Selamat datang liga terbaik dunia, Liga Inggris musim 2023/24. Musim yang akan sangat dinanti jutaan pasang mata dunia. Di saat tim bersaing ketat mempersiapkan skuad terbaiknya, Liga Inggris musim 2023/24 di bawah FA telah menyepakati aturan baru yang akan diterapkan.
Di laga Community Shield City vs Arsenal, peraturan baru itu sudah diterapkan. Namun dari beberapa aturan baru tersebut ternyata banyak menuai perdebatan. Apa saja sih aturan baru tersebut?
The Premier League has some new rules being implemented for the 2023/24 season… 👇https://t.co/kgtcUakT3M
— 90min (@90min_Football) August 2, 2023
Daftar Isi
Penerjemahan Aturan Offside yang Baru
Yang pertama adalah aturan offside yang baru. Kita ingat dengan adanya VAR, Liga Inggris telah beberapa kali mengevaluasi penggunaannya. Dari yang pernah kelebihan hidung, rambut, sepatu, pemain, itu dapat dinyatakan offside.
New season, new rules! Get the lowdown on the Premier League's rule changes for the 2023/24 seasonhttps://t.co/OQVcwGOtth pic.twitter.com/rxqjJjalGI
— Pre-Match Odds (@prematchodds) August 2, 2023
Namun kini akan coba diubah dengan mengacu pada usulan “Wenger Law”. Aturan yang diusulkan Arsene Wenger yang kini bekerja untuk FIFA. Pemain kini hanya dapat dinyatakan offside apabila semua bagian tubuhnya atau sebagian besar bagian tubuhnya melebihi pemain lainnya. Kalau hanya sebagian kecil bagian tubuh saja, itu bisa dinyatakan onside.
Lalu ada lagi tambahan dalam aturan barunya soal offside. Mungkin ini lebih ketat, yakni seseorang yang dinyatakan offside tidak akan dinyatakan onside meskipun bola terlebih dahulu menyentuh pemain lawan. Artinya, kalaupun bola menyentuh bek dahulu dan memantul ke striker lawan yang berada di belakangnya, itu tetap saja offside.
Kelonggaran Duel Fisik
Aturan yang kedua adalah kelonggaran duel fisik. Demi laga berlangsung cepat, tanpa adanya sedikit-sedikit pelanggaran, hal-hal yang berbau duel fisik yang tak membahayakan seperti duel body, tak akan menjadi sebuah pelanggaran.
Hal ini nantinya akan berpengaruh kepada pemain-pemain yang terlalu banyak drama atau diving, padahal duelnya tidak terlalu membahayakan.
5⃣ New Premier League Rules Being Introduced Next Season
— Idris Opeyemi (@eedrisiyah) July 12, 2023
A set of new rules and guidelines are set to be introduced in the Premier League next season.
There is a little over a month left before the 2023/24 season kicks off, with the campaign scheduled to get underway in August pic.twitter.com/FdaNl2W9U2
Sportivitas Penjaga Gawang
Aturan berikutnya adalah soal penjaga gawang. Di aturan baru ini, menyebut bahwa kiper jikalau menghadapi tendangan penalti atau babak adu penalti, tak lagi boleh melakukan provokasi terhadap sang penendang.
Emi Martinez in penalty shoot-outs is too OP 😤 pic.twitter.com/5HE9sEpokT
— GOAL (@goal) December 18, 2022
Baik itu dengan mengulur waktu seperti menendang-nendang tiang terlalu lama, memegang-megang jaring ataupun melakukan gerakan-gerakan provokasi terhadap si penendang penalti. Kalau kiper melakukan beberapa tindakan tersebut dengan sengaja bakal langsung dikenai kartu kuning.
Ada juga aturan baru lainyna soal kiper. Yakni mengenai cara mengulur-ulur waktu. Umumnya di saat injury time setelah timnya unggul, kiper sering mengulur-ulur waktu untuk menendang bola.
Hukuman kartu kuning pun biasanya akrab dengan tindakan tersebut. Tapi di aturan baru ini, tak hanya di injury time saja hukuman kartu kuning itu dilakukan. Mengulur waktu di waktu normal pun bisa dikenai kartu kuning.
Protes Berlebih dan Mengerumuni Wasit
Aturan selanjutnya adalah soal protes berlebih dari pemain. Dengan adanya VAR, biasanya beberapa pemain menuntut untuk wasit melihat VAR untuk menentukan suatu kejadian yang bisa merugikan atau menguntungkan mereka.
Tak jarang para pemain tersebut menekan wasit dan berusaha mengerumuni wasit meski permainan masih berjalan. Protes berlebih terhadap suatu kejadian tersebut, nantinya akan dikenai langsung kartu kuning kepada siapa-siapa saja yang mengerumuni wasit. Dengan aturan ini, siapa pun pemain dalam menekan atau memprotes wasit dengan VAR, harus lebih berhati-hati.
https://t.co/HsVNZjTqjl Premier League rule changes for 2023/24 season: Top-flight chiefs crackdown on dissent and time-wasting https://t.co/YMShcQdZeQ
— soccertube (@soccertube77) July 31, 2023
Area Pelatih
Tak hanya soal pemain, aturan baru Liga Inggris musim ini juga menyangkut pelatih. Yang pertama, pelatih di Liga Inggris mulai musim ini akan menjomblo berdiri di pinggir lapangan. Karena semua staff bahkan asisten pelatih sekalipun, hanya diperbolehkan berada di area bench pemain.
Pelatih hanya bisa berdiskusi dengan staf dan asisten hanya di area bench. Hal baru ini akan berdampak seperti apa yang biasa kita lihat ketika seorang asisten pelatih sering berdiri sejajar dengan pelatih. Contoh saja, Jason Tindall dan Eddie Howe di Newcastle. Nah, mulai musim ini tak akan lagi terlihat pemandangan seperti itu.
Eddie Howe admits he will have to 'rotate duties' with Jason Tindall on the touchline in #NUFC matches this season following a Premier League rule change. https://t.co/OtirUImaat
— Dominic Scurr (@DomScurr) August 8, 2023
Protes Pelatih
Aturan berikutnya bagi pelatih adalah protes berlebih yang kini dilarang. Musim ini tampaknya tak akan ada lagi pemandangan pelatih seperti Jurgen Klopp maupun pelatih lainnya yang lari sambil marah-marah kepada wasit keempat di pinggir lapangan.
Pasalnya kalaupun itu terjadi, hukuman keras kartu kuning atau kartu merah pun langsung akan diberikan oleh wasit. Hal itu sudah terbukti di laga Community Shield antara City vs Arsenal.
Gary Neville believes Mikel Arteta's 'touchline behaviour' inspired Premier League rule change https://t.co/Rko6ym5Od1
— talkSPORT (@talkSPORT) August 8, 2023
Saat pertandingan melewati menit ke-17, Arteta melihat Kai Havertz dijatuhkan oleh Rodri . Wasit Stuart Attwell menghadiahkan tendangan bebas, tetapi Arteta segera berlari ke official keempat John Brooks dengan menuntut kartu untuk Rodri.
Tapi apa yang terjadi? Kartu kuning itu malah melayang ke Arteta. Ia dianggap melanggar aturan baru Liga Inggris tentang protes berlebih pada wasit.
Menit Bermain Yang Lebih
Berikutnya ada aturan yang tak kalah kontroversinya. Yakni soal menit bermain yang mungkin bisa lebih dari 100 menit. Seperti apa yang sering terjadi di laga Piala Dunia 2022 Qatar yang lalu. Tak jarang kita melihat laga yang berdurasi hingga 100 menit lebih karena perpanjangan waktu yang lama.
The Premier League is all set to introduce a number of new rules for the upcoming 2023/2024 season, and they are bound to have a significant impact on the game.
— AmericanRedDevils (@usareddevils) August 1, 2023
We're curious to know your thoughts! 🤔 pic.twitter.com/Y8I2h5Ysmg
Aturan baru ini dilatarbelakangi oleh akumulasi dari setiap kejadian yang membuat laga tertunda. Seperti pemain cedera, perawatan yang lama, protes berlebih, selebrasi yang berlebihan, maupun mengulur-ulur waktu.
Dengan begitu otomatis wasit berhak mengakumulasikan waktu yang terbuang dengan menambah durasi di akhir laga. Maka tak heran jika banyak waktu yang terbuang di waktu normal, tambahan waktunya akan lebih lama.
Seperti apa yang terjadi di Community Shield antara City vs Arsenal. Laga banyak dihentikan akibat di antaranya duel antarpemain yang menyebabkan kepala Thomas Partey berdarah dan butuh perawatan. Hal itu otomatis membuat laga berlangsung hingga 100 menit lebih.
Thomas Partey suffers head injury but shines as Arsenal clinch Community Shield https://t.co/OcAOijmPx6 pic.twitter.com/XmxHG0Ffdp
— Ghana Guardian (@ghanaguardian1) August 6, 2023
Protes
Banyak perdebatan mengenai aturan tersebut. Ada yang pro karena timnya diuntungkan seperti Arteta, ada juga yang sambat karena dirugikan seperti Pep Guardiola. Raphael Varane juga menyoroti khusus aturan baru tersebut.
Menurutnya Varane dalam cuitan pribadinya, pemain jadi lebih banyak diforsir tenaganya dengan laga yang berlangsung lama. Karena bagaimanapun pemain di Liga Inggris seperti tim-tim yang bermain di kompetisi Eropa, akan menderita kelelahan berlebih dengan jadwal yang padat. Belum lagi ada laga Piala FA maupun Piala Liga.
🚨 Raphael Varane has released a statement ahead of the new Premier League season, addressing the rule changes…#MUFC | #ManUtd pic.twitter.com/spzb7OZy1g
— Man United News (@ManUtdMEN) August 7, 2023
Varane menyebut para pemain dan manajer di Liga Inggris awalnya sudah memberikan beberapa saran kepada FA dan pihak wasit terkait hal ini. Namun, ia cukup sedih karena saran itu ternyata tak didengarkan.
Eks pemain Real Madrid itu juga khawatir, bisa jadi ia dan pemain lain seperti dirinya, akan susah berada di level kebugaran 100 persen secara terus menerus pada musim ini.
Pep Guardiola sempat jadi korban aturan baru ini. City kebobolan di menit perpanjangan waktu yang panjang oleh Arsenal di Community Shield. Dirinya pun bahkan sempat mengeluarkan pernyataan subjektif tentang ketidaksetujuannya atas aturan baru ini.
🟡 "A purge on managers and players waving imaginary cards is long overdue." @MikeWaltersMGM
— Mirror Football (@MirrorFootball) August 7, 2023
⏱️ "Added time being in double-figures feels strange at the moment, but it makes sense." @felixkeith
❌ "A match should be 90 minutes, not 100." @alansmith90https://t.co/wnKyZssfHE
Sumber Referensi : givemesport, mirror, thefa.com, mirror, skysports, mirror


