Tuah Fabio Grosso Menyulap Frosinone Jadi Calon Penghuni Serie A

spot_img

Berjalan-jalan menyusuri kota di Italia bernama Frosinone. Kota yang terletak di dekat ibu kota Roma tepatnya di Provinsi Lazio. Di wilayah Italia bagian tengah tersebut, terdapat satu klub sepakbola kecil bernama Frosinone Calcio.

Namanya mungkin asing di telinga, karena memang tim ini bukanlah tim yang populer. Namun, nama klub itu kini sedang jadi perbincangan. Ya, Frosinone sekarang sangatlah perkasa di Serie B. Mereka bersama sosok pahlawan juara dunia Italia 2006, kini berambisi untuk mengais mimpi promosi ke Serie A.

Baru Berlaga Di Serie B 2005/06

Pantas saja Frosinone sampai sekarang masih saja asing di telinga, wong tim ini saja baru masuk ke Serie B pada musim 2005/06. Maklum, kesebelasan yang sebelumnya bernama Union Sportive Fursinate ini memang lebih sering berkutat di Serie C dan Serie D sejak berdiri 1912 silam. Ini artinya, butuh 93 tahun bagi Frosinone untuk berlaga di divisi dua liga Italia yakni Serie B.

FYI aja, klub yang bermarkas di Stadion Benito Stirpe ini adalah saudara dekat tim ibu kota Lazio dan Roma. Namun persaudaraan dengan dua tim ibu kota itu terkadang berujung penghinaan. Apalagi Frosinone selalu berlaga di kasta terbawah Italia.

Suatu ketika momen Frosinone bangkit dari keterpurukan terjadi pada musim 2014/15. Di mana klub kecil itu mampu promosi ke Serie A untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya klub.

Dua Kali Promosi Ke Serie A

Di bawah pelatih Roberto Stellone, Frosinone ketika itu berhasil finish di urutan dua klasemen akhir Serie B. Namun dengan para pemain yang kebanyakan hanya kelas medioker, Frosinone tak mampu dibawa Stellone di Serie A lebih lama. Mereka hanya jadi tim “yoyo” di Serie A.

Akan tetapi, hal itu tak memupuskan harapan mereka untuk kembali ke Serie A untuk kedua kalinya. Dan akhirnya, momen membahagiakan itu datang lagi pada musim 2018/19.
Mereka promosi untuk kedua kalinya sepanjang sejarah bersama pelatih baru, Moreno Longo.

Namun dasarnya seperti sudah suratan takdir. Frosinone selalu jadi korban dari kejamnya persaingan Serie A. Mereka pun pasrah dan hanya numpang lewat di Serie A untuk kedua kalinya.

Dari Nesta Ke Grosso

Sebuah harapan baru datang di tahun yang baru. Ketika Frosinone dilatih oleh mantan legenda bek Italia, Alessandro Nesta pada musim 2019/20. Nesta mencoba peruntungan untuk mengangkat Frosinone kembali lagi ke Serie A untuk ketiga kalinya.

Asal tahu saja, pelatih yang termasuk kategori “rookie” itu dalam karir kepelatihannya baru melatih dua tim saja, yakni Miami FC dan Perugia. Itu pun belum bisa dikatakan sukses. Dan benar saja, Nesta yang hebat sebagai pemain ternyata kurang hebat sebagai pelatih. Ia hanya membawa Frosinone di papan tengah Serie B selama dua musim dan berakhir dengan pemecatan.

Akhirnya manajemen Frosinone pada Maret 2021 menunjuk nama baru yang juga sesama aktor pemenang Italia di Piala Dunia 2006, Fabio Grosso.

Sepak Terjang Fabio Grosso Ketika Jadi Pelatih

Mendengar nama Fabio Grosso pasti yang akan selalu teringat adalah eksekutor penalti terakhir Italia di Final Piala Dunia 2006 kala melawan Prancis. Lalu kapan sih Grosso itu mulai jadi pelatih?

Grosso awal mula terjun di bidang kepelatihan adalah menjadi pelatih junior di tim Primavera Juventus dari tahun 2014 hingga 2017. Banyak prestasi Grosso di Juventus. Termasuk gaya permainannya yang menghibur serta banyak gol.

Setelah dari Primavera, ia lalu memutuskan untuk menerima pinangan menjadi pelatih senior di klub Bari pada tahun 2017. Awal karir melatihnya memang tak terlalu mentereng. Ia hanyalah pelatih yang berputar-putar di klub medioker macam Verona maupun Brescia.

Sampailah ia di klub medioker berikutnya yakni Frosinone pada tahun 2021. Oh iya, sebelum ke Frosinone, ia sempat juga lho melancong jauh ke negeri orang dengan melatih klub Swiss, FC Sion.

Apa Kunci Sukses Frosinone Dominan Di Serie B?

Lalu apa yang menarik dengan kehadiran Grosso di Frosinone ini? Secara hasil pada debutnya pun tak terlalu mentereng, yakni finish di papan tengah Serie B musim 2021/22. Sama seperti pelatih sebelumnya. Namun, kali ini agak lain karena manajemen Frosinone memberi kepercayaan dan mempertahankan Grosso pada musim 2022/23.

Hasilnya, di tangan Grosso, Frosinone mulai menunjukkan kualitasnya. Sentuhan permainan Grosso di Frosinone mulai kelihatan, bahkan semakin sempurna. Terlebih soal taktik maupun intuisi mencari pemain di bursa transfer

Secara perbandingan taktik, menurut Total Football Analysis, musim lalu Grosso menerapkan taktik formasi 4-1-4-1 dan 4-4-2. Nah di musim ini, ia mengubahnya dengan memakai pola 4-2-3-1 dan 4-3-3.

Grosso musim ini lebih menekankan gaya permainan yang bertumpu pada cara membangun serangan dari lini belakang dengan cara yang taktis dan cepat. Bagi Grosso penguasaan bola bukanlah segalanya. Oleh sebab itu, tim ini hanya mencatatkan rata-rata 50% penguasaan bola musim ini.

Dari taktik dan penerapan gaya main itu, tentu Grosso harus menempatkan pemain yang tepat. Nah dari segi pemilihan pemain, Grosso jenius. Di musim ini ia sangat jeli memanfaatkan bursa transfer.

Mereka antara lain bek kanan Mario Sampirisi, gelandang pengatur serangan Luca Mazzitelli, kiper kokoh Stephen Turati, top skor sementara mereka Samuel Mulateri dan Roberto Insigne, serta bek kiri Gianluca Frabotta. Dari nama-nama baru itulah Grosso menjalankan strateginya.

Di sinilah keistimewaan Grosso, ia menyulap tim dengan nama-nama pemain yang kurang populer itu jadi kesatuan tim yang solid. Setidaknya, hal itu terbukti dengan bertenggernya Canaries di puncak klasemen Serie B dengan jarak poin lumayan jauh dari para pesaingnya.

Juara paruh musim Serie B pun sudah diraih. Ditambah per Februari 2023, mereka adalah tim di Serie B yang mencatatkan kebobolan paling sedikit yakni 14 gol, dan memasukan gol paling banyak, yakni 40 gol.

Ambisi Grosso Antarkan Frosinone Hattrick Promosi Ke Serie A

Kini cepat atau lambat tuah Grosso itu mungkin akan mampu mengantarkan tim ini promosi kembali ke Serie A untuk ketiga kalinya. Inilah ambisi Grosso sesungguhnya.

Grosso akan jadi saksi sejarah sebagai pelatih ketiga yang akan membawa Canaries mentas di liga teratas Italia. Namun, dari sekarang harus sudah dipikirkan juga nasib mereka nanti jika mentas di Serie A musim depan. Pasalnya, selama ini mereka hanya jadi pemanis saja di sana.

Tapi bagaimanapun, nikmatilah dulu kesuksesan Frosinone bersama Grosso di Serie B. ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi karir pelatih muda seperti dirinya. Dan bukan tidak mungkin, dari sinilah karir Grosso sebagai pelatih akan meroket.

Sumber Referensi : totalfootballanalysis, sempreinter, sportalcalcio, footballitalia, calciofrosinone, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru