Mohamed Salah tengah mengalami masa yang sulit di awal musim ini. Pria Mesir itu inkonsisten sejak Liga Inggris bergulir. Padahal panggung Salah tampak siap. Ia sudah memastikan masa depannya baik-baik saja di Liverpool. Gaji juga sudah naik.
Dilaporkan The Athletic, Salah kini memiliki upah 350 ribu poundsterling (Rp6 miliar) per pekan, dengan kontrak baru tiga tahun. Harusnya dengan gaji segitu, ia langsung bisa in dalam permainan Liverpool. Tapi nyatanya tidak demikian.
Performa Mohamed Salah yang empot-empotan segendang sepenarian dengan penampilan Liverpool. Terakhir, pasukan Jurgen Klopp ditahan imbang Brighton 3-3. The Reds pun masih tertahan di peringkat kesembilan sampai gameweek kedelapan. Membuat mereka berada di belakang Fulham dan Newcastle United.
Daftar Isi
Melempemnya Mohamed Salah
Entah berkelindan atau tidak. Yang pasti Salah biasanya menjadi salah satu motor serangan The Reds. Musim lalu ia berbagi sepatu emas dengan Son Heung-Min sebagai pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris. Wajar saja, kalau Salah adalah salah satu mesin gol Liverpool.
Jadi ketika ia melempem, Liverpool juga turut terkena imbasnya. Salah memang sudah mencetak 4 gol dan 4 asis dari 10 pertandingan yang ia lakoni di Liverpool. Ini belum terhitung jika Salah mencetak gol pada pertandingan menghadapi Rangers di Liga Champions. Namun, yang jadi masalah adalah di Liga Inggris.
Takwimu za Mohamed Salah kwenye EPL msimu huu 2022/23 🇪🇬
Matches 6 | Goals 2 | Assists 2 | Ranting 7.52
Tough Season ⏰ pic.twitter.com/vJcKUED9Oo
— officialevodiusoscar (@evodius_oscar) September 20, 2022
Salah baru mencetak 2 gol saja dari 7 laga. Bagi seorang Mohamed Salah, ini termasuk awal yang lambat. Menurut Fbref, nilai pengharapan gol Mohamed Salah hanya di angka 3,2 sejauh ini. Tentu saja ini menjadi catatan yang kurang baik dari Salah ketika di musim lalu, ia memiliki nilai pengharapan gol 21,8.
Keterlibatan Salah dalam Serangan Liverpool Berkurang
Bukan hanya soal gol. Keterlibatan Mohamed Salah pada serangan Liverpool juga mengalami kemerosotan. Inilah yang bisa jadi membuat The Reds hanya bisa mengumpulkan 10 poin dari 7 laga Liga Primer Inggris. Soal keterlibatan ini, kita bisa melihatnya misal di pertandingan Derby Merseyside.
Saat menghadapi Everton, Mo Salah hanya memiliki 43 sentuhan. Sementara itu, rata-rata sentuhan Salah di Liga Inggris musim ini hanya 47,7 per 90 menit. Angka itu menurun dari musim sebelumnya yang mencapai rata-rata 56 sentuhan per 90 menit.
Menurut data dari The Athletic, Salah hanya melakukan rata-rata 2,8 tembakan non-penalti per 90 menit pada musim ini, yang mana itu turun dari 4,3 di musim lalu. Total dari 7 laga Mo Salah di Liga Inggris, ia hanya mengemas 22 tembakan dan 7 di antaranya on target. Tentu ini menjadi masalah serius bagi salah, tapi mengapa begini?
Terlalu Melebar
Sepertinya gaya main Salah musim ini sangat berbeda dari musim lalu. Mohamed Salah, di musim ini bermain lebih sering melebar di sisi kiri pertahanan lawan atau kanan serangan Liverpool. Dalam sebuah data yang ditunjukkan The Athletic, Salah lebih sering melakukan pergerakan di sisi sayap kanan di sepertiga lapangan lawan.
Dalam data itu pula menunjukkan bahwa Salah 55 persen sering berada di tepi sebelah kiri pertahanan lawan atau kanan serangan Liverpool. Angka itu meningkat pada musim lalu yang hanya 50 persen. Artinya, Salah lebih sering bergerak melebar.
Ia masuk sedikit demi sedikit ke dalam posisi tembak. Sayangnya pergerakan melebar seperti ini mudah terbaca oleh lawan. Alih-alih bisa menusuk dan menemukan ruang tembak yang presisi, Salah justru acap kali terisolasi. Pergerakannya jadi tersendat. Alur bola tidak lancar dan Liverpool kehilangan kontrol bola.
Mohamed Salah’s Premier League touches per 90 zones for 2022-23 vs. 2021-22.
Non-pen xG per 90 has dropped from 0.62 in 2021-22 to 0.43 in 2022-23 so far, but he’s averaging his highest xA/90 in a Premier League season (0.26)… #LFC pic.twitter.com/8pzRBd7I0g
— The Analyst (@OptaAnalyst) September 5, 2022
Sebaliknya, Jurgen Klopp menepis anggapan bahwa Salah bermain terlalu melebar. Dalam satu kondisi, kata Klopp, bisa jadi memang begitu. “Saya tidak berpikir di musim ini Salah terlalu sering melebar,” kata Jurgen Klopp dikutip The Athletic.
Klopp menginginkan Salah tetap bermain sesuai posisinya. Kadang Klopp juga ingin Salah bergerak ke tengah. Ia juga ingin para pemainnya bermain secara terpusat. Barangkali ini karena kehadiran Darwin Nunez.
Peran yang Berbeda
Meski secara harfiah berada di posisi yang sama seperti musim lalu, Salah sebetulnya mengambil peran yang berbeda di musim ini. Ia, oleh Jurgen Klopp tidak lagi dibebani untuk mencetak gol. Salah adalah sosok yang mengkreasikan serangan dan peluang Liverpool.
Kehadiran Darwin Nunez dan Luis Diaz menjadi salah satu alasan Salah mesti berubah peran. Pria Mesir ini harus memfasilitasi striker Liverpool seperti Nunez maupun Jota, atau bahkan Luis Diaz. Catatan The Analyst menunjukkan, Salah memimpin 24 peluang di Liga Primer Inggris sejauh ini.
Mohamed Salah has made more key passes (9) than any other Premier League player in the 2022/23 Season. pic.twitter.com/LJj8xe5EUf
— StatATM (@StatATM) August 16, 2022
Salah sering mengirim bola ke area bernilai tinggi di dalam kotak penalti. Nilai pengharapan assist Salah pun lumayan, menurut The Analyst menyentuh angka 0,26. Angka itu menjadi yang tertinggi selama kariernya di Liga Inggris bersama Liverpool. Salah biasanya bermain dengan Roberto Firmino dan Sadio Mane.
Akan tetapi, kini ia harus berkolaborasi dengan orang yang berbeda. Darwin Nunez sudah diplot sebagai pencetak gol. Luis Diaz mengambil peran Sadio Mane. Lalu Salah sendiri punya tugas agar para pemain itu bekerja.
Ironisnya, hal ini justru kelihatan di permukaan seolah Salah yang meredup, dan membuat manajer FPL bimbang antara mau pasang Salah atau tidak. Padahal bisa jadi, Salah di racikan Jurgen Klopp tetap berbahaya, meski dengan cara yang berbeda.
Harusnya Menjual Salah Bukan Mane
Kendati begitu penurunan performa Salah memunculkan spekulasi dan anggapan liar dari beragam media. Salah satu mantan reporter Sky Sports, Richard Keys, sebagaimana dikutip Sportskeeda, merasa terkejut dengan awal yang lambat bagi The Reds.
Ia juga menyoroti bagaimana penurunan performa Mohamed Salah di awal musim ini. Keys bahkan mengatakan kalau Liverpool keliru menjual Sadio Mane. Harusnya yang dijual The Reds adalah Mohamed Salah. Ia tidak bisa menampik fakta bahwa Sadio Mane tampil mengesankan di masa awal kedatangannya ke Bayern Munchen.
Sedangkan Mo Salah masih kesulitan. Padahal Salah sudah dipulangkan lebih awal dari Timnas Mesir. Jadi soal kebugaran dan kesiapan mengarungi laga-laga Liverpool, mestinya Salah bisa lebih siap dan bugar.
Liverpool fans may look normal but deep down we miss this pic.twitter.com/kWUewdIFe5
— 🙂 (@_i_rant_here_) October 1, 2022
Bukan Hanya Soal Salah
Menurunnya penampilan Mo Salah dan Liverpool secara lebih luas membuat fans kecewa. Mereka kebanyakan kecewa dengan penampilan Salah yang dianggap tidak relevan di skuad Liverpool musim ini. Kekecewaan itu terpancar dari cuitan mereka yang juga dikumpulkan situs This Is Anfield.
Liverpool’s biggest concern is that Salah has been an irrelevancy in every game this season. And yes I’ve seen the midfield thanks it’s bad. But first job is figuring how to get him more involved.
— nate (@natefc) August 22, 2022
Meski begitu, seorang pundit dan mantan pemain sepakbola, Alan Hutton berkomentar bahwa masalah Liverpool jauh lebih luas dari penampilan buruk Mo Salah. Berkata di Football Insider, Hutton mengatakan Liverpool belum klik.
Ia mengatakan ini adalah masalah tim secara menyeluruh. Salah sendiri biasa dibantu oleh Trent Alexander-Arnold atau Andy Robertson. Tapi kedua pemain itu sedang tidak baik-baik saja. Sementara Salah harus membuat lini depan Liverpool bekerja menciptakan peluang.
“Semua tidak berjalan dengan baik saat ini dan itu mempengaruhi permainannya (Salah) juga. Saya tidak berpikir hanya dia (Salah), tapi ini masalah Liverpool,” kata Hutton.
https://youtu.be/cTFMgPrZxxU
Sumber: Sportskeeda, TeamTalk, TheAnalyst, ThisIsAnfield, SportingLife, Goal, TheAthletic, Fbref


