Mendengar nama La Masia, semua pasti langsung tertuju pada sebuah tempat bermain sepakbola terbaik bagi para bakat muda. Akademi milik FC Barcelona itu memang sudah sejak lama menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Melalui pelatihan yang memang luar biasa, Barca sangat diuntungkan dengan kedatangan pemain-pemain hebat tanpa mengeluarkan dana sepeserpun.
Carles Puyol, Andres Iniesta, hingga Lionel Messi, menjadi bukti dari betapa luar biasanya akademi ini. Selain pemain, ada juga pelatih bernama Pep Guardiola yang turut hadir dari akademi mereka. Juru taktik yang sebelumnya menangani tim Barcelona B ini diangkat oleh Joan Laporta untuk menggantikan posisi Frank Rijkaard di tim utama. Hasilnya? Sama seperti pemain hebat lainnya. Guardiola berhasil menjawab keraguan dengan kejayaan. Dia berhasil sumbangkan piala, termasuk trofi Liga Champions Eropa yang menjadi capaian terbesarnya.
Namun dalam beberapa tahun belakangan, akademi La Masia tampak melempem dalam salurkan bakat ke tim utama. Mereka malah lebih sering membeli pemain hebat dengan harga yang mahal, meski kebanyakan dari mereka tidak benar-benar mampu dijadikan sebagai andalan.
Akhirnya, selain faktor tersebut, keuangan yang juga mulai sering terganggu membuat Barcelona kembali ‘dipaksa’ untuk memaksimalkan bakat muda dari akademi mereka.
Dalam hal ini, ada satu nama yang pada akhirnya sukses membuat semua terpana. Adalah Oscar Mingueza, pemuda 21 tahun yang telah tampil untuk FC Barcelona dalam berbagai jenjang usia.
Came up in ranks through all the level of Barca team. From not even being a first choice for B team at start of season to being a main starter for the first team. Stories like these are rare. Happy birthday Oscar❤️🎉 #Mingueza pic.twitter.com/sx9bsNBcBq
— Giri (@giri_leo10) May 13, 2021
Oscar Mingueza yang berposisi sebagai seorang bek telah melakoni debutnya dengan tim utama pada pertandingan melawan Dynamo Kiev di ajang Liga Champions Eropa. Di laga tersebut, dia berhasil membantu Barca memenangkan laga dengan skor telak 4-0. Kedatangan Oscar Mingueza adalah karena Barcelona banyak kehilangan pilarnya, terutama yang berposisi sebagai bek tengah.
Klub yang bermarkas di Camp Nou tercatat kehilangan Gerard Pique yang terkena akumulasi kartu, serta Samuel Umtiti yang mengalami cedera. Belum lagi Ronald Araujo yang belum bisa tampil. Pelatih Ronald Koeman sejatinya masih bisa memasang Sergio Busquets serta Frenkie de Jong, yang merupakan seorang gelandang namun pernah dipasang sebagai pemain belakang. Akan tetapi, dua pemain tersebut juga tidak tersedia. Maka, hal ini benar-benar menjadi berkah bagi Mingueza. Dia dipanggil dan langsung tampil dengan mendampingi Clement Lenglet di lini belakang Blaugrana.
Happy 22nd Birthday, @OscarMingueza !🎉
Feliz Cumpleaños!!🌟–#OscarMingueza #Mingueza #fcb #FCBarcelona #barca #lamasia #HappyBirthdayOscarMingueza pic.twitter.com/KBkxmlrWYh
— Ritwika Datta (@ritwikadatta) May 13, 2021
Di laga itu, penampilan Mingueza bukan hanya sebagai pelengkap belaka. Dia benar-benar berandil besar dalam kemenangan Barca, dan bahkan turut membantu Martin Braithwaite dalam menjebol gawang lawan. Di laga itu, sundulannya yang memanfaatkan sepak pojok mampu menjadi assist yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh Braithwaite untuk menjadi gol.
Selain kontribusinya itu, dia juga tampil menawan bersama Lenglet. Duetnya di lini belakang berhasil membuat gawang Barcelona bersih.
Sudah sekitar 14 tahun lamanya bergabung dengan FC Barcelona, Mingueza mengikuti jejak pemain-pemain seperti Marti Riverola, Sergi Samper, dan Carles Alena sebagai sosok yang menjelajahi semua tim kategori umur di Barcelona hingga merumput bersama skuad utama.
Ya, lahir pada 13 Mei 1999, bakat Mingueza yang sudah terendus oleh FC Barcelona sejak umur 7 tahun telah melewati banyak sekali masa di tim Katalan. Dia bahkan masuk ke dalam skuad Barcelona B, yang berhasil memenangi kompetisi UEFA Youth League dengan mencatatkan clean sheet, setelah mengalahkan Chelsea 3-0 pada laga final 2017/18.
Dia yang ditunjuk sebagai kapten bermain bersama Riqui Puig dan Carles Perez, untuk menghadapi skuad Chelsea yang ketika itu diisi dengan pemain seperti Reece James dan Callum Hudson-Odoi.
Apa yang telah ditampilkan Mingueza diatas lapangan memang layak mendapat pujian. Jiwa kepemimpinannya mengingatkan semua penggemar akan sosok Carles Puyol. Keberaniannya dalam mengambil keputusan juga semakin membuatnya berwibawa. Lebih lanjut, kemampuannya sebagai ball playing defender juga membuat Ronald Koeman terus memberinya kepercayaan dalam sistem 3-5-2.
Kemampuan passing Mingueza tak bisa diremehkan. Tercatat, dia memiliki rata-rata passing sebanyak 57,7 per laga dengan persentase sukses mencapai 92,6.
Di laga debutnya melawan Kiev, Mingueza telah berhasil mencatatkan 103 sentuhan bola, dimana itu menjadi yang tertinggi dari semua pemain Barcelona lainnya, sekaligus mencatatkan 93 operan operan sukses. Berkat penampilan hebatnya itu, dia disebut sebagai remaja yang potensial oleh Jordi Alba.
“Ia adalah bocah yang telah berlatih bersama kami untuk waktu yang lama dan hari ini ia memainkan laga yang hebat dan memberikan assist kepada Braithwaite,”
“Secara defensif, ia sangat bagus, tidak telihat seperti ia baru menjalani debutnya bersama tim utama.” ujar Alba.
Tak sampai disitu saja, kemampuan Mingueza masih lebih dari sekadar pemain belakang. Sejauh ini, dia mampu menciptakan rata-rata tekel tertinggi di angka 2,1. Sementara, sapuannya di angka 1,8 dan intersep nya 0,8. Tampil agresif memang menjadi salah satu karakternya. Wajar saja, sebagai pemain muda, Mingueza punya kecepatan luar biasa. Tak jarang dia juga menjadi pemain yang pandai menempatkan posisi sekaligus kerap memenangi duel berkat tubuh kekar yang dimilikinya.
Penampilan Mingueza sejauh ini tampaknya akan membuat Barcelona lebih fokus untuk mengembangkan kualitas sang pemain, ketimbang harus bersusah payah mendatangkan pemain incaran dengan harga mahal, yang belum tentu juga mereka mampu beradaptasi dengan baik.
Ronald Koeman, selaku juru taktik tim Katalan juga menyukai penampilan Mingueza. Dia percaya bahwa bakat muda itu punya potensi besar yang sama sekali tidak bisa diremehkan. Dia pun berharap bila Mingueza bisa terus tampil konsisten di puncak performa.
“Aku pikir Mingueza telah membuktikan bahwa kami bisa mengandalkannya,”
“Ia harus bekerja keras agar mendapatkan menit bermain. Namun, ia telah berlatih bersama kami untuk 5-6 minggu dan telah memberi impresi yang bagus.” ujar Koeman.
Oscar Mingueza sendiri merasa senang dan bangga dengan apa yang telah diberikannya kepada klub sejauh ini. Dia pun menyadari masih memiliki banyak kekurangan dan berharap bisa terus bertahan, serta mewujudkan mimpinya sebagai pemain andalan FC Barcelona.
Sumber referensi: The Flanker, Goal, MSN


