undian babak perempat final Liga Champions mempertemukan Villarreal dengan raksasa Bundesliga, Bayern Munchen.
Pertemuan Villarreal dengan Bayern Munchen bak “David vs Goliath”. Bayern diprediksi jadi pemenang di laga tersebut. Bukan tanpa sebab, prestasi The Yellow Submarine memang tak ada apa-apanya dibanding dengan prestasi Die Roten yang sudah 6 kali menjuarai Liga Champions.
Mungkin karena hal itu pula, pelatih Bayern, Julian Nagelsmann dengan berani mengeluarkan sebuah statement kontroversial. Entah bermaksud sebagai psywar atau sekadar percaya diri, Nagelsmann berujar bahwa ia ingin menyelesaikan pertandingan perempat final di leg pertama.
Pernyataan kontroversial Nagelsmann tersebut belakangan diketahui lewat keterangan Dani Parejo. Gelandang Villarreal itu juga menuduh Nagelsmann kurang menghormati timnya.
“Saat drawing selesai dan Villarreal bakal menjadi lawan mereka, pelatih mereka, yang saya tidak kenal secara pribadi, menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Villarreal dan sepak bola secara keseluruhan dengan mengatakan bahwa dia ingin mengakhiri pertandingan di leg pertama. Bagi kami, itu adalah kurangnya rasa hormat dan saya pikir pada akhirnya, ketika Anda meludah, kadang-kadang itu akan jatuh dan mengenai Anda,” ujar Dani Parejo, dikutip dari bavarianfootballworks.
Dani Parejo: “When the draw was made & they got Villarreal, their coach, whom I don’t know, disrespected not only Villarreal but also football by saying he wanted to settle the tie in the 1st leg. It was disrespectful. Sometimes when you spit up, it falls on your face” [Movistar] pic.twitter.com/1EP741KoU0
— Bayern & Germany (@iMiaSanMia) April 12, 2022
Bagaikan karma, pernyataan Nagelsmann tersebut berujung petaka bagi timnya sendiri, sebab Villarreal berhasil membuat kejutan terbesar di Liga Champions musim ini. Di pertandingan leg pertama yang digelar di Estadio de la Cerámica, Villarreal berhasil menang tipis 1-0 atas Bayern Munchen. Arnaut Danjuma jadi pahlawan Kapal Selam Kuning lewat gol cepatnya di menit ke-8.
Hasil tersebut jelas sangat mengejutkan, apalagi jika kita menilik dari catatan pertandingan. Bayern Munchen tak mampu menghasilkan satu pun gol, meski mereka mampu memenangi penguasaan bola hingga 62% dan membuat 4 tembakan on target.
Catatan itu kontras dengan statistik Villarreal. Gol kemenangan yang dicetak Arnaut Danjuma berasal dari satu-satunya tembakan on target yang berhasil mereka buat ke gawang Manuel Neuer.
Kemenangan tersebut membuat kubu Villarreal berada di atas angin saat harus melakoni laga tandang di leg kedua. Sementara bagi Bayern Munchen, kekalahan jelas membuat mereka tertekan. Benar saja. Di leg kedua, Villarreal berhasil yang hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke semifinal sukses melakukan misi tersebut.
Robert Lewandowski sempat membuat Bayern Munchen unggul 1-0 di menit ke-52. Namun, gol tersebut tak ada artinya usai Samuel Chukwueze mencetak gol di menit ke-88 yang membuat kedudukan menjadi sama kuat, 1-1.
Lagi-lagi, statistik pada pertandingan leg kedua hampir mirip dengan leg pertama. Satu-satunya gol Villarreal yang dicetak Samuel Chukwueze merupakan satu-satunya tembakan on target yang mampu mereka buat ke gawang Manuel Neuer.
Patahkan Prediksi, Villarreal Beri Sindiran Keras!
Berkat gol tersebut, Villarreal keluar sebagai pemenang setelah unggul agregat 2-1 atas Bayern Munchen. Sebuah hasil yang di luar prediksi banyak pihak. Oleh karena itulah, Villarreal kemudian merayakan kemenangan mereka dengan cara yang tak biasa.
Lewat akun twitter-nya, Villarreal mengunggah sebuah gambar sindiran. Pada gambar tersebut terdapat seorang petani yang sedang naik traktor yang berlogo Villarreal. Terdapat pula tulisan ‘UEFA Farmers League’ di sampingnya. Villarreal juga menuliskan keterangan “Small club” pada tweet-nya tersebut.
𝗦𝗺𝗮𝗹𝗹 𝗰𝗹𝘂𝗯.#UCL pic.twitter.com/YZMNjCnr2Z
— Villarreal CF English (@VillarrealCFen) April 12, 2022
Ungguhan tersebut dimaksudkan sebagai sindiran keras sekaligus balasan atas ejekan yang mereka terima. Pasalnya, ketika hasil drawing mempertemukan mereka dengan Bayern Munchen, banyak pihak yang meremehkan Villarreal sekaligus menilai bahwa Kapal Selam Kuning bakal kalah cepat dari Bayern.
Usut punya usut, ejekan, prediksi, dan komentar negatif yang mereka terima jadi motivasi para penggawa Villarreal untuk tampil bagus di babak perempat final Liga Champions. Bomber Villarreal, Gerard Moreno juga mengakui bahwa komentar negatif yang keluar dari “mulut besar” Nagelsmann memberi mereka dorongan motivasi.
Sebelumnya, jelang laga leg kedua, Nagelsmann kembali mengeluarkan komentar kontroversial. Ia menyebut akan menghukum Villarreal yang telah membuat kesalahan dengan tetap membiarkan Bayern Munchen hidup.
“Villarreal membuat satu kesalahan di leg pertama karena mereka membuat kami tetap hidup dengan hanya mencetak satu gol, dan kami memiliki niat untuk menghukumnya,” kata Nagelsmann dikutip dari DW.
Julian Nagelsmann on the second leg against Villarreal: “We made a lot of mistakes in the first leg. They made one: leaving us alive. And we have to punish them for that.” pic.twitter.com/kn2wMIAagd
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) April 11, 2022
Pernyataan itulah yang kemudian diakui oleh Gerard Moreno sebagai salah satu sumber motivasi terbesar mereka untuk membuktikan diri sekaligus menghukum balik “mulut besar” Julian Nagelsmann.
“Di leg pertama kami membuat kesalahan dengan tidak menyelesaikan pertandingan dan semua komentar-komentar itu menjadi motivasi bagi kami. Mereka membuat kesalahan hari ini dengan tidak membunuh kami dan kami mengambil keuntungan dari itu. Apa yang telah dilakukan tim ini sangat bagus,” kata Gerard Moreno, dikutip dari DailyMail.
Bayern Munchen Tersingkir dari Liga Champions, Julian Nagelsmann Terima Ancaman Pembunuhan
Menyusul kekalahan Bayern Munchen atas Villarreal, Julian Nagelsmann makin berada dalam posisi tertekan. Nagelsmann jadi pihak yang paling disalahkan atas tersingkirnya Die Roten dari Liga Champions musim ini. Mengutip dari Football-Espana, Julian Nagelsmann kemudian mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf atas komentarnya yang membuat para penggawa Villarreal tersinggung.
“Saya minta maaf jika saya mengatakan sesuatu yang tidak sesuai. Tapi saya tidak akan mencoba dan menyalahkan tim lain,” kata Nagelsmann, dikutip dari FootballEspana.
Tersingkirnya Bayern Munchen dari Liga Champions musim ini jadi pelajaran penting untuk tidak meremehkan tim lain. Bagi Villarreal, kemenangan ini tidak hanya berarti tiket ke babak semifinal, tetapi mereka juga sukses membungkan kesombongan Bayern Munchen.
Seperti yang dikatakan Dani Parejo, “ketika Anda meludah, kadang-kadang itu akan jatuh dan mengenai Anda sendiri”. Ungkapan tersebut benar adanya. Nagelsmann terkena ludahnya sendiri akibat komentar-komentarnya yang terkesan meremehkan Villarreal.
Tak lama setelah dicap sebagai biang kerok tersingkirnya Bayern Munchen dari Liga Champions musim ini, Julian Nagelsmann dikabarkan menerima ancaman pembunuhan. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku mendapat 450 ancaman pembunuhan di instagram.
“Saya tahu saya akan selalu mendapat kritik dari semua pihak. Itu normal dan saya bisa menghadapinya. Tetapi dengan 450 ancaman pembunuhan di Instagram, itu tidak mudah. Jika orang ingin membunuh saya, itu satu hal, tetapi mereka juga menyerang ibu saya sendiri, yang bahkan tidak peduli dengan sepak bola,” kata Nagelsmann dikutip dari Sporf.
Julian Nagelsmann talked at his press conference today about the death threats he received after Bayern Munich’s #UCL exit. pic.twitter.com/vF2vWizV8s
— DW Sports (@dw_sports) April 15, 2022
Terlepas dari ancaman pembunuhan yang tentu saja tak bisa dibenarkan, tetapi kekalahan yang Bayern Munchen terima dari Villarreal jadi pelajaran penting bagi siapapun untuk tidak meremehkan tim lain sebelum pertandingan dimulai. Kritik tajam yang diterima Julian Nagelsmann juga mengajarkan kita untuk menjaga tutur kata.
Semoga, insiden ini bisa jadi pelajaran berharga bagi kita semua.
***
Referensi: France24, Football-Espana, DailyMail, Bavarian Football Works, Suara, Sporf.


