Kepiluan Ricardo Kaka di Real Madrid

spot_img

Seluruh penggemar AC Milan pernah dibuat terpana dengan sosok elegan bernama Ricardo Kaka. Datang dari Sao Paulo sebagai pemuda berbakat, Kaka tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kebolehannya. Kaka yang memang sudah punya bekal sempurna untuk jadi seorang pemain besar, berhasil masuk ke jajaran elit superstar AC Milan.

Hal itu terbukti dengan sejumlah gelar, termasuk Serie A dan Liga Champions Eropa, yang dipersembahkan untuk raksasa Italia. Kemudian pada tahun 2007 silam, kegemilangan Kaka terukir indah dalam balutan emas trofi Ballon d’Or. Dia dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia dengan mengungguli duo superstar masa depan, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Dua tahun setelah memenangi penghargaan tersebut, Kaka yang mendapati AC Milan tengah berada dalam krisis finansial, rela dijual untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. Dia sempat hendak diboyong klub kaya baru, Manchester City, jika saja Kaka tidak menolak tawaran 100 juta paun atau sekitar Rp 1 triliun lebih kala itu.

Namun, bintang Brasil itu justru menerima tawaran dari Real Madrid yang notabene lebih kecil. Kala itu, Los Blancos hanya butuh 70 juta euro atau sekitar Rp 945 miliar untuk memboyong Kaka. Hal itu dilakukan Kaka demi melanjutkan karir di jalan yang semestinya, selain tentu saja AC Milan ogah kehilangan potensi mendapatkan keuntungan dari penjualan Kaka.

“Kami tak bisa membiarkan Milan kehilangan 70 juta euro. Alasan di balik kepergian Kaka adalah faktor ekonomi,” kata Galliani, Vice-Chairman AC Milan ketika itu.

Terjerat Masalah Cedera

Kaka diboyong Florentino Perez di era pembangunan Los Galacticos jilid kedua, bersama dengan Xabi Alonso, Karim Benzema, sampai Cristiano Ronaldo. Akhirnya Kaka pun bermain untuk Real Madrid, dan mau tidak mau masuk ke rencana Florentino Perez.

Resmi diperkenalkan pada 30 Juni 2009, Kaka melakoni debut pertamanya bersama Real Madrid pada 7 Agustus 2009, ketika Los Blancos melakoni laga persahabatan melawan Toronto FC. Namun nahas, Ricardo Kaka tidak bisa meneruskan kegemilangannya di Real Madrid usai diterpa cedera.

Awal Desember 2009, Kaka mengalami cedera parah pada tulang pinggulnya. Akibatnya, dia harus beristirahat dan menepi selama kurang lebih 28 hari. Dari situ, Kaka mulai dicap sebagai pemain yang gampang cedera dan pesakitan, tak seperti saat membela AC Milan.

Di musim pertamanya, Kaka memang tampil dalam 25 laga, namun torehan golnya cuma menyentuh angka 5 saja. Kemudian pada musim 2010/11, Kaka harus mendapati cedera yang lebih parah. Sejak Agustus sampai Desember 2010, dia tak diikutkan dalam skuad El Real yang bertanding menyusul cedera lutut parah yang dideritanya.

Secara total, Kaka harus beristirahat untuk kembali pulih dalam rentang waktu 147 hari, dan absen dalam total 25 pertandingan yang dilakoni Los Merengues. Di musim kedua itu, Kaka hanya tampil dalam 14 pertandingan liga dan terhitung minim kontribusi bagi klub.

Dalam total empat musimnya di Real Madrid, torehan golnya tak pernah melewati angka 10, berbeda dengan ketika di Milan. Saat bersama il Diavolo, mencetak lebih dari 10 gol bukan hal yang rumit bagi Ricardo Kaka.

Mengenai cedera yang terus mendera, Kaka juga membenarkan ini. Dia mengatakan kalau cedera adalah masalah utamanya di Real Madrid. “Masalah utamaku di Real Madrid adalah cedera,” ucap Kaka (via AS)

Bukan Hanya Cedera

Namun, dalam sebuah wawancara yang dilakukan dengan SporTV pada 2018 lalu, secara mengejutkan Kaka juga menyebut nama Jose Mourinho sebagai sosok yang patut disalahkan atas kegagalan karirnya di Estadio Santiago Bernabeu.

“Aku memang bermasalah dengan cedera. Namun ketika aku sembuh, dia (Mourinho) ada disana,” kata Kaka.

Kaka berujar bila tiga musim bersama Mourinho di Real Madrid, dia selalu mencoba untuk meyakinkan pelatih asal Portugal agar bisa mendapatkan kesempatan bermain. Akan tetapi, hal itu tampak sulit ketika strategi yang dimainkan Mou tidak mampu mengakomodasi kemampuan Kaka sebagai sosok gelandang yang punya kecepatan tinggi.

Di Milan, Kaka kerap berperan sebagai pemain nomor 10. Dengan catatan dia membutuhkan kebebasan saat membangun serangan dan dibebaskan dari kewajiban untuk bertahan. Inilah yang kemudian jadi alasan mengapa ia gagal masuk dalam sistem 4-2-3-1 Mourinho di Madrid. Mou menginginkan semua pemain ikut bertahan ketika tim tengah diserang.

Sementara ketika Mourinho berhasil mendapat jasa Mesut Ozil dari Werder Bremen, sang pemain asal Jerman mampu mengimbangi strategi yang dijalankan. Dengan visi yang bagus serta lihai dalam memberi umpan-umpan akurat, Ozil dianggap punya nilai plus dan langsung masuk ke dalam skuad utama El Real.

Ketika Mourinho kemudian pergi dan digantikan oleh sosok Carlo Ancelotti, Kaka disebut sempat memiliki harapan untuk kembali ke performa terbaik. Apalagi Ancelotti yang merupakan mantan pelatihnya di Milan langsung memberi porsi latihan khusus buat Kaka.

Sayangnya, hal itu tetap tidak merubah keadaan. Apalagi Real Madrid kedatangan bintang baru Gareth Bale di tahun yang sama.

Praktis, Kaka yang merasa bahwa kesempatannya untuk bisa tampil reguler tertutup rapat, dan langsung memutuskan untuk meninggalkan tim ibukota. Kaka, yang sempat digadang-gadang bakal mampu teruskan kegemilangan sebagai bintang besar, hanya menyisakan cerita kelam ketika bermain di tim yang meraih 13 gelar Liga Champions Eropa.

Kembali ke AC Milan dan Gagal Ulangi Kejayaan

Berharap mengulang kejayaan di AC Milan, Kaka yang memilih pulang ke Italia juga tak mampu memberikan banyak hal. Di periode keduanya bersama Milan, Kaka gagal dan lagi-lagi, masalah cedera membuat perjalanan karirnya tersendat.

Dia total absen dalam 7 laga dengan masalah berbeda. Tercatat cuma semusim saja Kaka bertahan di klub yang sempat membesarkan namanya itu. Dia pun langsung memutuskan untuk hengkang. Selama menderita cedera, dia bahkan menolak menerima bayaran.

Sebelum mengakhiri segalanya, Kaka sempat mampir ke Amerika untuk bermain bersama klub Orlando City. Namun, memang cedera sudah menjadi semacam teman hidup bagi Kaka. Total, 146 hari dia lewatkan tanpa memberi andil apapun buat klub tersebut lantaran diterpa cedera. Akhirnya, tepat pada 2017 lalu, Kaka memutuskan pensiun dari dunia sepakbola.

Sumber referensi: ligalaga, bola kompas, goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru