MU yang Terjebak Simalakama antara Mendatangkan Conte atau Mempertahankan Ole

spot_img

Manchester United menelan pil pahit kala menjamu Liverpool di lanjutan Liga Inggris, Minggu, 24 Oktober 2021. Setan Merah dipaksa bertekuk lutut di hadapan The Reds 0-5. Ironisnya, pembantaian itu terjadi di rumah Manchester United itu sendiri. Tentu hal itu membuat penggemar yang memadati Old Trafford mesti turun ke jalan walaupun laga belum usai, dan meski tidak ada yang menunggangi.

Seruan untuk memecat Ole Gunnar Solskjaer dari kursi kepelatihan pun kembali terdengar nyaring. Namun, sebelum itu, mari kita menilik statistik sebentar, bagaimana Liverpool menghancurkan setan tanpa harus membacakan Ayat Kursi. Di pertandingan tersebut, Liverpool unggul segalanya.

The Reds mencatatkan 19 kali melakukan tembakan, dan 8 di antaranya on target. Sementara MU hanya 12 tembakan, dan 4 di antaranya ke arah gawang. Ball possesion Liverpool unggul jauh dengan 64 persen, sedangkan MU tak lebih dari 36 persen. Skuad asuhan Klopp juga mencatatkan 731 operan, sedangkan anak didik Ole 409.

Dalam pertandingan itu, Manchester United hanya unggul jumlah pelanggaran. Bahkan prestasi terbaik MU di pertandingan itu adalah 6 kartu kuning dan 1 kartu merah. Sementara, Liverpool bermain minim pelanggaran yang hanya 8 kali, tanpa satu pemain pun terkena kartu.

Kekalahan tragis di Old Trafford itu bikin fans kembali geram pada sosok Ole Gunnar Solskjaer. Tentu kegeraman itu bukan tanpa alasan. Selain kalah dari rival, kekalahan atas Liverpool bikin MU tak sanggup memetik satu pun kemenangan di empat laga terakhir di Premier League. Dengan catatan tiga kali kalah, dan satu kali bermain imbang.

Di tengah isu pemecatan Ole, muncul nama-nama yang bisa menggantikan sang pelatih berwajah bayi itu. Salah satunya adalah Zinedine Zidane. Namun, santer kabar kalau Zidane tidak berminat melatih The Red Devils. Nah, nama pelatih yang dikabarkan tertarik adalah Antonio Conte.

Conte Tertarik?

Mengutip Manchester Evening News, sebuah situs berita di Manchester, Antonio Conte terbuka untuk melatih Manchester United. Eks pelatih Timnas Italia itu sudah tanpa klub sejak Mei 2021. Persis setelah Conte hengkang dari Inter.

Sebelumnya, Conte pernah di Inggris saat melatih Chelsea. Namun, setelah dua trofi didapat di The Blues, Conte pulang ke Italia. Setelah cukup lama di Italia, Conte menginginkan kembali untuk berkarir di luar negeri. Salah satunya terbuka untuk kembali ke Inggris.

Sebelum deras dikabarkan bakal menggantikan Ole di Manchester United, Antonio Conte musim panas lalu telah menjalin hubungan dengan Daniel Levy, pemilik Tottenham Hotspur. Tapi Conte menolak untuk melatih Spurs menggantikan Mourinho. Penolakan itu bukan tanpa alasan.

Laporan Mirror menyebut, Conte khawatir terhadap kualitas skuad Tottenham. Conte khawatir jika pemain Spurs tidak siap untuk memperebutkan trofi. Bahkan untuk bersaing saja susah. Ditambah waktu itu, Harry Kane dikabarkan bakal hengkang dari Tottenham Hotspur.

Berbeda dengan Manchester United yang dia yakini sangat memadai untuk menggenggam trofi. Nama-nama kaliber Raphael Varane, Jadon Sancho, sampai Cristiano Ronaldo yang dibeli MU bisa menunjang pelatih 52 tahun tersebut membawa MU meraih trofi.

Mendengar kesediaan Conte melatih MU itu, tampaknya wajar kalau para pendukung Setan Merah senang bukan kepalang. Apalagi dengan iming-iming status sebagai pelatih serial winner. Tentu akan membuat fans Manchester United makin sombong, ketika boleh jadi merengkuh gelar kalau Conte sungguh-sungguh meneken kontrak.

Apakah Conte Pantas Menggantikan Ole?

Perkara pantas atau tidak pantas, itu relatif. Hanya saja Conte punya filosofi bermain yang jomplang dengan filosofi Manchester United selama ini. Conte lebih menyukai pola bertahan dengan skema 3-5-2.

Jika ia melatih Manchester United, otomatis pemain yang memiliki tipikal sayap menyerang akan tergusur posisinya. Jadon Sancho yang seharga 73 juta pounds atau Rp 1,44 triliun itu bisa saja tidak terpakai oleh Conte. Eks pelatih Inter itu, tentu saja lebih memilih memainkan wing back, seperti Aaron Wan-Bissaka di kanan, dan Luke Shaw di sebelah kiri.

Ronaldo tentu masih akan terpakai. Sebab, dia bisa berposisi sebagai striker, tinggal dipilihkan saja siapa yang akan menjadi tandem CR7. Akan tetapi, Ronaldo juga punya masalahnya sendiri dengan Antonio Conte. Pemain Portugal itu pernah menolak kedatangan Conte di Juventus.

Alasannya, Conte adalah tipe pelatih defensif. Sedangkan Ronaldo tidak menyukai hal itu. Ini tentu akan menjadi masalah lain lagi apabila Conte sungguh-sungguh merapat ke Old Trafford. Selain itu, tulisan Yamadipati Seno di Mojok menjelaskan, bahwa Manchester United itu tim budaya, bukan bongkar pasang.

Maknanya, Manchester United tidak dapat dibangun dalam sekali periode kerja saja. Pelatih baru harus meruntuhkan nilai-nilai lama, mengenalkan nilai-nilai baru, kemudian mempertahankannya. Repot? Tentu saja, lha ini MU kok.

Apakah Ole Sudah Pantas Out?

Sekarang pertanyaannya, sebelum berganti pelatih apakah Ole Gunnar Solskjaer memang harus diganti? Kalau alasan Ole out hanya karena kekalahan lawan The Reds, tentu kurang tepat. Mari kita mundur sejenak semusim lalu.

Manchester United musim 2020/21 juga menelan satu kekalahan besar, atas tim medioker pula. Yup, MU di bawah asuhan Ole takluk 1-6 atas Tottenham Hotspur. Ajaibnya, di akhir musim, Ole justru membawa Manchester United finis di posisi kedua.

Terlepas dari mendapat gelar atau tidak, kemampuan Ole dalam melatih Manchester United juga tidak buruk-buruk amat. Menurut FootyStats, rata-rata poin per game Ole adalah 1,54. Persentase kemenangannya juga lumayan, yaitu 46,15%. Di musim lalu, rata-rata poin per game Ole di MU bahkan mencapai 1,95 di Liga Inggris.

Dengan angka tersebut, Ole bahkan menduduki posisi kedua di klub. Ia hanya kalah dari Sir Alex Ferguson yang memiliki rata-rata poin per game 2,16. Dari situ kita tahu, mempertahankan Ole nggak bisa dikatain pilihan keliru. Lagi pula, musim baru mulai berjalan. Baru pekan kesembilan.

Artinya, masih ada 29 pertandingan lagi di Premier League untuk melihat bagaimana Ole Gunnar Solskjaer membenahi Setan Merah. Bukan mustahil kalau Ole akan membawa Manchester United ke empat besar lagi. Meskipun perlu diingat, Manchester United, musim lalu hanya kalah 6 kali.

Sementara, di musim ini, baru pekan kesembilan, Setan Merah sudah menelan kekalahan 3 kali. Jumlah tersebut separuh dari jumlah kekalahan MU musim lalu. Perlu dicatat, ke depan masih ada Manchester City dan Tottenham Hotspur. Jika, dan hanya jika, Ole masih saja oleng, bukan tidak mungkin kalau MU akan kembali mengoleksi kekalahan.

Meski begitu, mengganti Ole dengan Conte juga bukan sepenuhnya keputusan terbaik. Tak bisa langsung hebat begitu saja. Kalau untuk meraih satu trofi masih mungkin. Selebihnya, ya… belum tentu.

Ditambah lagi, problem-problem lain bisa jadi akan muncul seiring masuknya Antonio Conte menjadi pelatih MU. Conte yang cerewet mungkin saja jadi masalah lain bagi manajemen Setan Merah. Well, terlepas dari itu, untuk sementara kita biarkan saja si setan memakan buah simalakama.

Sumber referensi: dailymail.co.uk. manchestereveningnews.co.uk, mirror.co.uk, givemesport.com, footystats.org, mojok.co

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru