Liverpool bersuka cita saat menjuarai Liga Inggris musim 2019/2020. Di laga terakhirnya musim itu, The Reds menaklukkan Chelsea 5-3. Meskipun tidak dihadiri para liverpudlian yang memadati Anfield Stadium lantaran pandemi, Liverpool merayakan gelar juara yang dinanti-nantikan. Mereka sangat bergembira mengangkat trofi Premier League.
Hal yang sama juga dirasakan para pemain Chelsea. Para punggawa The Blues naik ke atas podium usai mengalahkan Manchester City di partai final UEFA Champions League musim 2020/21. Perayaan pun meriah. Para pemain bergantian memegang dan menciumi Si Kuping Besar. Tak terkecuali pelatih The Blues, Thomas Tuchel.
Namun, apa yang dirasakan Chelsea dan Liverpool ini tidak sama dengan apa yang dialami Atletico Madrid. Ada yang berbeda saat Atletico Madrid merayakan kemenangan mereka setelah menjuarai La Liga atau Liga Spanyol musim lalu. Kala itu, Los Rojiblancos menaklukkan Real Valladolid 2-1 pada pekan ke-38 atau matchday terakhir.
Lucas Torreira berhasil meraih juara LaLiga musim 2020/21 bersama Atletico Madrid.
Selamat! @LTorreira34 🇺🇾 pic.twitter.com/EUVWjlOpIv
— Gooners Report Indo (@Gooners_Report) May 23, 2021
Begitu wasit meniup peluit panjang di laga itu, para pemain Atletico Madrid langsung berhamburan. Mereka sangat bahagia, dan bersiap untuk menggelar perayaannya di Stadion Nuevo Jose Zorilla, markasnya Real Valladolid. Di saat semua pemain larut dalam kegembiraan, dan seorang Luis Suarez menangis sembari video call dengan kekasih dan keluarganya, ada satu hal yang bikin perayaan itu sedikit kurang normal.
Dilansir media spanyol. Sebeb luiz suarez nangis ternyata karna BTC Terjun dalam. Ditinggal berlaga, belum sempet CL ternyata sudah terlanjur dalam. Akhirnya hanya nangis yg ia bisa lakukan.. pic.twitter.com/pzyRSrSiEA
— Fathur Rozi (@faturisme09) May 23, 2021
Tidak ada satu pun pemain Los Rojiblancos yang mengangkat trofi La Liga. Tentu ini bukan karena tak ada satu orang yang sanggup mengangkat trofi. Bukan pula karena trofinya terlalu berat apalagi belum sempat dibikin, atau malah rusak. Akan tetapi, lantaran presiden federasi sepak bola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales berhalangan hadir.
Luis Rubiales boleh jadi tokoh yang paling berpengaruh dalam persepakbolaan di Spanyol. Jadi wajar saja pengangkatan trofi La Liga mesti ditunda apabila manusia yang satu ini tidak di tempat.
Jadilah pengangkatan trofi yang semestinya usai laga tersebut, yaitu pada 22 Mei 2021 diundur keesokkan harinya. Akhirnya seluruh punggawa Los Rojiblancos pun senang karena bisa mengangkat trofi La Liga pada Minggu, 23 Mei 2021, di Stadion Wanda Metropolitano. Kendati pengangkatan trofi itu tak disaksikan para fansnya.
Ini adalah kali kedua Atletico Madrid merasakan hal itu. Pada musim 2013/14, Atletico Madrid juga pernah merasakan hal serupa. Kala itu Ros Rojiblancos tak bisa mengangkat trofi La Liga usai pertandingan. Penyebabnya sama, presiden asosiasi sepak bola Spanyol waktu itu, Angel Maria Villar tak bisa hadir.
Prosesi mengangkat trofi La Liga musim 2013/14 pun ditunda. Lucunya lagi, diundur bukan cuma satu hari atau satu minggu, tapi tiga bulan. Ya, kamu tidak salah. Setelah tiga bulan, Ros Rojiblancos baru bisa mengangkat piala La Liga.
Nasib serupa juga pernah dialami Real Madrid. Los Blancos yang menutup musim 2016/17 menekuk Malaga 2-0 di La Rosela Stadium. Real Madrid padahal hanya butuh hasil imbang untuk juara, tapi mereka malah menang. Namun alasan kenapa Real Madrid tak mengangkat trofi La Liga kala itu berbeda dengan Atletico Madrid.
Real Madrid tidak mengangkat trofi La Liga karena peraturannya tidak diperbolehkan mengangkat trofi di kandang klub lawan. Hal itu membuat para punggawa Los Galacticos kecewa. Mereka seperti di-PHP setelah kepala pers Real Madrid kala itu, Juan Camilo Andrande menyampaikan bahwa Real Madrid tidak bisa mengangkat piala di kandang Malaga.
Para pemain jelas kecewa. Tampak raut kekecewaan terpancar dari muka para pemain seperti Luka Modric yang sudah menggerak-gerakkan tangannya seolah ingin mengangkat trofi. Sementara Gareth Bale saat itu hanya bisa tersenyum getir. Cristiano Ronaldo yang waktu itu masih berseragam Real Madrid memasang wajah datar dan seperti merutuk.
Genial las caras de Modric y Bale cuando se enteran de que el trofeo de @laliga no se entrega hasta el año que viene 😂😂Puro @ElDiaDespues pic.twitter.com/A97HH2vE1t
— Ricardo Sierra (@Rsierraplus) May 22, 2017
Akhirnya Los Blancos tetap mengangkat trofi La Liga pada tiga bulan setelahnya. Mereka menang pada Bulan Mei dan baru bisa mengangkat trofi pada Bulan Agustus saat laga musim berikutnya segera mulai. Para pemain Real Madrid akhirnya menggelar perayaan pengangkatan trofi terlebih dahulu, sebelum menjalani laga kontra Valencia di Santiago Bernabeu untuk musim berikutnya.
Buat sebuah perayaan dari kompetisi yang sudah diarungi dengan penuh kekhusyukan dan ketat, kejadian semacam itu sebetulnya sangat disayangkan. Apalagi kalau pemain harus nunggu berhari-hari dan berbulan-bulan hanya untuk mengangkat trofi La Liga. Ya kalau masih berseragam tim sebelumnya. Jika tidak kan aneh, masa sudah pindah klub suruh pulang ke klub lama sebentar buat membayar utang mengangkat trofi dan berfoto bersama?
Jika alasannya masuk akal sih, mungkin bisa dimaklumi. Tapi kalau hanya karena presiden asosiasi sepak bolanya nggak hadir ya repot. Padahal kan bisa diwakilkan. Sulit dipercaya hal yang lebih mirip lelucon itu terjadi di La Liga bukan Liga Indonesia.
Sumber referensi: dailymail.co.uk, si.com, sportskeeda.com, en.as.com


