Nasib Kurang Mujur Sergio Aguero

  • Whatsapp
Nasib Kurang Mujur Sergio Aguero
Nasib Kurang Mujur Sergio Aguero

Mungkin suatu saat nanti, Sergio Aguero akan mengingat ketika dirinya harus pensiun di usia yang belum waktunya pensiun. Namun, ia bakal mengingat itu sebagai sebuah ironi. Meskipun pada kenyataannya, Aguero pensiun di klub yang tepat.

Setelah sekitar satu dekade membela Manchester City, Aguero mesti hengkang. Ia memilih FC Barcelona sebagai pelabuhan berikutnya, dengan Lionel Messi sebagai salah satu faktor pendorong. Ia pun bergabung ke Blaugrana dengan status bebas transfer.

Aguero bahkan kabarnya rela digaji 5 juta euro per tahun, atau sekitar Rp 80,3 miliar. Ia ikhlas digaji segitu demi bisa bermain untuk FC Barcelona. Selain itu, karena kedekatannya dengan La Pulga menjadi alasan kenapa ia menerima pinangan El Barca.

Ironis, ketika ia bergabung ke FC Barcelona, harapan bermain dengan Messi, rekan senegaranya pupus. Bahkan Aguero sudah dipagari klausul pelepasan sejumlah 100 juta euro atau Rp 1,6 triliun, tapi Lionel Messi justru tidak lagi di Camp Nou. La Pulga malah merapat ke Paris Saint-Germain, alih-alih bertahan di Barcelona.

Meskipun, tentu saja, itu bukan salah Messi sepenuhnya. Manajemen Barcelona lah yang kacau dalam mengatur keuangan. Lebih ironisnya lagi, Aguero meninggalkan City yang sedang ranum-ranumnya, dan memilih Barcelona yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja.

Hebat di Manchester City

Ya, City memang sedang dalam kondisi stabil. Semenjak ditukangi Pep Guardiola, City belum pernah goyah seperti tetangga mereka. Dan Aguero adalah aktor penting yang turut membangun City menjadi klub raksasa.

Betapa tidak? Aguero telah mencatat rekor sendiri di Manchester City. Ia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Manchester Biru. Sejak merapat ke Etihad tahun 2011, Aguero sudah mengoleksi total 260 gol. Jumlah tersebut mengalahkan Raheem Sterling di tempat kedua yang mencetak 106 gol dari 262 penampilan.

Aguero juga mengemas 383 caps di Manchester City di semua ajang. Selama bermain di Negeri Ratu Elizabeth Aguero sangat perkasa. 12 trofi mayor di Inggris ia berikan untuk Manchester City. Di antaranya 5 gelar Premier League, 1 FA Cup, dan 6 kali juara English Cup atau Piala Carling.

Ketika berseragam The Citizen, Aguero menjadi raja gol di Liga Inggris. 184 gol sudah ia sarangkan ke gawang lawan dari 275 pertandingan di Premier League. Aguero juga menjadi pencetak hattrick terbanyak dalam sejarah Liga Inggris. Total ia mengoleksi 12 kali hattrick.

Aguero berhasil mengungguli jumlah hattrick Alan Shearer di tempat kedua. Shearer mencatatkan 11 kali hattrick. Sementara, legenda Liverpool, Robbie Fowler berada di posisi ketiga dengan 9 kali hattrick. Lalu disusul Thierry Henry dengan 8 kali hattrick.

Ukiran-ukiran emas itulah yang membuat Aguero selalu punya tempat di hati para fans ghaib Manchester City. Meskipun pada akhirnya, bukan Etihad Stadium pelabuhan terakhir sang raja gol, melainkan Camp Nou lah tempat ia harus memutuskan gantung sepatu.

Nasib Buruk di FC Barcelona

Rentan cedera mungkin menjadi biang keladi Manchester City tidak lagi memakai jasa Aguero. Dan sungguh sayang, ketika ia bagaikan kena prank Messi, Aguero malah mengalami nasib kurang mujur di Barcelona. Saat pertama kali menandatangani kontrak di Blaugrana, sinyal kurang mujur Aguero sudah mulai kelihatan.

Aguero memang masuk ke Barcelona, tapi setelah itu ia tak boleh bermain. Bukan karena kualitasnya menurun, tapi Aguero harus menepi karena cedera. Ia baru bisa mulai debut saat Barcelona menghadapi Valencia, 17 Oktober 2021.

Nahasnya, Aguero hanya melakoni 5 pertandingan bersama FC Barcelona. Pertandingan menghadapi Alaves boleh jadi adalah laga terakhir Aguero di FC Barcelona. Di laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Aguero menunjukkan bahwa dirinya terkena penyakit yang tak diinginkan semua pesepak bola.

Pada pertandingan menghadapi Alaves, 31 Oktober 2021, Aguero mendapat masalah jantung. Ia pun mesti dilarikan ke rumah sakit. Dilansir situs Marca, walau Aguero masih punya kesempatan untuk tidak pensiun, tapi penyakitnya itu sudah cukup untuk menjadi alasan ia memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola.

Sergio Aguero mengidap aritmia. Yaitu detak jantungnya tidak teratur. Kadang terlalu lambat, sekali waktu jantungnya berdetak terlalu cepat. Sungguh malang nasib Aguero. Ia belum sempat meraih sukses bersama FC Barcelona, tapi sudah keburu gantung sepatu.

Pensiun di Klub dan Waktu yang Tepat

Namun semua tetap ada hikmahnya. Nasib Aguero memang kurang mujur. Tapi, sadar atau tidak, jika ia pensiun sekarang, ia pensiun di klub yang tepat. Apalah hendak dikata, Barcelona memang sedang dalam kondisi buruk saat Aguero datang.

Bahkan kini, Blaugrana sedang mulai menyusun ulang puzzle mereka. Memecat Koeman dan mendatangkan Xavi. Barcelona tengah membangun kembali kedigdayaannya. Sedangkan Aguero mesti pensiun saat Barca sedang memperbaiki diri. Kendati belakangan, pelatih anyar Barcelona, Xavi menyanggah hal itu.

Namun setidaknya, bila Aguero sungguh-sungguh pensiun, itu berarti ia tak perlu repot-repot ikut membangun ulang kejayaan FC Barcelona. Coba bayangkan kalau ndilalah, Aguero pensiun saat masih berseragam Manchester City. Jelas itu akan menjadi ironi kuadrat bagi Aguero.

Sederhananya begini, ia ikut membangun City, tapi ketika The Citizen sudah mapan, Aguero harus pensiun. Aguero jadi tidak bisa menikmati apa yang ia bangun. Tidak bisa ikut menikmati kejayaan Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola.

Kita ambil contoh lain seperti Christian Eriksen. Ia kolaps saat bermain di EURO 2020 kemarin, tepatnya kala pertandingan Denmark vs Finlandia. Setelah mendapat perawatan medis, Eriksen ternyata memiliki masalah jantung.

Eriksen pun dipaksa untuk pensiun. Otoritas sepak bola Italia bahkan melarang Inter untuk memainkan Eriksen. Alhasil, karier sepak bolanya pun terhenti. Padahal Inter sedang bagus-bagusnya.

Aguero bolehlah kita sebut telah menciptakan legasi. Paling tidak untuk Manchester City. Meski tak lagi berseragam City, Aguero tetap ada di sanubari fans ghaib The Citizen. Maka, bukan suatu hal yang aneh apabila fans Manchester City menghormati Aguero, dengan meneriaki namanya ketika City menang atas Everton beberapa hari lalu.

Sumber referensi: talksport.com, eurosport.com, scroll.in, marca.com

Pos terkait