Karena Alasan Memilukan, Pemain ini Nyaris Putuskan Pensiun Dini

  • Whatsapp
Karena Alasan Memilukan, Pemain ini Nyaris Putuskan Pensiun Dini
Karena Alasan Memilukan, Pemain ini Nyaris Putuskan Pensiun Dini

Sepakbola sekali lagi menjadi hal yang tidak bisa diketahui pasti akhir ceritanya. Dalam sebuah pertandingan sekalipun, tim yang dinilai punya kekuatan lebih besar seringkali terjungkal oleh tim yang banyak diremehkan.

Dalam garis karir seorang pemain sendiri, terdapat beberapa momen mengejutkan, seperti misalnya mereka yang nyaris putuskan pensiun dini karena suatu hal. Beruntung, keyakinan yang masih terus tertata membuat deretan pemain ini berhasil bangkit dengan memulai ulang segalanya.

Bacaan Lainnya

Penasaran siapa saja pemain tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Andrea Pirlo

Tepat pada tahun 2005, ketika masih berseragam AC Milan, Pirlo yang dikenal sebagai gelandang handal memulai segalanya dengan penuh semangat. Kompetisi Liga Champions Eropa ketika itu menjadi salah satu ajang yang jadi ambisi besar pria asal Italia. Berbekal skuad mumpuni AC Milan yang dihuni oleh para pemain besar, Pirlo beserta rekan setimnya berhasil melaju hingga ke partai final.

Disana, Milan berhadapan dengan Liverpool yang juga punya pemain jempolan. Pada laga yang digelar di Istanbul tersebut, Milan berhasil unggul dengan skor telak 3-0 di babak pertama. Namun secara mengejutkan Liverpool berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua. Terkejut dengan apa yang terjadi, para pemain Milan termasuk Pirlo seperti kehilangan daya magisnya.

Ketika pertandingan harus ditentukan lewat tendangan adu penalti, petaka datang menghampiri Milan. Skuad asuhan Carlo Ancelotti kalah dan harus merelakan gelar yang sudah berada di depan mata.

Merasa terguncang usai laga, Pirlo mengaku bila dia ingin mengakhiri karir sepakbolanya. Menurutnya, tragedi itu telah menjadi alasan mengapa ia tak mampu lagi untuk bermain bola.

“Aku benar-benar berpikir untuk pensiun setelah itu, tapi aku mengerti bahwa aku harus terus berjalan ke depan,”

Beruntung, setelah batal putuskan pensiun, Pirlo kembali bermain seperti biasa dengan Milan dan berhasil memenangkan trofi Liga Champions Eropa pada tahun 2007. Lebih spesialnya lagi, Milan dalam partai final berhasil membalaskan dendamnya atas Liverpool.

Kini, Pirlo yang melanjutkan karir sebagai seorang pelatih telah memutuskan pensiun pada 2018 lalu.

Gonzalo Higuain

Di usia 33 tahun, Gonzalo Higuain masih aktif bermain di kompetisi Major League Soccer. Namun tahukah kalian bahwa pemain yang pernah tampil untuk Real Madrid, Juventus, dan AC Milan ini sempat ingin putuskan pensiun dini?

Itu terjadi pada tahun 2014 lalu ketika Gonzalo Higuain nyaris membawa timnas Argentina menjuarai trofi Piala Dunia. Sayangnya, Higuain yang saat itu diandalkan di lini depan gagal memanfaatkan peluang emas. Hasilnya, setelah pertandingan final melawan Jerman dilanjutkan ke babak tambahan, timnas Argentina malah kebobolan dan gagal meraih kemenangan.

Higuain ketika itu disebut sebagai biang kekalahan Argentina. Para penggemar Argentina terus menghinanya sebagai pemain tak berguna. Tak hanya di sosial media, di dunia nyata pun dia tak jarang mendapat hinaan dari penggemar Argentina.

Karena tak kuasa menahan luka, Higuain yang terkena serangan mental sempat ingin mengakhiri segalanya. Dia sempat ingin putuskan pensiun dini karena tak kuat dengan nyinyiran netizen.

Beruntung, niat Higuain itu terhalang oleh nasehat sang ibu. Hasilnya, dia yang kembali melanjutkan karir sepakbola sukses kumpulkan banyak piala. Utamanya ketika bermain untuk klub yang dibela.

Neymar Jr

Cibiran melalui sosial media memang menjadi hal yang tidak boleh disepelekan. Buktinya, selain Gonzalo Higuain, bintang asal Brasil, Neymar Jr juga sempat ingin putuskan pensiun dini karena mengalami hal yang sama.

Tak hanya dari ketikan warga maya yang kerap kali membuat hati tak kuasa menahan lara, Neymar juga seringkali mendapat luka dari berita yang disampaikan berbagai media. Karena dua hal itu, Neymar sempat ingin putuskan pensiun dini. Dia merasa sudah tidak ingin lagi bermain bola.

Terlebih, ketika tahu bahwa keluarga dan orang-orang terdekatnya juga ikut merasa kesal dan tak sanggup menerima itu semua.

“Aku pikir media sosial adalah satu area di mana banyak orang bisa datang dan mengambil bagian dari hidupmu, dengan menilaimu, membenci dan iri padamu,” kata Neymar.

Beruntung, Neymar yang pada akhirnya bisa menikmati hidup dengan bahagia, mulai menemukan kembali hasratnya untuk bermain sepakbola.

Edouard Mendy

Kiper yang baru saja dinobatkan sebagai yang terbaik di Eropa, Edouard Mendy, memiliki perjalanan karir yang cukup memilukan. Dia bukanlah siapa-siapa sebelum menjadi pujaan para penggemar Chelsea. Dia juga bukan siapa-siapa sebelum kompetisi Prancis menyebutnya sebagai salah satu talenta paling berbahaya di bawah mistar.

Pada tahun 2014 silam, Mendy mengaku tidak memiliki pekerjaan dan mengambil terus tunjangan sebagai pengangguran agar bisa terus berlatih sepakbola. Namun nyatanya, hal itu tidak berjalan sesuai rencana. Mendy tak kunjung mendapat panggilan dan merasa bahwa tunjangan yang diterima tidaklah cukup untuk teruskan hidup.

Akhirnya, dia sempat berpikir untuk mengakhiri semua dan mencari pekerjaan lain. Tiba-tiba, di tengah situasi genting yang dialaminya, Marseille datang memberi tawaran. Dari situ, bakatnya terus terasah hingga dirinya mulai menarik perhatian dunia.

Tepat pada 2020 lalu, Chelsea merekrutnya untuk dijadikan sebagai pengganti kiper termahal di dunia. Hasilnya, kita semua tahu bila Mendy mampu menampilkan performa gemilang. Dia tampil brilian dengan rentetan gelar terus menghampiri lemari pialanya.

Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang, boleh dibilang sebagai penyerang paling mematikan saat ini. Pria Gabon yang memilih untuk membela Arsenal ini punya kemampuan terbaik sebagai seorang juru gedor sejati.

Namun sebelum jadi pemain populer seperti sekarang ini, Pierre-Emerick Aubameyang sempat ingin putuskan pensiun dini. Tepat di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Aubameyang merasakan kalau kecepatannya tidak sehebat seperti biasanya. Ternyata, ada gangguan serius pada lututnya. Kemampuannya ketika itu benar-benar terganggu.

Puncaknya, Aubameyang yang saat itu tidak memiliki klub sempat berpikiran untuk berhenti dari mimpinya untuk menjadi seorang pemain sepakbola.

“Itu adalah saat-saat sulit dan aku berpikir untuk berhenti [dari sepak bola], tapi setiap hari aku berlatih keras. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa harus berlatih keras sebab kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dalam hidup.” ucap Aubameyang.

Benar saja, setelah terus berpikir positif dan melatih kembali kemampuannya, Aubameyang lalu diajak sang ayah untuk berlatih bersama Bastia. Hasilnya dia sempat memiliki kesempatan untuk menimba ilmu di AC Milan, sebelum akhirnya berjaya di sejumlah klub Eropa, termasuk Borussia Dortmund yang pernah dibawanya menjuarai trofi DFL-Supercup.

Lucas Torreira

Baru-baru ini, pemain berkebangsaan Uruguay, Lucas Torreira, juga sempat mengisyaratkan hasratnya untuk mengakhiri karir sepakbola di usia 24 tahun. Hal itu terjadi karena ia tak kuasa menahan luka yang begitu dalam akibat ditinggal oleh ibunda tercintanya.

Ibunda pemain yang sempat membela Sampdoria ini dinyatakan meninggal pada Maret 2021 karena terinfeksi virus corona. Selain merasa sangat kehilangan ibunya, Torreira juga tidak ingin meninggalkan ayahnya yang berada di Uruguay. Maka dari itu, hanya sedikit dari keinginannya untuk kembali teruskan perjalanan karirnya sebagai seorang pesepakbola.

Beruntung, berkat dukungan dari saudara laki-lakinya, Torreira kembali ke Spanyol dan melanjutkan karir bersama Atletico Madrid.

Kini, pemain kelahiran 11 Feb 1996 ini tercatat sebagai pemain Fiorentina usai merampungkan kesepakatannya dari Arsenal sebagai pemain pinjaman.

Semoga saja, Torreira memiliki perjalanan karir yang baik ke depannya. Supaya hasrat untuk bermain bola terus membara dalam hatinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *