Penyesalan Seumur Hidup Pesepakbola

spot_img

Terlepas dari segala prestasi dan pencapaian yang diraih, pesepakbola juga kerap mengalami momen sulit yang mempengaruhi nasib tim di sebuah kompetisi. Tak jarang, peristiwa yang dialami itu justru jadi momen yang paling disesali seumur hidupnya.

Seperti gol bunuh diri Andres Escobar di Piala Dunia 1994 atau blunder fatal Maman Abdurahman di final Piala AFF 2010, akan selalu diingat sebagai kesalahan tak termaafkan hingga berujung kegagalan bahkan kematian. Lalu, pemain mana lagi yang melakukan kesalahan sehingga hidupnya dihantui oleh penyesalan? 

Sebelum kita ulas satu per satu, football lovers bisa subscribe dan nyalakan loncengnya biar nggak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven.

Loris Karius

Penjaga gawang berkebangsaan Jerman, Loris Karius kabarnya mengalami susah tidur selama hampir satu minggu usai timnya kala itu, Liverpool kalah 3-1 dari Real Madrid di final Liga Champions 2017/18. Karius sebetulnya sudah meminta maaf kepada semua pihak bahwa performa buruknya memang jadi salah satu faktor kekalahan The Reds.

Tapi ketika dirinya mendapat hinaan, cacian, hingga teror dari oknum tak bertanggung jawab, malam di Kiev itu jadi sulit untuk dilupakan. Ia merasa terus dihantui oleh rasa penyesalan. Dua blundernya di laga tersebut seperti rekaman video yang terus terputar ulang di kepalanya.

Awalnya Karius melakukan kesalahan dengan melempar bola terlalu dekat dengan Karim Benzema. Striker asal Prancis itu pun mengubah laju bola sehingga berbalik masuk ke gawang Liverpool. Tak sampai di situ, gol ketiga Madrid seharusnya tak terjadi apabila Karius tak bertindak konyol. 

Sepakan Gareth Bale yang gagal ditangkap Karius malah masuk ke gawangnya sendiri. Meski tanpa Mo Salah, Liverpool sebetulnya masih berpeluang menang apabila Karius tak melakukan blunder itu. 

Randal Kolo Muani

Prancis sebetulnya bisa back to back juara dunia di Piala Dunia 2022 andai Randal Kolo Muani tak membuang peluang emas di menit-menit akhir. Ketika skor Prancis vs Argentina imbang 3-3 dan babak perpanjangan waktu hampir usai, punggawa PSG itu berada di situasi terbuka untuk mencetak gol. Gol itu sebetulnya bisa menjadi penentu kemenangan Les Blues

Tapi, Kolo Muani malah gegabah. Dirinya tak melihat bahwa penjaga gawang Argentina, Emi Martinez sudah keluar meninggalkan sarangnya guna mempersempit ruang tembak. Jika Muani mau lebih bersabar, mungkin dirinya bisa melakukan sedikit gerak tipu atau menchip bola melewati sang penjaga gawang.

Seluruh pendukung Prancis menyesali keputusan sang pemain. Bayangkan saja, jika yang mendapat peluang itu bukan Muani, melainkan Kylian Mbappe mungkin ceritanya akan lain. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Sepakan Muani kadung dimentahkan oleh Martinez dan Prancis gagal mempertahankan gelar juara. Kini, momen tersebut terus menghantui Randal Kolo Muani.

Steven Gerrard

Status legenda Steven Gerrard di Liverpool sudah tak terbantahkan lagi. Namun, ada satu hal yang sampai saat ini masih disesali oleh sang pemain. Gerrard menyesal tak pernah mempersembahkan gelar Liga Inggris untuk klub kesayangannya itu. Hmmm…. kalau diingat-ingat sih, sebetulnya Gerrard pernah hampir meraihnya. Tapi digagalkan oleh dirinya sendiri.

Momen itu terjadi di laga kontra Chelsea. Liverpool hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar Liga Inggris musim 2013/14. Namun, gelar yang sudah di depan mata sirna cuma gara-gara Gerrard.

Dalam keadaan tak tertekan, Gerrard berusaha mengubah aliran bola. Sialnya, ia terpeleset dan bola tak bertuan itu diserobot oleh Demba Ba. Gol pembuka kemenangan Chelsea pun tercipta dari momen ini. Konon insiden mengenaskan itu masih menyisakan luka di hati mantan kapten Liverpool tersebut hingga sekarang.

John Terry

Ketika kalian mencari di Google dengan kata kunci “Penalti John Terry”, maka kalian akan tahu mengapa mantan punggawa Timnas Inggris tersebut masuk dalam daftar ini. Jika mencarinya di YouTube, maka akan langsung muncul video-video yang menampilkan kesalahan konyol Terry saat mengeksekusi penalti di laga sepenting final Liga Champions 2008.

Tepatnya pada 21 Mei 2008, Luzhniki Stadium jadi saksi kegagalan John Terry. Kala itu Terry masih membela Chelsea dan harus berhadapan dengan Manchester United di final Liga Champions. Laga berakhir dengan skor 1-1. Dua kali 15 menit babak tambahan tidak bisa mengubah skor, adu penalti pun dilangsungkan.

Ketika eksekusi Cristiano Ronaldo gagal, Chelsea di atas angin. Terry pun maju sebagai penendang kelima. Andai berbuah gol, The Blues bakal langsung bersorak merayakan gelar juara. Nahas, Terry justru terpeleset dan bola yang ditendang melenceng dari sasaran.

The Blues akhirnya gagal jadi juara setelah Nicolas Anelka juga gagal. Ketika ditanya apakah sudah bisa lupa akan kegagalan belasan tahun lalu itu, Terry mengaku tidak bisa melupakannya. Licinnya rumput lapangan membuatnya trauma.

Asamoah Gyan

Piala Dunia 2010 akan tetap jadi Piala Dunia paling memorable hingga sekarang. Selain Vuvuzela dan Waka-waka, ada satu momen lagi yang masih saja dibicarakan hingga sekarang. Adalah Asamoah Gyan yang gagal mengeksekusi penalti di laga perempat final melawan Uruguay.

Ghana sebetulnya berpeluang besar melangkah ke semifinal, seandainya penalti Asamoah jelang babak perpanjangan waktu berakhir itu masuk. Sayangnya, penalti Asamoah justru membentur mistar. Kesialan pun berlanjut. Di babak adu penalti, The Black Star justru dibuat menyerah oleh Uruguay dengan skor 4-2. 

Tak cuma masyarakat Ghana yang kecewa, tapi seluruh penduduk Benua Afrika menyayangkan aksi Asamoah. Karena saat itu Ghana jadi satu-satunya harapan Afrika di Piala Dunia. Memori tersebut masih terus menghantui Asamoah. Perasaan bersalah masih terus menyelimutinya hingga sekarang.

Arjen Robben

Masih dari Piala Dunia 2010, Arjen Robben jadi pemain yang paling terpukul atas kegagalan Belanda menjuarai kompetisi tersebut. Bagaimana tidak? Di saat The Oranje membutuhkan gol untuk unggul, Robben justru menyia-nyiakan peluang emas saat satu lawan satu menghadapi Iker Casillas. Tembakannya mengenai ujung kaki dari mantan kiper Real Madrid itu.

Ketika melihat bola yang justru menjauhi gawang, Robben memegangi kepala seakan tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Andai ia berhasil mencetak gol, mungkin Belanda yang akan menjuarai Piala Dunia 2010, bukan Spanyol. Berkat kegagalan itu, jerih payahnya selama kompetisi dilupakan begitu saja.

David Beckham

Pemain sekaliber David Beckham, yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola Inggris saja memiliki beberapa momen penyesalan dalam karirnya. Salah satu yang masih membekas adalah saat dirinya masih membela Timnas Inggris di Piala Dunia 1998.

Momen tersebut terjadi di babak 16 besar kala menghadapi Argentina. Dalam laga tersebut, Beckham dianggap sebagai biang keladi atas gagalnya The Three Lions melaju ke babak selanjutnya. Babak kedua baru berjalan dua menit, Beckham mendapat tekel dari Diego Simeone. Itu seharusnya jadi hal yang wajar dalam sepakbola. Tapi tidak bagi Beckham.

Entah apa yang merasukinya, alih-alih segera bangkit, Beckham justru menendang Simeone. Celakanya, insiden itu dilihat jelas oleh wasit. Beckham pun diganjar kartu merah. Keluarnya Beckham telah mengurangi probabilitas kemenangan The Three Lions. Dengan sepuluh pemain, akhirnya Inggris kalah adu penalti dari Tim Tango. 

Sepulangnya dari kompetisi, Beckham mendapat kecaman oleh media dan fans. Beckham yang kala itu masih berusia 23 tahun hanya bisa menangis sembari menyesali keputusannya.

Roberto Baggio

Roberto Baggio dikenal sebagai salah satu pesepakbola top di era 1990-an. Ia terbilang sukses di level klub, baik saat berseragam Juventus maupun AC Milan. Sayangnya, ia tak bisa memberikan Timnas Italia gelar juara. Baggio cukup sensitif apabila membicarakan hal itu. Karena hanya akan membuka luka lama.

Sebenarnya Baggio selangkah lagi menghadirkan gelar Piala Dunia 1994 untuk Italia. Namun, di laga final ia justru melakukan kesalahan fatal. Menjadi penentu di babak adu penalti melawan Brazil, sepakannya justru melambung tinggi melewati mistar gawang. Pada akhirnya, fans masih menaruh simpati padanya. Tapi insiden itu tak pernah membuat hidup Baggio tenang.

https://youtu.be/fcCJPDY8Y0Q

Sumber: Goal, Sportskeeda, BR, Daily Mail

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru