Dikira mau gacor dengan segudang pembelian pemain, eh malah jeblok. Begitulah nasib Nottingham Forest, klub promosi yang diharapkan memberikan kejutan di Premier League musim ini. Maklum segepok uang sudah keluar dari kantong pemilik mereka demi bisa bersaing. Namun, kenapa secara performa mereka tak kunjung membaik?
Nottingham Forest signed 22 players after their incredible rise back to the Premier League 🔴 🌲
That’s two full XIs of signings to fit into an actual XI every week.
Now they’re 19th with one win to their name.
The ‘impossible’ task | https://t.co/vLAlyDsQxq#OptusSport pic.twitter.com/hj8UbhljVT
— Optus Sport (@OptusSport) September 20, 2022
Menyoal Transfer 22 Pemain Baru
Penantian panjang Forest seakan menjadi sebuah hadiah yang tak terlupakan bagi publik Nottingham. 23 tahun menunggu ke Liga Inggris akhirnya benar-benar terbayar musim ini. Berkat kerja keras pelatih, pemain, serta pemilik, Forest mampu membawa asa untuk kembali menjadi tim yang disegani di liga kasta teratas Inggris.
Lalu, bagaimana cara mereka dalam menyambut kembalinya mereka ke Liga Inggris? Tak tanggung-tanggung, juara Liga Champions dua kali itu sangat aktif di bursa transfer demi membenahi tim. Di bawah pemilik asal Yunani yang juga pemilik klub Olympiakos, Evangelos Marinakis, mereka disuntikan sejumlah uang untuk memboyong beberapa pemain ke The City Ground.
Maklum sebagian besar pemain yang membawa mereka promosi tahun lalu adalah para pemain pinjaman, yang masa kontraknya sudah berakhir dan tak diperpanjang. Sebut saja Djed Spence, James Garner, Philip Zinckernagel, Max Lowe, Brice Samba, sampai Keinan Davis.
“Our five loan players, Keinan Davis, Philip Zinckernagel, Max Lowe, Djed Spence and James Garner, have also returned to their parent clubs…” Nooo!!! I’m not liking transfer window at all. #nffc
— ⚪️🔴 Lea 🔴⚪️ (@Lea_nffc) June 10, 2022
Berkat itulah, sang pemilik Marinakis bersama Direktur Olahraga mereka, George Syrianos mencoba membelanjakan uangnya dengan efektif dan efisien. Alih-alih efektif dan efisien, mereka justru surplus pemain baru. Mereka tak ubahnya membeli satu skuad sendiri musim ini. Total 22 pemain kini sudah didatangkannya ke The City Ground.
Betapa mengerikannya operasi transfer mereka musim ini. Bahkan Nottingham memecahkan rekor pembelian terbanyak dalam satu musim yang sebelumnya dipegang oleh tim Skotlandia, Dundee di tahun 2000 dan Livingston di tahun 2001.
Total belanja Forest musim ini pun bahkan melebihi apa yang telah dikeluarkan oleh tim Big Six macam Arsenal, Spurs, City maupun Liverpool. Total Spend mereka untuk merekrut 22 pemain tersebut hampir mencapai angka 146 juta pounds atau sekitar 2,5 triliun rupiah.
Nottingham Forest: 21 players signed, an all-time Premier League record. Overall spend of £146m. pic.twitter.com/OYzNoEhC2j
— EuroFoot (@eurofootcom) September 2, 2022
Operasi yang dijalankan Forest juga tak cukup dilakukan di periode resmi transfer dari 25 Juni hingga 1 September saja. Mereka di luar jadwal resmi transfer pun sampai membawa pemain yang putus kontrak macam Serge Aurier untuk menambah stok perekrutannya musim ini.
🚨 Serge Aurier at the City Ground. 🌳
(📸 @NFFC) pic.twitter.com/Nzke1Ugxlw
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) September 15, 2022
Sang pemilik, Marinakis di sini benar-benar serius guna memperkenalkan Forest yang tak cuma numpang lewat di Liga Inggris. Forest diharapkan Marinakis juga dapat menjadi salah satu klub promosi kejutan di musim ini. Namun, harapan tinggal harapan. Hasil berkata lain ketika performa para rekrutan anyarnya belum memberikan sesuatu yang lebih.
Wajar juga dengan keadaan seperti sekarang ini, karena mungkin masalah adaptasi. Sekarang, betapa banyaknya pemain yang baru saling ketemu dan bermain bersama. Tak mudah dalam memadupadankan sebagian besar pemain baru dalam skuad dalam waktu singkat.
Ditambah pemain-pemain yang didatangkan juga kelasnya masih medioker. Sebut saja Neco Williams, Awoniyi, Lingard, Renan Lodi, Gibbs White, dan masih banyak lagi. Para pemain tersebut notabene masih berada di level kelas dua dan mungkin beberapa jarang dipakai di tim lamanya.
Faktor Pelatih Medioker
Di samping itu faktor pelatih juga berpengaruh. Bagaimanapun pelatih Forest yang sekarang, Steve Cooper sudah dicap bak pahlawan sejak musim lalu oleh publik Forest.
Forest di musim lalu ditinggalkan Chris Hutton di awal musim dengan 7 kekalahan dan berada di dasar klasemen Championship. Lalu datanglah Cooper bak dewa penyelamat dengan membawa performa mereka perlahan bangkit. Pelatih bermata sayu itu kemudian tak terduga membawa Forrest ke papan atas hingga berhak mengikuti playoff ke Liga Inggris dan lolos.
Nottingham Forest were promoted ahead of schedule, meaning that their squad last season was made up of mainly lower-mid level Championship players, with a handful good enough to compete at the upper end of the division or even the Premier League.
https://t.co/fzxRd09hjm pic.twitter.com/VOtAynbAkG— Breaking The Lines (@BTLvid) September 11, 2022
Bagaimanapun penantian panjang Forest ke Liga Inggris ini sangat identik berkat sentuhan pelatih asal Wales itu. Namun, kalau melihat sisi strategi dan gaya permainan, Cooper ini juga tak terlalu spesial.
Sejak mengambil alih Forest di Championship musim lalu, ia hanya menerapkan keseimbangan tim dan etos kerja tim yang sangat spartan. Dari sisi formasi, ia selalu melekat pada format 3 bek dengan variasi 3-4-3 atau 3-5-2. Ia selalu mengandalkan kesolidan lini pertahanan dan 2 wingback-nya dalam melakukan serangan.
Nama Cooper memang tak mencolok. Copper tak ubahnya hanya seorang pelatih medioker biasa seperti para pelatih Britania Raya pada umumnya. Nilai plusnya mungkin hanya pada membawa mental anak asuhnya bangkit dengan sentuhan semangatnya. Cooper belum mencapai pada level pelatih kuat yang dibebani dengan seabrek pemain dan dituntut untuk bermain lebih bagus.
Four defeats on the spin for Steve Cooper, two in humiliating fashion to fellow newly-promoted teams will have stung #NFFC‘s ambitious owner.
But please, please don’t do anything silly, Mr Marinakis, pleads @NickMiller79 https://t.co/knUSIk895P— The Athletic UK (@TheAthleticUK) September 17, 2022
Hasil Minor dan Ancaman Evaluasi Dari Pemilik
Alhasil dengan beban berat itu, mereka kini masih terseok di posisi 19 kalsemen Liga Inggris dengan hanya mengoleksi 1 kemenangan 1 kali seri dan 5 kali kekalahan. Statistik poin per pertandingan pun sangat buruk yakni di angka 0,57. Lebih buruk dibandingkan klub promosi lainnya, Bournemouth yang notabene tak banyak belanja pemain, yakni di angka sekitar 1,14.
Forest awal musim ini tampak sering dijadikan bulan-bulanan tim lain. Bahkan sekelas Fulham maupun Bournemouth yang notabene teman seperjuangan mereka dari Championship pun mampu menjungkalkannya. Forest dipermalukan dua klub tersebut musim ini di kandang sendiri dengan skor yang sama 2-3. Sebuah hasil yang memalukan bagi tim yang sudah jor-joran membeli pemain.
Hasil minor awal musim ini juga secara tak langsung menampar wajah Marinakis yang sudah rela menggelontorkan uang seabrek. Marinakis mungkin kini geram. Tampaknya ancang-ancang evaluasi mendalam pun perlu dilakukan segera dari pihak manajemen. Karena Marinakis ini dikenal sebagai orang yang juga tak sabaran.
Evangelos Marinakis wants ‘big-name’ manager after quick-fire sacking (Nottinghamshire Live) https://t.co/uBIjGFWeKG
— Nottm Forest news (@NottmForestNews) September 19, 2022
Sebagaimana yang ia lakukan di Olympiakos. Marinakis tak segan memberhentikan pelatih jika dinilai tak sanggup lagi perform. Pada Januari 2015 lalu, Michel, pelatih Olympiakos dipecat tujuh bulan setelah meraih gelar Liga Super Yunani kedua secara berturut-turut.
Pada bulan Maret 2016, Paulo Bento dipecat ketika masih unggul tujuh poin dan berada di puncak Liga Yunani. Dan terakhir pada bulan Agustus tahun ini, ia memecat Pedro Martins, pelatih yang telah membawa Olympiakos meraih tiga gelar Liga Yunani berturut-turut.
Artinya, siap-siap saja. Hal itu juga akan dilakukan di Forest musim ini. Terutama Cooper yang sudah kadung menjadi pahlawan bagi publik Forest. Tampaknya Marinakis tak pandang bulu pada Cooper jika performa timnya terus-terusan tak menunjukan progress yang signifikan. Ancaman pemecatan pun cepat atau lambat kini akan menghantui Cooper.
https://youtu.be/h-QwWuEHyr0
Sumber Referensi : theathletic, espn, theguardian


