Deretan Kejadian Aneh yang Pernah Terjadi Di Bursa Transfer

spot_img

Bursa transfer musim panas 2022/23 sudah dibuka. Beberapa klub berupaya untuk memboyong pemain, bagaimanapun caranya hingga batas waktu yang ditentukan. Biasanya suasana transfer akan menjadi seru ketika sudah hampir mencapai deadline day.

Jika biasanya bursa transfer diwarnai dengan cerita dan kisah kepindahan pemain yang serius, kali ini, ada beberapa cerita teraneh bahkan terkesan lucu yang terjadi di tenggat waktu jendela transfer.

Cek Medis Tanpa Izin

Salah satu cerita teraneh di tenggat waktu bursa transfer adalah cerita rencana kepindahan Diafra Sakho dari West Ham. Sakho kepedean dan bersikeras secepatnya menyelesaikan tes medisnya di Rennes, klub yang menawarnya.

Sampai-sampai dia terbang dengan inisiatif sendiri ke Prancis. The Hammers tidak pernah memberikan izin atau jaminan kepada Sakho terkait tes medisnya ke Rennes. Orang sepakat aja belum, kok sudah mau tes medis.

Dia pun akhirnya melakukan perjalanan kembali ke London setelah kepergiannya ke Rennes. Sakho memaksa untuk membuat pertemuan kepada manajemen untuk sesegera mungkin menjualnya.

Namun, tidak ada satu pun pihak West Ham yang menghadiri pertemuan itu. Usut punya usut proses transfer Sakho ke Rennes itu tidak menemui kesepakatan harga. Alhasil Sakho malah diharapkan untuk segera kembali berlatih bersama West Ham. Malu benar si Sakho ini.

Ketiduran Di Bandara

Kejadian transfer aneh juga dialami Manchester City. Pemain yang sudah ditebus City dari Portsmouth, Benjani Mwaruwari sempat ditunggu kedatangannya di City ketika batas waktu untuk kepindahannya tinggal sedikit.

Ia pun disuruh oleh sang pelatih Harry Redknapp untuk segera terbang ke City. Alih-alih ditunggu tes medis di City, eh.. ia malah ketiduran di bandara Southampton dan melewatkan dua kali penerbangan ke Manchester.

Pemain asal Zimbabwe ini akhirnya terbangun dan segera terbang. Ia sampai ke City dengan tinggal tersisa waktu 45 menit untuk batas penyelesaian administrasi dan tes medis. Ada banyak orang berpendapat kalau keterlambatan itu sengaja dilakukan pihak Portsmouth agar Benjani tak bisa didaftarkan City untuk bermain.

Nekat Berkendara Demi Pindah Klub

Mantan pemain Madura United, Peter Odemwingie pernah melakukan hal aneh dalam kaitannya dengan bursa transfer. Ketika itu Peter Odemwingie sangat berhasrat untuk hengkang dari West Bromwich Albion ke Queen Park Rangers pada 2013.

Odemwingie rela berkendara sendirian dengan mobilnya dari West Midlands ke London yang berjarak sekitar 210 km demi mewujudkan hasratnya untuk secepatnya merampungkan proses kepindahannya. Namun sayang, ketika sudah sampai di markas QPR, kedua klub ternyata tidak bersepakat.

Ia pun ditolak masuk ke markas QPR setelah pihak West Brom menyatakan Odemwingie pergi tanpa izin. QPR juga menegaskan bahwa mereka tidak mengundangnya untuk datang.
Kepindahan itu batal terwujud karena pemain yang bakal ditukar dengan Odemwingie, yaitu Junior Hoilett menolak pindah dari QPR. Odemwingie pun gagal pindah ke QPR dan justru mendapat hukuman dari West Brom. Sungguh kasihan Odemwingie ini.

Mesin Faks Rusak

Momen rusaknya mesin faks MU pada 2015 mungkin tak akan pernah dilupakan oleh fans Real Madrid, Pasalnya, hal tersebut menggagalkan kepindahan David De Gea ke Santiago Bernabeu.

Ketika itu, proses kepindahan transfer David De Gea dari MU ke Real Madrid rampung pada tenggat waktu jendela transfer. Bahkan, pemain yang masuk dalam kesepakatan, yaitu Keylor Navas, sudah siap terbang ke Manchester untuk berpindah klub.

Namun, pada detik-detik akhir tiba-tiba transfer batal. Pihak MU mengaku bahwa mesin faks mereka rusak sehingga telat mengirimkan dokumen kepindahan De Gea. Alhasil kepindahan De Gea pun batal terwujud hingga saat ini. Mungkin saja hal itu disengaja pihak MU yang masih belum rela kehilangan kiper utamanya itu.

Terlambat 14 Detik

Kemudian ada kejadian aneh ketika gelandang Adrien Silva dipastikan batal pindah ke Leicester City pada musim panas 2017/18. FIFA telah menolak transfer Silva lantaran pengajuannya telat 14 detik dari waktu yang sudah ditentukan. Adrien ini dibeli oleh Leicester dari klub Portugal, Sporting Lisbon.

Harusnya, Silva sudah bisa bermain untuk The Foxes. Namun, ia masih terganjal masalah administrasi. Kubu Leicester pun tentu saja tidak tinggal diam. Mereka memutuskan untuk mengambil langkah banding dan berharap Silva masih bisa didaftarkan. Alhasil usaha itu ditolak.

Akhirnya meskipun tidak bermain, Leicester harus tetap menanggung beban gaji Silva. Leicester baru bisa mendaftarkan Adrien untuk bermain pada bulan Januari ketika transfer kembali dibuka. Sementara itu, kubu Sporting memilih untuk bersikap pasif. Mereka menilai bahwa masalah transfer Silva sudah tuntas dan apa yang terjadi saat ini adalah tanggung jawab penuh kubu Leicester.

Kecelakaan

Kejadian nahas menimpa pemain asal Argentina, Emiliano Sala. Pada bursa transfer musim dingin 2019, Sala telah sepakat untuk bergabung ke Cardiff City dari Nantes. Bahkan kepindahan Sala sudah diumumkan ke publik secara resmi oleh Cardiff City.

Cardiff City rela memecahkan rekor transfer klub demi mendatangkan Sala. Namun, kepindahan tersebut justru berujung petaka. Ketika Sala akan terbang kembali ke Cardiff untuk bergabung dengan latihan klub, pesawat yang ditumpangi Sala menghilang di perairan Alderney.

Setelah beberapa pekan pencarian, puing-puing pesawat yang ditumpangi Sala pun akhirnya ditemukan di perairan. Dan selang beberapa hari setelahnya jenazah Sala juga berhasil ditemukan.

Salah Nomor Rekening

Lazio pernah mengalami kejadian unik kala merekrut seorang pemain. Kejadian itu terjadi saat Lazio mencoba merekrut Pedro Neto dari Sporting Braga pada bursa transfer tahun 2017. Kala itu, Lazio merekrut Neto dengan status pinjaman dengan opsi pembelian permanen.

Namun, setelah ditelusuri, ternyata ada satu hal yang ganjal dari laporan keuangan yang dilakukan oleh Lazio. Alih-alih transfer ke rekening klub Sporting Braga, eh Lazio malah transfer ke rekening klub sebelah, Sporting Lisbon. Namun beruntung, semua permasalahan human error itu sudah diselesaikan dengan beres dengan berbagai pihak yang terlibat.

Salah Tulis Alamat Email

Lagi-lagi kejadian aneh menimpa Lazio. Cerita aneh itu terjadi ketika pemain sayap asal Serbia, Filip Kostic dikabarkan meminta timnya, Frankfurt untuk menjualnya ke klub lain pada musim panas 2021. Lazio menjadi salah satu klub yang sangat tertarik mendatangkan Kostic ketika itu. Namun, keinginan Kostic justru ditahan oleh Frankfurt. Frankfurt berharap supaya Kostic bertahan di klub.

Menurut laporan, Frankfurt sampai melakukan tindakan di luar nalar, yaitu dengan sengaja mengirimkan alamat email yang salah supaya tawaran dari Lazio tidak bisa masuk. Frankfurt pun berbohong dengan mengatakan kepada pihak Kostic bahwa tidak ada tawaran resmi dari klub lain untuk meminangnya. Alhasil, kepindahan Kostic ke Lazio pun gagal terwujud.

Pemain Kesasar

Cerita teraneh pada tenggat waktu jendela transfer yang terakhir adalah perjalanan fenomenal helikopter Ryan Babel. Bahkan cerita itu sempat terkenal dengan hastag Babelcopter. Awalnya Liverpool dilaporkan telah menolak tawaran dari Birmingham City pada tahun 2010, tetapi Babel bersikeras untuk memaksa pindah di jendela transfer musim panas itu.

Menurut rumor, Tottenham Hotspur dan West Ham juga tertarik pada pemain sayap itu, tetapi tidak ada satu pun tawaran resmi yang dibuat keduanya. Saat itulah Babel mengambil tindakan sendiri, dia naik helikopter pribadi yang diperkirakan akan melakukan perjalanan ke London untuk mengadakan pertemuan dengan petinggi Spurs dan West Ham tanpa seizin Liverpool.

Namun, helikopter Babel dikabarkan sama sekali tidak pernah mendarat di London, lho kok bisa? Tentang keberadaan selama perjalanan helikopternya itu masih menjadi misteri hingga hari ini. Lantas Babel ini ke mana dengan helikopternya? Babel akhirnya mendarat kembali di Liverpool pada hari tenggat waktu jendela transfer ditutup. Alhasil bertahanlah Babel di Anfield.

https://youtu.be/p2mvwUDibuo

Sumber Referensi :fourfourtwo, dailystar, talksport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru