Kriteria Seorang Pesepakbola Disebut GOAT

spot_img

Perdebatan soal siapa pemain sepak bola terbaik sepanjang masa selalu menarik. Apalagi bagi mereka yang memendam rasa sinis terhadap pemain yang disebut pemain terbaik sepanjang masa. Pencinta sepak bola sering menyebutnya sebagai GOAT, yang kadang untuk mengejek justru diartikan secara harfiah sebagai kambing.

Sesungguhnya GOAT ini akronim dari Greatest of All Time atau pemain terbaik sepanjang masa. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah sosok yang sering disebut sebagai GOAT. Walaupun hal itu masih menjadi perdebatan.

Apalagi tidak jelas kriteria seorang pemain bisa disebut GOAT. Jadi, pertanyaannya apakah lantas penyebutan GOAT pada pemain tertentu bernilai subjektif belaka, alih-alih objektif? Mungkin iya, tapi mari kita mencoba mengurainya.

Sejak Kapan Istilah GOAT Muncul?

Sebelum kita membahas lebih lanjut kriteria seorang pesepakbola disebut GOAT, kita bahas istilah GOAT itu terlebih dahulu. Sejak kapan sih, istilah Greatest of All Time atau terbaik sepanjang masa ini muncul?

Orang di balik lahirnya istilah “terbaik sepanjang masa” justru bukan berasal dari sepak bola, tapi dari cabang olahraga lain. Sosok itu adalah petinju legendaris dunia, Muhammad Ali yang mengklaim dirinya sebagai “the greatest” atau “yang terbaik”.

Itu terjadi setelah Ali mengalahkan Sonny Liston pada tahun 1964. Muhammad Ali kemudian menunjukkan kalau dia tidak asal bicara. Tahun 1974 giliran George Foreman yang di-KO oleh Muhammad Ali dan berhasil merebut sabuk kelas berat.

Kemudian pada September 1992, istri Muhammad Ali, Lonnie Ali mendirikan perusahaan Greatest of All Times Inc. (GOAT Inc.). Tujuannya untuk mengkonsolidasikan dan melisensikan istilah tersebut agar mendatangkan cuan, atau dengan kata lain komersil.

Seorang penulis olahraga kenamaan, Frank Deford pada 2011 melacak bahwa istilah GOAT dari Ali itu juga digunakan oleh sebuah perusahaan bernama “GOAT LLC” pada tahun 2006. Tentu saja ada harga yang harus dibayar sebagai bunga atas kemiripan nama perusahaan kepada Ali. Bahkan tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai 50 juta dollar atau sekitar Rp 717 miliar.

Akan tetapi, istilah GOAT ini sudah lumrah digunakan sebagai akronim Greatest of All Time atau “Terbaik Sepanjang Masa” pada 2000-an. Kala itu sosok rapper asal Queens, Amerika Serikat, LL Cool J yang mempopulerkan istilah GOAT. Yang kemudian dikutip sebagai sebuah akronim oleh Grammarphobia.

Namun, setelah itu tidak ditemukan catatan mengenai awal mula penyebutan GOAT pada pemain atau olahragawan tertentu. Yang pasti kalau menyebut “The Greatest” ya, itu maksudnya Muhammad Ali. Meski begitu, banyak juga atlet lain yang kerap disebut Greatest of All Time oleh banyak orang maupun media.

Misalnya, Roger Federer dan Novak Djokovic di tenis; Usain Bolt di atletik; Tom Brady di American Football; dan Michael Jordan di olahraga basket. Lantas bagaimana dengan sepak bola? Karena tidak ada kriteria yang pasti, Starting Eleven mencoba menganalisa kriteria seorang pesepakbola disebut GOAT yang tentu saja, berdasarkan dari berbagai sumber.

Penghargaan

Mari kita mulai dari kriteria yang boleh jadi paling objektif: penghargaan. Seorang pemain bisa saja diberi julukan Greatest of All Time karena ia memiliki gelar atau penghargaan segudang. Lebih-lebih penghargaan itu bukan hanya untuk diri sang pemain, tapi mampu berkontribusi memberi gelar pada klub yang dibela.

Cristiano Ronaldo adalah pemain yang sering disebut Greatest of All Time (GOAT). Ia punya segudang penghargaan seperti lima trofi Ballon d’Or. Ronaldo juga memborong tiga penghargaan sepatu emas Eropa pada 2008, 2011, dan 2015.

Ia juga meraih Milliyet Sports Award untuk World Athlete of the Year pada 2014. Ronaldo juga meraih penghargaan Puskas FIFA Tahun 2009, Pemain Terbaik Dunia versi FIFPro, dan masih banyak lagi yang tentu panjang kalau dijelentrehkan.

Ronaldo juga menjadi sosok yang sering menyumbangkan gelar untuk tim yang dibelanya. Dari Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan Timnas Portugal, semua kebagian. Walaupun yang paling banyak tentu saja Real Madrid.

Pesaing Ronaldo, Lionel Messi juga kerap disebut sebagai GOAT. La Pulga sudah membawa pulang tujuh trofi Ballon d’Or, Pemain Terbaik FIFA 2009, Pemain Terbaik Pria FIFA 2019, enam Sepatu Emas Eropa, Sepatu Emas Copa America 2021, dan masih banyak lagi. Sementara, Barcelona menjadi tim yang paling banyak disumbang gelar oleh Messi, daripada di Timnas Argentina.

Selain Messi dan Ronaldo, tentu ada nama lain yang kerap disebut GOAT. Diego Maradona, Pele, sampai Johan Cruyff adalah legenda sepak bola yang juga kerap disebut Greatest of All Time.

Statistik

Statistik menjadi kriteria seorang pesepakbola disebut GOAT. Kriteria ini hampir mirip dengan kriteria untuk menentukan man of the match, atau pemain terbaik. Tak ayal pesepakbola yang memiliki statistik bagus akan disebut Greatest of All Time. Misalnya Cristiano Ronaldo dengan 801 golnya, Messi dengan 758 golnya, dan Pele dengan 757 golnya.

Tak hanya gol, tapi juga jumlah assist dan banyaknya pertandingan yang dilakoni si pemain GOAT. Jika dilihat dari statistik ini, misalnya kita ambil gol saja, berarti bukan hanya pemain-pemain top Eropa dan dunia saja yang layak disebut Greatest of All Time.

Masih banyak pemain yang juga punya statistik memesona, selain mereka yang disebut GOAT. Di Eropa sendiri masih ada sosok Robert Lewandowski. Lalu, di benua lain, misalnya saja Afrika, nama Samuel Eto’o mungkin bisa masuk. Di Asia, kita bisa menyebut sosok pemain seperti Ali Daei, Mokhtar Dahari, sampai Teerasil Dangda juga bisa diperhitungkan.

Namun, sayangnya statistik hanyalah salah satu kriteria. Masih ada kriteria lain yang tentu saja tidak boleh dilupakan.

Prestasi Klub dan Timnas Selaras

Penyebutan GOAT untuk Lionel Messi pernah diperdebatkan karena La Pulga tak punya prestasi mentereng di Timnas Argentina. Namun, hal itu sudah dijawab Messi dengan trofi Copa America 2021. Ya, prestasi seorang GOAT mestinya selaras antara di klub dan Tim Nasional.

Bukan hanya Messi, Cristiano Ronaldo juga sebelumnya sudah menyelamatkan mukanya sebagai GOAT, setelah memberi gelar Piala Eropa atau EURO untuk Portugal Tahun 2016.

Namun, Messi dan Ronaldo masih kalah dengan sosok GOAT lain. Diego Maradona dan Pele menjadi dua pemain dengan prestasi klub dan negara yang selaras.

Pele sudah memborong tiga trofi Piala Dunia untuk Brazil. Sedangkan di level klubnya, Pele menyumbangkan dua Piala Libertadores, dua Piala Interkontinental, dan masih banyak lagi untuk Santos.

Begitu pula Diego Maradona. Almarhum sudah membagi rata gelar untuk Boca Junior, FC Barcelona, Napoli, dan Argentina. Dari Primera Division, Copa Del Rey, Serie A, sampai Piala Dunia 1986.

Popularitas

Seperti halnya penyebutan-penyebutan lain yang muncul di era informasi, media berperan penting dalam hal ini. Salah satunya dalam perkara popularitas. Sebelum seorang pemain disebut GOAT, ia harus populer dulu. Kalau tidak populer bagaimana orang menyebutnya sebagai Greatest of All Time?

Itu pulalah yang dimiliki oleh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Orang akan menyebut dua pemain itu sebagai GOAT karena keduanya terkenal. Coba saja kalau Lionel Messi itu lahir di Zambia, dan terlempar ke Liga Pantai Gading, mana bisa dia populer? Mana bisa seorang La Pulga kemudian dikenal sebagai GOAT?

Nah, itulah tadi kriteria seorang pesepakbola bisa disebut GOAT. Hmm… ngomong-ngomong, kriteria-kriteria tadi masuk nggak ya? Atau mungkin kamu punya kriteria sendiri?

Sumber referensi: fieldinsider.com, goal.com, jjhsfocus.com, swarthmorephoenix.com, usatoday.com, grammarphobia.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru