Real Madrid adalah tempat impian para pemain sepakbola. Sebab di sanalah, para pemain top berkumpul. Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, Ricardo Kaka, sampai Karim Benzema. Rasa-rasanya, semua sepakat mengakui hal itu. Kecuali mungkin Kylian Mbappe, yang entah karena naif atau apa, tak jadi bergabung ke Real Madrid.
Padahal kalau bergabung ke Los Merengues sudah jaminan juara. Kemarin saja, Real Madrid menambah koleksi Liga Champions. Membuat El Real makin menasbihkan diri sebagai satu-satunya raja di Eropa. Barangkali karena itu pula kehidupan di Real Madrid sangat keras.
Pemain yang masuk ke Real Madrid, atau sudah mengenyam pendidikan di Castilla, mesti bekerja keras. Tak berkualitas, jangan harap bermain di skuad utama. Maka, mereka yang tidak kuat, kerja keras mereka masih di bawah standar Los Galacticos akan tersisih.
Lebih parah lagi mereka akan dibuang dari Real Madrid. Namun, dengan hengkang dari Real Madrid, pemain berikut justru mendulang kesuksesan. Atau minimal bisa menunjukkan kualitasnya yang lebih baik. Nah, berikut ini pemain yang justru bersinar setelah hengkang dari Real Madrid.
Daftar Isi
Alvaro Negredo
Alvaro Negredo memang seperti tenggelam. Si pemain kini bermain untuk tim papan bawah Liga Spanyol, Cadiz. Namun, Alvaro Negredo adalah eks pemain Real Madrid.
Real Madrid Castilla membelinya dari Rayo Vallecano tahun 2005. Namun pada 2007, ia dijual ke Almeria. Negredo justru mengalami peningkatan kualitas. Setidaknya, jika di Castilla ia hanya mengemas 18 gol, bersama Almeria, Negredo membukukan 31 gol.
Juan #Mata and Alvaro #Negredo, from their days at Real Madrid Castilla. pic.twitter.com/Dx2E03sE9G
— Arsène’s Son 🎈 (@hughwizzy) November 2, 2013
Performanya itu membuat Real Madrid kepincut untuk mendatangkannya lagi. Tentu tawaran yang datang adalah dari tim utama. Ironisnya, uang 5 juta euro (Rp78 miliar) kala itu hanya untuk membuat Negredo jadi penghias skuad. El Real tak memberinya kesempatan, barang semenit. Sampai ia akhirnya dijual ke Sevilla.
Dari situ, Negredo mulai menunjukkan kualitasnya. Ia meraih satu Copa del Rey ketika berseragam Sevilla. Negredo yang mencetak 85 gol bersama Sevilla, bikin Manchester City tertarik membelinya. Bersama City, Negredo bahkan pernah mencicipi juara Liga Inggris.
Valencia have capped off the night, with the capture of Premier League champion Àlvaro Negredo. // #VCF #DeadlineDay pic.twitter.com/ZiZAZUxqDZ
— – (@CapturedFooty) September 1, 2014
Juan Mata
Barangkali kamu akan terkejut mendengar nama Juan Mata masuk ke daftar. Tapi, ya memang Mata pernah bermain untuk Real Madrid. Bahkan gelandang energik dan elegan itu pernah menjadi ikon Real Madrid Castilla.
Ia bergabung ke tim muda Real Madrid pada tahun 2003. Waktu itu, akademi Real Madrid dengan bangga mengenalkan Juan Mata. Mereka senang sekali dengan kualitas sang maestro lini tengah tersebut. Akan tetapi, Juan Mata justru tak diberi kesempatan sedetik pun bermain di tim utama.
Former blue Juan Mata, during his time at Real Madrid. pic.twitter.com/4eHARfP7lt
— TweetChelseaUK (@TweetChelseaUK) May 4, 2020
Mata justru dijual cuma-cuma ke Valencia. Bersama Valencia, Juan Mata justru makin bersinar. Ia bahkan pernah membawa pulang Copa Del Rey tahun 2008.
Setelah itu, Mata tidak melakukan tamasya ke banyak klub. Usai dari Valencia, ia bergabung ke Chelsea untuk mengambil trofi Liga Champions dan Piala FA. Ia makin mantap disebut salah satu gelandang terbaik Spanyol, setelah berhasil meraih treble kecil-kecilan bersama Manchester United.
Happy 32nd birthday to one of two players to hold the Champions League, Europa League, European Championships and World Cup at the same time.
Feliz Cumpleaños, @juanmata8 pic.twitter.com/9DTjNgIufr
— Squawka (@Squawka) April 28, 2020
Mateo Kovacic
Dari nama sebelumnya, hanya Mateo Kovacic yang memiliki pengaruh signifikan di Real Madrid. Setidaknya ia mendapat banyak trofi ketika memperkuat Los Merengues, termasuk treble Liga Champions. Tapi Kovacic segera disadarkan bahwa yang ia masuki adalah Real Madrid.
Real Madrid terus berbenah dengan mendatangkan pemain hebat. Posisi Kovacic pun terancam. Apalagi persaingan di lini tengah makin ketat, di mana Casemiro, Toni Kroos, dan Modric akan selalu jadi opsi utama.
Hal itu memaksanya hengkang. Catatan 100 lebih kaps bersama Real Madrid belum cukup untuk membuatnya bertahan. Ia harus meninggalkan Real Madrid dan bergabung ke Chelsea.
Berpindah tim tak membuat sentuhan Kovacic hilang. Chelsea justru menjadi destinasi yang tepat untuk seorang pemain tengah yang potensial. Kovacic akhirnya meraih juara Liga Champions lagi, plus ia kerap jadi andalan Chelsea dengan 184 kaps selama ini.
Happy birthday to Chelsea player, Mateo Kovacic.
The former Dinamo Zagreb, Real Madrid & Inter Milan player is a:
🏆 3x #UCL
🏆 1x La Liga
🏆 2x UEFA Super Cup
🏆 1x #UEL
🏆 1x FIFA Club World Cup
🏆 3x Prva HNLThe Croatian 🇭🇷 is 27 years old today. pic.twitter.com/MkYJAr1rSF
— Vidafan.co (@VidafanCo) May 6, 2021
Achraf Hakimi
Banyak pengamat berpikir bahwa Real Madrid telah menemukan permata pada diri Achraf Hakimi. Ia menjadi salah satu bek sayap potensial yang bisa jadi andalan Real Madrid untuk 10 tahun ke depan. Namun, pengamatan itu tidak terlampau jitu.
Masalahnya, di Real Madrid, Hakimi hanya mendapat sejumput kesempatan bermain. Ia hanya memainkan 17 laga, walaupun turut mengangkat Si Kuping Besar. Hakimi kemudian pergi dari Real Madrid, dan bergabung ke Dortmund dengan status pinjaman.
❗️ Achraf Hakimi is expected to join Borussia Dortmund on loan for the upcoming season. [@kicker] pic.twitter.com/lcA8oGo6Ky
— Spectate Madrid (@spectatemadrid) June 27, 2018
Di Dortmund, Hakimi secepatnya jadi bek sayap paling berbahaya. Meski hanya dalam waktu dua musim, ia menciptakan 17 asis. Tapi kualitas itu belum cukup.
Madrid justru menjual Hakimi ke Inter seharga 43 juta euro (Rp672 miliar). La Beneamata dan Antonio Conte adalah kombinasi yang tepat untuk menyulap Hakimi jadi bek sayap paling berharga.
Buktinya, Hakimi membawa Inter meraih scudetto. Dan nilai pasarnya pun naik. Hakimi yang tadinya pemain murah, justru dibeli Paris Saint-Germain dengan harga yang sangat tinggi, yaitu 66 juta euro (Rp1 triliun).
Fabinho
Tentu kamu terkejut, apa pernah Fabinho bermain untuk Real Madrid? Ya, nggak salah sih kalau terkejut. Sebab Fabinho memang tak semenit pun tampil di tim utama Los Blancos.
Ia bermain untuk Real Madrid Castilla, itu pun datang dengan status pemain pinjaman. Meski begitu, Fabinho pada saat itu telah menjadi buah bibir di seluruh Eropa.
Forgotten chapter of Fabinho’s career: Real Madrid days. He joined their reserve team Castilla in 2012 and made one appearance for their first team in 2013 (substituted Fabio Coentrao v Malaga at Bernabeu).
Now Fab is a Red and he’s one of the top #LFC players!#LFChistory_net pic.twitter.com/Ca9MfrxE8E— LFChistory.net (@LFChistory) May 27, 2022
Hampir semua pengamat menyayangkan keputusan Real Madrid tidak mempermanenkan Fabinho. Padahal ia adalah salah satu gelandang yang memiliki masa depan yang cerah. Fabinho sebetulnya pernah bermain untuk tim utama Real Madrid.
Tapi itu hanya satu laga. Setelah itu ia dibuang Rio Ave ke Monaco dan pada akhirnya meraih kesuksesan bersama Liverpool. 170 kaps ia catat untuk The Reds. Fabinho juga turut mengangkat trofi Liga Inggris dan Liga Champions.
Theo Hernandez
Bek sayap andalan Pioli ini, sebelum di AC Milan adalah pemain Real Madrid. Namun, Los Galacticos membelinya hanya untuk menjadi penghangat bangku cadangan. Ia hanya sebentar di Real Madrid. Setelah 23 kaps, Theo memilih mengemasi kopernya dan angkat kaki dari Santiago Bernabeu.
Sebelumnya, oleh Real Madrid pada musim 2018-19 ia dipinjamkan ke Real Sociedad. Sampai ia bergabung ke AC Milan pada tahun 2019. Memperkuat Rossoneri justru membuat Theo lebih kuat.
Ia menjelma bek sayap paling tangguh di era modern milik AC Milan. Posisinya bahkan nyaris tak pernah tergantikan. Di Milan, setidaknya Theo Hernandez sudah bermain selama 10 ribu menit lebih. Theo juga menjadi pemain kunci Rossoneri meraih scudetto.
⭐️ It’s been an impressive season for the @acmilan left-back, who most recently scored a Puskas contender! Can @TheoHernandez cap it off with a Scudetto triumph? #beINSPORTS #beINSerieA pic.twitter.com/zhbfmkl2hi
— beIN SPORTS (@beINSPORTSASIA) May 19, 2022
Sergio Reguilon
Sergio Reguilon tak menemukan dirinya berharga di Real Madrid. Karena seorang Marcelo jauh lebih bersinar. Reguilon baru menemukan nilainya sebagai seorang pemain setelah pergi dari Real Madrid. Keputusannya hengkang dari Los Blancos setelah mengemas 22 pertandingan, adalah keputusan penting.
Sergio Reguilón: “Real Madrid is the club where I was made, the club where I grew up, and I would be nothing without them.” [@goal] pic.twitter.com/YDz8m8YS7p
— Infinite Madrid (@InfiniteMadrid) October 26, 2020
Real Madrid pada tahun 2019 melepas Reguilon ke Sevilla dengan status pinjaman. Ia memulai pijakan baru di klub Spanyol lainnya. Klub seperti Sevilla tidak akan membuat kualitas Reguilon mubazir. Ia menjelma bek kiri paling berharga di tubuh Sevilla dengan catatan 38 laganya.
Reguilon membawa Sevilla juara Europa League tahun 2020. Dan tak bisa tidak, prestasi itu membuat harganya melonjak. Tottenham Hotspur yang ngebet juara Eropa setelah ratusan purnama, tergiur pada sosok Reguilon. Tapi sang bek tidak murah lagi, dan Spurs meski mengeluarkan biaya Rp521 miliar untuk Reguilon.
Marcos Alonso
Di antara pemain lain, perjalanan Marcos Alonso lah yang paling terjal. Ia memang dilahirkan dari rahim Real Madrid. Namun, Alonso hanya bermain satu kali di skuad utama. Potensinya masih belum kelihatan kala itu.
Real Madrid pun memutuskan menjualnya ke Bolton. Bolton, apa yang diharapkan Alonso, di sana? Ia pun masih belum menemukan sentuhan terbaiknya, sampai Fiorentina datang merekrut Alonso tanpa biaya. Dari sinilah potensi Alonso terlacak oleh Chelsea.
CHELSEA LEAD!
It’s the former Real Madrid man, Marcos Alonso with the goal.
3-0 on the night and 4-3 Chelsea on aggregate. #UCL 😳 pic.twitter.com/HpDlv2tTx0
— Squawka News (@SquawkaNews) April 12, 2022
Ia yang oleh La Viola dipinjamkan ke Sunderland, kelihatan kualitasnya setelah 20 kali bermain untuk Sunderland. Chelsea akhirnya tertarik mengangkutnya pada tahun 2016. Dari sinilah semua potensinya keluar, dan meraih prestasi yang ia idam-idamkan, seperti Liga Champions dan Piala Super Eropa.
https://youtu.be/rcfsPha9dSQ
Sumber referensi: PlanetFootball, Sport, OhMyGoal, DiarioAS


