Gokil! MU Selalu Raih Trofi Ketika Lawan Klub Medioker

spot_img

Wembley 26 Februari 2023 akan jadi saksi Manchester United apakah akan kembali merengkuh trofi yang sudah lama mereka idam-idam kan sejak 2017 silam.

Jika melihat lagi ke belakang, ternyata Red Devils terakhir kali merengkuh trofi di kancah domestik adalah kala mengalahkan klub-klub medioker. Artinya bukanlah tim kategori Big Six yang mereka kalahkan di final.

Trofi Domestik Pertama Ferguson Dari Tim Medioker

Namun jauh sejak zaman kepemimpinan Sir Alex Ferguson, banyak juga trofi MU yang diraih dari tim medioker, baik itu FA Cup, League Cup, maupun Community Shield.

Dan asal tahu saja, pada masa awal Fergie melatih MU menggantikan Ron Atkinson, trofi yang diraihnya adalah berkat tim medioker, yakni Crystal Palace. Trofi domestik pertama Fergie itu adalah Piala FA musim 1989/90. Ketika itu, MU menang di final replay 1-0 atas Palace lewat gol Lee Martin.

Namun, jika dicatat selama masa pengabdian di Old Trafford, gelar yang diraih Fergie juga ternyata banyak diperoleh dari tim medioker.

Contohnya saja ketika melawan Newcastle di Final Piala FA 1999. Newcastle yang akan dihadapi MU nanti di Carabao Cup itu pernah ditenggelamkan pasukan Fergie di Wembley dengan skor 2-0 lewat gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.

Ada lagi momen kala meraih trofi di Wembley atas tim kejutan dari Championship Millwall pada Final Piala FA 2003/04. Skor telak 3-0 lewat brace Van Nistelrooy dan satu gol CR7 mampu membawa kembali Piala FA ke lemari Old Trafford.

Ferguson juga pernah menang menghadapi tim medioker macam Wigan Athletic di dua final yang berbeda di Wembley. Yakni pada Final Piala Liga 2005/06 dan Community Shield 2013. Era terakhir Fergie mengalahkan tim medioker di Wembley terjadi ketika musim 2009/10. Kala itu MU mengalahkan Aston Villa 2-1.

Juara Piala FA Mengalahkan Crystal Palace

Setelah era Fergie berakhir, trofi yang pertama kali diraih MU juga berasal dari klub medioker. Dan yang memperolehnya adalah meneer asal Belanda, Louis Van Gaal.

Perombakan skuad yang lebih muda dan fresh selama dua musim Van Gaal melatih, mampu sedikit mengubah arah klub setelah proyek gagal pelatih sebelumnya. Sebagai contoh peremajaan skuad yang sukses terlihat dari munculnya pemain macam Martial, Lingard, maupun Rashford.

Pembuktian para pemain muda ini terjadi ketika merengkuh trofi di Wembley. Tepatnya pada tanggal 21 Mei 2016. MU asuhan Van Gaal ditantang oleh pasukan dari London selatan, Crystal Palace.

Hanya melawan klub medioker, tentu MU banyak diunggulkan di partai ini ketimbang Palace. Namun Palace juga tergolong alot ketika itu di bawah asuhan Alan Pardew. Meskipun masuk final, Crystal Palace di Liga Inggris masih terseok. Mereka hanyalah klub medioker biasa yang finish di posisi 15.

Namun di Piala FA ini performa mereka berbeda. Bahkan jalannya pun lebih terjal daripada MU hingga sampai Wembley. Mereka harus menenggelamkan tim Big Six dulu macam Spurs di babak kelima.

Sementara MU langkahnya ke final terbilang ringan karena hanya berhadapan dengan tim macam Derby County, Sheffield, Shrewsbury Town, West Ham maupun Everton.

Tampil dengan kekuatan penuh, pasukan Pardew mampu merepotkan dengan menahan beberapa gempuran MU dan mampu mencuri gol terlebih dahulu lewat Jason Puncheon. Strategi Pardew memaksa MU kerja keras sampai laga dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu.

Adalah Lord Jesse Lingard yang berhasil keluar menjadi dewa penyelamat dengan menceploskan gol indah dengan tendangan voli yang spektakuler ke gawang Hennesey di menit 110.

Palace yang unggul jumlah pemain setelah Smalling terkena kartu merah pun tak sempat membuat gol penyeimbang. Wembley pun akhirnya memerah. Skor 2-1 adalah hasil akhir yang mengantarkan gelar piala FA yang terakhir kali diraih MU hingga sekarang.

Namun, justru kisah manis Setan Merah merengkuh kembali trofi itu dibalas dengan perlakuan tak mengenakkan bagi Van Gaal. Trofi itu malah mengantarkan Van Gaal berkemas lebih cepat keluar dari Old Trafford.

Dua musim meneer Belanda itu duduk di kursi pelatih MU. Satu trofi FA Cup itu tak cukup bagi publik MU. Karena di sisi lain, MU tak mampu diantarkannya ke kancah Liga Champions. Red Devils ketika itu harus puas finis di posisi ke-5 Liga Inggris, dan tersingkir di babak grup Liga Champions.

Juara Piala Liga Mengalahkan Southampton

Setelah era Van Gaal, terbitlah era Jose Mourinho yang dikenal bermental juara. Dan benar saja, hattrick gelar di musim pertamanya, yaitu 2016/17 menjadi bukti. Tapi kalau dilihat dari pencapaiannya di Liga Inggris musim itu, finisnya pun tak lebih baik dari Van Gaal, yakni hanya di peringkat 6.

Namun warisan trofi Van Gaal mampu dijaga oleh Mourinho. Kali ini di kancah domestik lainnya yakni Piala Liga dan Community Shield. Dan asal tahu saja, dua gelar di kancah domestik itu pun diraih juga dari tim berlabel medioker, yakni Leicester dan Southampton.

Di Piala Liga, langkah MU bersama Mourinho sangat berapi-api setelah Pogba dan kawan-kawan berhasil menenggelamkan tetangga berisiknya, City di era debutnya Pep Guardiola. Hal itu terjadi tepatnya di babak keempat Piala Liga.

Sedangkan lawannya di final yakni Southampton yang waktu itu diasuh Claude Puel. Perjalanan Soton musim itu terbilang berat, karena sedari awal mereka sudah ditinggal bintang mereka, Sadio Mane yang memilih hengkang ke Liverpool.

Masih bersama Van Dijk maupun Dusan Tadic, jalan Soton termasuk terjal sampai ke Wembley. Satu per satu ia harus mengandaskan tim Big Six macam Arsenal maupun Liverpool.

Minggu 26 Februari 2017, akhirnya tuah Wembley kembali bersahabat bagi MU. Kemenangan dengan skor ketat 3-2 mampu membawa kembali trofi ke lemari Old Trafford. Dua pemain MU yakni Lingard dan Ibrahimovic menjadi tokoh utama pencetak gol kemenangan MU ketika itu.

Kemenangan yang dituntaskan selama dua babak itu, akhirnya mampu kembali memerahkan seisi Stadion Wembley. Namun, tak hanya ketika itu saja Wembley memerah musim itu.

Karena sebelumnya di awal musim, Mourinho juga sudah meraih trofi Community Shield di stadion ini. Tepatnya pada 7 Agustus 2016. Di mana yang dikalahkan MU ketika itu adalah Leicester City asuhan Ranieri dengan skor 2-1. Dua gol MU ketika itu juga berkat sumbangsih Lingard dan Ibrahimovic.

Sumber Referensi :bbc, dailymail, theathletic, bbc, bleacherreport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru