Juventus membuat keputusan yang sangat mengejutkan tak lama setelah tersingkir dari ajang Liga Champions. Klub berjuluk Si Nyonya Tua itu memecat pelatih Maurizio Sarri. Sarri dipecat setelah Juventus gagal melaju ke perempat final Liga Champions musim 2019/20. Meski menang 2-1 atas Lyon, hal itu tak cukup bagi Juve lolos ke babak selanjutnya, sebab mereka kalah produktivitas gol dari wakil asal Prancis tersebut.
Sebelum resmi dipecat, masa depan Maurizio Sarri bersama Juventus memang dispekulasikan. Pasalnya, sang juru taktik dinilai gagal membawa Juve kedalam bentuk permainan terbaik meskipun meraih Scudetto. Para fans sudah gerah dengan kinerja Sarri. Strategi Sarri tidak disukai yang terbukti dengan performa Bianconeri yang melempem usai sebelumnya dikalahkan Lazio di Piala Super Italia, dan dibekap Napoli di final Coppa Italia.
Beberapa hari sebelum disingkirkan Lyon di babak 16 besar Liga Champions, beredar rumor yang menyebutkan kalau Juventus sudah menyiapkan calon pengganti Sarri. Menurut kabar, ada dua pelatih yakni Mauricio Pochettino dan Massimiliano Allegri yang disiapkan menjadi suksesor Sarri di Juventus.
Meskipun dua nama itu mempunyai peluang besar menduduki jabatan pelatih Juventus. Akan tetapi yang kemudian ditunjuk sebagai pelatih Juventus yang baru adalah Andrea Pirlo. Hal ini terbilang sangat mengejutkan, mengingat Pirlo bukanlah sosok yang berpengalaman di dunia kepelatihan.
Pirlo ditunjuk hanya berselang beberapa jam setelah Juve memecat Sarri. Kala itu, para petinggi Juve menggelar pertemuan menyusul kegagalan klub untuk lolos ke babak perempat-final Liga Champions, dengan masa depan Sarri menjadi satu-satunya poin dalam agenda rapat. Hasil pertemuan adalah bahwa Sarri resmi dipecat sebagai pelatih karena gagal memenuhi ambisi klub untuk bisa kembali berjaya di Liga Champions.
Perekrutan Cristiano Ronaldo dua tahun sebelumnya sebenarnya menunjukkan bahwa Juventus berambisi bisa memenangkan Liga Champions lagi setelah bertahun-tahun gagal. Meski demikian, dalam dua tahun dibela Ronaldo, Juve belum mampu merengkuh trofi si kuping besar. Akan tetapi, yang jadi perbincangan di media-media bukan soal Ronaldo gagal membawa Juve berprestasi di Liga Champions.
Melainkan, berita pemecatan Sarri dan penunjukkan Andrea Pirlo lah yang menghiasi berbagai media. Banyak pihak yang setuju dengan pengangkatan Pirlo sebagai juru taktik anyar Juventus. Akan tetapi ada juga pihak yang meragukan kualitas Pirlo menukangi klub sekaliber Juventus.
Yang jadi pertanyaan saat ini adalah, mengapa Juventus berani mempercayakan jabatan pelatih kepada Andrea Pirlo. ?
Seperti yang sudah disinggung di awal, penunjukan Pirlo ini cukup mengejutkan. Pasalnya, selain karena minim pengalaman melatih, mantan pemain Milan dan Juventus itu baru saja ditunjuk sebagai nakhoda Juventus U-23 sepekan sebelumnya. Pirlo, yang pernah bermain untuk Juventus pada 2011 hingga 2015, diberi kontrak berdurasi dua tahun yang berlaku sampai 30 Juni 2022. Ini akan menjadi karir kepelatihan pertamanya di jenjang tim senior.
Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici pun membeberkan alasan soal penunjukkan Andrea Pirlo sebagai pelatih. Paratici menyebut bahwa keputusan menunjuk Pirlo sebagai pelatih baru lebih ke soal firasat bahwa ia sosok yang tepat. Si Nyonya Tua merasa Pirlo adalah orang yang bakal mencapai level top sebagai pelatih, yang kemudian diperkuat dengan pendekatan permainan pria 41 tahun itu.
“Andrea punya pemikiran yang sama dalam pendekatan permainan sebagai pelatih dengan saat masih jadi pemain, yakni sepakbola dengan kualitas tinggi dan kerja keras. Dia ingin menawarkan gaya sepakbola tertentu, cara yang secara umum coba diikuti tim-tim Eropa, dan dia sangat meyakinkan dalam penjelasannya terhadap kami.”
“Sosok orangnya seringkali lebih penting ketimbang sisi profesionalnya, jadi kami tidak punya keraguan apapun terhadap Pirlo sebagai seorang manusia,” tutur Paratici.
Kini, layak ditunggu perjuangan Pirlo dalam melatih Juventus. Pirlo sendiri baru mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro pada Agustus 2019 lalu. Dan sekarang, ia bakal menerapkan kualitas apiknya sebagai pemain di dunia kepelatihan. Selamat Berjuang Pirlo !!!


