Hitung Mundur Kehancuran Karier Paul Pogba

spot_img

Entah dosa apa yang diperbuat Paul Pogba sehingga tak kunjung bermain di Juventus. Semenjak musim bergulir, Pogba belum menjalani debutnya di Juventus. Terakhir hanya di laga pra-musim. Padahal Pogba adalah pemain yang luar biasa.

Di mana ia berpijak, di situ sebuah tim pasti akan memiliki trofi. Bahkan di Timnas Prancis pun demikian. Ketika Pogba bermain, Les Bleus meraih trofi Piala Dunia. Di level klub saat membela Juventus maupun Manchester United, Pogba telah memberikan sumbangsih trofi yang tak sedikit.

Namun, belakangan ini Pogba seolah hilang dari belantika sepak bola Eropa. Ia terlalu lama menepi. Hal itu bahkan membuat Pogba pada gilirannya tinggal menunggu waktu saja kehilangan kariernya.

Kasus Pogmentary

Tiada maksud untuk mendoakan Paul Pogba supaya mengalami kehancuran karier yang signifikan. Tapi melihat sepak terjang pemain Prancis itu memang mengarah ke sana. Pogba beberapa kali terlibat masalah. Kalau bukan terseret orang lain, ia sendiri yang menciptakan masalah.

Masih ingat dengan kasus film dokumenter The Pogmentary? Film dokumenter yang sejatinya lebih cocok kita sebut serial itu lebih banyak berisi pernyataan Paul Pogba dan agennya, eh tidak, mantan agennya, Mino Raiola. Serta Rafaela Pimenta, pengacara sekaligus agen baru Pogba.

Memang tidak baik membicarakan seseorang yang telah meninggal dunia. Namun, dalam kasus The Pogmentary, Mino Raiola juga berperan. Obrolan Pogba bersama agennya dalam serial itu menimbulkan kontroversi. Pogba memang menceritakan masa-masa indahnya di Manchester United.

Akan tetapi, pernyataan-pernyataan yang muncul di setiap segmen film, yang ternyata lebih banyak daripada video Pogba bermain bola itu, justru menyudutkan Manchester United. Pogba merasa sudah menaruh hatinya pada United, tapi klub tak peduli padanya.

Pogba menilai United tidak serius menangani kontraknya. Pemain kelahiran Lagny-sur-Marne, Prancis juga menyebut United tak memperlihatkan simpati ketika sang pemain menderita cedera. Sontak hal itu menimbulkan reaksi negatif dari banyak orang.

The Pogmentary, alih-alih bersikap netral justru memihak pada Pogba. United dalam hal ini seperti diserang oleh Pogba. Mantan striker Leeds, Noel Whelan mengkritik kesombongannya itu dalam The Pgmentary. Seorang jurnalis dari Inggris, Tyrone Marshall juga mengatakan The Pogmentary adalah film yang buruk.

Kasus Pemerasan dengan Kakaknya

Omongannya di The Pogmentary menyeret Pogba ke hubungan yang makin renggang dengan Manchester United. Sampai ia pun akhirnya hengkang ke Juventus. Namun, masalah Paul Pogba bukan hanya itu. Sebagaimana namanya, Paul Labile Pogba, penampilannya juga labil selama masa-masa akhir di MU.

Masalah lainnya, Pogba terlibat kasus pemerasan yang ironi. Sebab pelaku pemerasan tiada lain adalah kakak kandungnya sendiri. Kakak yang selama ini melindungi Pogba justru bertindak di luar dugaan.

Kakak Pogba, Mathias yang ternyata berkomplot dengan kelompok kejahatan terorganisir mencoba memeras Paul Pogba. Mathias beserta kelompoknya mengancam akan menyebarkan sesuatu yang negatif tentang Pogba. Mereka mengatakan ada banyak hal yang tidak diketahui orang tentang bintang Juventus, termasuk tentu saja yang bernada negatif.

Salah satunya Mathias menuding Pogba memakai guna-guna untuk mencelakai Kylian Mbappe. Belakangan diketahui motif sang kakak melakukan pemerasan karena Pogba tidak menyokongnya dengan finansial. Kelompok Mathias menginginkan uang 11 juta poundsterling (Rp190 miliar) dan itu diabaikan Pogba.

Pogba Mengaku Menggunakan Dukun

Kasus itu lambat laun lenyap. Namun, Paul Pogba yang barangkali dalam agamanya sudah diajarkan agar selalu berprasangka baik mengatakan, bahwa kakaknya mungkin saja melakukan itu karena tekanan dari gangster. Di sisi lain, Pogba juga tidak menampik memakai jasa dukun.

Melansir laporan Marca, Pogba mengaku memang menggunakan jasa juru mantra. Namun bukan untuk mencelakai Kylian Mbappe, melainkan untuk membantu asosiasi kemanusiaan. Tak usah bertanya, asosiasi kemanusiaan kok lewat dukun? Itu urusan Pogba, kita yang keponakannya saja bukan, tak perlu tahu lebih jauh.

Dalam laporan itu, Pogba juga sudah dua kali mengganti nomor untuk menghindari sang pemeras. Tapi gagal dan akhirnya menyerahkan uang 98 ribu euro (Rp1,6 miliar) ke pemeras. Malangnya masalah Pogba tidak berhenti sampai di situ.

Cedera dan Tak Ikut Piala Dunia 2022

Jelang Piala Dunia 2022, Pogba menderita cedera meniskus serius pada akhir Juli 2022. Ia sempat mengira cederanya itu bukan masalah. Paling-paling cuma butuh waktu sebentar untuk memulihkannya. Pogba merasa menjalani terapi dasar saja sudah cukup.

Ia bertekad untuk tampil di Piala Dunia 2022 yang bergulir di penghujung tahun. Namun lututnya tak merespons. Cedera Pogba makin fatal. Apalagi sang pemain sempat menolak untuk melakukan operasi. Bisa jadi Pogba memang penganut tawakal garis keras.

Padahal jalur operasi merupakan ikhtiar supaya Pogba bisa pulih seperti sedia kala. Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved berkata demikian. Menurut Nedved, pihak Juve sudah menyarankan Pogba untuk masuk meja operasi. Tapi pihak Bianconeri gagal meyakinkannya. Pogba pun harus melewatkan Piala Dunia.

“Kami ingin ia (Pogba) menjalani operasi. Tapi ia memilih terapi konservatif. Cederanya kambuh lagi dan akhirnya mau dioperasi,” kata Pavel Nedved dikutip 90Min.

Cedera Lagi!

Setelah berbulan-bulan diterpa cedera, Pogba bisa kembali ke latihan Juventus pada Januari 2023 lalu. Ia mengikuti pemanasan sebelum pertandingan melawan AC Monza di Serie A. Namun dasar untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, saat sesi latihan Pogba melambaikan tangan.

Ia menyerah. Bukan karena melihat sosok genderuwo, melainkan kakinya kembali bermasalah pada sesi latihan itu. Paul Pogba mengalami cedera fleksor. Ia terpaksa mengubur dalam-dalam hasratnya untuk debut dan masuk skuad Juventus untuk Liga Eropa.

Massimiliano Allegri pun harus menambah stok puyernya karena Pogba cedera lagi. Allegri tak bisa sembarangan menurunkannya. Ia tak mau mengambil resiko dengan memainkan Paul Pogba.

Bagaimanapun sang pemain mestilah pulih betul terlebih dahulu. Dengan kata lain, Pogba masih belum bermain untuk Juventus. Terakhir Pogba hanya bermain di laga pramusim kala Juventus menghadapi tim Meksiko, Guadalajara.

Ancaman Putus Kontrak dari Juventus

Sudah jatuh tertimpa besi cor. Pogba yang tengah menghadapi ketidakpastian soal cederanya juga harus menghadapi ketidakpastian lain. Juventus yang geram lantaran Pogba tak kunjung tersedia mulai berpikir untuk menyingkirkannya.

Dilansir La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Sportbible, pihak La Vecchia Signora mulai jengah dengan cedera kambuhan Pogba. Juventus pun membuka opsi untuk menjual sang pemain. Walaupun Pogba masih terikat kontrak hingga 2026 mendatang.

Tidak sampai di situ. Pihak Juventus juga tak segan untuk memutus kontrak Paul Pogba. Bianconeri sepertinya tak mau lama-lama memelihara pemain yang gampang cedera itu. Meski belakangan ia dikabarkan membaik.

Namun itu tidak menutup kemungkinan Juventus masih ingin menjualnya. Dan kalau itu terjadi, Juve nggak rugi-rugi amat. Toh Juventus juga mendatangkan Pogba secara gratis. Nah, apakah mungkin ini adalah pertanda paling nyata karier Paul Pogba akan segera hancur?

https://youtu.be/2VoeYHdjOr0

Sumber: 90Min, BlackWhiteReadAllOver, Goal, Mirror, TheAthletic, Marca, Mainstand, Sportbible

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru