Nomor Punggung Yang Memiliki Kutukan

  • Whatsapp
Nomor Punggung Yang Memiliki Kutukan
Nomor Punggung Yang Memiliki Kutukan

Nomor punggung seringkali menjadi identitas seorang pemain di atas lapangan. Kadangkala, pemilihan nomor punggung juga dianggap krusial dan sakral bagi pemain tertentu. Ada beberapa dari mereka yang merasa bahwa nomor tertentu bisa memberi kepercayaan diri lebih, sehingga bisa berpengaruh kepada performa di lapangan.

Namun selain bisa memberi kekuatan tersendiri bagi seorang pemain, nomor punggung juga tak jarang bisa menyebabkan performa seorang pemain melempem. Hal ini biasanya sering disangkut pautkan dengan kutukan yang terdapat pada nomor tertentu.

Bacaan Lainnya

Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan coba merangkum deretan tim sepakbola yang memiliki nomor terkutuk, sehingga membuat siapapun pemain yang mengenakannya akan tampil kurang memuaskan.

Nomor 7 Manchester United

Manchester United menjadi klub yang sampai saat ini masih menjadi tujuan banyak pemain bintang. Disana, juga terdapat nomor punggung yang dianggap keramat, yaitu nomor punggung 7. Nomor tersebut sejatinya telah dipakai oleh banyak sekali pemain hebat, termasuk Eric Cantona, David Beckham, hingga Cristiano Ronaldo.

Namun selepas kepergian Cristiano Ronaldo ke Real Madrid pada 2009 silam, nomor 7 di Manchester United menjadi sesuatu yang tak lagi menyenangkan. Siapapun pemain yang mengenakan nomor tersebut akan mengalami kesialan, berupa gagal tunjukkan performa gemilang di Old Trafford.

Sebut saja pemain seperti Memphis Depay, Angel Di Maria, hingga Alexis Sanchez. Pemain yang sejatinya punya kualitas jempolan itu benar-benar gagal bersinar di Manchester United.

Beruntung, Edinson Cavani yang didatangkan secara gratis tampak mulai meredupkan mitos tersebut. Pemain yang tertantang untuk memakai nomor punggung 7 sejak kedatangannya ke MU ini berhasil membuktikan diri sebagai pemain dengan kualitas brilian. Meski sempat absen di awal karir karena cedera, Cavani bangkit dan berhasil mencetak 17 gol dari 39 pertandingan di semua kompetisi pada musim lalu.

Pada musim ini sendiri, pemain asal Uruguay itu tidak perlu susah-susah lagi membuktikan diri dengan nomor punggung 7. Pasalnya, dia resmi melepas nomor tersebut untuk diberikan kepada Cristiano Ronaldo yang kembali ke MU.

Nomor 9 Chelsea

Beralih ke tim Inggris lainnya, Chelsea, klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu juga memiliki nomor 9 yang dianggap terkutuk. Pemain yang nekat mengenakan nomor tersebut seringkali gagal tunjukkan performa gemilang. Beberapa pemain seperti Fernando Torres sampai Alvaro Morata yang mengenakan nomor tersebut, terbilang gagal ketika tampil untuk Chelsea.

Malah selain nama hebat tersebut, juga masih terdapat pemain lain seperti Hernan Crespo, Mateja Kezman, Radamel Falcao, sampai penyerang kelas atas asal Argentina, Gonzalo Higuain. Ketika pemain muda klub, Tammy Abraham, mengenakan nomor itu, pria yang kini bermukim di AS Roma juga terbilang gagal saat berada di bawah asuhan Tuchel.

Kemampuan Tammy yang pernah berjaya di Bristol, Aston Villa, sampai ke Chelsea era Lampard, sebetulnya cukup membuatnya tampak ideal mengenakan nomor punggung 9. Namun sekali lagi, semua itu sirna setelah skuad Chelsea beralih kepemimpinan.

Kini, Romelu Lukaku yang didatangkan dari Inter Milan tertantang untuk mengenakan nomor punggung 9. Bintang asal Belgia yang berjaya di Italia diprediksi mampu mematahkan kutukan tersebut. Di laga debut, dirinya memang mampu tampil apik. Namun patut kita tunggu hingga akhir kompetisi, apakah kemampuannya konsisten hingga berujung pada trofi untuk Chelsea atau malah melempem seperti kebanyakan pemain lain.

Nomor 9 AC Milan

Tim asal Italia, AC Milan, juga tak luput dari mitos tentang nomor punggung terkutuk. Pemegang 7 gelar Liga Champions Eropa ini memiliki nomor 9 sebagai yang sulit ditaklukkan. Sepeninggal Filippo Inzaghi sebagai penyerang andalan dengan nomor punggung 9, tidak ada lagi pemain Milan yang berjaya setelah putuskan memakai nomor tersebut.

Pada tahun 2012, striker asal Brasil Alexandre Pato memilih untuk berganti nomor dari 7 ke 9. Sayangnya, karirnya tak mampu bersinar dengan banyak cedera yang didapat. Setelah Pato, ada nama-nama seperti Alessandro Matri, Fernando Torres, Mattia Destro, sampai Luiz Adriano yang koleksi golnya sebagai seorang penyerang tak sampai menyentuh angka lima.

Setelah deretan penyerang tersebut, pemain seperti Gianluca Lapadula, Andre Silva, Krzysztof Piatek, sampai sekelas Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic juga sama sekali tidak bisa diandalkan. Mereka melewati musim dengan penuh kegagalan hingga putuskan hengkang.

Kini, ada mantan penyerang Chelsea, Olivier Giroud, yang putuskan mengenakan nomor tersebut usai berhasil merampungkan kepindahannya ke Milan. Di pertandingan awal bersama Milan, Giroud tampil cukup meyakinkan. Tapi seperti Romelu Lukaku, capaian tersebut tidak bisa langsung diambil sebagai kesimpulan.

Masih ada banyak laga yang harus dimainkan untuk menentukan, apakah kutukan nomor 9 di AC Milan akan berlanjut atau tidak.

Nomor 24 Timnas Brasil

Ternyata, nomor punggung terkutuk tidak hanya terjadi pada klub sepakbola saja, namun juga di level timnas. Brasil misalnya. Para pemain di negara tersebut menolak untuk mengenakan nomor punggung 24. Hampir kebanyakan klub disana, sampai pada level timnasnya sendiri, menghindari penggunaan nomor tersebut.

Ternyata, ada kepercayaan mendalam yang membuat mereka enggan mengenakan nomor 24. Bukan soal mitos bermain buruk di lapangan, namun perkara lain yang cukup membuat terkejut banyak orang.

Alasan nomor 24 tidak digunakan di Brasil adalah karena secara tradisional, nomor tersebut dikaitkan dengan “gay”. Nomor 24 dihubungkan dengan unsur homoseksualitas berupa cercaan homofobia, yang berasal dari permainan judi jalanan illegal: The Animal Game atau “Jogo do Bicho”.

Karena dianggap membawa sial dan berkaitan dengan hal yang dianggap tidak sesuai, klub sepakbola disana, termasuk timnas Brasil itu sendiri, biasanya memberikan nomor 24 kepada kiper ketiga yang lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.

Nomor 16 Real Madrid

Di Real Madrid, terdapat nomor kutukan yang tidak semua orang mungkin menyadari. Adalah 16, nomor yang saat ini dikenakan oleh Luka Jovic.

Sebelum Luka Jovic, terdapat sejumlah nama tenar yang gagal bersinar di el Real ketika mengenakan nomor tersebut. Sebut saja Samuel Eto’o, Flavio Conceicao, Thomas Gravesen, Fernando Gago, sampai Gabriel Heinze. Namun mereka tergolong kurang bersinar ketika tampil dengan nomor 16.

Selain itu, masih ada lagi pemain lain yang juga tampak terkena kutukan nomor 16. Diantaranya Hamit Altintop, Ricardo Carvalho, Lucas Silva, James Rodriguez, hingga Mateo Kovacic. Dari banyaknya pemain, yang paling menarik perhatian mungkin nama Casemiro. Ya, pada musim 2013/14, Casemiro masih tergolong sebagai pemain muda Real Madrid. Di momen tersebut, dia menukar baju bernomor 38, yang dia kenakan di musim debutnya bersama tim utama, dengan nomor 16.

Memainkan sebanyak 25 pertandingan, Casemiro hanya berhasil catatkan satu assist saja untuk kemudian melakoni masa peminjaman di FC Porto.

Setelah kembali, ia memilih untuk mengenakan nomor punggung 14 dan sukses jadi gelandang andalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *