Meski dicap sebagai liga yang membosankan, tak dapat dipungkiri Bundesliga juga kerap menghasilkan banyak pemain-pemain berbakat. Tak sedikit dari mereka yang diekspor ke Liga Inggris dan menuai kesuksesan di sana.
Di sisi lain klub Liga Inggris kerap menjadikan Bundesliga sebagai ladang mencari pemain potensial. Yang terbaru adalah kepindahan Erling Haaland dari Borussia Dortmund ke Manchester City. Haaland menjadi pemain Bundesliga kesekian yang merapat ke Premier League.
Jika Haaland belum kelihatan kiprahnya di Liga Inggris, nama-nama berikut ini sudah lebih dulu mencecap kesuksesan di Inggris. Nah, berikut ini adalah pemain jebolan Bundesliga yang meraih sukses di Liga Inggris. Siapa saja mereka?
Daftar Isi
Michael Ballack
Pria yang mendapat julukan Tuan Runner-up sejatinya memiliki kualitas yang mumpuni untuk ia tawarkan ke klub mana pun. Hebatnya, ke mana saja Ballack berlabuh, ia mampu menaikkan level lini tengah tim yang ia bela. Usai tak lagi berseragam Bayern Munchen, Ballack hengkang ke Chelsea tahun 2006.
📆 15 April 2007
🆚Blackburn RoversGol @Ballack pada babak extra-time mengantarkan Chelsea ke partai puncak Piala FA 2007! 🙌pic.twitter.com/uFIbB672Qi
— Chelsea FC Indonesia (@chelseafc_indo) April 15, 2020
Di antara beberapa gelandang hebat milik Chelsea, Ballack unggul dalam menyeimbangkan kekuatan fisik dan kontrol bola. Distribusi bola dan naluri mencetak golnya juga oke, hal itu dibuktikan dengan catatan 25 gol dan 25 assist selama 4 musim berseragam The Blues. Selain itu Ballack juga mampu meraih satu gelar Liga Inggris, tiga Piala FA, dan satu Piala Liga bersama Chelsea.
Edin Dzeko
Nama Edin Dzeko melambung saat bermain untuk Wolfsburg. Capaian golnya konsisten. Di musim kedua dan ketiga, ia masing-masing mencetak 36 dan 29 gol. Performa impresif yang ditunjukan Dzeko membuatnya direkrut Manchester City pada pertengahan musim 2010/2011.
Berbekal postur tubuh yang tinggi dan positioning yang bagus, Dzeko menjadi andalan di lini depan bersama Sergio Aguero. Mungkin perannya tertutup oleh gacornya Aguero, tapi Dzeko kerap muncul sebagai pencetak gol-gol krusial saat dibutuhkan. Ia juga menjadi supersub terbaik yang pernah dimiliki City.
Selama berseragam City, Dzeko mencetak 72 gol dan 38 assist dalam 189 penampilan. Seiring meningkatnya kekuatan City, Dzeko juga berhasil meraih dua trofi Premier League, satu Piala FA, dan satu Piala Liga.
Pierre-Emerick Aubameyang
Aubameyang menarik perhatian Arsenal setelah mencetak 141 gol dalam 212 penampilan bersama De Borussen. Selain itu ia juga berhasil membawa Dortmund menjuarai dua Piala Super Jerman berturut-turut pada tahun 2014 dan 2015, serta menyelesaikan musim 2016/2017 sebagai pencetak gol terbanyak Bundesliga dengan 31 gol.
Penampilan luar biasanya itu membuat Arsenal berani mengeluarkan 63 juta euro (Rp952 miliar) untuk memboyong Aubameyang ke Emirates Stadium pada Januari 2018. Keputusan The Gunners itu tepat. Bersama Arsenal, Auba berhasil mempertahankan ketajamannya.
On day after Chadwick Boseman’s tragic passing, fitting first goal of English Men’s Season scored by Aubameyang, the Arsenal goal machine who once celebrated a brace by donning a Black Panther mask. Today’s Wakanda Forever celebration a poignant tribute 🙌pic.twitter.com/LbIhbsjXy4
— roger bennett (@rogbennett) August 29, 2020
Aubameyang meraih Golden Boot Premier League di musim penuh pertamanya. Selain itu, selama berseragam Arsenal, ia telah mengemas 92 gol dalam 163 pertandingan. Sayangnya, pemain Timnas Gabon itu hanya meraih satu trofi Piala FA 2019/2020, dan Community Shield 2020.
Roberto Firmino
Didatangkan dari Hoffenheim pada 2015, Roberto Firmino merupakan salah satu pemain penting The Reds dari era Jurgen Klopp. Firmino bukan ujung tombak murni seperti Luis Suarez atau Fernando Torres, tapi Firmino lebih diandalkan sebagai pelayan bagi lini depan Liverpool.
Potensi Firmino makin keluar setelah Liverpool kedatangan Mohamed Salah dan Sadio Mane. Terbukti Klopp pada akhirnya membuat Firmino sebagai otak di balik lini serang The Reds. Firmino menjadi sosok striker dermawan yang sekarang sudah langka.
Kemampuan mencetak gol dan assist-nya juga berimbang, Firmino telah mencetak 98 gol dan 74 assist dalam 327 penampilannya. Ia juga tergabung dalam skuad yang mengakhiri puasa gelar Liverpool selama 30 tahun lamanya. Kini ia telah mengantongi masing-masing satu gelar Premier League, Liga Champions, Super Eropa, Piala Liga dan FA Cup.
Vincent Kompany
Vincent Kompany jadi salah satu wajah baru yang mengawali era baru Manchester City. Didatangkan dari Hamburg pada tahun 2008, Kompany berkembang menjadi palang pintu yang kokoh di pertahanan City. Kompany bahkan menjabat sebagai kapten tim dalam beberapa tahun dominasi City di Liga Inggris.
Kapten Vincent Kompany akhirnya mengangkat trophy kedua dalam 3 tahun pic.twitter.com/wtR0U4ZIl9
— The Footballicious © (@footballicious) May 12, 2014
Setelah membela Manchester City dalam kurun waktu 10 tahun lebih, Vincent Kompany kini dikenal sebagai legenda klub dengan mengoleksi 358 penampilan di semua kompetisi. Ia juga berperan penting dalam perjalanan klub menuju kesuksesan dan mendominasi sepakbola Inggris.
Torehan gelarnya juga bukan main, mantan bek Timnas Belgia itu telah mengantongi 4 gelar Premier League, 4 gelar Piala Liga, dan 2 FA Cup. Jadi wajar saja apabila Manchester City mendirikan patung Kompany di depan Etihad Stadium.
Ilkay Gundogan
Ilkay Gundogan menjadi rekrutan pertama Pep Guardiola di Etihad Stadium. Saat itu, City menebusnya dari Dortmund dengan bandrol 27 juta euro atau sekitar Rp408 miliar. Selama membela The Citizens, Gundogan telah mengumpulkan 49 gol serta 33 assist dalam 251 penampilan di semua kompetisi.
Di awal kedatangan Ilkay Gundogan ke Manchester City pada Juni 2016, banyak yang meragukan kemampuannya, lantaran ia selalu berkutat dengan cedera sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang perawatan ketimbang menunjukan aksinya di lapangan.
Namun, musim 2020/2021 Gundogan mengambil peran penting dalam pencapaian gelar Manchester City. Gundogan mencetak 17 gol di semua kompetisi dan itu jadi statistik gol terbaik Gundogan selama hidupnya. Sejauh ini, pencapaian gelarnya pun luar biasa. Ia hampir menyamai torehan gelar Vincent Kompany dengan meraih 4 gelar Liga Inggris, 4 Piala Liga dan 1 FA Cup.
Son Heung-min
Spurs membayar 22 juta pound atau sekitar Rp309 miliar kepada Bayer Leverkusen pada 2015 untuk mendatangkan Son Heung-min. Transfer tersebut awalnya menimbulkan pertanyaan, mengingat uang transfer tersebut menjadikan Son sebagai pemain Asia termahal sepanjang sejarah.
Namun, keputusan yang diambil Spurs terbukti tepat. Selama berseragam Spurs, Son berhasil mencetak 131 gol dalam 324 penampilan. Ia bahkan menjadi top skorer Premier League musim 2021/2022 dengan mencetak 21 gol.
Happy birthday to one of the nicest men in football, Son Heung-Min!
Here is the birthday boy arriving back in his home country to a hero’s welcome after winning last season’s Golden Boot… 🎂⭐#THFCpic.twitter.com/9GJJVyhPcO
— BettingOdds (@BettingOddsUK) July 8, 2022
Apabila melihat performa Son dalam beberapa tahun terakhir, 22 juta pound yang dikeluarkan Spurs relatif murah. Meskipun belum berhasil menyumbangkan satu gelar pun untuk Spurs, Son tetap jebolan Bundesliga yang berhasil moncer di Liga Inggris.
Kevin De Bruyne
Setelah dibuang Chelsea, Kevin De Bruyne memutuskan bermain untuk Wolfsburg. Kepindahan tersebut memperlihatkan kemampuan De Bruyne yang sebenarnya. Bersama Wolfsburg ia mampu memberikan dua trofi domestik yang sekaligus membuat namanya kembali disorot.
Performa apik De Bruyne membuat City datang mengontraknya. Wolfsburg pun untung karena menjual De Bruyne senilai 76 juta euro (Rp1,1 triliun) ke Manchester City, padahal mereka hanya mendapatkan sang pemain hanya dengan 22 juta euro (Rp309 miliar).
Paul Merson selaku pengamat sepakbola Inggris pernah berkata bahwa De Bruyne tak pantas dihargai segitu. Namun, pemain Timnas Belgia itu membuktikan bahwa apa yang dikatakan Paul salah. Ia mencetak 82 gol dan memberikan 121 assist dalam 306 penampilan untuk City.
Selain itu ia juga membantu Manchester City dalam meraih 4 gelar Liga Inggris, dan 5 Piala Liga. De Bruyne juga dua kali menjadi pemain terbaik Liga Inggris musim 2019/2020 dan 2021/2022.
https://youtu.be/8DbPfXfG7FU
Sumber Referensi: Planetfootball, Ligalaga, Sportskeeda, Footballfaithfull


