Palmeiras, Jagoan Libertadores di Piala Dunia Antar Klub

spot_img

Piala Dunia Antarklub atau FIFA Club World Cup 2022 di Qatar sebentar lagi akan digelar. Ajang tersebut memang menjadi kompetisi paling bergengsi yang mempertemukan klub-klub para juara di seluruh belahan dunia.

Walaupun begitu, klub-klub Eropa masih menjadi yang paling favorit untuk meraih gelar tersebut daripada klub dari Asia, Afrika, atau Amerika. Namun bukan berarti klub-klub di luar Eropa akan menyerah begitu saja.

Perlawanan sengit biasanya disuguhkan oleh wakil dari Zona CONMEBOL. Tim-tim juara Copa Libertadores seperti Boca Júnior, Corinthians, River Plate, hingga São Paulo menjadi pesaing ketat tim-tim sekelas Real Madrid, Barcelona, Chelsea, sampai Liverpool.

Hal itu wajar saja, karena Copa Libertadores punya persaingan yang tak kalah ketat. Apalagi kita semua tahu, kalau CONMEBOL, khususnya Brazil adalah penyuplai talenta berbakat di dunia sepak bola. Well, dari kesekian klub jawara Copa Libertadores ada satu jawara yang cukup menarik perhatian di Piala Dunia Antarklub. Sang jawara tersebut adalah Palmeiras.

Mengenal Palmeiras

Mempunyai nama lengkap Sociedade Esportiva Palmeiras adalah sebuah tim sepak bola Brazil yang berbasis di Sao Paulo, Brazil yang didirikan tahun 1914. Klub ini pernah menjuarai Copa Libertadores pada tahun 1999. Setelah itu, mereka menjuarainya lagi pada edisi 2020 dan 2021.

Palmeiras pada awal pendirinya, bernama Palestri d’italia karena dibentuk oleh orang orang imigran Italia yang tinggal di Brazil ketika itu. Klub yang bermarkas di Stadion Allianz Parque ini terletak di jantung Ibu Kota Brazil. Yang mana di ibu kota tersebut tidak hanya Palmeiras sebagai klub Sepakbola, klub lain diantaranya yakni Sao Paulo, Corinthians, dan Santos.

Berkaca dari banyaknya klub yang ada di ibu kota Brazil, Palmeiras mempunyai daya saing yang sangat tinggi dari segi skuad dari tahun ke tahun. Walaupun pada medio 2000-an, terhitung jarang pada menjadi juara. Klub yang berjuluk Alviverde ini lebih sering menggunakan jasa jasa pemain lokal Brazil, baik wonderkid maupun pemain yang sudah berpengalaman.

Kita tentu mengenal sosok kaliber eks pemain Juventus, Felipe Melo pernah berseragam Palmeiras. Lalu ada nama Luiz Adriano, mantan pemain AC Milan yang beberapa tahun belakangan menjadi andalan di Palmeiras. Disamping itu Palmeiras juga punya wonderkid asal Brazil, seperti Gabriel Veron dan Gabriel Menino yang mampu menarik perhatian klub-klub besar Eropa.

Nama-nama mentereng dari Negeri Samba juga tercatat pernah memperkuat Palmeiras. Sebut saja seperti Djalminha, Edmundo, Rivaldo, Roberto Carlos, Cafu, Juninho Paulista, Lúcio, Zé Roberto, sampai Gabriel Jesus.

Rivalitas Palmeiras

Palmeiras sendiri sebetulnya sudah terlatih dengan yang namanya rivalitas. Apalagi tim sekota, Corinthians, Sao Paulo, dan Santos bukanlah klub kacangan. Palmeiras punya rivalitas sengit dengan klub-klub, khususnya Corinthians.

Corinthians sebagai salah satu klub ibu kota menganggap dirinya sebagai “timnya orang-orang ibu kota”, dan mengumpulkan sebagian besar dukungannya dari pinggiran kota seperti kelas pekerja. Perangkat putih dan hitamnya yang ikonik dapat dilihat di seluruh São Paulo.

Sementara, Palmeiras yang dijuluki Verdão (Big Greens) juga dikenal sebagai Porco (Babi) yang dulunya merupakan nama yang direndahkan oleh Corinthians, dan kemudian dengan bangga diadopsi oleh penggemar Palmeiras.

Terbentuknya Palmeiras dianggap pengkhianatan oleh Corinthians yang sedang berjuang menghadapi penguasaan sepakbola Brasil oleh kaum-kaum Borjuis. Sebab pada waktu itu sepakbola di Brasil hanya bisa dilakukan dan dinikmati oleh orang-orang kaya saja.

Apalagi dengan itu pendukung sepakbola di Sao Paulo menjadi terbagi dua sejak terbentuknya Palmeiras. Alhasil, potensi Corinthians untuk menambah dukungan pun mesti berkurang karena adanya saudara mudanya tersebut. Maka dari itu, Palmeiras dan para pendukungnya dicap pengkhianat oleh para pendukung Corinthians.

Rivalitas antar kedua klub ibu kota itu dijuluki Derby Paulista. Derby dengan segala tensi tinggi yang berakar dari ketersinggungan kehadiran sebuah klub yang menjadi saingan/rival.

Saking sengitnya rivalitas, ada sebuah kejadian yang menggemparkan. Pada Maret 2012 berlangsung pertandingan antara Palmeiras dan Corinthians. Di laga itu terjadi bentrokan antar suporter yang sampai menelan korban jiwa. Satu pendukung Palmeiras, bernama Andre Alves meninggal karena ditembak oleh oknum fans Corinthians.

Pengalaman Pertama di Piala Interkontinental 1999

Selain menjadi jawara di Copa Libertadores, prestasi terjauh Palmeiras adalah Piala Interkontinental tahun 1999. Kompetisi tersebut sudah diselenggarakan FIFA sejak 1960, sebelum akhirnya diganti dengan Piala Dunia Antarklub pada 2004.

Palmeiras hampir meraih titel Piala Interkontinental tahun 1999, jika saja Manchester United tidak datang untuk menjegalnya. Kala itu MU sedang gacor-gacornya karena meraih “treble winner”. Sementara, Palmeiras menundukkan wakil Kolombia Deportivo Cali melalui adu penalti.

Palmeiras yang juara Copa Libertadores menantang MU di Piala Interkontinental 1999, yang kala itu masih mempertemukan sang jawara Eropa dan Amerika Latin. Kedua tim bertemu di Tokyo Stadium, Jepang pada November 1999.

Palmeiras ketika itu dihuni oleh pemain semacam Cesar Sampaio, Roque Junior, Junior Baiano serta kiper mereka Marcos. Sementara di sisi Manchester united masih dengan skuad andalan semacam Ryan Giggs, Beckham, Keane, Scholes, ataupun Solskjaer.

Dengan skuad mumpuni itulah, Manchester United mampu menaklukkan perlawanan Palmeiras dengan skor 1-0. Manchester United, kala itu menjadi tim pertama dari Inggris yang mampu meraih gelar Piala Interkontinental. Sedangkan di kubu Palmeiras, kekalahan ini tentu saja menjadi pelajaran yang berharga.

Kesempatan Kedua Palmeiras

Setelah cukup lama ngendon, Palmeiras akhirnya punya kesempatan lagi untuk berlaga di Piala Dunia Antarklub setelah memenangi Copa Libertadores musim 2019/2020. Gol semata wayang Bruno Lopes membuat Palmeiras menang 1-0 atas Santos di final tersebut.

Gelar tersebut juga menyudahi 21 tahun lamanya Palmeiras puasa gelar Copa Libertadores. Namun, Palmeiras masih harus gagal di Piala Dunia Antarklub tahun 2020. Palmeiras hanya bisa melaju ke semifinal usai dikalahkan wakil Concacaf, Tigres 0-1.

Palmeiras akan kembali mencoba keberuntungannya di Piala Dunia Antarklub setelah back to back meraih gelar Copa Libertadores musim 2020/2021. Mereka sukses kampiun usai di final mengalahkan Flamengo dengan skor ketat 2-1.

Prestasi ini tidak luput dari arsitek tim mereka yakni Abel Ferreira. Pria asal Portugal ini mencatat rekor tersendiri setelah berhasil mengantarkan Palmeiras juara dua kali berturut. Ia tercatat sebagai pelatih “non Brazil” pertama yang mampu mempertahankan gelar Copa Libertadores.

Menjelang FIFA Club World Cup 2022 di Qatar yang digelar tahun ini, mampukan palmeiras berbicara banyak? Dengan skuad yang terbilang merata dengan talenta-talenta seperti Raphael Veiga, Roni, dan Scarpa, plus racikan Abel Ferreira menjadi amunisi untuk paling tidak melesat hingga ke partai final.

Sumber Referensi : footbalhistory, transfermarket, anythingpalmeiras, panditfootball

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru