Seorang bintang sepakbola tidak tercipta begitu saja. Layaknya emas dan berlian yang harus menempuh banyak proses terlebih dahulu, sebelum menjadi batu mulia. Superstar di dunia sepak bola harus ditempa sebelum mendapatkan nama besarnya dan menemukan momennya untuk bersinar. Untuk seorang Mesut Ozil, momen itu didapatkan di Piala Dunia 2010.
Ia memberikan warna dan gaya bermain yang terbilang baru untuk tim nasional Jerman. Der Panzer memang dikenal sebagai tim yang efektif, fungsional, dan bergerak seperti mesin. Mereka biasa dikenal bermain dengan penyerang pekerja keras dan gelandang yang kuat.
Sampai di Piala Dunia 2010, talenta muda lahir. Ozil memberikan gaya permainan yang kontras dengan filosofi Die Mannschaft. Ia memiliki gaya permainan penuh dengan skill taktis dan kemampuan mengontrol bola di ruang sempit. Belum lagi kecepatan dan akselerasinya. layaknya oli pelumas yang membuat mesin Der Panzer bergerak lebih efektif, Ozil secara sempurna melengkapi skuad timnas Jerman.
Daftar Isi
Werder Bremen dan Perjalanan Awal di Timnas
Nama Mesut Ozil memang tidak dikenal publik sebelum Piala Dunia 2010. Tapi bakatnya sudah terlihat sejak ia masih muda. Dirinya sudah diperhitungkan sebagai salah satu pemain yang akan sukses nantinya. Anggapan itu datang berkat penampilan memukau Ozil
di musim pertamanya bersama Werder Bremen.
Ozil datang ke Werder Bremen dari Schalke dengan harga 5 juta euro pada Januari tahun 2008. Kabarnya Ozil hengkang dari Schalke karena ia terlibat konflik dengan manajemen klub.
Bakat Ozil disambut hangat oleh pelatih Werder Bremen saat itu, Thomas Schaaf. Ozil jadi punya peran yang sangat penting di skuad Werder Bremen musim 2008/09. Momen yang paling berharga bagi Ozil saat itu adalah ketika final DFB Pokal melawan Leverkusen. Ia mencetak gol penentu kemenangan yang membawa Bremen menjuarai DFB Pokal musim 2008/09.
Di musim itu, Ozil juga tergabung dalam tim nasional U-21 Jerman untuk European Championship. Ia bermain bersama talenta muda Jerman lainnya seperti Sami Khedira, Matt Hummels, Manuel Neuer, dan Jerome Boateng. Ozil berhasil membawa Jerman menjuarai turnamen itu setelah mempermalukan Inggris di laga final dengan skor 4-0. Mencetak satu gol dan dua assist di laga itu membuat Ozil dinobatkan menjadi Man of The Match. Pelatih Jerman U-21, Horst Hrubesch pun memberikan pujian bagi Ozil. “Kita punya Messi kita sendiri, dan orang itu adalah Ozil”. ucapnya setelah pertandingan.
On this day 12 years ago Mesut Ozil & Co won Euro U21 pic.twitter.com/khP7qNgLcf
— Den 🇩🇪 (@DenReus11) June 29, 2021
Performa memukaunya di bersama timnas Jerman U-21 membuat banyak yang menantikan aksi Ozil di Bundesliga. Dan dengan hengkangnya playmaker utama Werder Bremen asal Brasil, Diego ke Juventus membuka pintu kesempatan Ozil untuk bersinar di klub. Schaaf pun tidak ragu untuk memasukan Ozil ke dalam susunan pemain utama untuk musim 2009/10.
Menjadi No.10 dan Debut di Timnas Senior
Di bawah asuhan Schaaf, bakat sebagai pemain no.10 yang dimiliki Ozil dipoles menjadi semakin mengkilap. Dalam formasi Schaaf saat itu, Ozil bersama tiga gelandang lainnya ditempatkan ke dalam formasi diamond. Tiga gelandang lainya itu menjadi pendukung dengan cara secara konstan berotasi di belakang Ozil.
Dan hasilnya, Ozil menorehkan catatan emas di musim 2009/10. Pada awal musim itu, Ozil mencetak lima gol dari empat laga. Ia semakin nyaman dengan peran barunya sebagai tumpuan utama kreativitas di susunan pemain Werder Bremen. Ozil pun tampil sebanyak 46 kali bersama Werder Bremen di semua kompetisi. Menorehkan 10 gol dan 19 assist untuk klub di musim itu.
Pertandingan yang menjadi panggung Ozil di musim itu salah satunya adalah ketika menang melawan Freiburg dengan skor 6-0. Ia mengobrak abrik pertahanan Freiburg saat itu. Membuat pemain bertahan lawan kelimpungan dengan aksi lincah Ozil. Ia mencatatkan satu gol dan empat assist di pertandingan itu.
Pertandingan demi pertandingan ia jalani bersama Werder Bremen dengan banyak mendatangkan decak kagum atas aksinya. Ozil mulai menjadi buah bibir, sebagai talenta Jerman yang akan membawa timnas Jerman menuju kejayaan di masa depan. Dan bakatnya itu tidak luput dari pelatih timnas Jerman saat itu, Joachim Low.
Low mempercayakan Ozil untuk menjadi bagian dari timnas senior Jerman. Ia pun menjalani debutnya bersama timnas Jerman ketika melawan Norwegia di pertandingan persahabatan. Itu jadi awal perjalanan manisnya bersama timnas Jerman asuhan Joachim Low. Dan performa gemilangnya bersama Werder Bremen di musim itu membuat Low semakin yakin untuk membawa Ozil ke Piala Dunia 2010.
Mengalahkan Inggris dan Argentina, Dikalahkan Spanyol
Jerman memuncaki klasemen Grup D Piala Dunia 2010. Diatas Ghana, Australia, dan Serbia. Setelah mereka menang dua kali dan hanya kalah sekali di fase grup, cukup untuk membawa Jerman ke babak 16 besar. Dan lawan yang menantinya di sana adalah Inggris.
On this day 12 years ago Mesut Ozil & Co won Euro U21 pic.twitter.com/khP7qNgLcf
— Den 🇩🇪 (@DenReus11) June 29, 2021
Ozil bekerja keras di pertandingan itu. ia menciptakan rangkaian umpan untuk rekan setimnya. Di menit ke-70, Ozil mampu memanfaatkan kekosongan di sisi kiri lapangan. Ia berlari kencang meninggalkan Gareth Barry yang tidak mampu mengawalnya. Dan memberikan bola itu untuk dituntaskan oleh Thomas Muller. Gol itu jadi gol penutup kemenangan Jerman dengan skor 4-1.
Lawan selanjutnya bagi Jerman adalah Argentina. Anak asuh Diego Maradona jadi bulan-bulanan Joachim Low saat itu. Argentina yang diperkuat Messi, Higuain, dan Di Maria saat itu keok oleh Jerman dengan skor 4-0. Ozil kembali menorehkan assist untuk Klose di penghujung laga. Namun, Jerman harus kalah ketika melawan Spanyol di babak selanjutnya. Der Panzer kalah dengan skor tipis 1-0 berkat gol dari Carles Puyol. Jerman pun tersingkir dari Piala Dunia 2010.
Setelah Piala Dunia 2010
Seperti yang sudah dibilang sebelumnya di awal, nama Mesut Ozil masih belum terdengar sebelum Piala Dunia 2010. Penampilannya di Afrika Selatan yang membuat nama Ozil semakin dikenal. Catatan di atas kertasnya memang tidak terlalu mengesankan. Yaitu satu gol dan tiga assist. Namun, perannya di timnas Jerman tidak diragukan.
Peran Ozil sangat vital dalam membangun serangan Der Panzer. Ozil jadi bahan bakar pundi-pundi gol yang diciptakan timnas Jerman. Ozil tampak menguasai bola ketika Jerman membutuhkan serangan. Ia selalu mendorong lini serang untuk semakin kedepan. Dan Ozil juga tidak ragu untuk masuk ke pertahanan lawan. Insting membunuh itu lah yang jadi keunggulan timnas Jerman saat itu.
🇩🇪Mesut Ozil debut season for Real Madrid 2010/11 season.
👕54 games
⚽10 goals
🅰️29 assistsHe was 21 years old pic.twitter.com/9j7RlGUJgc
— Martial🇬🇭✝️ (@RmaOzil23) July 11, 2022
Tak lama setelah Piala Dunia 2010, Ozil direkrut oleh Jose Mourinho untuk melengkapi skuad Galacticos jilid dua di Real Madrid. Bersama Sami Khedira yang juga diboyong waktu itu, Ozil menjadi gelandang mematikan La Liga. Mourinho pernah berkata “Ozil adalah pemain yang unik. Tidak ada pesepakbola yang mirip dengannya. Yang mendekati pun tidak ada”. Kata The Special One.
Sumber referensi: UEFA, B/R, Thesefootballtimes, Guardian


