Setelah menelan dua kekalahan memalukan atas Brighton dan Brentford, manajemen Manchester United langsung sat set nyari gelandang bertahan yang ready stock di bursa transfer. Setelah sempat dirumorkan dengan Adrien Rabiot, kini United dikabarkan akan mendatangkan salah satu dari trio gelandang Real Madrid, Casemiro.
Dilansir The Athletic, Casemiro dikabarkan tertarik dengan negosiasi ini. Pemain berusia 30 tahun itu telah memberikan indikasi positif tentang keinginannya untuk bergabung dengan Setan Merah. Jika kesepakatan ini terjadi, ia akan menyusul dua mantan rekannya di Real Madrid, yakni Cristiano Ronaldo dan Raphael Varane.
Ngomong-ngomong soal Varane, tahun lalu MU juga mendapatkannya langsung dari Madrid. Namun hingga kini, ia dianggap sudah habis karena tak bisa menunjukan performa yang sama dengan apa yang sudah ia tunjukan di Spanyol. Nah sekarang MU mau datengin Casemiro, apa nggak takut flop lagi kaya Varane?
Daftar Isi
Casemiro Merapat ke Old Trafford
Fokus utama Manchester United sebelum jendela transfer musim panas ditutup memanglah mendatangkan pemain tengah yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan Ten Hag. Setelah negosiasi soal Frenkie De Jong tak kunjung menunjukan kemajuan, United pun mengalihkan pandangan kepada pemain La Liga lainnya, yakni Casemiro.
Manchester United will send official bid for Casemiro tonight in order to close the deal on Friday. €60m fee, €10m add-ons – so Real Madrid are expected to accept in the next hours. 🚨🔴🇧🇷 #MUFC
Man Utd offering contract valid until June 2026 plus option for further season. pic.twitter.com/E6kKvKK1Q3
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) August 18, 2022
Negosiasi antara kedua klub pun kini sedang berlangsung. United dikabarkan telah mencapai kata sepakat dengan Madrid, dan sang pemain tampaknya tak menolak untuk mencari tantangan baru di klub penghuni dasar klasemen. Beberapa media Inggris bahkan mewartakan bahwa Casemiro akan segera menjalani tes medis di Manchester.
Sedangkan menurut Fabrizio Romano, United kabarnya akan membayar 60 juta euro atau hampir setara dengan Rp900 miliar plus bonus sekitar 10 juta euro (Rp149 miliar) kepada Real Madrid. Klub Spanyol itu pun tampaknya tidak berencana untuk menahan Casemiro, meski sang pemain masih terikat kontrak hingga musim panas 2025.
Banyak yang mengira Casemiro hanya akan menjadi opsi jangka pendek bagi United, mengingat usianya kini sudah menginjak kepala tiga. Namun, kabarnya United justru akan memberikan kontrak berdurasi 4 tahun, yang akan membuat Casemiro bertahan di Old Trafford hingga berusia 34 tahun.
Bagaimana Casemiro Bermain di Madrid?
Kemampuan mantan pemain Sao Paolo dalam menyaring serangan lawan, timing pengambilan bola, dan tekel-tekel akuratnya sudah terbukti selama bertahun-tahun saat ia membela Real Madrid dan Timnas Brazil.
Casemiro menjadi sosok penting yang melengkapi trio lini tengah Los Merengues bersama Toni Kroos dan Luka Modric. Sudah tak terhitung berapa trofi yang ia hadirkan untuk klub Spanyol tersebut. Dalam formasi 4-3-3, Casemiro kerap diposisikan tepat di depan dua bek tengah Madrid, sebagai gelandang bertahan tunggal.
Casemiro, Kroos and Modrić have never lost a final that they’ve all started in for Real Madrid. 9 finals. 9 wins. The Bermuda Triangle. pic.twitter.com/xVdLx5e156
— ESPN FC (@ESPNFC) August 12, 2022
Namun, ia juga tak keberatan apabila dipasangkan dengan gelandang lain sebagai double pivot. Posisi tersebut sesekali ia mainkan di Timnas Brazil. Yang jadi tandemnya tidak lain dan tidak bukan adalah Fred. Jadi, apa pun taktiknya, Casemiro akan memainkan peran sebagai gelandang yang cenderung bertahan dan mengcover area sepertiga lapangan tengah.
Dengan perannya menjaga kedalaman, itu akan membuat Toni Kroos dan Luka Modric lebih leluasa bergerak ke depan untuk membantu serangan. Ketika dua gelandang Madrid sibuk menyerang, Casemiro akan mempertahankan posisinya untuk mencegah serangan balik dari lawan dan memenangkan penguasaan bola.
Kecerdikan Casemiro dalam memposisikan diri juga jadi atribut yang penting dalam memotong serangan lawan. Kepiawaiannya dalam mematahkan serangan lawan membuat Casemiro dianggap sebagai tukang sapunya Real Madrid.
Ia lugas, cepat, dan kuat dalam melakukan duel darat maupun udara. Persentase keberhasilan duel Casemiro musim lalu bahkan mencapai 96%. Ia jadi salah satu alasan mengapa pertahanan Real Madrid tetap kokoh meski Sergio Ramos sudah tak menjadi bagian dari lini pertahanan El Real.
Apa Casemiro Sama Dengan De Jong?
Meski demikian, kita ketahui bahwa Casemiro ini bukanlah target utama United untuk mengisi sektor lini tengah Ten Hag. Sang juru taktik asal Belanda itu telah menjadikan Frenkie De Jong sebagai prioritas dari daftar pemain yang harus didatangkan MU.
Lantas, apakah Casemiro adalah gelandang yang bertipikal sama dengan Frenkie? Dalam sepakbola modern, penggunaan gelandang tengah akan tergantung pada kebutuhan tim. Karena mereka memiliki kemampuan dan perannya masing-masing. Sedangkan Casemiro dan Frenkie De Jong ini sejatinya adalah dua gelandang yang memiliki peran berbeda.
Casemiro is in a top tier of La Liga central midfielders who good at both ‘ball winning’ and ‘ball progression’. I understand age and contract duration doubt, but I can’t believe fans say ‘we need someone better on the ball’ 🙄 pic.twitter.com/EZ7YeD3N60
— markstats (@markrstats) August 18, 2022
Casemiro ini lebih mirip dengan N’golo Kante daripada Frenkie. Casemiro dan Kante merupakan gelandang yang sama-sama mengandalkan kekuatan fisik dan pembacaan arah bola, ketimbang akurasi umpan atau kemampuan mengatur tempo jalannya pertandingan macam Frenkie.
Dari segi dribbling, De Jong jelas lebih unggul daripada Casemiro. De Jong memiliki dribbling sukses di angka 66% musim lalu, sedangkan Casemiro hanya memiliki 44% dribbling sukses. Jika melihat akurasi umpan, De Jong juga sedikit lebih unggul dengan tingkat kesuksesan di angka 90% per laga, sedangkan Casemiro hanya 86% per laga.
Statistik ini bukan berarti Casemiro tidak lebih baik dari Frenkie, perbedaan yang signifikan terjadi karena mereka memiliki peran yang berbeda di lapangan. Jika yang dibandingkan adalah statistik bertahan, Casemiro jelas unggul segalanya dari Frenkie. Sebagai contoh, Casemiro mampu melakukan 3,2 tekel sukses per laga, itu jauh lebih baik daripada Frenkie yang hanya melakukan 1 tekel per laga.
Casemiro Merupakan Punic Buying?
Tentu sangat aneh melihat drama pencarian gelandang tengah Manchester United musim panas ini. Dari favorit Ten Hag, Frenkie De Jong, lanjut ke Adrien Rabiot dan kini, tiba-tiba United selangkah lagi mendapatkan Casemiro yang notabene sudah berumur 30 tahun dan dianggap hanya sebagai opsi jangka pendek saja.
Yang membuat semakin aneh adalah, saga transfer Casemiro muncul setelah fans memprotes agar keluarga Glazers segera melepas United, dengan mengancam akan mengosongkan Old Trafford di laga kontra Liverpool nanti.
Jadi tak heran apabila beberapa fans menganggap transfer Casemiro hanya sebuah “Panic Buying” yang digunakan sebagai alat cuci tangan oleh Glazers. Mungkin menurut Glazers dengan mendatangkan Casemiro, mereka bisa sedikit meredam amarah fans.
Varane… the flop nobody is talking about. pic.twitter.com/0ZFfOAceqZ
— Gio 💫 (@SuperHavertz) December 15, 2021
Transfer ini juga dianggap beresiko, karena United sudah pernah mendatangkan Raphael Varane, pemain yang digadang-gadang mampu memperbaiki sektor pertahanan United. Tapi nyatanya, Varane hanya jadi pilihan ketiga Ten Hag di bawah Harry Maguire dan Lisandro Martinez.
Persetan dengan intrik-intrik di balik munculnya transfer ini, kontribusi Casemiro musim lalu sangat luar biasa. Meski ia bukan gelandang yang memiliki resistensi pressing tinggi macam Frenkie, kemampuannya dianggap layak untuk menyaring serangan di depan Harry Maguire.
Toh, fans United juga sudah lelah bukan dengan gelandang pesakitan macam Scott McTominay. Kalau urusan progresi dan build up serangan, serahkan saja pada Bruno Fernandes dan Christian Eriksen.
Sumber Referensi: The Athletic, Express, La Liga Analysis, The Mastermind, Fbref


