Orang Jawa menggunakan peribahasa “Esuk dhele, sore tempe” untuk menyebut manusia yang tidak konsisten perilaku dan ucapannya. Penyakit itu juga menjangkiti para pesepakbola.
Tak sedikit dari mereka yang berjanji ingin bertahan di satu klub, tapi di waktu yang lain mengkhianati janji tersebut. Nah, inilah pemain-pemain yang mengingkari janjinya sendiri.
Sebelumnya jangan lupa subscribe dan bunyikan loncengnya untuk mendapatkan update terbaru dari kami.
Daftar Isi
Sergio Aguero
Setelah didatangkan dari Atletico Madrid, Sergio “Kun” Aguero menjelma jadi mesin gol Manchester City. Musim demi musim tak ada hal lain yang dilakukannya selain mencetak gol untuk The Citizens.
Nah, pada tahun 2014 Aguero bersumpah tidak akan meninggalkan Manchester City sampai tim ini menjuarai Liga Champions. Janji itu diucapkannya kala Manchester City selalu kesulitan di Liga Champions. Bahkan mereka kerap tersingkir di babak 16 besar.
In 2014, Sergio Aguero said he'd stay at Manchester City until they won the Champions League…
— GOAL (@goal) May 5, 2021
The #UCL final will be his last game for the club 😯 pic.twitter.com/SaxPdHoSqO
Namun, apa yang terjadi berikutnya? Aguero memang bertahan melebihi kontraknya. Akan tetapi, tujuh tahun setelah ia mengucapkan janji itu, Aguero justru memilih pergi ke Barcelona.
Padahal ketika itu Manchester City belum merengkuh trofi UCL. Aguero beralasan bahwa sebenarnya pada tahun 2021 ia ingin bertahan. Namun, pihak klub tidak menyodorkan kontrak baru. Selain itu, ia juga ingin bermain dengan Lionel Messi di Barcelona. Eh tapi, si Messi malah pergi ke PSG.
Cesc Fabregas
Cesc Fabregas bermain di Arsenal selama delapan tahun sebelum akhirnya hengkang tahun 2011. Fabregas mengakhiri kariernya di Arsenal dengan merapat ke Barcelona. Klub Catalan itu memboyong Fabregas seharga 34 juta euro (Rp582 miliar).
Di tahun yang sama ketika Fabregas pindah ke Barcelona, ia mengucap sebuah janji yang membuat hati penggemar Arsenal berbunga-bunga, dan akhirnya bisa merelakannya pergi. Dalam sebuah wawancara, Fabregas mengatakan bahwa ia tidak akan berseragam tim Inggris lainnya jika suatu hari nanti meninggalkan Arsenal.
Gaizka Mendieta spoke to us at the #StarSixes about Cesc Fàbregas:
— Squawka Live (@Squawka_Live) January 5, 2019
“He came to the Premier League very young and made a huge impact at Arsenal and Chelsea.”
“The fans love him. He’s definitely a living legend of the Premier League and for Spain.” pic.twitter.com/UosOBaHnXH
Namun, hanya butuh waktu kurang dari tiga tahun bagi Fabregas untuk mengkhianati janjinya sendiri. Tahun 2014 ia pindah dari Barcelona ke Chelsea. Pemain berdarah Spanyol itu dibeli seharga 33 juta euro (Rp565,4 miliar). Kepindahannya ke Chelsea mengejutkan penggemar.
Bagaimana mungkin Fabregas pindah ke Chelsea, padahal dia juga sering berkelahi dengan pemain Chelsea? Belum lagi, The Blues adalah rival Arsenal. Sontak kepindahan Fabregas ini membuat fans The Gunners marah.
Robin van Persie
Walaupun tidak ada trofi Premier League yang diraihnya, Robin van Persie selalu mempercayai Arsenal, klub yang dibelanya dari tahun 2004. Berkali-kali Van Persie mengatakan hal itu. Misalnya jelang dimulainya musim 2010/11. Meski absen panjang di musim sebelumnya karena cedera, Van Persie yakin bahwa Arsenal akan mempertahankannya.
Walau bagaimana The Gunners telah membesarkan namanya. Selama berseragam Arsenal, Van Persie menjelma mesin serangan yang terus menghasilkan gol. Total 132 gol sudah ia bukukan bersama The Gunners. Nah, pada tahun 2012, pemain yang wajahnya mirip Primus itu kembali berjanji untuk bertahan di Emirates.
Namun, masih di tahun yang sama, Van Persie malah pindah ke klub rival, Manchester United. Usut punya usut, kepindahan Van Persie ke MU didorong karena Arsenal tak menyodorkan kontrak baru kepadanya. Tentu saja kepindahannya ke United makin memanaskan perseteruan antara kedua tim.
The guard of honor Arsenal had to give Robin van Persie 😬
— B/R Football (@brfootball) January 21, 2023
He had left the Gunners to win titles and won the Premier League in his first season at United. pic.twitter.com/Az8slIKXMf
Luis Suarez
Seandainya Steven Gerrard tidak terpeleset di laga melawan Chelsea, gelar juara Liga Inggris milik Liverpool tidak akan sirna. Namun, apalah hendak diperbuat, Gerrard terpeleset dan akhirnya The Reds gagal merengkuh gelar Premier League musim 2013/14. Kendati gagal, para bintang The Reds berjanji akan bertahan.
Salah satu pemain yang mengucap janji itu adalah Luis Suarez. Pemain Uruguay tersebut berjanji akan bertahan di Anfield. Gerrard berhasil mempengaruhi Suarez agar bertahan. Brendan Rodgers pun bersyukur Gerrard bisa meyakinkan Suarez bertahan.
Sebetulnya janji akan bertahan bukan sekali itu saja terucap. Tahun 2013, Suarez menegaskan akan bertahan di Liverpool, terlepas dari apakah tim ini bermain di Liga Champions atau tidak. Namun, hanya beberapa bulan setelah ia berjanji akan bertahan, Suarez malah hengkang ke Barcelona. Ia beralasan, kepergiannya ke Barcelona karena keinginannya mencari tantangan di Liga Champions.
On this day in 2014, Uruguayan forward Luis Suárez left Liverpool to join Barcelona. One of the most naturally gifted players to have worn the famous red jersey, he scored 82 goals in 133 appearances for the club and won both the Premier League & European Golden awards. #LFC pic.twitter.com/8dT8E8hLeg
— LFChistory.net (@LFChistory) July 16, 2018
Paul Pogba
Tahun 2016, Manchester United memulangkan Paul Pogba. Akan tetapi, MU harus menguras dompetnya untuk mendatangkan Pogba. Waktu itu, Pogba diboyong seharga 105 juta euro dari Juventus dan membuatnya pembelian termahal. Ketika tiba di Old Trafford, Pogba langsung mengucapkan janji kalau ia tidak akan meninggalkan Manchester United lagi.
Begitupun tahun 2019. Pendirian Pogba digoyang oleh isu tak sedap soal kepergiannya dari Manchester United. Namun, pemain berpaspor Prancis itu berbicara empat mata dengan Ole Gunnar Solskjaer tentang komitmennya untuk bertahan di Old Trafford.
🚨 Paul Pogba has already left the Manchester United squad WhatsApp group.
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) April 26, 2022
(Source: Mirror) pic.twitter.com/boHVrwnd5a
Sayangnya iman Pogba justru digoyahkan oleh Manchester United itu sendiri. Alih-alih mencoba mempertahankan Pogba, United malah membiarkannya pergi pada tahun 2022. United tak menawarkan kontrak baru dan itu membuat Pogba naik pitam.
Pogba pun terpaksa mengkhianati janjinya sendiri dengan pindah ke Juventus di tahun itu secara gratis. Ia kemudian berjanji akan membuat MU menyesal. Namun, sebelum janjinya sungguh-sungguh terpenuhi, Pogba justru terseret kasus doping yang membuatnya cuma bisa menikmati sepak bola dari layar kaca.
Romelu Lukaku
Nama Romelu Lukaku naik setelah membantu Inter Milan menjuarai Serie A musim 2020-21. Waktu itu Lukaku berjanji tidak akan pergi dari Inter. Katanya, ia bahagia di La Beneamata. Lukaku tetap akan bertahan sekalipun Inter berganti pelatih.
Kala itu, Inter sedang mengalami gejolak finansial. Suning Group, pemilik Inter berusaha untuk memangkas pengeluaran. Hal itulah yang membuat Antonio Conte pergi. Simone Inzaghi pun masuk menggantikannya. Nah, Lukaku sudah berkomunikasi dengan calon pelatih baru tersebut.
Tentu saja janji ini membuat penggemar Inter lega. Karena setelah berganti pelatih, Inter akan menemui jalan yang tidak mudah dan mereka membutuhkan Lukaku. Tapi yang terjadi Lukaku malah pergi ke Chelsea. Ia berjanji bertahan di Inter pada Juni 2021 dan merapat ke Chelsea pada Agustus di tahun yang sama.
No discussions took place in May for Romelu Lukaku between Chelsea and Inter despite reports. It will happen after the UCL final. 🚨🔵 #CFC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 1, 2023
Understand Lukaku’s priority remains to stay at Inter next season. Up to the two clubs. But no decision before June 11. pic.twitter.com/4ZfnkHsdpl
Ia diboyong dengan biaya 113 juta euro (Rp1,9 triliun). Big Rom mengaku senang bisa membela Chelsea lagi. Namun, belum genap setahun ia justru dipinjamkan ke Inter. Dan sekali lagi memberi harapan untuk para interisti. Di masa peminjaman itu, Lukaku berniat bertahan di Inter.
Namun, Inter tidak mempermanenkannya. Tapi bukan berarti Inter tak mau. Nerazzurri sudah menawarkan kontrak baru, tapi Lukaku diam-diam malah melakukan pembicaraan transfer dengan Juventus. Ia pun dipulangkan ke Chelsea dan di sinilah ia kembali bikin ulah lewat wawancara kontroversialnya.
Sol Campbell
Sol Campbell adalah bintang Tottenham Hotspur era 1990-an hingga medio 2000-an awal. Ia telah memikat hati fans Spurs lewat penampilannya. Atas kecintaan para fans, Campbell pun berjanji tidak akan pergi ke klub rival. Waktu itu, Arsenal adalah rival dari Tottenham Hotspur di London Utara.
🗓️#OTD in 2001.
— Now Football (@Now_FootbaIl) July 3, 2018
Tottenham Hotspur fans were left with a deep feeling of betrayal when Sol Campbell leaves the club to join arch-rivals Arsenal on a free transfer.#AFC pic.twitter.com/icDDgfn9Wp
Namun, tahun 2001, Campbell justru mengingkari janjinya. Ia beralasan bahwa The Gunners memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih gelar. Selain itu, Arsenal telah berjanji dengan tegas akan mendukungnya. Tentu saja hal ini membuat marah para pendukung Tottenham Hotspur.
Apalagi bukan di Spurs ia meraih gelar Liga Inggris, melainkan di Arsenal. Alhasil ketika ia kembali ke White Hart Lane untuk melawan mantan timnya, Campbell disambut dengan sambutan yang penuh dendam. Ia bahkan disebut “Judas” oleh penggemar Tottenham Hotspur.
Sumber: Mirror, EuroSport, ThisIsAnfield, DailyStar, Goal, TheGuardian, FootballTransfers, FourFourTwo


