Masa depan Gareth Bale bersama Real Madrid semakin tak menentu. Bale dilaporkan bakal segera angkat kaki dari Santiago Bernabeu. Terlebih, situasinya di klub berjuluk Los Blancos tersebut sudah tak karuan. Bale pada musim ini sangat jarang diturunkan oleh pelatih Zinedine Zidane.
Terbaru, sang pemain tak dimasukkan Zidane dalam skuad El Real saat melawat ke markas Manchester City pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions pekan lalu. Tak masuknya Bale dalam skuad semakin menguatkan kabar ketidakharmonisan Bale dengan Zidane. Akan tetapi, Zidane sedikit bergeming, ia mengatakan bahwa hubungannya dengan Bale masih dalam tahap wajar, dan menjelaskan alasan dirinya tak memasukkan nama Bale dalam skuad lawan City karena sang pemain sendiri yang meminta untuk tidak dimainkan.
“Bale? Saya akan menjelaskan. Banyak hal yang telah dikatakan dan kami memiliki hubungan yang saling menghormati. Ini adalah percakapan pribadi, tapi saya hanya bisa memberitahu anda bahwa dia (Bale) lebih suka tidak bermain dan sisanya adalah antara saya dan dia.”
Bale memang tak dibawa Madrid ke markas Man City, akan tetapi Bale malah memanfaatkan waktu luang dengan bermain golf. Bale memilih main golf beberapa jam sebelum laga City vs Madrid digelar. Bale terekam dalam saluran TV Spanyol El Chiringuito de Jugones sedang bermain golf di kota Madrid. Fakta ini tentu akan membuat suporter Los Blancos makin membenci eks Tottenham Hotspur tersebut.
Tak dapat dimungkiri bahwa hubungan Bale dan Real Madrid memang tak akur sudah sejak lama. Sejak awal musim 2019/20, Bale sudah santer dirumorkan bakal segera dilepas oleh Real Madrid. Ia bahkan hampir merapat untuk bermain di Liga China, meski pada akhirnya transfer tak pernah terjadi.
Di sepanjang musim ini, Bale banyak membuat fans Madrid marah. Hal itu dikarenakan pemain asal Wales itu kerap berbuat seenaknya sendiri. Pada november tahun lalu, Bale bikin kontroversi usai membawa timnas Wales lolos ke putaran final piala eropa 2020. Ia melakukan perayaan dengan bendera wales, yang intinya bahwa Real Madrid bukanlah prioritas utama Bale. El Real hanya menjadi prioritas ketiga Bale setelah timnas Wales dan bermain golf.
Bale sepertinya kecewa dengan perlakuan Real Madrid yang jarang memainkannya. Tercatat, sepanjang musim 2019/20, Bale hanya tampil dalam 20 pertandingan dengan dua kali di antaranya terjadi setelah kompetisi kembali digulirkan pada bulan juni. Kekecewaan Bale ia perlihatkan saat Madrid merayakan pesta juara La Liga, di mana ia hanya mendekapkan tangan dan berdiam diri melihat Zidane di angkat-angkat oleh para pemain Madrid.
Minimnya kontribusi serta banyak membuat ulah bikin Madrid sudah berusaha menjual Bale berulang kali, tapi sulit menemukan klub yang tepat. Sebagian karena Bale sendiri yang menolak pindah, merasa nyaman dengan gaji besar di Madrid. Gaji Bale di Madrid adalah 15 juta euro atau setara Rp 260 miliar per tahun.
Meskipun Bale sudah jarang dimainkan oleh Zidane, dan banyak yang menyarankan pemain berusia 31 tahun ini untuk meninggalkan Los Blancos. Namun, Bale masih memilih untuk bertahan di Real Madrid pada musim depan.
Bale disebut tidak akan meninggalkan Spanyol di tengah spekulasi yang berkembang tentang masa depan Real Madridnya. Hal tersebut dikatakan sang agen, Jonathan Barnett, menanggapi sejumlah rumor yang beredar terkait Bale yang dicampakkan sang pelatih, Zinedine Zidane. Meskipun kesulitan menembus tim utama, Barnett menegaskan kliennya masih betah di Real Madrid.
“Gareth baik-baik saja. Kontraknya masih dua tahun,”.
“Dia suka tinggal di Madrid dan dia pergi ke mana-mana. Dia masih sebagus siapa pun di tim. Terserah Zinedine Zidane.”
Lebih lanjut, Barnett menegaskan bahwa Bale hanya akan pergi jika dia mau, yakni untuk bergabung dengan klub besar lainnya, yang mampu memenuhi tuntutan gajinya.
“Tentu saja ada minat, tetapi hampir tidak ada klub di dunia yang mampu membayarnya. Ini kerugian besar bahwa dia tidak ada di tim Real Madrid saat ini tetapi dia tidak akan pergi.” Ucap Barnett.


