Niclas Fullkrug: Striker Paling Berbahaya Jerman, tapi Hanya Bermain di Klub Semenjana

spot_img

Jerman salah besar membiarkan bakat Niclas Fullkrug terabaikan begitu saja. Bakat yang bahkan dipuji oleh top skor Piala Dunia sepanjang masa, Miroslav Klose. Maka ketika ia dipanggil Timnas Jerman untuk Piala Dunia kemarin terbilang terlambat.

Kegagalan Jerman lolos dari fase grup juga menjadi kisah apes Fullkrug di sisi lain. Ia yang baru berseragam Der Panzer harus menelan pil pahit lebih cepat. Itu bukan salah Fullkrug, tapi Jerman saja yang telat meliriknya.

Atau, mungkin itu bukan terlambat. Hanya saja, Timnas Jerman barangkali tidak pernah punya hasrat untuk mempekerjakan Fullkrug di posisi striker. Sebab sang pemain tidak bermain di klub sekelas Bayern Munchen atau Dortmund. Ia ‘hanya’ memperkuat tim semenjana.

Mengantarkan Hannover Promosi

Niclas Fullkrug lahir di Kota Hannover. Sebagai putra daerah ia ingin memberikan sesuatu pada klub kota kelahirannya itu. Tak peduli di mana Hannover 96 berada, Fullkrug merapat ke sana pada 2016 setelah bermain untuk FC Nurnberg.

Tidak ada bedanya Nurnberg dan Hannover. Keduanya ‘cuma’ bertarung di Bundesliga 2. Di sisi lain, kedatangan Fullkrug ke Hannover juga merupakan rekor klub tersendiri. Uang 2,2 juta euro (Rp35,6 miliar) untuk membeli Fullkrug adalah pengeluaran finansial terbesar yang dilakukan Hannover pada musim panas 2016.

Seperti yang dilakukannya di Nurnberg, Fullkrug harus membantu Hannover berjuang di kasta kedua Bundesliga. Syukur-syukur bisa masuk ke Bundesliga. Tak butuh puluhan tahun, Fullkrug akhirnya membawa tim dari tanah kelahirannya itu ke puncak tertinggi sepak bola Jerman setelah semusim berkutat di kasta kedua.

Musim 2017/18 adalah musim di mana Hannover bermain di kancah tertinggi. Begitu pula dengan Fullkrug. Itu adalah musim pertamanya di Bundesliga setelah empat musim berkubang di kasta kedua Jerman dengan lebih dari satu klub. Kelak musim itu adalah waktu yang luar biasa bagi Fullkrug.

Menggila di Hannover 96 Versi Bundesliga

Musim itu Fullkrug mulai memanen golnya. Masih bersama Hannover, Fullkrug bertransformasi menjadi striker yang sangat trengginas di lini depan. Ia begitu tajam, keberadaannya sangat berbahaya di area penalti lawan.

Pada musim itu Fullkrug bahkan bisa mengemas setidaknya 75% tembakan dari dalam kotak penalti, dengan seperempatnya berasal dari sundulan. Selama musim itu pula, Fullkrug melepaskan setidaknya 87 tembakan.

Alhasil, musim itu Fullkrug pun mengemas jumlah gol yang lebih banyak dari posisi Hannover di akhir musim. Fullkrug mencetak 14 gol, sedangkan timnya tercecer di peringkat ke-13. Jumlah gol itu lebih dari cukup bagi Fullkrug untuk masuk ke jajaran top skor Bundesliga musim itu.

Fullkrug menempati posisi ketiga di jajaran top skor. Ia duduk di bawah Robert Lewandowski (29 gol) dan Nil Petersen (15 gol). Gol-gol Fullkrug membantu mempertahankan Hannover di Bundesliga dengan hasil akhir terpaut enam poin dari zona play off degradasi.

Tak Bertahan Lama di Bundesliga

Namun, barangkali karena tidak punya DNA untuk bermain lama di Bundesliga, Fullkrug dan tentu saja Hannover harus terdegradasi di musim setelahnya. Apalagi musim 2018/19 menjadi yang cukup nahas bagi Fullkrug,

Musim itu, pria yang mendapat julukan “Lucke” karena celah di giginya jarang bermain karena cedera. Kalau ditotal, jumlah kaps Fullkrug musim itu hanya 1.112 menit. Gol yang ia hasilkan cuma dua.

Musim itu pula, Hannover terdegradasi. Fullkrug sempat bertahan. Namun, situasi memaksanya pindah ke Werder Bremen tahun 2019. Tidak masalah juga sebenarnya. Bremen toh merupakan tim yang menempa bakat muda Fullkrug sebelum dilego ke Nurnberg.

Merasakan Degradasi Lagi

Sepertinya Fullkrug benar tidak punya DNA untuk bertahan lebih lama di kasta tertinggi Bundesliga. Werder Bremen tidak banyak memainkannya. Pada musim 2019/20 dan 2020/21, Fullkrug hanya bermain selama 2.389 menit di Werder Bremen.

Jumlah menit bermain itu hanya tiga menit lebih banyak dari musim suksesnya bersama Hannover. Selama berseragam Bremen musim itu, Fullkrug juga mesti merasakan pahit getirnya persaingan play off degradasi. Berkali-kali Bremen lepas dari degradasi.

Namun pada musim 2020/21 nasib buruk memang tak bisa dilawan. Bremen terdegradasi langsung musim itu lantaran hanya finis di posisi 17. Ini sekaligus merupakan mimpi buruk bagi Bremen karena selama 40 musim baru kali ini turun kasta.

Membawa Bremen Promosi Lagi

Fullkrug tidak lari dari kenyataan. Ia menghadapi realita itu. Sebab mungkin beginilah jalan yang digariskan Tuhan. Toh ia sudah terbiasa dengan kasta kedua. Di sisi lain, tim berjuluk Die Werderaner tak menganggap Fullkrug pembawa sial.

Mereka mempertahankan striker ompong itu. Keputusan tersebut terbilang tepat. Fullkrug membawa lagi Bremen kembali ke habitatnya setelah finis di peringkat kedua Bundesliga 2. Fullkrug kala itu mengemas 19 gol dari 33 laga.

Top Skor Lagi

Maju pada musim 2022/23, Fullkrug secepat kilat kembali ke penampilan terbaiknya. Bahkan kekuatan Fullkrug berlipat ganda. Musim ini ketajaman Fullkrug di dalam kotak penalti tidak tumpul sedikit pun.

Lebih dari itu, ia bisa menciptakan tembakan dari dekat. Fullkrug sangat leluasa kalau sudah di dalam kotak penalti, sehingga wajar jika musim ini sudah melepas 46 tembakan. Per 21 Februari 2023, Fullkrug bahkan memimpin perolehan gol Bundesliga dengan 13 gol sejauh ini.

Ia berada persis di depan pemain RB Leipzig, Christopher Nkunku (12 gol) dan pemain Monchengladbach, Marcus Thuram (11 gol). Ia yang menjadi top skor sementara Bundesliga tidak bisa kita lihat hanya karena tidak ada pemain bagus di Werder Bremen.

Sebab mencetak gol adalah perkara kemampuan pemain. Bagaimana ia menemukan celah, timing, dan bagaimana menyontek bola sehingga bisa mengubah angka di papan skor.

Bukan Sekadar Pemain Nomor “9”

Kualitas Fullkrug pada kenyataanya makin meningkat. Selama berseragam Werder Bremen ia tidak hanya mengambil peran nomor sembilan. Fullkrug terkadang masuk ke dalam. Ia menjemput bola dari tengah, membiarkan rekannya yang lain untuk membuka peluang.

Sistem yang diterapkan Ole Werner di Bremen mendukung Fullkrug untuk mengeksplorasi kemampuannya. Terlebih ia bermain dengan striker jangkung lainnya, Marvin Ducksch. Kedua pemain sering berbagi peran.

Mobilitas Fullkrug membuatnya lebih kelihatan. Selain menjemput bola, ia juga kerap mengirim umpan. Ketika berada di area tengah, Fullkrug aktif menyuplai bola ke rekan setimnya. Alih-alih tetap memegang nomor sembilan, ia justru terlihat sebagai pemain nomor “10” yang kreatif.

Total ia melakukan 14% operan di area tengah dalam permainan terbuka. Sentuhan operannya tidak hanya di area tengah, tapi Fullkrug juga kerap mengirim umpan ke kotak penalti lawan, jumlahnya 10%.

Tidak Laku

Dalam sekejap Fullkrug menjelma striker paling berbahaya di Jerman. Die Mannschaft selama ini seperti kehabisan stok striker hebat. Sepeninggal Miroslav Klose sampai Mario Gomez, tidak ada lagi striker hebat, apalagi yang asli Jerman. Fullkrug membongkar kemungkinan itu.

Ia dipanggil Timnas Jerman asuhan Hansi Flick. Di Piala Dunia 2022, meski termasuk muka baru, tapi Fullkrug berhasil mencetak sepertiga jumlah gol Jerman di Piala Dunia Qatar.

Dengan kemampuannya yang terbilang komplet itu, untuk mencari tim baru bukan perkara rumit. Dilansir media Jerman, Sport Buzzer, setelah kemenangan atas Wolfsburg, Fullkrug memutuskan tak akan berlama-lama lagi di Bremen.

Ia hanya akan bertahan setidaknya sampai musim ini tuntas. Bos Werder Bremen, Clemens Fritz mendukung keputusan Fullkrug. Ia mengakui sang pemain adalah bagian penting Die Gruen-Weissen. Tapi ia tidak akan mencegah jika Fullkrug angkat kaki dari Weserstadion walau kontraknya baru habis pada Juni 2025.

Di lain sisi, finansial Bremen sedang kurang sehat. Menjual Fullkrug adalah alternatif yang bisa ditempuh. Masalahnya, Fullkrug adalah pemain yang tidak laku. Tidak ada tim yang serius menunjukkan minatnya.

Eh, ada ding, cuma satu yang berminat, yaitu Bayern Munchen. Yah, mau bagaimana? Die Roten memang tengah membutuhkan sosok striker nomor sembilan pengganti Lewy. Jadi, mungkinkah Fullkrug akan merapat ke FC Hollywood?

https://youtu.be/gA9CLD6kD10

Sumber: DW, SportBuzzer, Bundesliga, Deichstube, TheAnalyst, BayernStrikes, BFW

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru