El Clasico, dalam beberapa tahun lamanya, telah menjadi sebuah pertandingan panas yang selalu dinanti. Wajar saja, pertarungan antara dua tim terbaik asal Spanyol itu selalu memberikan sajian terbaik kepada seluruh penggemar sepakbola.
Selama menjadi salah satu pertandingan paling dinanti, kita lebih sering mengingat laga el clasico sebagai duel yang mempertemukan antara dua pesepakbola hebat, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Namun kini, setelah Ronaldo resmi pergi dari Estadio Santiago Bernabeu, serta Lionel Messi yang baru-baru ini telah mengikuti jejak CR7 dengan tinggalkan kompetisi La Liga, banyak yang memprediksi bila laga panas tersebut tak akan lagi timbulkan percikan spektakuler.
Anggapan tersebut memang sah-sah saja. Namun perlu diingat bahwa sejatinya, el clasico sejak dulu telah ciptakan momen terbaik sebagai laga yang paling dinanti. Sudah ada banyak sekali bintang yang terlibat dalam pertarungan ini.
Sebelum Messi dan Ronaldo hadir, terdapat dua kubu dengan masing-masing kekuatan luar biasanya. Tepat pada 10 April 2005 silam, masih dengan era Los Galacticos, Real Madrid bermain dengan formasi 4-3-3, dimana Iker Casillas menjadi penjaga gawang utama saat itu.
Di lini belakang el Real, terdapat nama hebat seperti Michel Salgado, Ivan Helguera, Francisco Pavon dan Roberto Carlos. Sementara lini tengah dihuni oleh trio David Beckham, Thomas Gravesen, dan tentunya Zinedine Zidane. Sedangkan tiga pemain depan, Los Blancos hadir dengan nama Ronaldo da Lima, Raul Gonzales dan pemain bertalenta asal Inggris, Michael Owen.
Lihat postingan ini di Instagram
Di kubu lawan, Barcelona dihuni oleh pemain semacam Giovanni van Bronckhorst, Carles Puyol, Oleguer Presas dan Juliano Belletti, untuk menjadi pengawal pertahanan sebelum lawan bisa menembus wilayah Victor Valdes.
Berikutnya, terdapat nama Rafael Marquez sebagai jangkar untuk menyuplai bola ke empat gelandang serang di depannya, seperti Andres Iniesta, Ronaldinho, Xavi Hernandez dan Ludovic Giuly. Lalu di posisi ujung tombak, Barcelona mempercayakannya pada Samuel Eto’o.
Laga klasik bersejarah ini dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor 4-2.
Bagi para pecinta La Liga sejak dulu, laga tersebut tentu menjadi salah satu yang menyuguhkan tontonan berkelas. Ada banyak sekali bintang yang bersaing dan tidak hanya memunculkan satu atau dua nama saja sebagai pusat perhatian.
Meski memang el clasico era Ronaldo Messi menjadi yang paling banyak menarik perhatian, duel antara David Beckham dan Edgar Davids, Ronaldinho dan Ronaldo de Lima, serta duel super panas antara Zinedine Zidane dan Luis Enrique pada tahun 2003, telah berhasil membuktikan bila el clasico memang sudah menjadi laga terpanas sejak dulu.
Satu lagi, orang-orang juga tentu tidak akan melupakan insiden kepala babi yang menimpa Luis Figo setelah putuskan berkhianat ke kubu rival.
Daftar Isi
El Clásico Era Messi-Ronaldo
Memasuki era Messi dan Ronaldo, kinerja media yang menciptakan rivalitas antara dua pemain tersebut berhasil memusatkan perhatian el clasico kepada dua sosok itu saja. Tidak ada lagi unsur politik antara Katalan dengan Spanyol. Malah, “ulah” media berhasil memunculkan anggapan liar yang mengatakan bila Messi dan Ronaldo bermusuhan. Padahal faktanya kedua pemain tersebut memiliki hubungan yang sangat baik.
Debut pertama La Pulga pada laga panas itu terjadi di Santiago Bernabeu pada November tahun 2005. Ketika itu, remaja asal Argentina pertama kali masuk dalam tim Barcelona melawan Real Madrid dengan nomor punggung 30.
Lionel Messi’s El Clasico debut – Who were his teammates and where are they now? https://t.co/cfN5nt1wUY pic.twitter.com/u0lzeFtPLR
— Goal South Africa (@GoalcomSA) August 8, 2021
Dalam laga La Liga pekan ke 12 musim 2005/06 itu, La Pulga tampil brilian dengan ciptakan satu assist untuk Samuel Eto’o yang mencetak gol pertama Barcelona. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Los Cules.
Sementara itu, Ronaldo datang ke laga el clasico pada pekan ke-12 La Liga musim 2009/10 di Camp Nou. Meski banyak ciptakan peluang, Ronaldo harus memulai debutnya di el clasico dengan sebuah kekalahan tipis, setelah Barcelona berhasil memenangkan laga dengan skor 1-0 lewat gol Zlatan Ibrahimovic.
Sejak Ronaldo datang ke Real Madrid, sekaligus menjadi penanda pertemuan awalnya dengan Lionel Messi di laga el clasico, duel tersebut terus ciptakan momen-momen spektakuler.
Kehebatan serta kualitas keduanya kian memperuncing rivalitas Madrid dan Barca. Yang paling menonjol, rivalitas dua pemain bintang ini ditandai dengan raihan penghargaan Ballon D’or dalam beberapa tahun lamanya. Tepat setelah Ronaldo mendapatkan penghargaan tersebut di tahun 2008 bersama MU, Messi berhasil memenangkan nya dalam empat edisi berikutnya secara beruntun (2009, 2010, 2011, 2012).
Tak mau kalah, Ronaldo yang tampil beringas bersama el Real sukses mendapatkan dua trofi tambahan secara beruntun, yakni pada tahun 2013 dan 2014. Pada tahun 2015, Messi kembali memenangkan persaingan dengan meraih Ballon D’or kelima nya sepanjang sejarah. Masih belum berhenti, Ronaldo terus menambah dua trofi pada tahun 2016 dan 2017, usai memainkan musim yang begitu luar biasa bersama Real Madrid.
Bahkan, bintang asal Portugal itu sukses meraih empat penghargaan UEFA Best Player bersama Real Madrid, dimana Messi hanya memenangkan sebanyak tiga penghargaan bersama Barcelona.
Namun, kembali lagi ke persaingan penghargaan Ballon D’or, Messi menjadi yang terdepan usai berhasil mengoleksi total enam gelar, dimana pada 2019 dia sukses jadi terbaik.
Siapa yang Terbaik Antara Ronaldo dan Messi di Laga El Clasico?
Kemudian ketika menilik statistik keduanya di laga el clasico, siapa yang ciptakan catatan paling superior?
Tepat sebelum Ronaldo putuskan hengkang ke Juventus pada musim panas 2018, Messi berhasil memenangkan 17 laga dari 38 laga keseluruhan yang dimainkan. Sisanya, pemain asal Argentina ini catatkan 9 hasil imbang dan 12 kekalahan.
Dalam hal ini, La Liga menjadi kompetisi favorit bagi Lionel Messi, dimana 13 dari 17 kemenangan atas Real Madrid hadir dari kompetisi tersebut. Di kompetisi Liga Champions Eropa, Messi tidak pernah kalah dari Real Madrid, dengan catatan sekali menang dan sekali imbang dalam dua laga yang dimainkan.
1 – Lionel Messi with Barcelona :
🏅6 Ballon d’or
🏅672 goals in all comps
🏅474 goals and 383 wins in LaLiga
🏅123 goals in European competitions
🏅36 hat-tricks in LaLiga
🏅26 goals in the ClasicoLegendary. pic.twitter.com/EIURnlTPhu
— OptaJean (@OptaJean) August 10, 2021
Lalu bagaimana prestasi Ronaldo di laga el clasico secara keseluruhan?
Menurut goal, dari 30 laga yang dimainkan, Ronaldo berhasil memenangkan sebanyak 8 laga, imbang 8 kali, dan kalah sebanyak 14 kali. Statistik ini jelas kalah jauh dari apa yang diciptakan Messi. Persentase kemenangan Ronaldo di laga el clasico hanya mencapai 26,7%. Lebih rendah dari Messi yang ciptakan sebesar 44,7%.
Kemudian ketika melihat tentang statistik gol antara dua pemain tersebut, Messi juga masih memimpin dengan raihan 26 gol, dengan Ronaldo hanya ciptakan 18 gol saja. Dari segi assist, Messi juga masih memimpin dengan catatan 14 assist, dimana Ronaldo hanya ciptakan satu assist saja.
Tidak bisa disangkal bila persaingan Messi dan Ronaldo di laga el Clasico memunculkan nama Messi sebagai raja. Namun perlu dicatat bila Messi bermain dalam delapan pertandingan lebih banyak dari Ronaldo.
Lantas bagaimana catatan head to head ketika keduanya saling berhadapan di laga el clasico?
Dari total 31 laga di semua kompetisi, Ronaldo hanya memenangkan sebanyak delapan laga. Di sisi lain, Lionel Messi sukses memenangkan sebanyak lima belas laga, dimana sisanya berakhir imbang.
The fact we never got an el clasico CL final with prime messi and ronaldo is sad tbh just imaagine this in a final pic.twitter.com/gsp0jAeiJ8
— 🇳🇴 (@odegxd) August 9, 2021
Jelas sudah bila selama berduel dengan Ronaldo, Messi menjadi pemain yang lebih unggul.
Akan tetapi, itu tidak lantas membuatnya jemawa. Tepat setelah Ronaldo pergi tinggalkan kompetisi La Liga, Messi justru merasa kehilangan sosok rival terbaiknya itu.
Atmosfer el Clasico Meredup Usai Ronaldo Pergi
Ya, kepindahan Ronaldo menuju Juventus ternyata membuat Messi merasa kehilangan. Dia bahkan merasa rindu dan menganggap La Liga tidak se kompetitif seperti sebelumnya.
“Aku rindu Ronaldo. Meski agak mengejutkan melihatnya mengangkat trofi, ia menjadikan La Liga tampak bergengsi,” ujar Messi.
Sejak kepergian CR7 dari kompetisi tertinggi Spanyol itu, statistik Messi di laga el clasico juga terlihat sangat menurun. Meski dia tercatat sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa el clasico, Messi kesulitan menambah pundi golnya. Dia sama sekali tidak bisa mencetak gol ke gawang Real Madrid usai sang rival putuskan pindah.
Interesting fact of the day:
Cristiano Ronaldo and Lionel Messi scored their last El Clasico goal ever on the same day. Cristiano left La liga in 2018. pic.twitter.com/ieVWmvYdig
— WelBeast (@WelBeast) August 7, 2021
Messi tidak berhasil mencetak gol atau membuat assist dalam enam pertandingan terakhir melawan Real Madrid. Terakhir kali namanya tercatat di papan skor dalam laga el clasico adalah ketika dia berhasil mencetak gol pada Mei 2018, kala kedua tim bermain imbang 2-2.
Kini, kompetisi el clasico musim depan bakal benar-benar tampak jauh berbeda, usai La Pulga putuskan hengkang ke Paris Saint Germain pada bursa transfer musim panas tahun ini.
Menyambut Era Baru el Clasico
Banyak yang mengatakan bila selepas kepergian Messi dari Barcelona, era kejayaan el clasico telah berakhir. Meski pahit, harus diakui bila dua nama tersebut, yakni Messi dan Ronaldo, telah banyak memberikan tontonan luar biasa sepanjang laga yang disajikan.
Kendati demikian, kembali lagi, el clasico adalah tentang persaingan dua klub Barcelona dan Real Madrid. Bukan tentang satu atau dua pemain saja.
Sekarang, tugas kita hanya membiasakan diri untuk menikmati laga klasik tanpa rivalitas dua nama tersebut. Real Madrid bersama Carlo Ancelotti musim depan tetap memiliki kumpulan banyak pemain hebat. Terlebih, mereka baru saja mendatangkan bek anyar potensial dalam diri David Alaba.
Carlo Ancelotti will start Alaba today for Real Madrid’s last pre-season game against Milan. [marca] pic.twitter.com/5cZKGt9PDl
— SB (@Realmadridplace) August 8, 2021
Selain itu, konsistensi Toni Kroos dan Luka Modric juga masih bisa diuji di lini tengah. Lalu, Karim Benzema dan sejumlah nama baru bakal membuat lini serang el Real tampak menakutkan.
Sementara dari sisi La Blaugrana, skuad asuhan Ronald Koeman jelas tidak bisa diremehkan. Kedatangan Memphis Depay seolah menjadi pereda bagi para penggemar Barcelona di tengah kesedihan yang melanda.
Lini tengah yang mulai tampak mengagumkan dengan sejumlah nama muda juga bisa menjadi penarik perhatian untuk musim depan. Jangan lupakan pula lini belakang yang meski masih diisi dengan nama berpengalaman, sudah mulai ditempati oleh bek-bek muda masa depan.
3-0 Barceona. Riqui Puig with a wonderful goal with his left foot! pic.twitter.com/3MOC2eTHyI
— ESPN FC⚽ (@1realgaby_) August 8, 2021
Real Madrid vs Barcelona musim depan telah resmi menutup ruang persaingan Ronaldo dan Messi. Menarik untuk dinanti, siapa yang bakal jadi bintang abadi selanjutnya untuk teruskan kiprah paling bersejarah laga el clasico.
Sumber referensi: goal, bola okezone, dreamteamfc, managingmadrid


