Inter Milan jadi salah satu klub Serie A yang paling sibuk ketika jendela transfer musim panas tahun 2023 dibuka. Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh manajemen tim cukup banyak. Karena mereka baru saja melepas beberapa pilar penting yang berjasa membawa Inter menjuarai gelar dalam tiga tahun terakhir.
Dari Andre Onana, Marcelo Brozovic hingga Milan Skriniar, semuanya dipastikan meninggalkan Giuseppe Meazza. Inter langsung bergerak cepat untuk mencari pemain baru guna menambal lubang yang ditinggalkan. Beberapa pemain pun sudah didatangkan dan berikut ngerinya skuad Inter Milan musim depan.
Daftar Isi
Formasi
Setelah melihat permainan Inter Milan musim lalu, tak sulit untuk menebak skema apa yang akan dipakai oleh sang juru taktik, Simone Inzaghi. Saudara kandung dari Filippo Inzaghi ini merupakan pelatih yang menggilai skema permainan 3-5-2. Itu dibuktikan dalam dua tahun terakhir ketika menangani Inter Milan.
Inzaghi cukup sukses ketika menggunakan formasi ini di Inter. Tercatat Nerazzurri mampu memenangkan dua Coppa Italia dan dua Piala Super Italia. Jadi, sudah dipastikan Inzaghi bakal kembali mengimplementasikan skema 3-5-2 di Inter pada musim depan. Namun, kali ini dengan penambahan pemain baru di skuadnya.
Meski tampaknya tak memiliki cadangan strategi, dengan kedalaman skuad sekarang, Inter sudah lebih dari cukup untuk bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa. Apalagi pemain yang didatangkan statusnya bukan anak kemarin sore. Beberapa sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk membantu Inter balas dendam di Liga Champions musim depan.
Penjaga Gawang
Setelah melepas tiga penjaga gawangnya di bursa transfer musim panas ini, Inter Milan pun mendatangkan penjaga gawang senior asal Swiss, Yann Sommer. Inter memutuskan untuk menebusnya dari Bayern Munchen dengan mahar 6,7 juta euro atau setara Rp111 miliar setelah melepas Andre Onana ke Manchester United.
Perlu diketahui, Inter dikenal sebagai klub yang kerap berjodoh dengan pemain-pemain tua. Di usia Sommer yang sudah mencapai 34 tahun, kemampuannya masih sangat baik. Refleks dan pembacaan permainannya sama sekali belum menurun. Ia bahkan tampil memuaskan sebagai pengganti Manuel Neuer yang cedera musim lalu.
Sommer memang bukan penjaga gawang modern macam Onana, tapi Inzaghi tak begitu memikirkan hal tersebut. Karena di luar kemampuan kakinya, Sommer masih jadi yang terbaik urusan menepis bola. Kita semua masih ingat ketika dirinya mencatatkan rekor 19 penyelamatan dalam satu pertandingan bersama Borussia Monchengladbach musim lalu.
Sebagai pelapis, Inter Milan hanya tinggal menunggu waktu untuk meresmikan penjaga gawang berdarah Indonesia, Emil Audero Mulyadi dari Sampdoria. Kabarnya, Inter hanya meminjam sang pemain. Tapi tetap memasukan klausul pembelian di akhir musim 2023/24. Menurut Sempre Inter, apabila memuaskan Emil akan dikontrak empat musim oleh Inter.
Trio Lini Belakang
Sementara itu, di sektor pertahanan Simone Inzaghi diprediksi tak akan banyak mengubah susunan pemain. Paling hanya Milan Skriniar yang memutuskan hengkang dan bergabung dengan PSG. Memakai formasi tiga bek, Inzaghi akan menurunkan Francesco Acerbi sebagai leader.
Ia bisa dipasang sebagai center atau bek tengah bagian kanan. Acerbi akan bekerjasama dengan dua bek lain yakni Stefan De Vrij dan Alessandro Bastoni. De Vrij tentu akan bermain sebagai bek tengah bagian kanan, sedangkan Bastoni yang dominan menggunakan kaki kiri akan mengambil peran di sektor kiri.
Biasanya Bastoni akan memiliki peran lebih sebagai ball-playing defender. Meski lambat, ia kokoh dalam berduel. Bastoni juga memiliki akurasi umpan yang cukup baik. Maka dari itu, perannya tak kalah penting dari dua bek senior lainnya. Ketiganya sudah terbukti solid ketika membawa Inter menuju partai puncak Liga Champions musim lalu.
Selain tiga nama tersebut, Inzaghi juga masih mengantongi nama-nama pelapis yang kualitasnya tak jauh berbeda. Di bangku cadangan masih ada pemain baru Yann Aurel Bisseck dan pemain lawas Matteo Darmian sebagai bek tengah.
Full Back
Untuk melengkapi lima pemain tengah, Simone Inzaghi membutuhkan dua full back yang nantinya akan berdiri sejajar dengan tiga gelandang lain. Untuk posisi ini, pelatih berkebangsaan Italia itu mempercayakan pada Denzel Dumfries di kanan dan Federico Dimarco di kiri. Kualitas keduanya sudah tak diragukan lagi.
Meski berposisi asli sebagai bek, keduanya memiliki naluri menyerang yang tinggi. Dumfries dengan kecepatannya bisa menyisir sisi kanan lapangan dan mengirimkan umpan silang kepada striker atau gelandang yang merangsek masuk ke dalam kotak penalti. Sedangkan Dimarco biasanya melakukan penetrasi sampai ke sepertiga area bertahan lawan dan melakukan umpan kejutan atau bahkan melayangkan tembakan langsung ke gawang.
Selain sibuk menyerang, keduanya juga bisa membantu pertahanan dengan membentuk lima bek atau menjadi inverted full back dengan bergerak ke tengah apabila gelandang membantu lini serang. Tak lupa, pemain baru yakni Juan Cuadrado juga siap bersaing untuk mengamankan posisi ini.
Trio Gelandang
Nah, di tengah, Inzaghi biasanya memasang tiga gelandang dengan peran yang berbeda-beda. Ketiga gelandang tersebut adalah Hakan Calhanoglu, Nicolo Barella, dan Henrikh Mkhitaryan. Inter Milan memang telah berpisah dengan Marcelo Brozovic, tapi sang pelatih tak begitu ambil pusing untuk mengisi kekosongan ruang yang ditinggal oleh pemain asal Kroasia tersebut.
Peran Brozovic yang cenderung bertahan bisa digantikan oleh Barella dan Calhanoglu secara bergantian. Sedangkan urusan menyerang sekaligus jadi jembatan antarlini akan dibebankan kepada mantan pemain Manchester United, Henrikh Mkhitaryan. Ia akan dibantu oleh salah satu dari Calhanoglu atau Barella sebagai penyeimbang.
Selain ketiga nama tersebut, masih ada Davide Frattesi yang baru didatangkan dari Sassuolo. Frattesi diketahui sangat nyaman bermain dengan skema tiga gelandang. Di usianya yang masih 23 tahun, Frattesi sudah menunjukan kemampuannya sebagai gelandang box-to-box yang mumpuni. Jangkauan umpan dan pembacaan permainannya sangat baik.
Ujung Tombak
Sedangkan untuk lini depan, Simone Inzaghi terbiasa menggunakan dua striker. Apabila musim lalu posisi ini diisi oleh Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez, musim depan posisi Lukaku akan digantikan karena sang pemain memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya untuk Inter. Pihak klub yang merasa dikhianati tak akan menampungnya lagi meski ia merengek. Hal itu disampaikan oleh wakil presiden Inter Milan, Javier Zanetti.
Nah, yang akan mengisi pos tersebut adalah Marcus Thuram. Pemain yang baru didatangkan dari Borussia Monchengladbach itu dirasa jadi pengganti yang tepat untuk Lukaku. Thuram memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Lukaku. Pemain asal Prancis itu juga memiliki perawakan yang tinggi dan kekar. Itu sangat berguna untuk berduel dengan bek-bek klub Serie A yang lain.
Bedanya, meski memiliki postur tinggi, Thuram bukan pemain yang lambat. Ia kokoh memiliki kecepatan. Tidak seperti lukaku yang keseimbangan dan kecepatannya mulai menurun. Thuram juga bukan striker yang egois. Sebagai pencetak gol ulung, ia piawai menciptakan peluang untuk rekan-rekannya. Spesifikasi seperti ini sangat penting bagi skema permainan Inter Milan. Dengan materi skuad seperti ini, Inter bisa saja merebut kembali scudetto dari Napoli musim depan.
Sumber: Sempre Inter, ESPN, Inter.It, Total Football Analyst, Bola


