Pemain yang Merusak Karirnya Setelah Gabung MU

  • Whatsapp
Pemain yang Merusak Karirnya Setelah Gabung MU
Pemain yang Merusak Karirnya Setelah Gabung MU

Bergabung dengan Manchester United tentu menjadi hal yang sama sekali tidak remeh. Untuk bisa menjadi bagian dari sejarah klub sebesar Setan Merah, seorang pemain harus memiliki skil, mental, dan tentunya kemampuan yang terbilang tinggi.

Namun ternyata, bergabung dengan salah satu klub paling populer di dunia tidak menjadi mimpi indah bagi setiap pemain. Terdapat beberapa aktor lapangan yang malah merusak karirnya usai berseragam klub yang bermarkas di Old Trafford.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan pemain yang justru merusak karir meski bergabung dengan klub sekelas Manchester United.

Angel Di Maria

Angel Di Maria merupakan salah satu pemain paling berbakat di dunia. Pria Argentina yang mulai dikenal ketika membela Benfica diboyong Real Madrid pada tahun 2010 dengan nilai transfer sebesar 25 juta euro atau setara 421 miliar rupiah. Bergabung dengan el Real membuat namanya kian melejit. Apalagi di tahun 2014 dia berhasil membawa Los Blancos mengoleksi gelar Liga Champions Eropa ke 10 nya.

Di Maria tentu menjadi satu bagian penting bagi tim. Sayang, dia kemudian malah dilepas oleh Florentino Perez, setelah sang presiden berminat mendatangkan James Rodriguez sebagai bintang baru el Real.

Beruntung, klub sebesar MU memberinya tempat untuk lanjutkan petualangan. Tak tanggung-tanggung, Di Maria ketika itu diboyong dengan mahar sebesar 59,7 juta pounds atau setara 1,2 triliun rupiah. Nahas, meski sempat menjadi pemain termahal yang pernah dibeli MU, Di Maria justru gagal unjuk kemampuan. Karirnya mandek dengan namanya lebih sering mendapat kritikan.

Di Maria hanya bertahan selama semusim dengan kumpulkan cerita tak mengenakkan. Selama memperkuat MU, Di Maria hanya mencetak empat gol dan 12 assist dari 32 penampilan. Dia juga sempat duduk di bangku cadangan Setan Merah hingga delapan kali. Malah, dia mengaku menyesal karena pernah berseragam MU.

Di Maria merasa tidak akrab dengan pelatih. Dia mengatakan kepada teman-temannya kalau waktunya di Manchester tidak akan lama. Karena merasa tidak betah, Di Maria lalu putuskan hengkang ke Paris Saint Germain. Sampai saat ini, dia telah berhasil mengembalikan performa terbaiknya dan menjadi salah satu andalan Les Parisiens.

Wilfried Zaha

Wilfried Zaha, di usia nya yang kini menginjak 28 tahun, telah kembali menemukan bahagia nya di Crystal Palace. Sebelumnya, dia memang sempat menjadi bintang muda tim tersebut dengan menunjukkan performa yang sangat luar biasa. Selama tiga tahun di periode pertamanya, Zaha berhasil catatkan lebih dari 100 penampilan di liga.

Hal itu lantas membuat Manchester United tertarik. Zaha yang ketika itu berstatus sebagai pemain muda paling berbakat di Inggris pun tak ragu untuk menerima tawaran klub sebesar Manchester United. Melalui dana sebesar 10 juta pounds atau setara 177 miliar rupiah, Zaha dengan senang hati menerima pinangan Sir Alex Ferguson. Sayangnya, dia tidak mengetahui langkah calon pelatihnya itu yang kemudian putuskan pensiun.

Zaha yang mendapati Moyes sebagai pelatihnya pun gagal mendapat tempat. Dia jarang sekali dimainkan hingga membuat citranya sebagai pemain muda berbakat luntur.

Meluapkan kekecewaannya ketika itu, Zaha mengatakan bila karirnya benar-benar hancur setelah bergabung dengan MU. Dia merasa disia-siakan Manchester United hingga membuat para penggemar mulai tidak menghargai keberadaannya.

Kondisi itupun membuatnya sangat frustrasi. Bahkan, dia mengatakan kalau keluarga sekaligus teman-temannya juga merasakan hal yang sama.

Tidak mau berlama-lama mengakar di bangku cadangan Setan Merah, Zaha lalu kembali menerima pinangan Crystal Palace melalui status pinjaman. Sempat berseragam Cardiff City, Zaha lalu kembali ke Palace dengan status permanen.

Alexis Sánchez

Muncul sebagai pemuda berbakat asal Chile bersama Udinese, nama Alexis Sánchez kemudian kian dilirik dunia usai melakukan perpindahan ke FC Barcelona. Bergabung dengan Barcelona selama kurang lebih tiga tahun membuat namanya cukup diperhitungkan. Dengan modal sejumlah gelar, Alexis Sánchez yang jadi salah satu pemain paling diburu ketika itu pun menerima tawaran yang diajukan Arsenal pada tahun 2014.

Meski kedatangannya banyak diragukan, tidak disangka bila Alexis Sánchez akhirnya sukses menaklukkan kompetisi Premier League. Berbekal kelincahan dan kecepatannya, Sanchez menjadi andalan The Gunners selama bertahun-tahun.

Di kompetisi Liga Primer Inggris, dia yang tampil dalam 122 laga pun sukses mengemas sebanyak 60 gol. Torehan itu lantas membuat banyak klub arahkan pandangan kepadanya. Ketika Manchester City datang dengan tawaran yang sangat besar, Alexis Sánchez akhirnya lebih memilih Manchester United sebagai pelabuhan selanjutnya dengan alasan bahwa klub tersebut memiliki banyak sejarah besar.

Namun sayang, angan yang sebelumnya diciptakan tiba-tiba hilang. Performa Alexis Sánchez di atas lapangan tak lebih indah dari perkenalannya dalam mainkan sebuah alat musik kenamaan. Karir Sanchez berubah 180 derajat. Dari yang dulunya jadi pemain paling dipuja, bersama MU dia justru menjadi pemain yang banyak dihina.

Dalam sebuah kesempatan, pemenang gelar Copa America bersama Chile inipun mengaku menyesal karena telah bergabung dengan tim Setan Merah. Sanchez mengaku tidak senang dengan atmosfer dalam skuad Manchester United di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho. Bahkan, ketika baru saja menjalani latihan pertama bersama dengan klub, Sanchez menghubungi pihaknya untuk segara membatalkan kontraknya dengan MU.

“Setelah pelatihan pertama, aku menyadari banyak hal.”

“Ketika sampai di rumah, aku berbicara kepada keluarga dan perwakilan ku, dapatkah kontrak ku dihentikan dan dapatkah aku kembali ke Arsenal?”

Namun kata Sanchez, respon orang-orang tersebut hanya menertawakannya tanpa pernah tahu, bahwa dirinya merasa sangat tidak nyaman ketika tampil dengan seragam kebesaran Setan Merah.

Walhasil, dia pun tak melewatkan kesempatan ketika Inter Milan datang memberi tawaran. Sempat menjalani masa sebagai pemain pinjaman, kini, dia yang banyak diandalkan sukses membuat Inter Milan tak ragu untuk mempermanenkan.

Memphis Depay

Satu lagi pemain yang merusak karirnya dengan bergabung bersama Manchester United adalah Memphis Depay. Sejak tahun 2011 dan bertahan sampai setidaknya empat tahun berikutnya, Memphis Depay adalah pemain berbakat asal Belanda yang bersinar bersama PSV Eindhoven. Salah satu klub ternama di Negeri Kincir Angin itu menjadikan Depay sebagai pemain paling dicari ketika itu.

Hingga tepat pada tahun 2015, Memphis Depay resmi bergabung dengan MU melalui biaya senilai 25 juta pounds atau setara 493 miliar rupiah. Pada proses transfernya, pelatih MU Louis van Gaal mengatakan bila Depay memang harus segera diikat kontrak oleh klub. Pasalnya, mereka saat itu harus bersaing dengan Paris Saint Germain yang juga memberikan tawaran kontrak kepada sang pemain.

Sayang, meski Depay disambut sebagai salah satu pemain besar ketika itu, karirnya di MU berjalan tidak sesuai rencana. Usahanya banyak yang sia-sia dengan hanya mainkan sebanyak 33 laga sepanjang satu setengah musim lamanya. Bahkan, torehan gol nya cuma mentok di angka dua biji saja.

Bergabung dengan MU memang memberi banyak kenangan pahit bagi Depay. Dia sendiri bahkan mengaku kapok tampil untuk tim berjuluk Setan Merah. Dia mengaku tidak ingin lagi kembali ke Old Trafford.

“Tidak, aku tak pernah berpikir seperti itu. Aku sangat fokus bersama Lyon.”

“Aku senang dengan pilihan yang sudah dibuat.”

Ya, setelah mendapati karirnya hancur bersama Manchester United, Depay lalu menerima tawaran yang diajukan Lyon. Disana, dia sukses mengembalikan kejayaan. Namanya terus dipuja dan bahkan menjadi andalan klub selama bertahun-tahun. Tampil dalam total 178 pertandingan, Depay berhasil ciptakan sebanyak 76 gol untuk tim asal Prancis.

Berkat kemampuannya yang telah kembali ke puncak, Depay lalu kembali diminati oleh banyak klub Eropa. Lalu, tepat pada bursa transfer musim panas kemarin, namanya resmi menjadi bagian dari FC Barcelona. Depay dikabarkan menandatangani kontrak selama dua tahun dan langsung diplot sebagai pemain utama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *