Pemain Indonesia Harus Tiru! Kisah Perjuangan Shinji Kagawa

spot_img

Meski libur lebaran masih lama, budaya balik kampung sudah marak di kalangan pesepakbola Indonesia yang tengah abroad. Alih-alih pulang karena ingin membela tim nasional, beberapa dari mereka pulang justru untuk bergabung dengan klub Liga Indonesia. Padahal, kondisi liga sedang.. ah sudahlah.

Adalah Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang memilih pulang. Egy terlebih dahulu diumumkan bergabung dengan Dewa United, sedangkan Witan menyusul dengan bergabung Persija. Cukup aneh melihat pemain yang dulu menggembar-gemborkan harus berkarir di luar negeri, tapi sekarang udah balik kampung saja. Padahal umurnya masih sangat produktif.

Bukan hanya untuk Witan dan Egy, barangkali untuk semua pemain-pemain Indonesia seharusnya bisa mencontoh pemain-pemain Jepang yang pantang menyerah memperjuangkan karirnya di Eropa. Di era modern, Shinji Kagawa barangkali jadi pemain yang perjuangannya patut dicontoh oleh para pemain muda Indonesia. Ia baru pulang ke Jepang setelah 13 tahun lamanya berkarir di Eropa.

Berawal dari Liga Jepang

Shinji Kagawa merupakan salah satu pemain yang menjadi percontohan bagi generasi-generasi muda pemain Jepang. Pemain kelahiran Kobe, prefektur Hyogo, Jepang ini memulai karirnya bersama tim muda FC Miyagi Barcelona, sebuah klub amatir di daerah Sendai. 

Pada usia 16 tahun, Kagawa diundang untuk memperkuat tim pilihan yang sudah di seleksi ketat untuk melawan timnas Jepang U-18. Dalam pertandingan persahabatan tersebut, Kagawa menjadi pemain yang paling aktif sehingga menarik perhatian beberapa klub profesional Liga Jepang.

Dari situlah akhirnya Kagawa direkrut oleh Cerezo Osaka pada tahun 2006. Kagawa menjadi pemain Jepang pertama yang mendapatkan kontrak dari klub profesional meski belum lulus dari sekolah menengah atas. Empat tahun bermain untuk Cerezo, Kagawa terlibat dalam 127 pertandingan di semua ajang.

Pada tahun 2009, ia membantu tim untuk promosi ke kasta tertinggi dengan menjadi top skor Divisi 2 Liga Jepang dengan 27 gol. Itu pencapaian yang luar biasa, mengingat posisinya bukanlah striker murni. Berkat pencapaian itu pula namanya mendunia hingga terdengar sampai ke Liga Jerman.

Mencoba Peruntungan di Jerman

Pada musim panas 2010, Shinji Kagawa memberanikan diri untuk meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Jerman. Semua dilakukan demi mendapat pengembangan skill olah bola dan karir yang lebih oke daripada di Jepang. Akhirnya di usianya yang masih 21 tahun, Kagawa bergabung dengan raksasa Bundesliga, Borussia Dortmund.

Tentu Dortmund tak berharap banyak dari pemuda dari Asia seperti dirinya, tapi Kagawa adalah pemain yang menyukai tantangan. Berangkat ke Jerman bukan tanpa target, berbekal tekad yang kuat serta etos kerja yang tinggi, ia berjuang untuk bersaing dengan pemain-pemain Eropa yang notabene memiliki postur dan teknik jauh lebih baik darinya.

Usaha tak menghianati hasil. Kagawa punya caranya sendiri untuk memperkenalkan diri kepada publik Jerman. Di pekan keempat Bundesliga musim 2010/11, Dortmund bertandang ke markas Schalke. Di laga tersebut, Kagawa memborong dua gol sekaligus. Berkat golnya di laga Revierderby, Kagawa langsung menjadi idola baru para ultras Yellow Wall.

Dua musim pertama Kagawa di Signal Iduna Park bertepatan dengan dua tahun paling gemilang dalam sejarah klub. Kagawa tergabung dalam generasi emas Dortmund yang menggulingkan dominasi Bayern Munchen di Bundesliga. Pemain asal Jepang itu membantu tim menjuarai Bundesliga dua musim beruntun, yakni 2010/11 dan 2011/12.

Die Borussen jadi tempat pertama Kagawa membangun reputasi dan mengharumkan nama baik Jepang di negeri orang. Selama periode pertamanya berseragam kuning hitam, Kagawa mencetak 29 gol dalam 71 penampilan. Sebelum akhirnya terbang ke Inggris untuk mencari tantangan baru bersama Manchester United.

Kisah Singkat di Manchester

Sir Alex Ferguson yang kala itu sampai terbang ke Jerman untuk menonton sendiri bagaimana Kagawa beraksi, langsung kesemsem. Kala itu, Fergie yang melihat Kagawa berhasil membuat pertahanan Bayern Munchen kalang kabut langsung mendatangkannya di bursa transfer musim panas tahun 2012.

Kagawa yang sudah dari awal membuat Fergie demen tak perlu waktu lama untuk menembus skuad utama Manchester United. Ia bahkan mengalahkan nama-nama lawas macam Tom Cleverley dan Paul Scholes. Sempat mengalami cedera parah di lututnya, Kagawa bangkit dan mencatatkan penampilan menawan kontra Norwich City.

Bermain di hadapan publik sendiri, Kagawa menjadikan rumput Old Trafford bak lantai dansa. Bukan hanya satu atau dua gol saja, Kagawa bahkan mencetak hattrick yang menawan di laga tersebut.

Hattrick-nya itu melengkapi kemenangan telak 4-0 United atas Canaries. Di akhir musim, Kagawa berhasil membantu United meraih gelar Liga Inggris. Itu jadi gelar terakhir Sir Alex Ferguson, sekaligus gelar Premier League terakhir bagi United.

Terbuang

Seiring kepergian Sir Alex Ferguson, Kagawa cukup kesulitan mendapat kepercayaan dari manajer baru. Menit bermainnya mulai menurun dan akhirnya tersingkir dari skuad utama. Apalagi United era David Moyes telah mendatangkan Juan Mata, yang mana posisinya hampir sama dengan Kagawa.

Demi mendapat menit bermain, mantan punggawa Timnas Jepang itu akhirnya balik ke Dortmund di tahun 2014. Kembali bekerjasama dengan Jurgen Klopp, perlahan Kagawa mulai kembali ke performa terbaiknya. Kagawa bahkan sempat menghadirkan satu trofi lagi yakni DFB Pokal musim 2016/17.

Namun, pergantian pelatih ke tangan Thomas Tuchel membuat Kagawa kembali tersisih. Meski demikian, ia yakin kalau dirinya masih layak berkompetisi di Eropa. Setelah diskusi panjang, Kagawa pun menerima tawaran dari Besiktas yang ingin meminjamnya. Meski mencetak brace di laga debut, ternyata ia tak menjadi pilihan utama di Besiktas.

Tapi Belum Menyerah

Setelah menjalani masa peminjaman yang cukup buruk, Kagawa kembali ke Dortmund. Namun, mereka enggan bekerja sama lagi dengannya. Kagawa yang merasa sudah habis di Jerman akhirnya mencari kesempatan lain di klub Liga Spanyol, Real Zaragoza pada tahun 2019. 

Penurunan performa sudah tak terelakan lagi. Riwayat cedera dan usia jadi permasalahan utama Kagawa di Spanyol. Hanya bertahan semusim Kagawa ditendang begitu saja. Setelah dilepas Zaragoza, Kagawa cukup kesulitan untuk menemukan klub baru. Meski demikian, ia masih bertekad untuk berkarir di Eropa. Kagawa menekan agensinya, UDN Sports untuk bekerja lebih keras dalam mencari klub yang mau menampungnya.

Setelah sempat nganggur empat bulan, Kagawa dikontrak satu setengah tahun oleh klub Yunani, PAOK Salonika pada Januari 2021. Di musim kedua, karena ia tidak menjadi bagian dari rencana Răzvan Lucescu, Kagawa pun memutus kontraknya. Bersama PAOK, Kagawa hanya tampil sebanyak 12 kali.

Kagawa Homecoming 

Kegagalan di Yunani tak membuat Kagawa patah semangat. Ia masih mencoba untuk menghidupkan kembali karirnya di Liga Belgia bersama Sint-Truiden. Berada di penghujung karir, Kagawa tetap dengan tegas mengatakan, “Saya telah membuat keputusan untuk datang dengan tekad yang kuat.” Kagawa tetaplah Kagawa, pemain dengan segudang ambisi yang hebat.

Hanya bertahan semusim, akhirnya Kagawa merasa cukup dengan petualangannya. Di usianya yang sudah menginjak 33 tahun, Kagawa menyepakati kontrak dengan klub masa kecilnya Cerezo Osaka pada Januari kemarin. Kagawa pulang bukan dengan tangan kosong. Ia membawa banyak oleh-oleh berupa pengalaman yang siap dibagi kepada generasi berikutnya.

Sumber: ESPN, Japan Times, Bundesliga, Sporting News, The Sun

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru