Percikan Bola Panas Perseteruan PSG dan Real Madrid

spot_img

Perseteruan Nasser Al-Khelaifi dan Florentino Perez menemui babak baru. Bola panas itu menggelinding lagi usai kabarnya, proyek Liga Super Eropa yang dipelopori presiden Real Madrid itu gol. Di sisi lain, UEFA menentang, termasuk tentu saja presiden PSG.

Presiden Real Madrid memanas-manasi situasi dengan membuat video pernyataan tentang Liga Super Eropa di depan koleksi trofi Liga Champions Real Madrid. Video pernyataan itu lalu ditanggapi oleh Nasser Al-Khelaifi.

Dengan nada yang sinis, Nasser mengomentari tindakan yang dilakukan Perez sebagai sesuatu yang aneh. “Bagaimana mungkin anda berbicara Liga Super dengan koleksi trofi Liga Champions di belakangnya?” Demikian kata Nasser Al-Khelaifi.

Nasser Al-Khelaifi Selalu Mengusik Florentino Perez

Namun, ini bukan kali pertama Nasser Al-Khelaifi menyindir Florentino Perez. Presiden PSG itu memang terkenal sebagai orang yang sering mengusik ketenangan Florentino Perez.

Terkait proyek Liga Super Eropa misalnya. Nasser yang menduduki jabatan di UEFA menentang keras gagasan yang dicanangkan oleh Florentino Perez tersebut. Hal itu dilakukannya sejak tahun 2022 lalu. Saat perusahaan A22 berniat mengambil jatah promosi proyek tersebut.

Dilaporkan Marca sebagaimana dikutip Madrid Universal, Nasser Al-Khelaifi mengkritik rencana Perez yang ingin mempertemukan tim-tim terkuat di Eropa dalam satu kompetisi saja.

Nasser juga mencibir analogi Perez yang mengatakan apabila petenis seperti Rafael Nadal, Roger Federer, sampai Novak Djokovic bertemu satu sama lain menjadi pertandingan yang tidak membosankan.

“Rafael dan Roger menjadi atlet hebat dalam olahraga ini (tenis) bukan karena mereka bermain bersama, tapi karena mereka bekerja keras,” kata Nasser Al-Khelaifi.

Membenci Real Madrid?

Proyek Liga Super Eropa yang digagas Florentino Perez bisa jadi hanya amunisi tambahan Nasser untuk membenci Los Galacticos. Ya, banyak yang menyebut kalau presiden PSG itu tidak hanya berseteru dengan Perez tapi juga menaruh kebencian pada Real Madrid. Ia bahkan pernah kedapatan ngamuk setelah timnya dikalahkan Real Madrid di Liga Champions musim 2021/22.

Dilansir Goal, Nasser yang naik darah memasuki ruang ganti wasit. Pengelola Qatar Sport Investment itu melabrak wasit atas keputusan yang dianggapnya tidak adil. Keputusan yang dianggap tidak adil itu adalah ketika Gianluigi Donnarumma dilanggar di kotak penalti oleh Karim Benzema sesaat sebelum pemain Prancis itu mencetak gol.

Keputusan itu mengubah jalannya pertandingan. Dan akhirnya PSG kalah dari Real Madrid 3-2 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim itu. Setelah pertandingan itu pula, Nasser Al-Khelaifi bahkan sempat mengancam staf Real Madrid.

Apa ancamannya? Pembunuhan. Mengutip QLeaks, seperti juga dilaporkan Marca, rekaman ancaman itu sempat dikirimkan ke pihak UEFA untuk diselidiki, dan memungkinkan adanya sanksi. Namun, Emilio Butragueno, direktur hubungan kelembagaan Real Madrid saat itu berhasil meredakan ketegangan.

Pendekatan Nasser Al-Khelaifi ke UEFA

Bibit-bibit perseteruan Nasser Al-Khelaifi dengan Florentino Perez dan Real Madrid sejatinya sudah muncul jauh sebelum itu. Tepatnya ketika pengusaha Qatar itu masuk ke Eropa dan mengakuisisi PSG. Nasser Al-Khelaifi mencoba mendekati UEFA.

Ia masuk ke UEFA untuk menduduki salah satu jabatan di sana. Mengutip Marca, Nasser pada akhirnya menduduki jabatan sebagai Presiden Asosiasi Klub Eropa (ECA). Setelah menjabat, Nasser menikmati ketenarannya. Menjadi pemimpin presiden seluruh tim-tim Eropa, namanya pun mulai dikenal luas.

Sayangnya, jabatan yang diraih Nasser justru memperuncing konfliknya dengan Florentino Perez. Nasser adalah rekan Presiden UEFA, Aleksander Caferin. Sementara Perez adalah manusia paling getol yang menentang UEFA. Dalam pertemuan-pertemuan ECA, Nasser sering menyindir tim-tim yang tidak mendukung UEFA.

Di sisi lain, Florentino Perez membalasnya dengan tidak menyebut nama Nasser Al-Khelaifi dalam pertemuan Majelis Direksi Real Madrid. Perez hanya menyebut Presiden ECA bukan Nasser Al-Khelaifi. Dan Perez seolah menunjukkan siapa Real Madrid pada Presiden PSG itu.

Mencoba Menjalin Kerja Sama

Sebetulnya Florentino Perez pernah mencoba untuk tidak mengusik Nasser Al-Khelaifi dan PSG. Salah satunya dengan tidak merekrut Neymar dari Barcelona untuk menunjukkan sedikit rasa hormat kepada Nasser Al-Khelaifi. Juga agar jalinan persahabatan yang coba dibangun tidak rusak.

Coba bayangkan kalau Perez, dengan kekuatan finansial Real Madrid merekrut Neymar. Itu akan membuat Nasser merasa terintimidasi karena harga dirinya jatuh lantaran akan dinilai tidak sanggup memboyong Neymar. Namun, apa yang terjadi? Di luar dugaan, PSG justru menebus klausul rilis Neymar dari Barcelona seharga 222 juta euro (Rp3,7 triliun).

Tentu saja, sebagai orang yang pernah melakukan hal yang sama pada Luis Figo pada tahun 2000 silam, Perez memahami segala sesuatu di balik penunjukkan kekuatan ini. PSG, khususnya Nasser Al-Khelaifi ingin mempertontonkan bahwa mereka kaya raya.

Hal itu menancapkan kesan serius dalam sanubari Perez. Sederhananya, Perez merasa “terintimidasi”. Namun begitu, Nasser dan Perez, PSG dan Real Madrid tetap bersahabat. Transfer Neymar itu, di sisi lain, justru menimbulkan perang dingin antara PSG dan Barcelona.

Makin Parah Karena Mbappe

Sedangkan PSG dan Real Madrid makin akrab. Perez dan Nasser sering menjalin pertemuan. Keduanya saling berkomunikasi. Tak jarang juga mengadakan makan malam bersama. Salah satu kesepakatan yang pernah dihasilkan adalah tukar guling Keylor Navas dan Alphonse Areola. Areola ke Madrid. Keylor Navas ke Paris.

Namun, yang pertama lebih sering menjadi cadangan Thibaut Courtois. Melihat transfer Neymar yang meletuskan perang dingin PSG dan Barcelona, Perez merasa tak bisa lagi melakukan pendekatan transfer yang sama seperti yang biasa dilakukannya untuk melawan PSG.

Perlu dipahami, sejak transfer Neymar tersebut, PSG menjelma musuh bagi tim-tim Eropa karena merusak harga pemain. Real Madrid pun mencari pemain lain yang bisa berguna di masa depan. Dan pemain yang diincar itu adalah Kylian Mbappe.

Perez pernah bikin proyek dengan pemain-pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane, hingga Gareth Bale, jadi ia yakin untuk membeli Kylian Mbappe bukanlah perkara rumit. Namun, yang dilakukan Perez adalah melempar rumor di media, alih-alih mendekati klub penjual.

Real Madrid agresif mengejar Mbappe. Celakanya, PSG juga memandang Mbappe sebagai pemain menjanjikan. Mbappe membuktikan ia adalah penerus Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Di sisi lain, PSG juga menganggap bahwa Mbappe orang yang tepat untuk menaikkan level PSG hingga bisa bersaing dengan Real Madrid.

Berkali-kali tawaran Los Galacticos untuk Mbappe ditolak. PSG keras betul mempertahankan Mbappe dari terkaman Real Madrid. Kamu tahu? Presiden Prancis, Emmanuel Macron sampai turun tangan agar Mbappe bertahan di PSG. Sampai hari ini, Real Madrid masih ngotot inginkan Mbappe. Hal itu makin membuat Nasser Al-Khelaifi geram pada Real Madrid.

Nasser Al-Khelaifi dan Florentino Perez pun makin menjauh. Hubungan keduanya menjadi rumit. Seandainya Kylian Mbappe sungguh-sungguh ke Real Madrid, tidak menutup kemungkinan perang dingin antara PSG dan Real Madrid akan berkecamuk, sebagaimana apa yang terjadi pada transfer Neymar. Lagi pula, PSG juga sudah menjadi public enemy bagi Real Madrid.

https://youtu.be/NAq4iOdblaM

Sumber: Sportskeeda, Goal, Marca, MadridUniversal, Independent, QLeaks, Goal, Goal

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru