Inter Milan menjadi tim Serie A paling berani di bursa transfer musim panas kali ini. Bagaimana tidak? Nerazzurri melepas tiga penjaga gawangnya sekaligus!
Setelah melepas Samir Handanovic dan menjual sang penjaga gawang utama, Andre Onana ke Manchester United. Kini Inter justru meminjamkan Ionot Radu ke klub Inggris lainnya, Bournemouth. Ini Inter mau main Power Play apa gimana sih?!
Biasanya klub baru berani melepas pemain apabila sudah menemukan gantinya. Tapi Inter ini agak lain. Hingga narasi ini dibuat, Inter Milan sama sekali belum mencapai kesepakatan dengan penjaga gawang mana pun. Lantas, siapa yang pantas untuk menjadi palang pintu terakhir Inter Milan musim depan?
Daftar Isi
Yann Sommer
Kandidat terkuat adalah kiper Bayern Munchen, Yann Sommer. Kabarnya, penjaga gawang asal Swiss ini jadi yang paling dekat untuk bergabung dengan Inter Milan. Negosiasi antara Inter dan Bayern sedang berlangsung dan Sommer diperkirakan akan menyetujui gaji dan kontrak yang ditawarkan Inter.
Sommer sendiri baru bermain semusim untuk Bayern. Dirinya didatangkan untuk menjadi kiper pengganti Manuel Neuer yang sudah mulai berumur dan rentan mengalami cedera. Selama semusim di Allianz Arena, Sommer berhasil mencatatkan delapan clean sheet dari 25 pertandingan. Ia juga turut membawa The Bavarian menjuarai Bundesliga musim lalu.
Inter sendiri begitu akrab dengan kesuksesan apabila bekerjasama dengan pemain-pemain tua yang sedang berusaha membangkitkan karirnya. Di usia Sommer yang sudah mencapai 34 tahun, kemampuannya masih sangat baik. Reflek dan pembacaan permainannya sama sekali belum menurun. Performanya bahkan kian menanjak dalam dua tahun terakhir.
David De Gea
Nama berikutnya adalah mantan penjaga gawang Manchester United, David De Gea. Pihak Inter Milan sebetulnya sudah pernah menanyakan ketersediaan sang pemain usai memutuskan berpisah dengan klub yang sudah belasan tahun dibelanya itu. Tapi, menurut Goal, penjaga gawang asal Spanyol itu telah menolak tawaran gaji sebesar 5 juta euro (Rp83 miliar) per tahun dari Inter.
Kabarnya, De Gea kekeh bertahan di angka 10 juta euro per tahun. Meski begitu, agen De Gea masih berhubungan baik dengan pihak Inter Milan. Inter memang sedang mengalihkan pandangan kepada beberapa opsi lain yang lebih realistis.
Tapi apabila melihat kemampuan dan apa yang sudah diberikan untuk United, De Gea sesuai dengan kriteria yang dicari Inter Milan. Pihak klub pun belum mencoret namanya dari daftar calon penjaga gawang baru musim depan.
Anatoliy Turbin
Inter Milan juga dikabarkan sedang menyusun rencana untuk merekrut pemain Shakhtar Donetsk, Anatoliy Trubin. Kepergian tiga penjaga gawang membuat Nerazzurri mempertimbangkan untuk mendatangkan dua penjaga gawang sekaligus di bursa transfer musim panas ini. Dan Trubin jadi salah satu opsi yang menarik.
Di usianya yang masih 21 tahun, Inter Milan berniat untuk menjadikan Trubin penjaga gawang kedua musim depan. Sayangnya, Donetsk memasang harga yang tinggi untuk penjaga gawangnya itu. Klub asal Ukraina itu mematok angka di kisaran 30 juta euro atau setara Rp500 miliar. Sedangkan Inter enggan mengeluarkan uang lebih dari 12 juta euro (Rp200 miliar) untuk Trubin.
Ini menjadi masalah dalam negosiasi di antara kedua belah pihak. Donetsk paham betul Inter tengah membutuhkan penjaga gawang. Tapi karena Trubin merupakan kiper utama klub, mereka enggan melepasnya dengan harga murah. Kabarnya negosiasi masih tetap berjalan. Manajemen Inter berniat memasukan klausul pembagian hasil apabila sang penjaga gawang dijual oleh Inter suatu saat nanti.
Emil Audero
Nama berikutnya sedikit berbau Indonesia. Ia adalah Emil Audero Mulyadi. Penjaga gawang Sampdoria ini memang memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Menurut berbagai sumber, Emil bahkan lahir di Indonesia. Emil Audero tersedia di bursa transfer karena Sampdoria terdegradasi dari Serie A.
Nama Emil muncul setelah manajemen Inter Milan merasa Anatoly Trubin terlalu mahal. Kabarnya, pelatih Sampdoria sekarang, yakni Andrea Pirlo membuka pintu bagi kiper 26 tahun itu untuk pergi dari Sampdoria.
Emil diizinkan pindah ke Inter dengan status pinjaman. Tapi Il Blucerchiati ingin ada klausul kewajiban membeli secara permanen di akhir musim. Menurut situs Transfermarkt harga pasar Emil hanya di angka 6 juta euro (Rp100 miliar). Tentu itu tak akan memberatkan Inter Milan yang baru meraup untung dari penjualan Onana.
Keylor Navas
Keylor Navas juga muncul sebagai salah satu opsi menarik untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Andre Onana. Penjaga gawang yang sudah kehilangan posisi utamanya di PSG itu kini tengah mencari cara untuk keluar dan mencari tantangan baru di luar sana. Dan Inter tampaknya tertarik untuk menyelamatkan karir mantan penjaga gawang Real Madrid itu.
Setelah kedatangan Gianluigi Donnarumma, PSG mulai menyingkirkan Navas dari posisi penjaga gawang utama. Kiper berusia 36 tahun itu sempat bergabung dengan Nottingham Forest pada bursa transfer Januari lalu. Navas memainkan peran penting dalam menjaga Forest tetap bertahan di Premier League.
Selama setengah musim di Premier League, pemain asal Kosta Rika tersebut tampil 17 kali untuk tim yang baru promosi ke kasta tertinggi awal musim lalu. Meski begitu, pengalamannya di kompetisi besar macam Liga Champions sudah tak diragukan lagi. Nah, pengalamannya itulah yang membuat Inter berminat mendatangkannya. Belum ada negosiasi pasti, tapi Navas selalu dalam daftar opsi Inter.
Emiliano Martinez
Nama lain yang masuk dalam opsi pengganti Andre Onana adalah Emiliano Martinez. Sang juara Piala Dunia 2022 itu sempat berselisih dengan pelatih Aston Villa, Unai Emery dan mempertimbangkan untuk hengkang musim panas ini. Menariknya, bukan Inter yang mengejar Emil, melainkan sang agen yang menawarkan sang pemain pada Inter.
Seperti yang dilaporkan Sempre Inter, Nerazzurri terbuka dengan negosiasi. Tapi mereka enggan menjadikan Martinez sebagai opsi utama. Karena Inter masih mengusahakan beberapa nama lain termasuk Yann Sommer dan Emil Audero. Apalagi harga Martinez cukup mahal. Aston Villa mematok harga sang pemain di angka 30 juta euro (Rp500 miliar)
Giorgi Mamardashvili
Nama terakhir muncul dari penjaga gawang Valencia, Giorgi Mamadarshvili. Sama halnya dengan Anatoly Trubin, Mamardashvili juga masih berusia sangat muda, yaitu 22 tahun. Oleh karena itu, mendatangkannya dapat menjadi solusi jangka panjang bagi Inter Milan. Jika Yann Sommer merupakan target utama, mungkin Mamardashvili bisa jadi kiper kedua.
Nama penjaga gawang asal Georgia ini belakangan menjadi banyak diperbincangkan karena performa yang cukup baik di bawah mistar gawang Valencia. Total, sepanjang musim 2022/23, Mamardashvili tampil sebanyak 42 kali dan mencatatkan sembilan clean sheet di semua kompetisi.
Namun, tampaknya Inter tak akan mudah untuk mendapatkan rekan senegara Kvaradona ini. Dengan usia yang masih muda dan durasi kontraknya di Valencia masih panjang, mendatangkan Mamardashvili pasti membutuhkan dana yang cukup besar. Kabarnya, Los Che tak akan melepas sang pemain jika tawarannya lebih rendah dari 25 juta euro atau setara Rp416 miliar. Jadi gimana Inter, mau beli kiper yang mana nih?
Sumber: PSG TALK, Sempre Inter, ESPN, Daily Mail, Goal


