Terkadang drama sepakbola layaknya sebuah intrik dalam sebuah film. Tak terkecuali drama penebusan dosa David Beckham kepada Timnas Inggris pada tahun 2002 lalu. Di momen itulah keraguan akan sepakbola merupakan olahraga tim muncul. Pasalnya, ketika The Three Lions gagal di Piala Dunia edisi 1998, Beckham yang masih berusia 23 tahun harus menanggung beban tanggung jawab itu sendirian.
Beckham terpojokkan. Ia merasa tersingkirnya Inggris adalah 100% kesalahannya. Ia pun dihantui oleh kegagalan dan rasa bersalah selama bertahun-tahun. Sampai laga pencucian nama baik pun datang pada tahun 2001. Ketika itu, The Three Lions melakoni laga hidup dan mati kontra Yunani. Lantas, bagaimana hasilnya? Berikut kisah penebusan dosa David Beckham untuk Timnas Inggris.
Daftar Isi
Beckham, Inggris, dan Piala Dunia 98
Mega bintang sepakbola Inggris, David Beckham memang memiliki serangkaian kisah menarik dalam perjalanan karirnya. Kala mantan pemain Manchester United itu membela Timnas Inggris di ajang Piala Dunia 1998, barangkali itu jadi salah satu yang paling diingat.
Setelah harus susah payah lolos ke fase gugur dengan hanya finis di peringkat kedua Grup G, David Beckham memimpin rekan-rekan satu tim untuk menghadapi tim kuat Argentina di babak 16 besar.
Bermain di Stade Geoffroy-Guichard, laga ini berjalan sengit. Baru berlangsung selama enam menit, Gabriel Batistuta sudah membawa La Albiceleste unggul melalui titik putih. Berupaya mengejar ketertinggalan, Inggris menyamakan kedudukan empat menit berselang lewat cara yang sama. Alan Shearer yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya.
🫂 “You’re going to get looked after here in Manchester and that particular season ended up being the treble winning season.”
👏 David Beckham on how Sir Alex Ferguson man-managed him after his red card and exit to Argentina in the World Cup of 1998. pic.twitter.com/mWZigrlal3
— SPORF (@Sporf) June 18, 2022
Namun gol-gol yang tercipta bukanlah poin utama dari pertandingan ini. Melainkan duel antara David Beckham dan Diego Simeone di lini tengahlah yang menjadi spotlite pertandingan ini. Memasuki babak kedua, Beckham yang tengah menerima umpan didorong oleh Simeone.
Tentu ini suatu hal yang biasa dalam sepakbola. Namun, tidak bagi Beckham. Entah apa yang merasukinya, alih-alih segera bangkit, Beckham justru menendang Simeone yang hendak menjauhinya. Celakanya, wasit kadung melihat tendangan usil Beckham dan langsung mengganjarnya dengan kartu merah.
Kartu Merah Membuat Beckham Dibenci
Sialnya lagi, laga justru berakhir imbang 2-2 dan harus berlanjut ke babak adu tos-tosan. Kartu merah yang didapat Beckham telah mengurangi probabilitas kemenangan The Three Lions atas Argentina. Karena pemain bernomor punggung tujuh tersebut diandalkan dalam situasi bola mati semacam ini.
Di saat empat penendang penalti Argentina, yakni Sergio Berti, Juan Sebastian Veron, Marcelo Gallardo, dan Roberto Ayala berhasil menjalankan tugas, Beckham hanya bisa tertunduk lesu saat melihat dua rekannya, Paul Ince dan David Batty gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti. Dengan skor 6-5 Tim Tango melaju ke perempat final untuk menghadapi Belanda.
Duel legendaris Diego Simeone (Argentina) vs David Beckham (Inggris) yang berujung kartu merah di World Cup 1998.. pic.twitter.com/lLD0ClJubF
— footballisme (@footballisme) January 16, 2021
Kekalahan ini membuat Inggris harus mengemasi barang mereka lebih cepat dari perkiraan. Ketika kembali ke daratan Inggris, masyarakat menyambut skuad asuhan Glenn Hoddle dengan tatapan sinis. Tidak lain dan tidak bukan, tatapan sinis itu ditujukan kepada Beckham.
Sepulang dari Prancis, Beckham menangis di pelukan sang ayah. Ia menangis dengan cara yang tidak pernah bisa digambarkan. Ia malu, marah dan kecewa dengan apa yang terjadi di Prancis. Beckham selalu menyalahkan dirinya sendiri, karena seharusnya ia bisa melakukan lebih dari ini.
Media-media Inggris pun memenuhi halaman utama pemberitaan mereka dengan headline yang mengaitkan kegagalan Timnas Inggris dengan kartu merah Beckham. Kala itu, fans Inggris bahkan memberikan julukan “Si Bocah Bodoh dari Manchester” untuk David Beckham.
Patung-patung Beckham juga digantung dan dibakar. Ancaman pembunuhan disampaikan langsung melalui pintu rumahnya, sedangkan para jurnalis melecehkan anggota keluarga Beckham dengan mengatakan bahwa Beckham telah mengkhianati tanah kelahirannya sendiri.
Laga Krusial vs Yunani
Empat tahun Beckham hidup dalam bayang-bayang kegagalan dari Argentina di Piala Dunia 1998. Itu jadi waktu yang sangat lama. Karena Beckham tak sabar untuk membayar lunas kesalahannya tersebut. Waktu yang ia nantikan pun akhirnya datang.
Pada Oktober 2001, Beckham berada dalam misi untuk meloloskan Inggris ke Piala Dunia 2002. Ketika itu ia ditunjuk sebagai kapten, memimpin Inggris menghadapi Yunani di partai pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2002. Dalam laga tersebut, Inggris hanya butuh hasil imbang untuk mengamankan satu tiket ke Korea Selatan. Namun, saat itu The Three Lions justru tertinggal 1-2 oleh Yunani di Old Trafford.
Pada menit 93, Timnas Inggris mendapat hadiah tendangan bebas dari jarak kurang lebih 30 meter. Bisa dibilang itu jadi peluang terakhir Inggris untuk mencetak gol. Para fans pun harap-harap cemas, mereka tak peduli siapa yang mengambil tendangan tersebut. Siapa pun penendangnya permintaan mereka hanya satu. Gol.
Ini monumental.
Situasi 1-2 vs Yunani, David Beckham mencetak gol penyama kedudukan di menit 90+3 utk meloloskan Inggris ke Piala Dunia 2002.
Kerap diejek overrated, Beckham sukses warnai sepak bola.
Selamat ulang tahun ke-45 legenda!
Btw, kenangan kalian pada Beckham apa? pic.twitter.com/cvu5z4d5Im
— A. Ainur Rohman (@ainurohman) May 2, 2020
Sepanjang laga, Beckham sudah mengambil lima tendangan bebas. Tak satu pun berbuah gol. Akan tetapi Beckham masih berani mengambil kesempatan terakhir itu. Tak disangka tendangan bebas Beckham di menit-menit terakhir itu meluncur dengan anggun ke pojok atas gawang Antonio Nikopolidis, yang diikuti oleh sorak sorai penonton yang memenuhi Old Trafford.
Beckham pun larut dalam perayaan tersebut. Senyuman yang mekar di wajahnya mengisyaratkan bahwa ia telah melepas beban berat selama empat tahun terakhir. Gol indah Beckham pun membawa Timnas Inggris lolos ke putaran final Piala Dunia 2002.
Penebusan Dosa
Entah suatu kebetulan atau memang berjodoh, Inggris kembali bertemu dengan Argentina pada gelaran Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang. Kedua kesebelasan tergabung dalam grup F bersama Swedia dan Nigeria.
Sama seperti edisi sebelumnya, duel antara Inggris dan Argentina berjalan sengit. Skor kacamata sempat menghiasi laga hingga jelang akhir babak pertama. Namun, satu menit sebelum turun minum, Inggris berpeluang membuka keunggulan setelah mendapat hadiah penalti setelah Michael Owen dijatuhkan Mauricio Pochettino dalam kotak terlarang.
Inilah momen yang ditunggu-tunggu oleh David Beckham. Ia yang sebelumnya memiliki kenangan buruk kala bersua Argentina, memberanikan diri untuk mengambil penalti guna menebus kesalahan yang ia dapat pada Piala Dunia 1998 lalu.
#OnThisDay in 2002, David Beckham scored THAT penalty vs Argentina. #ThreeLions 🏆🏴 pic.twitter.com/qw70Os7dgg
— Krowd9 Football (@Krowd9) June 7, 2018
Hasilnya sesuai dugaan, suami dari Victoria Beckham itu berhasil menaklukkan kiper Argentina saat itu, Pablo Cavallero dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Inggris menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol. Babak kedua tak ada perlawanan berarti dari La Albiceleste dan satu-satunya gol David Beckham akhirnya memberikan kemenangan untuk The Three Lions.
Penebusan dosa Beckham kian lengkap karena di laga berikutnya Argentina hanya meraih hasil imbang kontra Swedia dan Inggris juga demikian kala menghadapi Nigeria. Meski begitu, hasil tersebut cukup untuk menyingkirkan Argentina dari Piala Dunia 2002. Inggris jadi tim yang menemani Swedia lolos ke fase gugur.
Sumber: Thesefootballtimes, Planetfootball, Sky Sport, Perspectivefootball, Goal


