Apes Atau Nggak Mampu? Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Liga

spot_img

Pemain hebat yang belum bisa juara Liga Champions, mungkin sudah banyak yang tau. Namun, apakah ada pemain hebat lain yang juara Liga domestik saja belum pernah? Nah, dibawah ini adalah beberapa pemain yang bernasib apes tersebut.

Sebelum mengetahui siapa saja pemain tersebut, alangkah baiknya subscribe dan tekan tombol lonceng agar nggak ketinggalan sajian menarik dari Starting Eleven.

Jamie Carragher dan Steven Gerrard

Legenda Liverpool Jamie Carragher dan Steven Gerrard adalah sejoli yang sangat dihormati dengan gelar-gelar Eropanya seperti Piala UEFA maupun Liga Champions.

Jamie Carragher dulu disebut-sebut sebagai sosok yang paling setia di Liverpool. Sejak 1996 hingga pensiun, ia hanya membela satu klub saja yakni Liverpool. Berbeda dengan Gerrard, pasca pisah dari Liverpool ia masih mencoba bermain bagi Los Angeles Galaxy.

Sejak mereka berdua mengabdi pada The Reds di usia muda hingga pensiun, nasib apes terus menimpa mereka. Gimana nggak apes coba, pemain sehebat dan seberpengaruh mereka bertahun-tahun di Anfield tak pernah meraih gelar Liga Inggris.

Sampai-sampai mereka banyak dicaci. Pep Guardiola, pernah mengejek Carragher soal nihilnya gelar Liga Inggris dalam CV-nya. Bukannya terima karena itu kenyataan, Carragher justru tak terima dan menyemprot balik Pep dengan mengatakan gelar City itu ilegal.

Emang apes Carragher dan Gerrard. Di masa jayanya, Liverpool belum lagi menemukan mental juara Liga Inggris. The Reds masih puasa gelar saat itu. Hingga Carragher pensiun 2013, gelar prestisius tersebut belum mampir ke Anfield.

Bagi Steven Gerrard, sebenarnya hampir saja lho ia meraihnya di musim 2013/14. Andai saja ia tak terpeleset dan kalah atas Chelsea, peluang Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris terbuka lebar.

Gerrard sempat menyesal saat berpisah dengan Liverpool di tahun 2015. Ia merasa ada yang kurang saat meninggalkan Anfield. Andai saja dulu Carragher dan Gerrard tak terlalu fanatik dan setia kepada Liverpool, dan berani pindah ke MU atau Chelsea. Mungkin nasibnya akan berbeda.

Marco Reus

Marco Reus sudah membela tiga klub sepanjang kariernya bermain sepakbola sejak tahun 2007. Pemain asal Jerman itu tercatat sempat membela klub Rot Weiss Ahlen, Borussia Monchengladbach, dan saat ini masih bermain di Borussia Dortmund.

Sejak kedatangannya dari Monchengladbach tahun 2012, Reus ini sudah tergolong manusia yang kurang beruntung. Mengingat, sebelum Reus datang, Die Borussen sempat back to back jadi juara Bundesliga. Namun justru ketika ia datang, Dortmund selalu gagal meraih gelar juara Bundesliga.

Ya, apa mau dikata pemain sehebat Marco Reus nyatanya belum pernah meraih satu pun gelar liga dalam kariernya. Bak sebuah kutukan. Seperti apa yang terjadi di musim lalu di Bundesliga. Hingga menit-menit terakhir sebenarnya Dortmund berpeluang meraih Bundesliga. Namun sayang, pada akhirnya toh mereka tetap gagal juga.

Reus pun harus puas dan legowo meratapi nasibnya tersebut. Musim ini, Dortmund sepertinya makin susah saja merebut gelar Bundesliga. Pasalnya muncul lagi saingan selain Munchen yakni Leverkusen.

Fernando Torres

Tak dipungkiri Fernando Torres adalah penyerang tajam yang pernah dimiliki Spanyol. Pemain berjulukan El Nino itu tercatat pernah bermain di klub-klub elite dunia macam Atletico Madrid, Liverpool, Chelsea, AC Milan, hingga klub Jepang Sagan Tosu. Tapi sayang, hingga pensiun Torres memiliki penyesalan yang luar biasa dalam kariernya sepakbolanya.

Sehebat-hebatnya Torres, yang sempat memenangkan gelar Piala Dunia maupun Piala Eropa, ia belum pernah merasakan gelar liga satu kali pun bersama klub yang dibelanya. Sedih bukan?

Ketika masih di Atletico Madrid pada tahun 2001, ia sebenarnya pernah menjuarai Liga, namun itu hanya di Segunda Division, bukan La Liga. Bersama Liverpool, pencapaian terbaiknya adalah menjadi runner up Liga Inggris di tahun 2009. Perjuangan Torres saat itu di bawah asuhan Rafael Benitez, digagalkan oleh MU. Salah satu momen terbaiknya di Inggris adalah ketika ia berseragam Chelsea. Bersama The Blues, ia sempat meraih gelar Liga Champions di Munchen.

El Nino sempat mencoba peruntungan ketika hijrah ke Italia berseragam AC Milan tahun 2015. Sayang, kondisinya saat itu Serie A masih dikuasai Juventus. Rossoneri tak mampu berbuat banyak dan selalu gagal scudetto.

Saat Torres bernostalgia bersama klub Atletico Madrid tahun 2016, ia masih saja belum bisa persembahkan gelar La Liga. Padahal ia pernah bersumpah bahwa ia akan memberikan segenap tenaga sisanya hanya untuk bisa juara La Liga bersama Los Colchoneros. Namun apa boleh buat, Atletico selalu kalah saing dengan Barca dan Real Madrid.

Di akhir kariernya, El Nino memilih mencoba pindah ke Liga Jepang bergabung dengan klub Sagan Tosu. Ia masih penasaran mencari gelar liga domestik yang belum didapat dalam kariernya. Namun dasarnya apes, gelar liga yang ia cari masih saja menghindar.

Antoine Griezmann

Antoine Griezmann bisa dibilang pemain yang paling apes di liga domestik. Bagaimana tak apes coba, pemain yang mengawali karier profesionalnya di tahun 2009 ini, sampai sekarang ini belum meraih gelar liga dalam kariernya.

Padahal kurang gacor apa coba pemain Prancis yang satu ini? Prancis saja sudah ia antarkan juara dunia. Atletico Madrid juga pernah diantarkannya juara Europa League. Namun kenapa gelar liga saja tak bisa ia raih?

Nasib apes Griezmann berawal ketika ia awal gabung Atletico Madrid dari Real Sociedad tahun 2015. Ia gabung setelah Los Colchoneros juara La Liga di tahun 2014. Sempat frustrasi ketika lama tak menjuarai La Liga bersama Atletico, ia mencoba hijrah ke Barcelona di tahun 2019.

Gelar liga yang dinanti Griezmann di Barca juga tak kunjung ia dapatkan. Malahan, justru klub lamanya Atletico Madrid yang meraih mahkota La Liga di musim 2020/21. Duh gimana sih, Griezmann sepertinya salah pilih klub deh.

Merasa salah pilih klub, ia akhirnya kembali bernostalgia bersama Atletico musim lalu. Ia berniat setia dan tak akan coba cari peruntungan lagi hanya karena gelar Liga. Ngenesnya begitu ia kembali ke Atletico, eh..Barcelona malah jadi juara La Liga. Aih.. kasihan banget ya Griezmann ini. Mungkin begitulah takdirnya. Ia seperti dikutuk tak akan pernah juara Liga. Musim ini Atletico juga sepertinya susah untuk raih gelar La Liga.

Harry Kane

Masih mending Griezmann daripada Harry Kane. Mantan pemain Spurs itu bahkan trofi mayor satu pun belum pernah. Mentok Audi Cup yang bisa ia banggakan.

Kane padahal sudah mengawali karier profesionalnya di skuad senior Spurs sejak musim 2012/13. Bertahun-tahun ia rela puasa trofi bersama The Lilywhites. Padahal sumbangsihnya bagi Spurs sungguh tak ternilai. Dirinya bahkan duduk di peringkat kedua top skor Liga Inggris sepanjang masa dengan total 213 gol.

Bagai raja tanpa mahkota, pencapaian terbaik Kane di Liga Inggris adalah sebagai runner up di tahun 2017. Saat itu Tottenham Hotspur tertinggal tujuh poin dari sang juara Chelsea.

Kane juga hampir meraih gelar Liga Champions di tahun 2019. Namun sayang, di final mereka gagal oleh Liverpool. Angin segar pun tiba, ketika ia hijrah ke Bayern Munchen musim ini. Peluang Kane mendapat gelar liga sangat terbuka. Munchen, bagaimanapun adalah langganan juara Bundesliga.

Namun keadaannya kini Munchen masih tertinggal dari Leverkusen di papan klasemen. Apakah tujuan Kane meraih gelar pertama liga dalam dirinya akan terwujud di Munchen? Ataukah ia masih saja dikutuk seperti Griezmann?

https://youtu.be/eMjC6MLu1ZY

Sumber Referensi : goal.com, planetfootball, goal.com, dailymail, givemesport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru