Musim Yang Buruk Untuk Sadio Mane

  • Whatsapp
https://youtu.be/0tBEmjqQ0Fw
Musim Yang Buruk Untuk Sadio Mane

Musim ini, Liverpool menjadi salah satu tim Liga Primer Inggris yang paling disorot penampilannya. Pemegang enam gelar trofi Eropa itu tampil tidak seperti biasanya. Ada banyak pemain yang boleh dibilang alami penurunan performa. Selain Mohamed Salah yang tak luput dari kritik penggemar, ada nama Roberto Firmino, Gini Wijnaldum, Trent Alexander-Arnold, Andy Robertson, dan bahkan Fabinho, yang juga mengalami penurunan level performa. Performa Liverpool yang terbilang mudun juga dipengaruhi dengan absennya Virgil van Dijk akibat cedera, yang kita tahu selama ini menjadi andalan di lini belakang the Reds.

Namun, di tengah turunnya performa pemain Liverpool, Sadio Mane dianggap sebagai yang paling menyedihkan. Hal tersebut sangat disadari oleh banyak orang, terutama para penggemar The Kopites. Mane memang menjadi sosok sentral sejak didatangkan pada tahun 2016 lalu. Dia berhasil membawa Liverpool lolos ke kompetisi Liga Champions Eropa, plus sumbangkan banyak gelar bergengsi.

Akan tetapi, dia kini tampak berada dibawah bayang-bayang nya sendiri.

Mane, selama musim ini, banyak melakukan pekerjaan yang tidak diperlukan. Dia menjadi pemain yang kerap kebingungan di atas lapangan. Ia bermain buruk dengan pengambilan keputusan yang sama buruknya. Dia bahkan terlihat belingsatan ketika harus mencetak gol, melakukan tembakan, atau bahkan hanya sekadar mengirim umpan.

Dia kehilangan arah dan tampak harus diistirahatkan di bangku cadangan.

Apa yang terjadi kepada Mane pada musim ini memang mengkhawatirkan. Musim lalu, dia berhasil mencetak 18 gol dari 35 kesempatan di Liga Primer Inggris. Akan tetapi, musim ini, dia hanya mampu mencetak delapan gol saja dari 30 kesempatan. Sungguh angka yang terbilang mengejutkan dari seorang pemain yang jadi andalan pelatih Jurgen Klopp.

Penurunan performa Mane, seperti yang sudah disinggung, ditandai dengan banyaknya dia membuang-buang peluang. Pemain asal Senegal ini tidak benar-benar menjadi yang paling berbahaya bagi pertahanan lawan sejak musim ini dimulai. Menurut catatan who scored, Dalam 43 tendangan terakhir yang dilancarkan ke gawang lawan, tercatat hanya dua gol saja yang berhasil dicetak.

Mulanya, dalam 10 pertandingan awal yang dijalani di kompetisi Liga Primer Inggris, Mane memang berhasil mencetak enam gol. Namun itu tidak lantas menjadi angka yang mengagumkan bagi Mane. Pasalnya, dia langsung menjadi seorang pemain mandul, setelah terakhir kali mencetak gol ke gawang Manchester City pada November 2020.

Mane butuh enam laga untuk berhasil mencetak satu gol dan satu assist. Selebihnya, dia tak memberi andil besar kepada klub sampai setidaknya di pertandingan melawan Tottenham Hotspurs pada awal 2021, tepat sebelum dirinya diterpa cedera dan harus absen dalam dua pertandingan.

Sejak saat itu pula, Mane selalu kesulitan mencetak gol. Di kompetisi Liga Primer Inggris utamanya, dia harus membutuhkan sebanyak sepuluh pertandingan untuk bisa kembali mencatatkan nama di papan skor. Ketika itu, atau tepat pada 19 April lalu, Mane berhasil mencetak gol ke gawang Leeds United. Sayangnya, gol yang dicetak gagal membawa Liverpool meraih kemenangan. Kedua tim tersebut hanya mampu bermain imbang setelah Leeds United berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke 87 melalui aksi Diego Llorente.

Di laga itu, Mane banyak menyia-nyiakan peluang yang didapat, sehingga memungkinkan anak asuh Marcelo Bielsa mencuri gol di menit akhir pertandingan.

Dengan turunnya performa Liverpool yang salah satunya disebabkan oleh penampilan Sadio Mane, kini klub yang bermarkas di Anfield bahkan terancam tidak bisa masuk ke zona Eropa. Mereka punya banyak pesaing dengan ambisi besar. Malah, ada dari mereka yang berstatus sebagai tim papan tengah namun telah tunjukkan penampilan yang tidak bisa diremehkan pada musim ini.

Itu baru di kompetisi Liga Primer Inggris saja. Lalu, bagaimana penampilan Sadio Mane di kompetisi Liga Champions Eropa? Ya, semua pasti sudah bisa menebak. Sama buruknya!

Mane hanya mampu membawa Liverpool lolos ke babak perempat final. Disana, skuad asuhan Jurgen Klopp dipecundangi Real Madrid dengan skor agregat 3-1.

Di leg pertama, entah apa yang terjadi, Mane benar-benar tidak tampil seperti biasanya. Pemain asal Senegal itu tidak mampu memberikan apa-apa kepada Liverpool, kecuali kartu kuningnya yang didapat pada menit ke 39. Laman whoscored hanya memberinya nilai sebesar 5,83 saja. Meski tampil selama sembilan puluh menit lamanya, Mane, untuk kesekian kalinya, gagal membuktikan kualitas, seperti pada musim-musim sebelumnya.

Buruknya penampilan Mane yang tidak hanya terjadi dalam satu pertandingan itu pun menyulut kemarahan para suporter. Mereka bahkan menyebut bila inilah saat yang tepat untuk menjual Sadio Mane.

Game FIFA 21 juga turut tersentil dengan bobroknya performa Mane musim ini. Melansir dari laman liverpool echo, Mane yang sebelumnya memiliki rating sebesar 90, kini hanya punya sebanyak 89 angka saja secara keseluruhan. Sejumlah atribut lainnya mengalami penurunan cukup signifikan, seperti finishing dari 90 menjadi 89, passing pendek dari 85 menjadi 84, positioning dari 92 menjadi 90, hingga visi bermain dari 85 menjadi 83.

Bila melihat fakta yang terjadi di atas lapangan. Penyebab dari gagalnya Mane tampil maksimal di setiap pertandingan adalah murni dari menurunnya performa sang pemain. Selain itu, hal tersebut juga sekaligus mengindikasikan kurangnya rasa percaya diri Sadio Mane.

Hal itu pula yang disampaikan langsung oleh mantan penyerang Liverpool, Peter Crouch.

“Penampilan Mane di musim lalu dan musim sebelumnya, jauh berbeda karena biasanya dia tak pernah berpikir dua kali untuk bisa membuat peluang,”

“Ketika dia menyentuhnya (bola), aku mengetahui dia akan mencetak gol. Namun, kini rasa keyakinannya telah meninggalkannya,” ujar Crouch (via Mirror)

Melihat salah satu pemain andalannya mengalami penurunan performa, Jurgen Klopp selaku pelatih klub tidak mau menyalahkan siapapun. Klopp menyadari betul bahwa Mane adalah pemain yang sangat hebat. Namun dalam hal ini, dia juga tidak mengerti persis apa yang tengah dialami oleh Sadio Mane sehingga sering tampil dibawah standar.

Klopp menilai bila Mane terjebak dalam situasi yang kurang baik. Pelatih asal Jerman itu lalu menambahkan, bila dirinya tidak mengkhawatirkan kondisi saat ini dan berjanji akan terus membenahi performa setiap pemain Liverpool termasuk Sadio Mane.

“Mane memiliki mentalitas yang luar biasa. Ia selalu ingin meningkatkan kemampuannya. Tapi, dia sedang terjebak dalam situasi yang kurang baik. Aku rasa, semua penyerang di dunia memahami situasi Mane saat ini.”

“Sejujurnya, aku tak terlalu khawatir dengan penurunan performa Mane. Tapi, aku berjanji akan berusaha membuatnya kembali menunjukkan performa terbaik,” ujar Klopp (via football5star)

Lebih lanjut, Klopp juga mengatakan bila para pemain Liverpool memiliki jadwal yang sangat padat. Namun dia merasa hal tersebut bukanlah penyebab mundurnya performa Mane. Mane juga tidak mengalami masalah fisik. Tapi, menurut Klopp, Mane memang membutuhkan waktu untuk beristirahat.

 

Sumber referensi: Sportskeeda, premierleague, liputan6, liverpoolecho, football5stars

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *