Kemenangan back to back lawan Vietnam memang jadi pencapaian yang layak untuk dirayakan. Namun, itu masih biasa-biasa saja bagi sebagian orang yang tak mendukung proyek naturalisasi. Bahkan ada pengamat sepakbola yang menahan diri untuk tidak berselebrasi saat Skuad Garuda membobol gawang Filip Nguyen sebanyak tiga kali.
Meski diterpa banyak kritik, PSSI tetap bergeming. Bersama jajaran tim kepelatihan, mereka justru menyiapkan beberapa nama baru untuk segera dinaturalisasi. Siapa saja mereka? Sebelum kita spill satu per satu bisa kali subscribe dan nyalakan lonceng agar tidak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven Story.
Daftar Isi
Ole Romeny
PSSI sadar betul bahwa Timnas Indonesia sudah kebanyakan pemain belakang berkualitas. Oleh karena itu, mereka dikabarkan sedang mencari nama-nama striker yang kemungkinan besar bisa dinaturalisasi. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Ole Romeny. Pemain yang kini membela FC Utrecht.
Meski lahir di Belanda, Ole memiliki darah Indonesia dari sang ibu. Kabarnya, nenek dari ibunya merupakan kelahiran Medan, Sumatera Utara. Musim ini, Ole sudah mengantongi 15 pertandingan bersama Utrecht. Kendati belum menjadi pilihan utama di timnya, tapi Ole tergolong punya menit bermain yang relatif tinggi sebagai pemain muda.
Saat ini Timnas Indonesia masih membutuhkan sosok penyerang tengah yang bisa diandalkan sebagai goal getter. Sementara pemain depan yang tersedia seperti Hokky Caraka hingga Dimas Drajad, agaknya belum bisa memenuhi ekspektasi Shin Tae-yong. Maka dari itu, Ole Romney bisa jadi solusi. Sayangnya, ia dikabarkan masih ragu untuk memilih Indonesia.
Calvin Verdonk
Pemain selanjutnya adalah Calvin Verdonk. Pemain belakang versatile tersebut mengaku sedang dalam tahap perpindahan kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia. Kabarnya, pemain berusia 27 tahun itu memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Tanjung Meulaboh, Aceh.
Lahir di Belanda, Calvin merupakan lulusan akademi Feyenoord. Ia sempat menembus skuad utama dan menandatangani kontrak profesional pada tahun 2014. Namun, karirnya di Feyenoord tak terlalu mujur. Ia hanya jadi pemain yang dipinjamkan ke beberapa klub seperti PEC Zwolle, FC Twente, dan akhirnya bergabung dengan NEC Nijmegen pada tahun 2022.
Musim ini Calvin menjadi andalan NEC Nijmegen di semua kompetisi. Posisinya sebagai bek kiri tak tergantikan. Hingga narasi ini ditulis, Calvin telah mengantongi 27 penampilan dan mencatatkan dua gol serta dua assist di Eredivisie. Menariknya, dua gol Verdonk tercipta melalui tendangan bebas yang membuatnya disama-samakan dengan Alex Grimaldo-nya Bayer Leverkusen.
Jaïro Riedewald
Di sektor tengah, PSSI telah mengantongi satu nama pemain Grade A yang menyatakan siap dinaturalisasi. Tak tanggung-tanggung, pemain tersebut berkarir di Liga Inggris, bersama Crystal Palace. Ya, pemain yang sedang kita bicarakan adalah Jairo Riedewald. Kabarnya, mantan pemain Ajax itu memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Manado.
Gelandang Crystal Palace itu dikabarkan tertarik untuk memperkuat Timnas Indonesia. Informasi ini diungkapkan oleh eks Exco PSSI, Hasani Abdulgani yang sebelumnya telah sukses mengurus proses naturalisasi para pemain lain seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama.
Namun jika PSSI benar-benar ingin menaturalisasi Jairo, kemungkinan mereka akan menemui jalan yang terjal. Minimal, prosesnya akan lama lantaran melewati Pengadilan Arbitrase Olahraga terlebih dahulu. Itu karena Jairo tercatat pernah membela Timnas Belanda di ajang Kualifikasi EURO tahun 2015. Maka dari itu, PSSI belum berani berbicara banyak soal kemajuan proses naturalisasi Jairo.
Jens Raven
Selain Ole Romeny, PSSI juga sudah mengantongi nama striker lain, yakni Jens Raven. pemain Dordrecht U-21 ini merupakan pesepakbola yang memiliki darah keturunan asal Yogyakarta. Riwayat ini berasal dari neneknya yang dikabarkan lahir di Kota Gudeg tersebut. Raven sendiri berposisi sebagai striker. Ia dianggap sebagai pemain yang cukup potensial.
Raven bahkan sudah bertemu langsung dengan Shin Tae-yong. Momen tersebut terjadi kala ADO Den Haag U-21 menghadapi Dordrecht U-21 beberapa bulan lalu. Dalam pertandingan di ajang Divisie 2 atau kompetisi U-21 di Belanda ini pula, Jans Raven berduel dengan striker Timnas Indonesia, Rafael Struick.
Di usia Raven yang masih 18 tahun, ia memiliki postur tubuh yang sangat baik. Menurut situs Transfermarkt, Raven memiliki tinggi 189 cm. Itu masih bisa bertambah lagi mengingat dirinya masih dalam usia pertumbuhan. Performanya di Dordrecht juga oke. Dari 16 pertandingan di semua kompetisi, Raven sudah mencetak enam gol. Karena usianya yang masih muda, ia dapat diproyeksikan menjadi striker Timnas Indonesia di masa depan.
Tristan Gooijer
Selanjutnya dari klub raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam. Salah satu klub tersukses di Belanda itu memiliki pemain keturunan Indonesia dalam diri Tristan Gooijer. Sama halnya dengan Jens Raven, usia Tristan masih muda, yakni 19 tahun. Meski demikian, dirinya sudah menembus skuad utama Ajax Amsterdam.
Musim ini, pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu sudah mengemas delapan caps Eredivisie serta mencatatkan satu assist. Maka dari itu, penampilannya di skuad utama telah menarik perhatian PSSI. Saat berbincang dengan konten kreator Yussa Nugraha, Tristan sebenarnya tertarik dengan Indonesia, apalagi ada banyak kenalannya yang membela Skuad Garuda.
Tristan yang memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Maluku telah beberapa kali melakukan kontak dengan Indonesia. Tapi Tristan tak kunjung memberikan kepastian apakah dirinya akan segera memulai proses naturalisasi atau tidak. Itu karena keluarganya belum memberikan lampu hijau. Meski demikian, nama Tristan masih ada dalam daftar calon pemain naturalisasi.
Kevin Diks
Pemain berikutnya adalah Kevin Diks Bakarbessy. Pemain yang satu ini sebetulnya sudah lama diinginkan oleh Shin Tae-yong. Kevin bahkan telah membuktikan garis keturunannya kepada PSSI. Bek kanan Copenhagen tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Maluku.
Nama Bakarbessy sendiri merupakan salah satu marga di Ambon. Oleh karena itu, sangat mungkin baginya untuk membela Indonesia. Kevin sebetulnya hampir dinaturalisasi pada tahun 2022. Namun, prosesnya mandek lantaran tak mendapat restu dari orang tuanya karena Indonesia hanya mengenal paspor tunggal, bukan dwi-kewarganegaraan seperti Belanda.
Pasca batalnya proses naturalisasi, Kevin kian moncer bersama Copenhagen. Musim ini saja ia berhasil mengantarkan klubnya mencapai babak 16 besar Liga Champions. Nah, akhir-akhir ini namanya mulai kembali dibicarakan. Kabarnya, Kevin masih mempunyai niat yang kuat untuk membela Timnas Indonesia. Ia bahkan dengan percaya diri memasang bendera Indonesia di bio Instagramnya.
Mees Hilgers
Sama halnya dengan Kevin Diks, Mees Hilgers sebelumnya juga pernah masuk radar PSSI dan Shin Tae-yong. Namun, prosesnya dihentikan lantaran tak mendapat izin dari kedua orang tua. Meski lahir di Amersfoort, Belanda, Hilgers punya garis keturunan Indonesia dari ibunya yang berdarah Manado, Sulawesi Utara.
Menjadi bek utama FC Twente, Hilgers belum menutup kemungkinan untuk membela Timnas Indonesia suatu saat nanti. Melalui RTV Oost, Hilgers mengaku masih menjaga hubungan baik dengan Indonesia. Namun, ia tak mau terburu-buru untuk menentukan karir internasionalnya.
Hilgers merasa sedang dalam performa terbaik bersama Twente. Ia membantu timnya bersaing di papan atas Eredivisie musim 2023/24. Meski begitu, peluang Hilgers untuk membela Timnas Belanda cukup kecil karena banyaknya stok pemain belakang top yang dimiliki De Oranje.
Selain nama-nama diatas, masih banyak pemain keturunan yang sudah terpantau oleh PSSI. Contohnya seperti Jenson Seelt di Sunderland dan Million Manhoef di Stoke City. Namun, keduanya belum melakukan kontak langsung dengan PSSI. Kira-kira siapa lagi nih yang bakal nyusul Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye?
Sumber: Tirto, CNN, Suara, Bola, Garuda Sport


