Misi Penggulingan Bayern Munchen dari Tahta Bundesliga

spot_img

Bundesliga musim 2022/23 sudah dimulai, para kontestan sudah menunjukan debutnya di laga perdana. Satu hal yang sangat dinanti dari persaingan di Bundesliga musim ini adalah, apakah ada yang bisa menghentikan dominasi Bayern Munchen?

Bagaimana tidak, 10 tahun The Bavarian mendominasi Bundesliga. Itulah sebabnya liga ini menjadi liga petani yang sudah tak menarik lagi. Maka dari itu, apakah para kontestan seperti Dortmund, Leipzig atau Leverkusen bisa menjadi perusak hegemoni Munchen musim ini? Tentu kalau dilihat dari masifnya pergerakan transfer mereka, bisa jadi memunculkan harapan untuk setidaknya mengancam tahta Munchen musim ini.

Dortmund Bersama Kehl dan Memori 2011

Dortmund musim ini punya Sport Director yang baru yakni Sebastien Kehl. Kehl menggantikan Michael Zorc di awal musim panas ini. Kehl adalah mantan kapten Dortmund di era mereka merebut dominasi Munchen di Bundesliga musim 2010/11 dan 2011/12 bersama Klopp.

Kehl adalah orang baru yang ditugaskan mengepalai pergerakan transfer Dortmund musim ini. Dortmund memang kehilangan Haaland musim ini. Akan tetapi, mereka langsung bergerak cepat dan seakan hedon membeli banyak pemain, mungkin sampai bursa transfer ditutup.

Kini pemain yang berhasil didatangkan Kehl berjumlah sembilan orang. Mereka adalah Niklas Sule, Nico Schlotterbeck, Karim Adeyemi, Salih Ozcan, Jayden Braaf, Alexander Meyer, Marcel Lotka, Sebastien Haller, dan Antonio Modeste.

Edin Terzic yang dipercaya menjadi manajer Dortmund di bawah Kehl pun berusaha sekeras mungkin dengan beberapa skuad barunya. Terzic sudah membuktikan pada musim 2020/21 sebagai pelatih interim ketika pelatih Lucien Favre didepak. Ia bahkan semasa menjadi pelatih interim, telah memperoleh gelar German Cup atau DFB Pokal mengalahkan Leipzig.

Kepercayaan Kehl yang diberikan pada Terzic musim ini dijawab tuntas di pekan pertama. Mereka di Signal Iduna Park ketika melawan kompetitor mereka, Bayer Leverkusen dengan meraih tiga poin. Kemenangan atas rival itu semakin menguatkan pasukan Terzic untuk melangkah lebih baik sampai akhir musim.

Dengan kondisi skuad yang makin melimpah, tak ada ceritanya mereka tak mampu membuntuti Munchen hingga akhir musim. Terzic bersama Kehl bisa membawa semangat 2011 dan 2012 ketika mereka mampu mematahkan dominasi Munchen. Jadi mereka tak hanya menjadi pemanis Munchen belaka musim ini.

Leverkusen Tetap Bernafsu

Bayer Leverkusen juga menyimpan memori kelam terhadap Bayern Munchen. Di zaman jaya-jayanya mereka pada era 2000-an awal pun selalu gagal merebut hegemoni Munchen. Mereka sering menjadi runner up, bahkan mereka sempat dijuluki mr runner up. Meskipun belum pernah juara, klub ini musim lalu mengejutkan secara performa dan pergerakan transfernya.

Leverkusen di bawah asuhan pelatih baru mereka musim lalu Gerardo Seoane, mampu finish di posisi 3 klasemen. Mereka bisa bersaing ketat dengan Dortmund dan melangkahi Leipzig. Performa mereka tentu ditopang dengan kebijakan klub di bawah CEO Fernando Carro dan direktur olahraganya Rudi Voeller.

Die Werkself musim lalu mendatangkan banyak pemain. Total ada delapan pemain yang datang. Mereka di antaranya adalah Sardar Azmoun, Odilon Kossounou, Amine Adli, Robert Andrich, Piero Hincapie, Mitchel Bakker, Andrei Lunev dan Zidan Sertdemir. Adapun musim ini, mereka masih mengandalkan kekompakan skuad musim lalu dengan beberapa tambahan pemain macam Adam Hlozek. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa mereka masih akan belanja lagi. Mengingat performa mereka di laga perdana yang berakhir dengan kekalahan melawan Dortmund.

Apa pun yang terjadi, Leverkusen tetap masih bernafsu mematahkan kutukan mr runner up yang mereka sandang. meskipun belum pernah menjadi juara bundesliga, berkolaborasi bersama Dortmund untuk terus membuntuti Munchen seperti musim lalu adalah hal yang wajib diteruskan.

Leipzig Tak Mau Kalah

RB Leipzig klub milik perusahan Red Bull ini memang pernah mengejutkan berada di papan atas dan sempat membuntuti sang penguasa, Munchen. Mereka bahkan tak main-main pernah melangkah sampai semifinal Liga Champions.

Selain prestasi, mereka ini dikenal sebagai pemain transfer yang handal. Leipzig dikenal sangat efisien melakukan transfer baik membeli maupun menjual. Kini bersama pelatih Domenico Tedesco, RB Leipzig tetap berniat mematahkan dominasi Munchen sebagai target. Finish mereka musim lalu di bawah Leverkusen menjadi pembelajaran penting bagi Tedesco, yang baru mengambil alih Leipzig pada pertengahan musim lalu.

Kalau melihat pergerakan transfer yang dilakukan manajemen Red Bull musim ini ada hal yang paling mencolok yakni kembalinya “si anak hilang” Timo Werner. Werner kembali ditebus permanen oleh Leipzig guna menambah lini penyerangan musim ini bersama Nkunku dan Andre Silva.

Musim depan pun mereka masih menunggu kedatangan Benjamin Sesko, wonderkid yang ditebus dari Salzburg yang banyak diperbincangkan di bursa transfer musim ini. Musim ini mereka juga kehilangan banyak pemain macam Mukiele, Angelino maupun Tyler Adams.
Meskipun begitu dengan datangnya David Raum, Xaver Schlager, Timo Werner, serta masih dipertahankannya kerangka pemain musim lalu, Leipzig juga patut diperhitungkan musim ini.

Walau sebelumnya, mereka kalah 5-3 di Piala Super Jerman atas Munchen dan hasil imbang 1-1 melawan klub papan bawah Stuttgart di pekan pertama Bundesliga, menjadi tamparan besar bagi pasukan Tedesco. Namun, kebangkitan Leipzig bersama Werner tetap layak dinanti. Tampaknya Tedesco harus meniru semangat yang diterapkan Nagelsmann dulu, supaya bisa terus menjadi penguntit serius Munchen.

Munchen Yang Agresif, Apakah Bisa Diruntuhkan?

Sebagai sang penguasa rezim Bundesliga selama 10 tahun, bukan berarti Munchen terlena. Meskipun banyak dirundung masalah bersama pelatih Nagelsmann, namun mereka tetap saja merombak skuadnya agar tampil lebih baik musim ini.

Di bawah CEO, Oliver Kahn dan direktur teknik Hasan Salihamidzic, Munchen beroperasi serius di bursa transfer musim ini. Meskipun mereka kehilangan Lewandowski, Sule, Tolisso maupun Roca, tapi beberapa pemain mereka datangkan. Macam De Ligt, Mane, Gravenberch, Mazroui maupun Mathys Tel.

Performa kerangka skuad inti mereka tak berubah seperti musim lalu. Kehebatannya pun tak berkurang sedikit pun. Buktinya, Die Roten berhasil kampiun di Piala Super Jerman. Dan di laga pertama, The Bavarians berhasil melumat juara Europa League, Frankfurt dengan skor telak 6-1.

Dengan catatan itu, merebut tahta Bundesliga dari Bayern Munchen bukan perkara mudah. Sekalipun itu bukan berarti tidak mungkin bisa. Apalagi musim depan Bayern Munchen tengah terbelah fokusnya. Selain berkompetisi di kancah domestik, Die Roten juga mesti bertarung di kancah Liga Champions.

Lebih-lebih pelatih Bayern Munchen, Julian Nagelsmann masih sering labil dan overthinking. Celah-celah itulah yang mestinya dimanfaatkan para pesaing Bayern Munchen di kancah Bundesliga. Dortmund, RB Leipzig, dan Bayer Leverkusen mesti cerdik memanfaatkan kelengahan Die Roten. Meski, sekali lagi, tidak mudah untuk meruntuhkan dominasi Bayern Munchen di Bundesliga.

https://youtu.be/ogprk1mfm80

Sumber Referensi : theathletic, espn, sportsbrief

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru