Terhitung sejak musim 2016/17, tidak ada satu pun piala yang masuk ke lemari trofi Manchester United. Itu artinya sudah kurang lebih setengah dekade Manchester United tidak meraih trofi.
Pada musim 2016/17, meski memiliki skuad yang tidak terlalu mewah seperti musim ini, namun Manchester United masih sanggup untuk meraih gelar. Bukan main-main, gelar yang diraih kala itu adalah Europa League.
Sekalipun tidak cukup prestisius, karena sekadar gelar di kasta kedua Eropa, namun gelar Europa League itu sangat penting. Minimal agar fans MU punya bahan pembicaraan. Misalnya, dengan mengingat-ingat siapa saja pemain di balik perjalanan MU saat itu, dan bagaimana nasibnya sekarang.
Daftar Isi
Marcos Rojo
Marcos Rojo mencetak gol pertamanya di Manchester United saat melakoni laga kontra Bournemouth di Premier League pada 4 Maret 2017. Meskipun pada akhirnya MU ditahan imbang 1-1, laga itu menjadi catatan impresif bek berkebangsaaan Argentina.
Happy Birthday to #MUFC CB Marcos Rojo who turns 30 today!
Here’s the only goal he’s scored for the club so far, the opening goal in a 1-1 draw with Bournemouth at Old Trafford in 2017. pic.twitter.com/eONbAeae9w
— United History (@UnitedHistory3) March 20, 2020
Sejak didatangkan pada Agustus 2014, Marcos Rojo selalu menjadi andalan di lini belakang. Bahkan di era kepelatihan Mourinho, Marcos Rojo menjadi sosok penting yang mengawal MU juara Europa League.
Salah satunya adalah ketika Manchester United menaklukkan Anderlecht di leg kedua perempat final Liga Eropa, 20 April 2017. Ketika itu Manchester United menang 2-1, dan kemenangan itu pun memakan tumbal.
Marcos Rojo saat itu harus menderita cedera ligamen yang membuatnya absen selama tujuh bulan. Ia pun terpaksa melewatkan pertandingan final yang menakjubkan melawan Ajax Amsterdam di Stockholm, Swedia.
Marcos Rojo out for rest of season after suffering cruciate ligament injury in Europa League win vs. Anderlecht. pic.twitter.com/xOUyrX1PrS
— Sivan John (@SivanJohn_) April 22, 2017
Seiring berkembangnya waktu, dan kedatangan para pemain baru, posisi Rojo terancam. Pergantian pelatih juga menjadi salah satu penyebabnya.
Marcos Rojo pun hengkang dari MU, dan memilih pulang ke Argentina membela klub Boca Junior. Saat The Red Devil tak meraih satu pun gelar di musim 2020/21, Marcos Rojo justru mengangkat Piala Argentina bersama klub barunya.
Marouane Fellaini
Datang saat MU dinakhodai David Moyes, Marouane Fellaini menjelma sebagai gelandang yang posisinya sulit tergantikan. Bahkan saat jurumudi Iblis Merah diambil alih Jose Mourinho, Fellaini acap kali menjadi andalan. Salah satunya adalah ketika final Liga Eropa menghadapi Ajax Amsterdam.
The Special One memasang Fellaini di posisi gelandang serang. Ia bertugas menyuplai bola ke depan demi menciptakan gempuran ke jantung pertahanan Ajax. Namun di laga itu, permainan ngotot Fellaini harus diganjar kartu kuning.
Punggawa Timnas Belgia itu menjatuhkan Lesse Schone pada menit ke-51. Boleh jadi karena tak mau mendapat kartu kuning kedua, ia kemudian hati-hati dalam bermain. Fellaini pun menuntaskan laga kontra Ajax dengan bermain 90 menit penuh.
Selayaknya pemain yang melewati masa emasnya, usai final itu penampilan Fellaini tak cukup baik. Apalagi semenjak kursi kepelatihan berpindah ke tangan Ole Gunnar Solskjaer. Fellaini tak bisa bertahan lebih lama lagi.
Manajemen Setan Merah akhirnya menjual Marouane Fellaini ke klub Liga Super Tiongkok, Shandong Taishan. Di Shandong Taishan, Fellaini menjadi andalan.
Ia sukses mengantarkan klub itu meraih satu titel Liga China musim 2020/21 dan dua titel Piala China musim 2019/20 dan 2020/21. Nah, kalau MU setelah kepergian Fellaini sudah meraih titel apa ya?
Ander Herrera
Ander Herrera boleh dibilang salah satu pemain favorit Jose Mourinho. Herrera punya segala karakteristik yang betul-betul Mourinho sukai, seperti mentalitas dan agresivitas.
Kita tentu masih ingat ketika Ander Herrera melakukan pekerjaan man-to-man marking dengan menjaga ketat pergerakan Eden Hazard, saat United menghadapi Chelsea pada 16 April 2017 di Liga Inggris.
Laga itu kemudian dimenangkan MU dengan skor 2-0. Hebatnya, selain menempel ketat Hazard, Herrera juga mencetak gol di laga itu. Peran Ander Herrera kemudian terlihat lagi di final Liga Eropa.
Ada satu tingkah Herrera yang dianggap cukup unik di laga final tersebut. Entah dapat wangsit dari mana, saat MU mendapat tendangan penjuru sekitar menit ke-46, Herrera menyuruh Mkhitaryan untuk berada di kotak penalti.
Pemain Armenia itu sebetulnya sudah berada di dalam kotak penalti, tapi ia memilih menjauh dan saat itulah Herrera mendekat untuk memintanya berada di dalam kotak. Dan woyla! Mkhitaryan pun mencetak gol akibat kemelut di kotak penalti beberapa detik berselang.
Tak mencapai kesepakatan kontrak baru dengan United di tahun 2019, membuat Herrera pergi. PSG datang untuk memboyong Herrera yang berstatus free transfer dengan durasi kontrak sampai 2024.
Bermain untuk Les Parisiens, Ander Herrera ternyata masih gacor. Dan untungnya, ia bergabung ke klub penguasa Liga Prancis. Jadi setelah meraih gelar di MU, ia masih bisa menambah koleksi gelarnya. Satu titel Ligue 1, satu Piala Liga Prancis, dua Piala Prancis, dan dua Piala Super Prancis diborong Herrera sejak berseragam PSG.
Sergio Romero
Di tengah spekulasi kepergian De Gea ke Real Madrid, kiper serep Manchester United, Sergio Romero menikmati masa indahnya di ajang Liga Eropa. Terlebih Mourinho justru memasang pria Argentina itu di bawah mistar saat final di Stockholm, alih-alih De Gea.
Bukan tanpa alasan Mourinho memilih Romero di laga penting itu. Anggap saja ini sebagai bayaran yang sepadan atas penampilan dahsyat Romero musim 2016/17. Betapa tidak? Kiper yang datang tanpa sepeser pun biaya pada musim panas 2015 itu hanya kebobolan 6 gol di 16 penampilannya di musim tersebut.
Born 22nd February 1987, Sergio Romero. As good a no 2 goalkeeper as you are likely to get. Helped secure the Europa League in 2017, but appeared to have been badly treated at the end not featuring at all in his final season. Played 61 games in total, keeping 39 clean sheets. pic.twitter.com/tYSCwZMJau
— Paul English (@paulenglish1961) February 22, 2022
Belum lagi, Romero sudah melakoni 11 caps dari 14 pertandingan Liga Eropa bersama United. Maknanya, sejauh ini Romero lah yang menjadi andalan Mourinho di Liga Malam Jumat.
Dan benar saja, Romero sukses merampungkan tanggung jawabnya di final Europa League. Kala itu, ia berhasil membuat gawang MU bersih dari gol. Romero mampu melakukan tiga penyelamatan penting.
Setelah tak lagi di Manchester United, Romero bergabung ke klub Italia, Venezia. Mulai tahun 2017 pula, nasib Romero setali tiga kepeng dengan United: belum mendapat trofi lagi.
Henrikh Mkhitaryan
Henrikh Mkhitaryan adalah pemain Armenia pertama yang bermain di Liga Primer Inggris. Ia menjalani debutnya di Premier League waktu United meraih hasil positif menghadapi Bournemouth, usai masuk pada menit 75 menggantikan Juan Mata. Di laga itu MU menang 3-1 berkat gol Juan Mata, Rooney, dan Zlatan Ibrahimovic.
Mkhitaryan juga menjadi dalang atas kemenangan MU di Europa League. Ia mencetak gol kedua kemenangan MU atas Ajax pada menit ke-48 melalui tendangan akrobatik.
ON THIS DAY: Three years ago, Manchester United won the Europa League for the first time completing the set of major honours available to European clubs thanks to goals from Pogba and Mkhitaryan. 🏆🔴 #MUFC
— United Zone (@ManUnitedZone_) May 24, 2020
Usai tak lagi dipakai MU, Mkhitaryan bergabung ke klub medioker, Arsenal pada tahun 2018. Setahun berselang Mkhitaryan dipinjamkan ke klub semenjana lainnya, AS Roma. Lalu, tahun 2020 Mkhitaryan resmi menjadi pemain Giallorossi.
Meski tak mendapat trofi lagi setelah pergi dari MU, paling tidak Mkhitaryan bisa temu kangen dengan Jose Mourinho di AS Roma.
Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic datang ke Manchester United dari PSG dengan status bebas transfer. Ia menjalani 28 pertandingan di Premier League saat musim pertamanya berseragam MU.
Nah, di ajang Europa League musim 2016/17, Zlatan sudah bermain 11 kali dan mencatatkan lima gol. Yang menarik, di ajang itu pula Ibra mengemas hattrick pertamanya bersama Manchester United. Tepat ketika MU melakoni laga leg 1 kontra Saint-Etienne di penyisihan grup. Tiga gol itu dicetak pada menit ke-15, 75, dan 88. Salah satunya lewat tendangan 12 pas.
Usai tak lagi di Manchester United dari tahun 2018, Ibra berkelana sampai ke MLS memperkuat LA Galaxy. Ia kemudian kembali ke AC Milan tahun 2020. Sama seperti MU, dari tahun 2017 Ibra belum meraih gelar lagi. Namun, ia punya kesempatan meraih scudetto, sebab AC Milan kini sementara memuncaki klasemen Serie A.
https://youtu.be/1gOP5k8eRx8
Sumber referensi: transfermarkt.com, manutd.com, mirror.co.uk, eurosport.com, dailymail.co.uk, theguardian.com, viva.co.id, Instagram @ellevenses


