Nuri Sahin Akhiri Perjalanan Berliku

  • Whatsapp
Nuri Sahin Akhiri Perjalanan Berliku
Nuri Sahin Akhiri Perjalanan Berliku

Kembali ke masa dimana Borussia Dortmund berhasil merebut kursi kekuasaan FC Bayern di kompetisi Bundesliga Jerman. Disitu terdapat satu nama yang tak mudah dilupakan semua orang. Adalah Nuri Sahin, yang kita tahu telah menjadi salah satu pujian besar para penggemar dalam satu musim yang begitu mengesankan.

Ketika membawa Borussia Dortmund tampil sebagai juara di tahun 2011, Nuri Sahin muncul sebagai sosok terbaik kompetisi. Kicker dan VDV menobatkannya sebagai pemain terbaik sepanjang musim. Itu tentu tak lepas dari kontribusinya dalam mencetak enam gol dan delapan assist dalam 30 pertandingan.

Awal Perjalanan Karir Nuri Sahin

Lahir pada 5 September 1988, Nuri Sahin tampil sebagai sosok yang cukup menjanjikan di posisi gelandang. Dia lahir dari keluarga Turki di Lüdenscheid dan dibesarkan di dekat Meinerzhagen. Lahir di Jerman membuatnya langsung bergabung dengan Borussia Dortmund sejak usia muda, setelah sempat menimba ilmu di RSV Meinerzhagen.

Tak butuh waktu lama baginya untuk langsung kesankan pelatih. Itu terbukti ketika Nuri Sahin tercatat sebagai pemain termuda dalam sejarah Bundesliga. Ketika itu, dia debut pada usia 16 tahun 11 bulan dan 1 hari bersama Die Borussen. Saat ini, rekor tersebut sudah dipegang oleh youngster Borussia Dortmund lainnya, yaitu Youssoufa Moukoko pada 21 November 2020, dimana dia melakoni debut pada usia 16 tahun 1 hari.

Sempat dipinjamkan ke Feyenoord selama semusim, kepulangan Sahin ke Dortmund benar-benar membawa berkah. Seperti yang sudah disinggung, dia berhasil menjadi bagian penting dari musim luar biasa Dortmund yang sukses memenangkan gelar Liga.

Gagal di Madrid dan Terbuang di Liverpool

Kebolehannya dalam menjaga kestabilan permainan di lini tengah lalu membuat Real Madrid sangat tertarik untuk memboyongnya. Jose Mourinho yang saat itu duduk di kursi kepelatihan meminta manajemen untuk mendatangkan Sahin, yang juga dikenal sebagai penendang jitu dari situasi bola mati.

Kedatangannya yang bernilai 10 juta euro atau setara 163 miliar rupiah di Santiago Bernabeu sangat diharapkan banyak orang. Dia yang berada di puncak kejayaan pada tahun 2011 benar-benar diprediksi jadi pemain penting di Real Madrid. Setidaknya, kehadirannya ketika itu akan memberi persaingan ketat kepada dua gelandang el Real, Sami Khedira dan Xabi Alonso.

Namun sayangnya, Sahin gagal total. Dia bahkan tak mampu bersaing dengan Xabi Alonso yang usianya saat itu telah mendekati 30 tahun.

Apa yang menjadi masalah Sahin di Real Madrid tak lepas dari persoalan cedera. Dikabarkan bahwa sebelum meninggalkan Dortmund, Sahin sudah mengalami cedera ligamen kolateral medial. Jadi bisa dikatakan bahwa Sahin bergabung dengan Los Blancos dalam kondisi yang tidak 100% fit.

Cederanya saat itu kemudian kian diperparah ketika dia kembali ke latihan tim pada November 2011. Sebelum natal, ketika diberikan kesempatan tampil, Nuri Sahin hanya sanggup bermain dalam waktu 24 menit saja.

Apa yang menjadi masalah baginya ketika itu malah membuat duet Sami Khedira dan Xabi Alonso tak tersentuh. Jose Mourinho yang mulanya sangat mengharapkan andil besar sang pemain asal Turki justru nyaman dengan tidak memasukan sang pemain ke dalam skuad.

Maka wajar bila pada akhirnya Nuri Sahin hanya tampil dalam 10 pertandingan atau sekitar 640 menit dalam semusim nya bersama el Real di semua kompetisi.

Nuri Sahin, dengan beban berat untuk bermain dengan Real Madrid, ekspektasi tinggi dari para penggemar, dan ditambah dengan masalah cedera, gagal membuktikan kualitas di depan khalayak. Dia bahkan disebut lebih sering duduk di tribun penonton ketimbang bangku cadangan tim itu sendiri, sepanjang musim pertamanya bersama Real Madrid.

Kediaman nya sebagai gelandang Real Madrid kemudian kian terpinggirkan ketika klub resmi mendatangkan Luka Modric sebagai penerus Xabi Alonso. Hal itu membuat Sahin putuskan untuk terbang ke Inggris guna menyelesaikan kontraknya dengan Liverpool sebagai pemain pinjaman.

Bermain untuk Liverpool diharapkan bisa memberi sedikit harapan bagi Nuri Sahin untuk membuka lembaran baru. Dia pun segera dimasukkan ke dalam skuad utama oleh pelatih Brendan Rodgers ketika itu. Namun terlepas dari penampilan hebatnya di laga melawan West Ham dan Norwich City, Sahin lagi-lagi gagal memasuki ketatnya persaingan di lini tengah Liverpool.

Sempat bingung dengan sang pemain, Rodgers lalu mengubah peran Sahin menjadi lebih menyerang, dimana posisi itu kemudian membuatnya kain kesulitan untuk unjuk kebolehan.

Karena dianggap sulit masuk ke dalam skema pelatih, Nuri Sahin lalu tak pernah tampil lagi di atas lapangan sejak awal Desember 2012.

Hanya lima bulan berjalan, masa peminjamannya di Liverpool diberhentikan, dimana dia kemudian memilih untuk pulang ke Dortmund melalui status pinjaman. Pada periode kedua nya bersama Borussia Dortmund, Nuri Sahin sempat tampil dalam 78 laga dan mampu mencetak delapan gol. Hal itu pun membuat klub masa kecilnya itu rela mempermanenkan statusnya yang sebelumnya dimiliki oleh Real Madrid.

Pada musim 2016/17, Nuri Sahin juga turut andil dalam mempersembahkan gelar DFB Pokal untuk Dortmund.

Pensiun di timnas Turki dan Bergabung dengan Werder Bremen

Meski terbilang mampu mengembalikan performa terbaiknya bersama Dortmund, Nuri Sahin memilih untuk mengakhiri karir sepakbolanya di level Internasional. Nuri Sahin yang ketika itu baru berusia 29 tahun, mengatakan kalau setelah 51 kali tampil sejak melakoni debutnya pada 2005 silam untuk Turki, dia merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menepi demi memberi kesempatan pada generasi baru di timnas.

“Aku putuskan menyelesaikan karir di timnas karena ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang bersama Turki,” ucap Nuri Sahin.

Tak lama berselang, dia juga memutuskan untuk tinggalkan Borussia Dortmund dan bergabung dengan Werder Bremen. Saat itu, keputusan bergabung ke Werder dengan kontrak selama dua tahun diambil karena dia mengaku ingin menjadi bagian dari proyek besar klub di bawah kepelatihan Florian Kohfeldt.

Namun sayang, musimnya di Werder Bremen gagal membuatnya tampil maksimal. Sahin gagal membawa gelar untuk klub. Malah, dia gagal membawa Bremen masuk ke zona Eropa di musim pertamanya, dan membuat Bremen duduk di zona play off degradasi pada musim 2019/20.

Pensiun di Usia 33 Tahun

Merasa gagal membawa perubahan, Nuri Sahin lalu memilih untuk terbang ke Turki guna membela Antalyaspor. Baru juga semusim berjalan, pemain yang kini berusia 33 tahun itu mengumumkan bahwa dia tidak akan lagi berkarir sebagai seorang pemain.

“Aku sudah tidak akan bermain sepakbola lagi,”

Dalam melanjutkan karirnya, Sahin mengaku akan mengambil bagian di jajaran manajemen klub Antalyaspor. Dia dilaporkan telah ditunjuk sebagai pelatih sejak seminggu sebelumnya untuk menggantikan Ersun Yanal.

Sumber referensi: daily sabah, BR, Idn Times

Pos terkait