Luis Suarez, tak dapat dimungkiri bahwa pemain asal Uruguay tersebut merupakan salah satu striker terbaik di dunia. Selama kurun waktu satu dekade terakhir, Suarez adalah striker top yang pernah bermain bersama klub-klub elit eropa. Meski tergolong pemain yang kontroversial, tapi ketajaman Suarez di depan gawang jangan diragukan lagi.
Ketajaman Suarez sudah terbukti sejak ia memperkuat Ajax Amsterdam pada tahun 2007- 2011. Empat musim di Ajax, Suarez sukses mengumpulkan 111 gol dari 159 penampilan. Setelah pindah dari Ajax, perlahan tapi pasti, performa Suarez terus menunjukkan peningkatan, baik saat merumput bersama Liverpool maupun Barcelona.
Salah satu musim terbaik Suarez terjadi pada 2013/14, saat ia berseragam tim kuat asal Inggris, Liverpool. Saat itu, Suarez menjadi kunci kesuksesan Liverpool finis di posisi runner up Liga Primer Inggris. Gol demi gol yang dilesakkan Suarez turut membantu The Reds bersaing di papan atas klasemen.
Pada musim 2013/14, Suarez menjalani musim ketiganya bersama Liverpool sejak didatangkan dari Ajax pada januari 2011. Musim itu juga menjadi musim terakhir Suarez bermain di Liga Inggris. Di musim terakhirnya berseragam The Reds, Suarez menunjukkan performa yang sangat istimewa.
Saat kompetisi musim 2013/14 dimulai, Suarez belum bisa membela Liverpool akibat masih menjalani hukuman. Larangan bermain tersebut didapat Suarez setelah ia menggigit bek Chelsea, pada musim sebelumnya. Asosiasi sepakbola Inggris (FA) menjatuhkan larangan bermain 10 laga bagi Suarez,dengan empat diantaranya di akhir musim 2012/13
Pada musim panas 2013, Suarez santer dirumorkan bakal hengkang dari Anfield. Raksasa La Liga, Real Madrid menjadi klub yang serius untuk mendapatkan Suarez saat itu. Sebelum Arsenal kemudian datang dengan tawaran transfer fenomenal yakni senilai 40 juta plus 1 pounds atau setara Rp 737 miliar.
Akan tetapi, di luar dugaan Liverpool sukses mempertahankan salah satu bintangnya tersebut. Dan hal itu jelas menjadi keuntungan bagi Liverpool, karena Suarez menunjukkan performa yang luar biasa.
Lepas dari hukuman, Suarez kembali ke skuad Liverpool saat menghadapi Manchester United di ajang Piala Liga pada september 2013. Pada laga itu, skuat asuhan Brendan Rodgers menderita kekalahan tipis 1-0. Suarez tampaknya belum panas karena gagal mencetak gol.
Setelah itu, Suarez mulai unjuk kebolehan sebagai seorang predator sejati. Ia mengawali musim gemilangnya di Liga Inggris dengan mencetak dua gol kemenangan di kandang Sunderland. Kembalinya Suarez usai menjalani hukuman membuat Liverpool berharap lebih kepada penyerang Uruguay tersebut. Tim yang dilatih Brendan Rodgers itu berharap dapat bersaing untuk finis di posisi empat besar setelah tiga musim tak merasakan tampil di Liga Champions.
Bomber asal Uruguay tersebut benar-benar membuktikan diri sebagai salah satu pemain bernomor tujuh terbaik Liverpool. Dalam sembilan laga awal Liga Inggris yang sudah Suarez mainkan, tujuh gol berhasil ia ciptakan, termasuk hattrick melawan West Brom di Anfield dan satu gol cantik melawan Everton di Goodison Park.
Hattrick Suarez pada musim tersebut bertambah saat ia mencetak tiga gol ke gawang Norwich City. Bermain di Anfield, The Reds sukses menaklukkan lawannya tersebut dengan skor 5-1. Hattrick yang dibuat Suarez ke gawang The Canaries membawa rekor tersendiri bagi pria berjuluk El Pistolero itu.
Suarez jadi satu-satunya pemain di sepanjang sejarah Liga Inggris yang mampu mencetak hattrick sebanyak tiga kali ke gawang klub yang sama. Luar biasanya lagi, sebagian diantaranya dicetak melalui skema open play dan dari tendangan jarak jauh. Hattrick Suarez ke gawang Norwich sebelumnya terjadi pada April dan September 2012.
Selama desember 2013, Gol yang dicetak Suarez mengalir deras dengan cara yang luar biasa. Selain empat golnya ke gawang Norwich, eks pemain Ajax itu menambah dua gol saat Liverpool menghajar Tottenham 5-0 di White Hart Lane.
Jumlah gol Suarez berada di angka 19 dari 12 pertandingan Liga sampai dengan natal. Meski Suarez sudah melakukan segala upaya terbaiknya, tapi dua kekalahan beruntun dari Manchester City dan Chelsea membuat Liverpool tergelincir dari puncak klasemen ke peringkat kelima.
Kemudian di tahun baru 2014, daya ledak Suarez semakin kuat. Ia mencetak gol ke gawang Hull City yang mengantarkan Liverpool menang 2-0. Gol itu membuatnya menjadi pemain The Reds pertama yang berhasil mencetak 20 gol atau lebih dalam dua musim secara berurutan, setelah Robbie Fowler pada tahun 1995 dan 1996.
Torehannya itu juga menyamai rekor 20 gol tercepat di Liga Inggris dalam hitungan kalender milik penyerang Manchester United Andy Cole, tetapi Suarez menciptakan rekor baru dengan mencapai 20 gol dengan jumlah pertandingan paling sedikit, yakni 15 laga.
Sayangnya, setelah melawan Hull City, dalam 4 laga berikutnya Suarez tidak mencetak gol. Ketajaman Suarez kembali datang pada awal maret 2014. Saat itu, satu gol dari pemain kelahiran 1987 itu mengantarkan The Reds menang 3-0 atas Southampton.
Gol lainnya dari Suarez menyusul ke jala Manchester United di Old Trafford, sebelum hattrick ketiga musim itu ketika Liverpool menghajar Cardiff City 6-3. Hattrick itu juga menjadi yang ke-enam bagi Suarez di kasta tertinggi sepakbola negeri ratu elizabeth.
Suarez berada dipuncak daftar top skorer dan Liverpool kembali ke papan atas. The Reds meraih sembilan kemenangan berturut-turut, termasuk melibas Tottenham di mana Suarez mencetak gol dan membintanginya.
Meski pada pertandingan melawan Manchester City Suarez tidak menyumbangkan gol cantiknya, namun saat bermain di kandang Norwich, dia berhasil menyumbangkan satu gol, yang merupakan gol ke-30-nya musim itu.
Sayangnya, dalam semua laga yang diikuti Suarez, dia harus merasakan momen menyakitkan yang mungkin tidak akan dilupakan olehnya saat bersama Liverpool. Saat pertandingan melawan Chelsea, Suarez terpaksa menelan kekecewaan dalam laga itu, karena dia yang dipercaya sebagai striker tak banyak membantu Liverpool. Dia benar-benar tumpul saat berada di lini depan dan mengakibatkan Liverpool gagal mendulang poin.
Pada partai berikutnya saat melawan Crystal Palace, Suarez dan tim terpaksa harus imbang dengan Crystal Palace setelah unggul tiga gol terlebih dahulu. Banyak yang kecewa, termasuk suarez, dia bahkan menitikkan air mata karena gagal membawa Liverpool menjadi juara.
Meski Liverpool harus puas berada di urutan kedua, dibawah Manchester City, namun penampilan salah satu striker mereka, yakni Luis Suarez, sungguh luar biasa.
Keganasan Suarez di musim 2013/14 membuatnya banjir penghargaan di akhir musim. Ia mendapatkan sepatu emas setelah menjadi top skor Liga Inggris dengan 31 gol dan mencetak 12 assist, ia menjadi pemain non-Eropa pertama yang menjadi pemain terbaik 2013/14 versi PFA dan juga pemain terbaik 2013/14 versi FWA. Musim itu menjadi yang terakhir bagi penyerang Uruguay bersama Liverpool. Karena pada musim selanjutnya, Suarez diboyong raksasa Catalan, Barcelona dengan mahar 75 juta pounds atau setara Rp 1,3 triliun.


