Saat aura Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi pelan-pelan mulai memudar. Tensi persaingan kedua pemain juga menunjukkan tanda kelapukan. Publik sepakbola memiliki satu pemain anyar untuk jadi trendsetter baru.
Pemain itu adalah Kylian Mbappe Lottin. Striker PSG. Usianya masih muda. Namun, kini ia menjadi sorotan media. Bukan karena prestasinya, melainkan kontroversinya. Sejak menolak Real Madrid dan memilih memperpanjang kontrak dengan Paris Saint-Germain, tindak-tanduknya selalu menuai kontroversi.
Daftar Isi
Berkonflik dengan Neymar
Ketika PSG melakoni pertandingan pembuka Ligue 1, misalnya. Waktu itu, PSG menghadapi Montpellier. Anak asuh Christophe Galtier mendapat hadiah penalti. Ketika itu Neymar mengambil bola. Ia bermaksud ingin menjadi algojo tendangan penalti. Namun, Mbappe menghampirinya.
Mbappe mencegah Neymar menjadi eksekutor. Sebab, ia ingin mengambil jatah satu gol itu. Barangkali karena tak mau melawan sang pemilik bayangan, Neymar pun memberi kesempatan untuk Mbappe.
Kylian Mbappé y su enojo con Neymar por cobrar un penal en el triunfo del Paris Saint-Germain ante Montpellier; el francés quería tirarlo porque minutos antes había fallado otro, pero al final, el brasileño se negó, lo pateó y lo anotó #PSG #Mbappe #Neymar pic.twitter.com/2Q0TGekDqg
— Futbol League Press (@FutboLPress_) August 15, 2022
Mbappe pun menjadi eksekutor. Dan bom! Penalti itu gagal. Itu adalah pertama kali Mbappe gagal menendang penalti sejak 2019. Ironis, kegagalannya menciptakan gol dari titik putih malah berbuntut panjang. Karena setelah itu, Mbappe dikucilkan.
Dalam sebuah video yang diunggah di Twitter, menunjukkan gelandang PSG, Vitinha memilih tidak mengoper kepada Mbappe yang berdiri bebas. Vitinha justru mengirim umpan ke Lionel Messi.
Que feliz se le ve a Kylian Mbappe pic.twitter.com/arC4L9HSub
— Ⱥ….🇲🇽 (@MrARMCF) August 13, 2022
Ini bukan kali pertama Mbappe bersitegang dengan pemain PSG lainnya, terutama Neymar. Sebelumnya, Mbappe menjadi sosok yang mendorong agar Neymar keluar dari PSG.
Namun, ketika PSG punya rencana untuk memangkas skuadnya, dilansir Sportsmole, Mbappe mengusulkan nama Neymar untuk hengkang. Karena sang pemain dianggapnya tidak disiplin. Namun, hal itu ditentang oleh Lionel Messi yang notabene kawan baik Neymar.
Kritik dari Wayne Rooney
Mbappe yang secara paksa merebut jatah penalti Neymar menuai kritik. Kritik itu datang dari Wayne Rooney. Mantan pemain Manchester United itu mengkritik arogansi seorang Kylian Mbappe. Dilansir Marca, Rooney kesal melihat tingkah Mbappe yang seperti tidak menghargai pemain yang lebih senior.
Ketika laga kontra Montpellier, selain merebut jatah penalti Neymar, Mbappe juga menyenggol Lionel Messi. Entah disengaja atau tidak. Namun, Rooney melihat itu sikap yang tidak elok sebagai seorang pemain.
Pero qué hace Mbappé? La uña de Messi tiene más historia que él.
— Xavi (@LaEraXavi) August 14, 2022
“Seorang pemain 23 tahun mendorong Messi. Saya belum pernah melihat ego yang lebih besar selama hidup saya,” kata Wayne Rooney dikutip Marca.
Bagi Rooney, perilaku Mbappe tidak bisa dibenarkan. Ia seharusnya, tidak perlu berdebat di tengah lapangan hanya untuk jatah tendangan penalti. Rooney mengatakan, harus ada seseorang yang mengingatkan Mbappe. Bahwa di usianya, Lionel Messi sudah meraih trofi Ballon d’Or.
Dikucilkan
Mbappe sendiri sebetulnya tidak menginginkan konflik berlarut-larut. Namun, apalah hendak dikata. Gesekan itu timbul lagi. Setelah Mbappe merebut jatah penalti Neymar, Christophe Galtier pun mengadakan pertemuan dengan dua pemain tersebut.
Menurut L’Equipe sebagaimana dikutip AS, pertemuan itu bahkan tidak hanya dihadiri Mbappe, Neymar, dan Galtier. Namun, direktur olahraga PSG, Luis Campos juga turut merapikan hal-hal kusut di Parc des Princes. Mbappe merasa dikhianati oleh PSG.
Pada saat memperpanjang kontraknya, PSG berjanji pada Mbappe untuk memberinya hak menendang penalti. Namun yang terjadi pada laga kontra Montpellier, Neymar maju jadi eksekutor. Alih-alih mendapat dukungan, kelakuan Mbappe itu justru membuat jengkel para anggota skuad lainnya.
Mbappe and Neymar were good friends until Messi joined. It’s Messi’s fault pic.twitter.com/hQ9ixaCNd0
— Vinnie (@vinnie070) August 14, 2022
Karena ketegangan itu, Mbappe pun merasa dirinya terisolir. Ia merasa diisolasi di lapangan dan ruang ganti PSG. Tidak hanya itu, menurut L’Equipe TV yang juga dikutip AS, Mbappe juga acap kali tidak sreg dengan keputusan Luis Campos. Ini tentu saja menjadi ironi, karena konon penunjukkan Luis Campos sejatinya dipengaruhi oleh Mbappe.
Ibu Mbappe, Fayza Lamari turut berkomentar terkait keadaan anaknya di PSG. Dilansir AS, ia mengatakan semuanya berjalan dengan baik. Internal PSG sudah mengurusnya. Namun, ketika ditanya soal konflik anaknya dengan Neymar, ibu Mbappe hanya bergeming.
Meski begitu, media Brazil, TNT Sport Brazil mengklaim bahwa krisis yang berlangsung antara Mbappe dan Neymar terlanjur mendalam. Hubungan keduanya terlanjur tidak harmonis. Perebutan kekuasaan dan ego yang rusak di dalam skuad PSG, setelah pembaharuan kontrak Mbappe, disinyalir jadi penyebabnya.
Klub Bisa Terpecah Jadi Dua
Perselisihan antara Mbappe dan Neymar berpotensi untuk memecah belah skuad PSG. Banyak media, seperti Get French Football News, jurnalis Romain Molina, dan The Guardian melaporkan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. Tepatnya setelah penandatanganan kontrak Mbappe pada Bulan Mei.
Neymar, sejak merapat ke PSG menjadi pahlawan klub. Namun, ketika Mbappe masuk semua berubah. Apalagi dengan masuk pula Luis Campos, plus rencana memangkas skuad. Mbappe bersama rekan-rekan yang mendukungnya, mendorong Neymar untuk dijual.
PSG’de kaos hakim 😳 #Messi𓃵 , #Neymar ve #Mbappe pic.twitter.com/NWdHjEdOFv
— Antagonista (@antagonistaspor) August 15, 2022
Sementara Luis Campos sejatinya telah memasukkan Neymar di daftar jual. Ketika itu, Mbappe sudah tidak lagi bergabung dengan Messi dan Neymar. Ia memilih menjalin ikatan erat dengan Achraf Hakimi.
Hal itulah, yang oleh The Guardian disebut-sebut bisa memecah belah skuad menjadi dua kelompok. Mereka yang mendukung Neymar, dan mereka yang mendukung Kylian Mbappe.
Dihujat Warganet Karena Pamer Jadi Cover FIFA
Selain jadi musuh beberapa pemain di PSG, Mbappe juga dicaci maki publik dunia maya. Niatnya untuk pamer jadi cover gim FIFA, ternyata menuai kecaman dari warganet. Dilansir Detikcom, Mbappe merayakan dirinya yang jadi cover gim FIFA 2023 melalui akun twitter-nya.
Ia sangat senang. Ini adalah kali ketiga secara berturut-turut Mbappe jadi sampul gim FIFA. “3 berturut-turut. Bangga tampil di sampul lagi,” tulis Kylian Mbappe di Twitter.
3 IN A ROW 👑
Proud to feature on the cover again #FIFA23
@EASPORTSFIFA pic.twitter.com/t71RGY7sBZ— Kylian Mbappé (@KMbappe) July 19, 2022
Alih-alih mendapat pujian, Mbappe justru dicibir warganet. Banyak dari warganet justru membandingkan Mbappe dengan Lionel Messi. Karena saat masih muda, Messi sudah hattrick Ballon d’Or. Yaitu pada tahun 2009, 2010, dan 2011.
Pelatih Brazil Juga Kritik Mbappe
Tindakan Mbappe tidak hanya sampai di level klub. Di level internasional, komentarnya membuat pelatih Timnas Brazil, Tite meradang. Mbappe yang mengangkat Piala Dunia 2018 bersama Timnas Prancis, memberi komentar sinis soal CONMEBOL.
Dilansir Goal, Mbappe memberi penjelasan mengapa tim-tim dari Amerika Latin sulit meraih trofi Piala Dunia. Menurut Mbappe, sepakbola di Amerika Latin tidak berkembang. Tidak seperti di Eropa.
Mbappe juga mengatakan, Argentina dan Brazil, yang jadi kekuatan CONMEBOL tidak memiliki kompetisi yang levelnya hampir mirip Piala Dunia. Entah pernyataan itu merujuk ke mana, tidak ada yang tahu. Namun, pelatih Brazil, Tite mengkritik klaim tersebut.
Mbappé: “Argentina and Brazil don’t have that level of competition in South America, the football is not as developed as in Europe.”
Tite: 💀 pic.twitter.com/tWCnHJwgiK
— FootballJOE (@FootballJOE) August 18, 2022
“Mungkin (Mbappe) bicara tentang Liga Bangsa-Bangsa atau pertandingan persahabatan Eropa, bukan kualifikasi Piala Dunia,” kata Tite membela kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL saat wawancara dengan ESPN Brazil.
Tite menambahkan bahwa kualifikasi Piala Dunia CONMEBOL, memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi daripada di Eropa. Komentar Mbappe soal CONMEBOL itu, sebelumnya juga telah dibalas oleh Lautaro Martinez. Pemain Inter sekaligus punggawa Timnas Argentina itu, dikutip Goal, bilang bahwa komentar Mbappe soal Amerika Selatan tidak adil.
Akhirul kalam, tidak ada manusia yang bisa lepas dari kesalahan. Pun sulit untuk menemukan manusia yang tidak rakus ketika memiliki kekuasaan. Dan Kylian Mbappe barangkali menjadi salah satu di antaranya.
https://youtu.be/jYA27wp8XxY
Sumber: Sportsbrief, Mirror, BeSoccer, Voi, Bolasport


